
Tiba-tiba sebuah tabir mengurung mereka para mahluk bawah tanah. Segera Jin hu dan yang lainnya mengelilingi tabir itu dan meletakkan kain bertuliskan mantra segel di sekeliling tabir itu.
"Segel kurungan penguncian penuh aktifkan." ucap Ze setelah mengucapkan beberapa mantra saat melihat Jin hu dan yang lainnya berhasil meletakkan kain segel itu.
Tabir kurungan lainnya muncul bertepatan dengan waktu tabir segel sebelumnya hancur. Sayangnya pemimpin mahluk bawah tanah dan beberapa bawahannya berhasil keluar sebelum tabir baru terbuat. Melihat itu Ze segera keluar dari tabir pelindung istana atas awan.
"Para prajurit segera kembali ke dalam tabir." ucap Ze.
"Baik nyonya Jin." saut mereka semua lalu segera mundur.
Di sana sisa Ze, Jin hu, ular api, Wen yuan dan Liu yu yang tinggal berhadapan dengan 5 makhluk bawah tanah yang berhasil keluar sebelum tabir kurungan buatan Ze terbentuk kembali.
"Dasar pengecut kalian semua. Mengurung kami karena tidak berani melawan kami secara langsung." ucap pemimpin mahluk bawah tanah itu penuh emosi.
"Pengecut heh? Bukankah kalian menggunakan cara yang sama pada kami sebelumnya? Mengurung kami di dalam tabir kurungan agar tidak dapat keluar. Apakah itu sama dengan kalian mengakui bahwa kalian tidak berani melawan kami secara langsung?" ucap Ze sambil tersenyum meremehkan ke arah mahluk bawah tanah itu.
"Kami tidak akan pernah takut pada kalian mahluk lemah." ucap pemimpin mahluk bawah tanah itu lalu mulai menyerang.
Akhirnya pertarungan antara dua kelompok kecil itu terjadi juga. Ze melawan mahluk yang berwarna hitam dan yang lainnya masing-masing melawan bawahannya.
"Bak buk bak buk trang tring trang tring." suara baku hantam dan suara benturan senjata memenuhi tempat itu.
Cukup lama pertarungan mereka berlangsung saat itu. Para prajurit di dalam tabir sangat semangat menyaksikan pertarungan itu sedangkan para mahluk bawah tanah di dalam tabir berusaha keras menghancurkan tabir milik Ze. Sayangnya mereka tidak hanya tidak berhasil merusak tabir itu, mereka juga terluka karena tabir itu menyerang balik ke arah mereka.
"Tabir buatan manusia itu jauh lebih kuat daripada tabir kita." ucap mahluk bawah tanah itu.
"Uhuk uhuk tidak hanya kuat itu juga bisa melukai kita." saut yang lainnya yang baru saja terkena serangan dari tabir kurungan.
__ADS_1
Setelah cukup lama bertarung akhirnya para mahluk bawah tanah yang Ze dan yang lainnya lawan akhirnya tumbang juga.
"Tetesi luka mereka dengan cairan ini." ucap Ze pada Liu yu sambil memberikan sebotol cairan pelebur atau pengurai melihat luka pada tubuh mahluk bawah tanah itu akan kembali tertutup.
Liu yu segera melakukan tugasnya tanpa banyak tanya lagi. Seketika tubuh mahluk bawah tanah itu bergetar hebat lalu terurai perlahan.
Ze melihat ke arah dalam tabir kurungan untuk mengetahui apakah yang akan terjadi pada tubuh manusia yang menjadi mahluk merah saat mahluk bawah tanah yang merubah mereka telah mati.
Para mahluk merah yang berukuran besar tiba-tiba saja kembali ke bawah tanah sedangkan mahluk merah yang berasal dari manusia, tiba-tiba keluar asap hitam dari mulut mereka dan seketika itu juga mereka tumbang. Tubuh mereka kembali pada bentuk manusia dengan luka lebar pada leher mereka.
"Segel kurungan buka." ucap Ze dan seketika itu juga tabir yang mengurung para mahluk bawah tanah itu menghilang.
