Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Tumbuhan akar roh


__ADS_3

Ze keluar dari batu dimensi lalu memasukkan telur itu kedalam batu dimensi yang lainnya. Kemudian dia segera kembali ke tempat Jin hu dan yang lainnya. Di sana mereka berempat tengah sibuk mengolah daging rusa yang diinginkan oleh Ze untuk di makan.


"Bagaimana?" tanya Hui tu.


"Pelindung binatang itu hanya kedok." ucap Ze.


"Kedok bagaimana maksud kakak ipar?" tanya Huo nan.


"Dia hanya tidak ingin sumber energi untuk dirinya diambil oleh orang atau mahluk lain selain dirinya. Burung itu menggunakan energi kehidupan dari para hewan yang hidup di dalam hutan ini untuk menambah kekuatannya." jelas Ze.


"Apakah sudah berakhir?" tanya Hui tu.


"Sudah aku selesaikan dengan mudah dan aku mendapatkan hadiah untuk itu." jawab Ze.


"Hadiah apa kakak ipar?" tanya Huo nan bersemangat.


"Rahasia." jawab Ze.


"Aku sudah sangat kelaparan." keluh Ze memasang wajah sedih ke arah sang suami.


"Sabar sayang, sebentar lagi sudah siap." ucap Jin hu sambil tersenyum ke arah Ze dan terus mengaduk sup yang dia masak.


"Bukankah sebelumnya kau sudah makan cukup banyak? Mengapa sekarang kau sudah kelaparan lagi? Apakah perut mu itu terbuat dari karet? " protes Hui tu.


"Beberapa hari terakhir aku terlalu banyak menggunakan energi untuk membuat pil, mengobati orang dan terutama menggunakan mata dewa. Jadi wajar saja jika tubuhku membutuhkan asupan energi yang lebih banyak lagi." ucap Ze membuat alasan.


"Hm." hanya itu tanggapan Hui tu lalu kembali sibuk dengan apa yang sebelumnya dia lakukan.


"Hei gadis.....!" panggil roh pedang tiba-tiba.


"Ya ada apa?" tanya Ze.


"Sejak tadi aku merasakan sesuatu tapi masih ragu untuk memberitahu padamu." jawab roh pedang tidak jelas membuat Ze sedikit kesal.

__ADS_1


"Apa yang kau maksud dengan merasakan sesuatu tapi masih ragu?" tanya Ze.


"Di depanmu adalah tumbuhan akar roh yang sangat istimewa. Awalnya aura roh pohon itu samar tapi sekarang sudah mulai terasa kuat. Mungkin burung yang kau habisi sebelumnya melakukan sesuatu untuk menutupi aura nya." jawab roh pedang.


"Akar roh apa istimewanya?" tanya Ze.


"Tumbuhan itu memiliki umbi yang memiliki manfaat untuk meningkatkan kultivasi roh juga kultivasi tubuhmu." jawab roh pedang.


"Apakah roh dan tubuh dapat dikultivasi?" tanya Ze penasaran.


"Lalu bagaimana wanita dari rekanmu itu memiliki roh tingkat prajurit jika tidak dikultivasi?" tanya balik roh pedang.


"Sayang...?" panggil Jin hu sambil menyentuh lengan Ze membuat Ze terkejut.


"Ada apa?" tanya Ze.


"Kau yang ada apa? Sejak tadi suamimu memanggil dan kau hanya diam." tanya balik Hui tu.


"Ah maaf, aku merasakan sesuatu yang istimewa di sekitar sini sehingga terlalu fokus akan hal itu dan tidak menyadari panggilanmu." ucap Ze.


"Kita makan saja dulu karena tidak akan ada yang berebut dengan kita. Nanti selesai makan baru kita mencari sumber benda itu." jawab Ze.


"Kau ambil umbi beserta pohonnya untuk di tanam di dalam sini. Setelah kau memiliki waktu aku akan menjelaskan tentang kultivasi roh juga tubuh dan mengajari dirimu caranya. " ucap roh pedang.


"Baik." jawab Ze.


Selesai makan Ze dan yang lainnya pergi ke tempat tumbuhan akar roh tumbuh sesuai arahan roh pedang. Tentunya hanya Ze yang mendengar arahan itu.


