Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Empat puluh tujuh


__ADS_3

Ze menatap semua orang yang sedang terkagum melihat hasil dari segel pelindung yang dia buat.


"Ada jalan rahasia untuk langsung ke arah pasar di bawah bukit. Guru dapat keluar lewat sana untuk membeli keperluan dan ingat hanya orang kepercayaan guru yang boleh tahu tempat itu agar tidak ada penyergapan saat kalian keluar lewat sana." Bisik Ze pada Tang hui bi.


"Pil penyamaran ini harus di telan sebelum kalian keluar agar tidak ada yang mengetahui bahwa kalian keluar dari kediaman saat itu. Aku belum tahu pasti kapan ini akan berakhir tapi aku janji secepatnya akan aku selesaikan." tambah Ze.


"Yang kau lakukan sudah cukup. Kau jangan gegabah gara-gara ingin semua teratasi dengan cepat. Kami sangat bangga karena walaupun dalam keadaan terdesak kau masih memikirkan keselamatan dan kenyamanan kami." ucap Tang hui bi.


"Ya, apa yang Hui bi katakan benar. Kami akan sabar menunggu hingga kau sungguh-sungguh mampu untuk menyingkirkan siapa pun orang yang kau maksud tengah mengincar dirimu itu. Yang terpenting bagi kami adalah kau kembali dengan keadaan baik-baik saja." sahut Tang biu hu.


"Terima kasih guru." ucap Ze lalu menghamburkan dirinya memeluk guru yang telah seperti orang tua baginya.


"Aku menyayangi kalian." ucap Ze.


"Kami juga menyayangi dirimu." sahut keduanya.


"Ayo, kita harus bergegas sebelum orang-orang itu menyadari sesuatu yang janggal dan mulai mengincar kita." ajak Hui tu.


"Hm." jawab Ze lalu mereka segera keluar dari kediaman itu.


Mereka berdua kembali menunggangi kuda dengan kecepatan penuh menuju ke arah hutan Fujian.


"Mengapa kita ke arah hutan Fujian?" tanya Hui tu.


"Agar orang yang mengikuti kita itu terkecoh dan menunggu kita di luar hutan Fujian." jawab Ze.


"Lalu, bagaimana kita dapat keluar dari hutan Fujian tanpa mereka ketahui nanti?" tanya Hui tu.


"Nanti juga kau akan paham dengan sendirinya." jawab Ze.


"Ternyata mereka tidak mudah mempercayai anggota mereka sendiri. Belum cukup lama si Di nuo kita kirim untuk melapor pada mereka, mereka sudah mengirim orang lain untuk mengawasi kita." ucap Ze.

__ADS_1


"Orang yang sering menipu dan serakah tidak akan mudah percaya pada orang lain. Mereka akan menyamakan orang lain seperti dirinya yang sulit untuk diberikan rasa percaya." saut Hui tu.


"Ya, di depan sudah hutan Fujian. Pegang tanganku, kita akan melompat bersama memasuki hutan Fujian dan kita akan meninggalkan kuda kita di luar hutan Fujian." ucap Ze.


Tentunya mereka dari tadi hanya menggunakan telepati atau suara hati untuk membahas rencana mereka. Mereka tentu tidak ingin orang yang mengikuti mereka dari tadi mengetahui rencana yang mereka buat.


"Sekarang....!" seru Ze lalu mereka kompak menghentikan langkah kuda yang mereka tunggangi.


Setelah itu mereka saling meraih tangan dan masing-masing menggenggam tangan dengan erat. Mereka menggunakan jurus meringankan tubuh lalu melompat ke arah hutan Fujian. Dalam sekejap mereka sudah menghilang di balik pepohonan hutan Fujian.


"Akh si*l, mereka memasuki kawasan hutan Fujian." umpat salah seorang pemuda yang mengikuti mereka.


"Kita harus bagaimana kak Gu ju?" tanya seorang pemuda pada pemuda bernama Gu ju itu.