"Periksa tubuh mereka." ucap Ze yang tidak bisa melakukan hal itu karena tubuh-tubuh itu tidak berbusana sama sekali.
"Mereka semua adalah laki-laki dewasa nyonya." lapor Liu yu setelah beberapa saat.
"Baik nyonya Jin." sahut mereka.
Akhirnya dibuat 3 kelompok yang masing-masing dipimpin oleh Liu yu, Wen yuan dan ular api. Setelah cukup lama mencari akhirnya kelompok ular api berhasil menemukan tempat para wanita dan anak-anak berada dan ternyata mereka dikurung dengan tabir membuat Ze harus turun tangan untuk membebaskan mereka.
"Apa yang para mahluk itu lakukan pada kalian?" tanya Ze.
"Mereka tidak melakukan apapun pada kami selain mengurung kami nyonya." jawab seorang wanita.
Mereka tidak ada yang tahu bahwa Ze adalah ratu dari negeri istana atas awan karena hanya orang dalam negeri itu dan keluarga Ze saja yang tahu tentang hal itu.
"Kami juga mendengar kalau mahluk itu tidak memiliki wanita sehingga mereka tidak dapat menambah jumlah kaum mereka selain dengan cara ritual yang cukup sulit. Mereka ingin mencoba mendapatkan keturunan dari ras manusia apakah berhasil atau tidak." ucap wanita lainnya.
__ADS_1
"Ya sudah. Bantu mereka semua yang terluka dan kubur semua tubuh te*anjang itu." ucap Ze.
Ze diikuti Jin hu, ular api, Wen yuan dan Liu yu kembali ke istana atas awan. Selain untuk menyelesaikan masalah dia dan Jin hu, Ze juga sangat rindu dengan keluarganya yang tinggal di dalam istana atas awan jadi dia memutuskan untuk masuk ke dalam istana.
Di dalam tabir sudah ada kuda naga terbang yang menunggu Ze. Ze naik ke atas punggung hewan roh milik Jin hu sendiri karena Ze melarang Jin hu untuk ikut naik.
Akhirnya jadi Jin hu hanya mampu pasrah mengikuti apa yang Ze inginkan. Jin hu dan yang lainnya menunggangi kuda biasa mengikuti Ze.
...----------------...
Di tempat para penduduk desa yang Ze selamatkan sebelumnya mereka penasaran dengan siapa Ze.
"Siapa nyonya tadi? Mengapa yang mulia tuan Jin hu mengekori dia tanpa suara seolah yang mulia adalah pengawalnya?" tanya seorang wanita pada seorang prajurit.
Karena tidak ada yang tahu identitas Ze sebagai istri Jin hu, para wanita itu sebelumnya mencuri-curi pandang kearah Jin hu dengan penuh kekaguman dan berharap Jin hu menatap mereka.
"Nyonya Jin adalah ratu istana atas awan. Dengan kata lain, beliau adalah istri dari yang mulia tuan Jin hu." jawab prajurit itu.
"Apa?" pekik beberapa orang karena terkejut.
"Bagaimana mungkin? Kabar pernikahan yang mulia tuan Jin hu tidak pernah terdengar selama ini." tanya seorang wanita.
"Mereka memang belum mengumumkan pernikahan mereka untuk orang luar istana atas awan. Mungkin setelah masalah mahluk-mahluk aneh yang sering munc, tiba-tiba itu selesai baru mereka akan melakukan acara besar-besaran dan mengumumkan pernikahan mereka." jelas prajurit itu.
Beberapa wajah kecewa terlihat dengan jelas dari mereka para wanita. Bagaimana tidak, Jin hu walaupun sangat dingin dan tidak tersentuh, dia adalah suami idaman para wanita karena parasnya yang tampan dan tentunya kedudukannya sebagai pemimpin istana atas awan.
"Singkirkan semua pemikiran buruk kalian pada nyonya Jin jika itu ada dan singkirkan niat mendekati yang mulia jika itu ada di dalam pikiran kalian." ucap seorang prajurit melihat reaksi para wanita.
__ADS_1