
Sepeninggalnya Ze dari tempat itu seseorang keluar dari balik pintu. Namun dia keluar dengan wujud transparan sehingga kaisar Beicheng tidak melihat keberadaannya.
"Si*l, perempuan ja*ang itu membuat tabir pelindung yang sangat kuat untuk melindungi orang tua ini."ucap geram orang itu yang baik wujud ataupun suaranya tidak terlihat atau terdengar oleh seorang pun.
" Bagaimana caranya untuk memb*nuh orang tua tidak berguna ini? Aku tidak boleh pulang dengan kegagalan karena aku tidak pernah gagal menjalankan misi terlebih yang harus aku habisi hanya seorang pria tua yang terluka." ucap orang itu sambil menatap tabir pelindung yang membuat tangannya seolah terbakar.
"Satu-satunya cara adalah membuat orang tua itu keluar sendiri dari dalam tabir." gumamnya.
"Apa yang dapat membuat orang tua ini keluar dari tabir pelindung dengan suka rela?" gumamnya sembari berfikir.
"Anak tersayang nya adalah kelemahan utama dari orang tua ini sama seperti mendiang istrinya yang bodoh itu." gumamnya sambil tersenyum penuh kemenangan karena tidak mendengar larangan dari Ze pada sang kaisar.
Dia baru saja memasuki kamar secara diam-diam saat Ze masuk ke dalam kamar itu. Menyadari seseorang dengan kemampuan cukup tinggi masuk tapi tidak menampakkan wujudnya Ze curiga hingga membuat perbincangan dia dengan kaisar Beicheng tidak terdengar oleh orang lain.
"Aku akan membuat orang tua itu keluar dari tabir pelindung ini." gumamnya lalu keluar dari kamar kaisar Beicheng.
"Siapa yang dapat dia percaya ucapannya?" orang itu berfikir di depan kamar kaisar Beicheng.
"Oh si pengawal bernama Cheng duan itu." gumamnya.
Orang itu kemudian menampakkan wujud aslinya yang ternyata seorang wanita dengan pakaian serba hitam dan riasan serba hitam pula. Wanita itu segera merubah wujudnya menjadi Cheng duan dengan tubuh dan wajahnya penuh luka berdarah.
"Bruk.... " Cheng duan palsu menjatuhkan tubuhnya di dekat tempat kaisar Beicheng.
"Ada apa denganmu?" tanya kaisar Beicheng.
"Mohon maaf yang mulia kaisar, put ra mahkota dia..... "
"Ada apa dengan putraku?" tanya panik kaisar Beicheng.
"Putra mahkota terluka parah akibat serangan tiba-tiba dari beberapa orang dengan kultivasi tinggi." jawab Cheng duan palsu.
Kaisar Beicheng hampir menggerakkan tubuhnya namun teringat pesan Ze sebelum Ze pergi.
__ADS_1
"Tolong bantu aku bangkit. Aku masih kesulitan untuk menggerakkan tubuh akibat serangan seseorang barusan. Aku harus segera melihat keadaan putraku." ucap kaisar Beicheng.
"Hamba kesulitan untuk hanya sekedar berjalan ke tempat ini. Hamba tidak akan sanggup membantu yang mulia untuk bangun. Mohon ampuni hamba." ucap Cheng duan tertunduk dengan wajah kesal karena sulit untuk meyakinkan kaisar Beicheng.
"Tolong minta seseorang membawa Putra Mahkota ke sini. Aku harus melihat keadaan putraku." ucap kaisar Beicheng.
"Baik yang mulia." ucap Cheng duan palsu lalu segera keluar dari tempat itu.
Setibanya di luar kamar Cheng duan palsu kembali merubah wujudnya menjadi wujud aslinya. Wajahnya kesal karena gagal membuat kaisar Beicheng keluar dari tabir pelindung.
"Kenapa susah sekali meyakinkan orang tua itu untuk keluar dari tabir pelindung?" gumamnya.
"Sepertinya hanya ada satu cara untuk meyakinkan orang tua itu?" gumamnya lalu merubah wujudnya lagi.
