
Semoga Yue jin adalah putra kandungku atau aku tidak punya muka lagi di keluarga ini karena telah mengabaikan istri dan putraku hanya untuk memelihara anak orang lain." batin tuan Lu ruo.
"Yang dia pikirkan hanya nama baik dan pandangan keluarga besar terhadapnya saja kakek tua. Yang ruo adalah anak baik dan berbakat. Sangat sayang jika hanya hidup di keluarga yang seperti itu." ucap Ze.
"Hm, kau benar wanita bodoh. Aku tidak menyangka keluarga ini sebobrok ini." ucap Hui tu.
Setiap detiknya semua orang menunggu dengan perasaan cemas terutama untuk nyonya Li jin. Cairan itu perlahan berubah menjadi warna hitam membuat semua orang termasuk Yue jin menatap tidak percaya ke arah nyonya Li jin yang masih membeku di tempat padahal Ze telah melepaskan tekanan tenaga dalam pada tubuhnya.
"Kau sungguh berani menipu aku selama bertahun-tahun dan membuat aku menyakiti hati istriku! " ucap tuan Lu ruo geram.
"Kau ingin melimpahkan semua kesalahan kepadaku padahal kau dengan tanpa paksaan berhubungan denganku di belakang istrimu dan kau sendiri yang tidak percaya dengan dirinya." ucap nyonya Li jin sambil menatap sinis tuan Lu ruo.
"Kau.....
"Aku apa? Yang mengurung dan menghukum Lian yang hingga dia mati karena pendarahan waktu itu adalah kau. Bukan aku. Yang memberikan ide untuk meracuni Yang ruo agar Yue jin menjadi pemimpin usaha yang di berikan pada keluarga kecilmu ini adalah kamu bukan aku. Masih ingin menyalahkan aku?" jelas nyonya Li jin yang mulai tidak sadar membeberkan semua rahasia yang dia tahu.
"Apa yang kau lakukan pada wanita itu?" tanya Hui tu saat melihat Ze tersenyum.
"Hanya sesuatu yang membuat orang menggila seperti mabuk dan membuat dirinya tanpa sadar membeberkan semua rahasia yang dia tahu." jawab Ze.
"Kau memang orang yang cerdas." puji Hui tu.
"Aku memang selalu cerdas." ucap Ze.
"menyesal aku memuji." gumam Hui tu tentunya mereka hanya bertelepati.
"Apa?" ucap serempak beberapa orang mendengar penuturan dari nyonya Li jin.
"Kau mengucapkan banyak omong kosong. Ramuan itu dari dirimu dan aku sama sekali tidak tahu soal itu." bantah tuan Lu ruo.
"Tidak tahu? Kau beserta ayahmu yang mencari dan menemukan sendiri racun itu lalu memberikan itu padaku dan......
"Plak....Hentikan omong kosong itu." ucap tuan Lu ruo emosi.
__ADS_1
"Cukup..... Karena semua sudah terbukti dan yang salah telah diketahui, Go kuo, Lu ruo dan Yue jin sudah bukan lagi keturunan keluarga Si. Mereka akan dihapus dari silsilah keluarga Si selamanya." putus tuan Yok ji.
"Tapi......
"Aku tidak perduli alasan apapun. Keputusan ini mutlak dan tidak bisa di hapus. Seret mereka keluar dari tempat dan kediaman ini." ucap tuan Yok ji.
"Yang ruo.... Tolong ayah, ayah tidak bisa dikeluarkan dari keluarga ini karena ayah juga korban yang tidak tahu apapun." pinta tuan Lu ruo.
"Maaf tuan, aku tidak akan pernah menganggap hubungan apapun dengan pembunuh ibu kandungku." ucap Yang ruo.
Setelah semua itu mereka terpaksa kembali melanjutkan acara makan yang tertunda lama dengan perasaan campur aduk. Mereka kembali berkumpul di aula karena Hui tu meminta mereka.
"Maaf karena telah menunjukkan hal yang tidak pantas di hari pertama leluhur masuk ke dalam keluarga ini." ucap tuan Yok ji sebagai pembuka pembicaraan.
"Itu bukan hal penting yang harus dibahas secara berulang. Yang aku ingin tanya adalah bagaimana proses pembagian bisnis keluarga Si selama ini?" tanya Hui tu.