"Pergi ke markas dan laporkan hal ini pada wakil ketua. Kami akan berjaga di sekitar hutan Fujian untuk memastikan mereka tidak keluar dari dalam sana tanpa kita ketahui." jawab Gu ju.


"Baik kak Gu ju." jawab pemuda itu lalu pergi meninggalkan beberapa orang rombongannya itu.


"Baik tuan." jawab mereka kompak dan segera menyebar di sekitar kawasan luar hutan Fujian.


Di dalam hutan Fujian


Ze dan Hui tu langsung bergerak dengan cepat menuju gua yu. Saat berhasil memasuki hutan Fujian mereka sudah melepaskan genggaman tangan mereka dan terus bergerak semakin masuk ke dalam hutan.


"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" tanya Hui tu.


"Aku akan memeriksa keadaan suamiku dan kuda naga terbangnya dulu. Jika sudah memungkinkan untuk keluar, aku akan menuju ke hutan kutukan menggunakan bantuan kuda naga terbang." jawab Ze.


"Aku? Apakah itu artinya hanya kau seorang yang akan memasuki hutan kutukan?" tanya Hui tu memastikan.


"Ya, kita semua tidak dapat memastikan bahwa apa yang menjadi tujuanmu adalah sebuah keserakahan atau bukan. Begitu juga dengan Jin hu, aku tidak ingin mengambil resiko. Karena, sedikit saja keserakahan pada orang yang memasuki hutan kutukan! mereka akan menjadi pohon penghuni tetap hutan kutukan." jawab Ze menjelaskan maksudnya.

__ADS_1


"Lalu, bagaimana dengan dirimu?" tanya Hui tu.


"Dapatkah kau memastikan bahwa dalam hatimu tidak ada keserakahan?" tambah Hui tu.


"Aku memiliki batu dimensi yang menjamin bahwa apa yang aku inginkan bukanlah karena keserakahan. Karena hanya orang tanpa keserakahan yang dapat memiliki batu dimensi itu." jawab Ze.


"Tenang saja, aku tidak mungkin meninggalkan kalian jauh karena tubuh suamiku masih harus terus diperbaharui jimat segel nya secara teratur. Aku akan membawa serta kalian dalam perjalanan ini hanya saja, kalian akan berada di dalam batu dimensi selama aku berada di dalam hutan kutukan." tambah Ze.


"Baiklah, aku hanya bisa meminta agar kau harus berhati-hati di dalam hutan kutukan itu. Karena, dari rumor yang beredar, hutan kutukan sangat berbahaya karena ada banyak monster ganas yang hidup di dalamnya." ucap Hui tu.


"Justru itu adalah tujuan aku memasuki hutan kutukan. Aku ingin mencari lawan tanding yang kuat agar pencapaian kultivasi milikku semakin bertambah." ucap Ze.


"Ada yang aneh dari rumor itu." ucap Ular api yang tiba-tiba muncul bersama Jin hu.


Jin hu keluar dari batu dimensi dibantu oleh ular api. Karena hanya pemilik batu dimensi dan hewan roh atau tumbuhan roh kontrak milik pemiliknya yang dapat dengan bebas keluar masuk dari dan ke dalam batu dimensi itu.


"Apa yang aneh?" tanya Ze.


"Bukankah orang serakah tidak bisa hidup di dalamnya? Mengapa monster yang terkenal ganas dan jahat dapat hidup di dalamnya?" tanya Ular api.


"Para monster itu tidak memiliki hati, juga tidak memiliki hasrat. Bagaimana sesuatu yang tanpa hasrat dapat memiliki keserakahan? Mereka menyerang hanya untuk bertahan hidup saja. Jadi, itu tidak terhitung sebagai sebuah keserakahan." jawab Ze.


"Apakah kau sudah merasa lebih baik?" tanya Ze pada Jin hu.


"Tubuh suamimu ini sudah lebih baik bahkan sangat sehat berkat dirimu, istriku." jawab Jin hu.


"Mana Kuda naga terbang?" tanya Ze.


"Dia akan segera keluar bersama ceri emas." jawab ular api.


Selamat membaca ☺

__ADS_1


__ADS_2