Wanita itu merubah wujudnya menjadi wujud Huo nan yang terluka parah. Dia segera masuk kembali ke dalam kamar kaisar Beicheng dan menjatuhkan tubuhnya terlentang.
"Bruk..... " tubuh Huo nan palsu jatuh dan tidak lagi bergerak membuat kaisar Beicheng terkejut.
"Huo nan.....!" seru kaisar Beicheng.
"Apa yang terjadi padamu? Bangun nak." ucap kaisar Beicheng.
"SESEORANG MASUK KE DALAM SINI.....!" panggil kaisar Beicheng panik.
"SIAPA SAJA TOLONG KESINI.....!" serunya lagi.
"Mengapa orang tua itu malah hanya berteriak di tempat? Kenapa dia tidak segera keluar dari tabir pelindung itu?" batin Huo nan palsu yang masih pura-pura tidak sadarkan diri.
Di tempat Huo nan
Zili dan Hui tu menemukan Huo nan masih sibuk di dalam ruangan sidang bersama beberapa orang untuk membahas permasalahan yang terjadi. Mereka dengan leluasa masuk karena Hui tu termasuk dari kelompok Ze yang sudah di berikan izin oleh Huo nan untuk memasuki ruangan tanpa harus meminta izin.
"Mengapa kalian ada di sini? Bagaimana dengan ayahanda ku?" tanya Huo nan.
__ADS_1
"Putri meminta kami untuk menjaga anda. Beberapa orang tampaknya tidak akan tinggal diam saja untuk saat ini. Putri mengkhawatirkan anda hingga meminta kami melindungi anda hingga keadaan aman." jawab Zili.
"Kaisar Beicheng baik-baik saja dalam pengawasan Ze di dalam kamar beliau." tambah Hui tu.
"Mengapa perasaanku menjadi tidak tenang?" gumam Huo nan.
"Ayo kita ke kamar ayahanda saja untuk melihat keadaannya." ajak Huo nan.
"Baik." saut Zili dan Hui tu.
Huo nan bergegas berjalan ke arah kediaman sang ayah diikuti oleh Zili dan Hui tu. Huo nan mempercepat langkahnya karena merasakan tidak tenang dan terus teringat keadaan sang ayah.
"SIAPA SAJA TOLONG.....!" Tiba-tiba suara kaisar Beicheng yang berteriak terdengar membuat Huo nan segera mempercepat langkahnya.
"AYAHANDA ADA a pa?" tanya Huo nan heran melihat tubuh yang serupa dengan wujudnya tergeletak di lantai.
"Tangkap orang itu." ucap Ze dari jendela saat orang berwujud Huo nan akan kabur dari tempat itu.
Zili dan Hui tu dengan sigap menangkap orang itu. Orang yang berwujud Huo nan itu tidak dapat mengelak dari sergapan itu.
"Siapa kamu? Mengapa kau sangat mirip dengan Huo nan?" tanya kaisar Beicheng sambil bergantian menatap wajah Huo nan dan orang yang mirip Huo nan itu.
"Mengapa si ja*ang itu dapat kembali dengan cepat? Bukankah si kembar Gu seharusnya dapat mengatasi si ja*ang ini atau setidaknya memberi waktu yang lebih banyak untuk aku di dalam sini menyingkirkan pria tua itu?" batin Huo nan palsu.
"Hanya dengan kemampuan dua orang itu saja dan kamu berharap dapat menghentikan aku untuk kembali lebih awal?" tebak Ze.
"Aku tidak tahu apakah kau terlalu memandang tinggi mereka atau kau sedang memandang rendah aku sehingga berharap mereka dapat menyingkirkan aku." tambah Ze.
Ze mengarahkan energi dari telunjuknya kearah kening orang itu dan perlahan wujudnya berubah dari wujud Huo nan menjadi sosok wanita dengan penampilan serba hitam.
Jangan lupa untuk memberikan dukungan untuk novel ini. Kemurahan hati kalian dalam memberikan vote like dan komen adalah pemacu semangat untuk author menulis walaupun dalam keadaan kurang fit.
Selamat membaca
__ADS_1
semoga hari kalian menyenangkan
salam hangat dan sayang dari author ✌