"Tumbuhan apa itu? Mengapa aura yang keluar dari tanaman itu sangat kuat?" tanya Hui tu.


"Tanaman akar roh. Tanaman ini dapat meningkatkan kultivasi roh dan tubuh jika digunakan dengan tepat. Bertapa dekat dengan tumbuhan akar roh itu juga dapat meningkatkan kultivasimu dengan cepat hampir sama dengan bertapa di gua Yu yang ada di dalam hutan Fujian." jelas Zili.


"Sehebat itukah tumbuhan sekecil ini?" tanya Huo nan.

__ADS_1


"Aku akan mencabut dan menanamnya di dalam batu dimensi. Jika dapat tumbuh lebih baik dan umbinya dapat ditumbuhkan menjadi tanaman baru, masing-masing dari kita dapat menanamnya di kediaman masing-masing nantinya." ucap Ze.


"Jika itu di dalam batu dimensi pastinya akan bisa tumbuh lebih baik." ucap Zili.


"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita saja." ajak Ze setelah selesai mencabut tanaman akar roh dan mengambil seluruh umbinya yang tertinggal di dalam tanah.


"Aku akan menanamnya di dalam batu dimensi. Kalian panggil saja aku jika terjadi sesuatu." ucap Ze.


"Batu dimensi yang mana yang akan kau pilih untuk menanam tumbuhan itu?" tanya Hui tu.


"Batu dimensi tempat Silla agar aku sekalian dapat bertanya padanya cara yang lebih baik untuk menanam tumbuhan ini." jawab Ze.


"Jangan terlalu lama di dalam karena aku pasti akan merindukan dirimu." ucap Jin hu lalu mengecup kening Ze.


"Ayolah kakak ke 2, walaupun kakak ipar berada beberapa hari di dalam sana di luar sini hanya akan berlalu beberapa saat saja." protes Huo nan.


"Kau tidak pernah jatuh cinta jadi tidak paham rasanya merindukan kekasih. Jadi, berhenti untuk ikut campur." ucap Jin hu.


"Lanjutkan perdebatan kalian di atas kereta agar tidak menghambat perjalanan menuju desa Taoxi. Aku masuk ke dalam batu dimensi dulu." ucap Ze lalu menaiki kereta dan menghilang masuk ke dalam batu dimensi.


"Apakah umbi dari tumbuhan akar roh ini dapat ditanam untuk menumbuhkan tanaman baru?" tanya Ze setelah berada di dalam batu dimensi dan melihat pedang naga phoenix terbang di depannya.


"Bisa, kau hanya perlu merendamnya di dalam air suci hingga akar dan pucuk tunasnya tumbuh. Kemudian kau dapat menanamnya di manapun kau inginkan." jawab roh pedang.


"Apakah kau itu keturunan dewi keberuntungan? Semua hal baik selalu berkumpul di sekitar dirimu." ucap roh pedang.


"Entahlah, dewi keberuntungan saja aku tidak pernah bertemu. Bagaimana bisa aku tahu kalau aku keturunan beliau atau bukan." saut Ze.


Kemudian roh pedang mengajari Ze membuat pil roh murni yang langsung dipraktikkan oleh Ze setelah dia merendam beberapa buah umbi tumbuhan akar roh ke dalam air suci. Ze memasukkan seluruh bagian dari tumbuhan akar roh termasuk sebuah umbinya ke dalam tungku yang telah dia nyalakan api di bawahnya terlebih dulu.


Ze fokus membuat api di bawah tungku agar stabil dan sesekali memasukkan beberapa bahan tambahan yang kebetulan dia miliki termasuk air suci dan daun pohon jiwa. Setelah cukup lama dari dalam tungku keluar asap putih yang tebal. Ze mematikan api di bawah tungku lalu mengeluarkan pil yang berhasil dia buat.


Beberapa butir pil berwarna putih susu dengan corak keemasan kini berada di tangannya. Ze tersenyum melihat pil pil itu.

__ADS_1


"Apakah pil roh murni ini sudah memenuhi standar?" tanya Ze.


"Kau sungguh seorang alkemish yang sangat jenius. Pil yang kau buat bahkan sangat istimewa dan jumlahnya sangat banyak." puji roh pedang.


__ADS_2