"Keluarga Si kita memiliki bisnis penginapan dan penggadaian di 3 negeri besar termasuk negeri Nansi. Setiap cabang itu akan dimiliki oleh keturunan paling berbakat keluarga kita." jelas tuan Yok ji.
"Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki usaha itu?" tanya Ze.
"10 persen untuk dibagi sebanyak keluarga yang ada?" tanya Ze.
"Kecuali para tetua yang memiliki 30 persen keuntungan untuk mereka bagi, seluruh keluarga menerima pembagian dari 10 persen itu." jawab tuan Yok ji.
"Sangat wajar jika keluarga kalian saling sikut dalam bersaing yang tidak sehat." ucap Ze.
"Mulai saat ini, seluruh keluarga memiliki hak untuk ikut campur dalam urusan bisnis dan memegang kendali terhadap jabatan tertentu sesuai kemampuan mereka. Pemasukan akan dihitung sesuai usaha mereka." ucap Hui tu mutlak tanpa bantahan.
"Maksudnya?" tanya tuan Yok ji bingung.
"Setiap kerajaan bisnis kalian tentu memiliki beberapa cabang di sekitar kerajaan itu bukan?" tanya Ze.
"Iya." jawab tuan Yok ji.
__ADS_1
"Maka jangan biarkan hanya satu orang yang memegang kendali seluruh bisnis itu. Biarkan masing-masing dari mereka memegang atau memimpin setiap cabang itu sehingga mereka memiliki pemasukan yang sesuai usaha mereka bukan dari belas kasih orang yang mendapatkan hak waris jabatan saja." jelas Ze.
"Bukankah hal itu dapat menimbulkan perpecahan? Terlalu banyak pemimpin akan menjadi kacau." protes tuan Yok ji.
"Justru cara kalian selama ini yang menimbulkan perpecahan karena mereka akan memiliki banyak cara untuk menyingkirkan pesaing agar menjadi orang yang mendapatkan keuntungan paling besar. Dengan cara itu akan banyak yang kehilangan akal sehat demi keuntungan pribadi." jelas Ze.
"Berhenti protes karena cara ini adalah yang terbaik." ucap Hui tu tegas.
"Baik leluhur." saut tuan Yok ji.
"Yang ruo." panggil Ze.
"Ya yang mulia ratu Jin?" saut Yang ruo.
"Aku melihat kemampuan yang sangat berpotensi untuk menjadi hal luar biasa dari dirimu. Aku memberikan pilihan untuk dirimu. Tetap memasuki akademi tangga langit atau ikut dengan kami." ucap Ze.
"Aku.....
"Tangga langit tidak akan bisa membawa dirimu untuk lebih baik dari pencapaian orang biasa. Ikut dengan kami maka gelar grand master hanya tinggal melangkah ke depan saja bagimu untuk mencapainya." ucap Hui tu.
"Bagaimana bisa akademi besar tidak sebanding dengan kerajaan yang bahkan kami tidak tahu sebelum ini bahwa kerajaan itu ada?" protes seorang pria.
"Akademi tangga langit hanya memiliki alkemish tingkat 9 yang mampu membuat pil tingkat tinggi level istimewa kualitas tinggi dan kultivator tingkat langit akhir yang tertinggi bukan? Level masing-masing dari kami di atas itu terutama yang mulia ratu Jin dia alkemish tingkat di atas itu yang bahkan mampu membuat pil tingkat misteri." jelas Huo nan.
"Apa kalian tidak sedang membual?" tanya orang itu tidak percaya.
"Terserah apa kata kalian. Yang terpenting adalah menanyakan pendapat Yang ruo. " ucap Ze.
"Karena aku memiliki hutang budi dan percaya pada anda, aku memilih untuk ikut dengan anda karena aku merasa tidak lagi memiliki tempat yang nyaman di keluarga ini." putus Yang ruo.
"Tapi....
"Yang ruo hanya mengikuti aku leluhurnya. Apakah kalian masih memiliki keluhan?" tanya Hui tu.
__ADS_1
"Sudah diputuskan kalau seperti itu. Siang ini juga kita akan kembali ke istana atas awan." ucap Ze.
Tidak ada lagi yang protes setelah itu dan akhirnya Ze dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan bersama tambahan satu orang.