Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Enam puluh dua


__ADS_3

Zili dan Suho terus mengamati Ze dan Jin hu yang masih melawan ganjalan dalam hati mereka masing-masing.


Walaupun sering bergumam dan walaupun sudah penuh peluh serta air mata, Jin hu masih terlihat lebih tenang sedangkan Ze, dia sudah tidak lagi dapat tenang.


Ze mulai berteriak lebih kencang dan menghantam tubuhnya sendiri. Dari yang terlihat, nampaknya Ze sudah mulai depresi menghadapi masa suramnya.


"Sepertinya putri sudah tidak sanggup lagi." ucap Suho.


"Kau benar, aku akan berusaha untuk membantu putri dengan memasuki alam bawah sadarnya dan membuat putri sadar bahwa itu hanya ingatan masa lalu yang tidak akan bisa diubah. Putri hanya perlu merelakan itu dari hatinya." ucap Zili lalu berkonsentrasi untuk dapat memasuki alam bawah sadar Ze.


"Di mana ini? Mengapa semua barang di tempat ini tampak aneh?" gumam Zili melihat barang-barang yang ada di dalam ingatan Ze.


Tentu bagi Zili semua barang itu akan terlihat aneh karena itu barang-barang yang ada di era modern yang tidak ada di dimensi yang dia tinggali.


"Siapa anak gadis kecil itu? Mengapa putri sangat peduli padanya?" gumam Zili melihat Ze berusaha meraih tubuh Ze kecil yang tidak sadarkan diri dalam gendongan seorang pria.


Setelah itu mereka pindah ke ingatan lain. Mereka tiba di lab tepat saat Ze kecil akan disuntik obat yang seharusnya membuat lupa ingatan.


Ze terlihat berusaha untuk memukul orang-orang dan merusak alat-alat yang ada di tempat itu.


"Apakah ini adalah dimensi yang lain?" gumam Zili melihat semakin banyak hal ganjil dalam ingatan Ze.


"Apakah itu artinya putri adalah seorang yang berpindah dimensi dan menempati tubuh orang lain?" gumam Zili sambil terus memperhatikan apa yang Ze lakukan.


Mereka terus berpindah tempat dan Ze selalu berusaha untuk menghantam orang-orang yang ada di sekitarnya.


"Aku harus menyadarkan putri, putri tampaknya sudah tidak terkontrol." ucap Zili.


"Kuatkan hati anda putri." Zili hampir sama dengan Ze yang tidak bisa menyentuh dan terlihat oleh Ze kecil.


Bedanya Zili dapat membuat Ze mendengar apa yang dia ucapkan.


"Itu hanya ingatan masa lalu bukan hal yang terjadi saat ini dan tidak akan bisa diubah." kembali Zili bersuara.


Ze terdiam dan mulai lebih tenang. Ze menghapus air matanya lalu menatap tubuh Ze kecil.


"Akh..... Ya, itu sudah lama berlalu. Maaf ibu, ayah, dan Jo. Aku tidak bisa melakukan apapun untuk kalian saat itu. Aku berjanji akan melakukan yang terbaik untuk melindungi mereka yang aku sayangi kedepannya. Aku menyayangi kalian dan aku tahu kalau aku bahagia dan berdamai dengan masa lalu, kalian juga akan bahagia." ucap Ze sembari tersenyum.

__ADS_1


Zili ikut tersenyum melihat Ze mulai sadar bahwa dirinya di sana bukan untuk merubah masa lalu melainkan merelakan masa itu.


Dapat Zili lihat dua orang asing tersenyum dan melambai ke arah Ze dan di balas dengan senyum juga lambaian oleh Ze.


"Kami bangga padamu." ucap dua orang itu dengan bahasa yang Zili tidak paham lalu setelahnya Zili kembali ke dalam tubuhnya.


"Apakah ini berarti bahwa putri bukan berasal dari dimensi ini?" batin Zili sembari menatap Ze yang mulai membuka mata.


...****************...


"Ayo kita segera mencari keberadaan merak api itu." ajak Ze.


"Ayo....!" saut yang lainnya.


Mereka berempat berjalan semakin dalam memasuki hutan. Sesuai namanya, hutan itu semakin dalam semakin suram.


"Ada dua anak kecil di dalam hutan." ucap Ze.


"Apakah mereka adalah merak api yang kita cari?" tanya Ze.


"Bukankah kau pernah bilang kalau kalian binatang roh dapat berubah wujud menjadi manusia di saat kalian memiliki tingkat kultivasi tertentu?" tanya Jin hu pada Zili.


"Ya kau memang benar. Lalu?" tanya Zili balik.


"Dari yang aku lihat mereka bahkan belum melewati tingkat misteri akhir. Mengapa mereka sudah dapat berubah wujud?" tanya Jin hu.


"Aku sendiri juga heran." jawab Zili.


"Apakah ada dunia lain yang lebih tinggi dari dunia atas ini sehingga ada bintang roh yang baru menetas dan sudah mampu merubah wujudnya sempurna seperti itu?" tanya Suho.


"Entahlah, semesta ini bukankah memang memiliki banyak misteri yang tidak semua dari kita dapat pahami?" jawab Zili.


"Tunggu dulu, apakah maksud kalian bahwa mereka baru saja menetas dari telur yang artinya mereka seharusnya masih bayi? Lalu, kenapa wujud mereka justru adalah wujud remaja?" tanya Ze.


"Kebanyakan dari kami berkembang di dalam telur membutuhkan waktu hingga puluhan tahun bahkan mencapai lebih dari 100 tahun sebelum menetas dan selama itu kami terus berkembang di dalam telur itu." jawab Suho.


"Jadi, walaupun baru menetas beberapa minggu, mereka sudah tidak berwujud bayi lagi." tambahnya.

__ADS_1


Dua orang anak remaja yang di yakini mereka sebagai wujud dari merak api menyadari kedatangan mereka dan berusaha untuk bersembunyi di balik batang pohon.


"Jangan takut, kami tidak akan menyakiti kalian." ucap Ze.


Anak laki-laki itu mengintip dari balik pohon dan menatap Ze serta yang lainnya penuh selidik.


"Apa yang kalian inginkan?" tanya anak laki-laki itu.


"Kami hanya penasaran dari mana kalian berasal. Bukankah seharusnya merak api bukanlah bagian dari binatang penghuni negeri hewan roh suci? Mengapa kalian dapat memiliki kemampuan merubah wujud dengan sempurna?" tanya Zili karena tidak dapat melihat wujud asli mereka.


Zili dapat melihat wujud asli dari binatang roh yang berubah menjadi manusia kecuali 3 jenis binatang roh suci yaitu, naga suci , Phoenix suci, dan merak suci. Naga biasa, Phoenix biasa, dan merak biasa bukanlah bagian dari roh suci termasuk merak api.


"Kami memang berasal dari dimensi lain yang tidak akan kalian pahami. Kalian adalah satu-satunya yang pernah menemukan kami dan menyadari perbedaan kami dengan kalian. Sebaiknya kalian pergi sebelum penjaga kami datang karena kalau tidak....."


"Kalau tidak?" tanya Ze penasaran.


"Keberadaan kami adalah rahasia untuk kalian bahkan lebih rahasia dari keberadaan dunia atas terhadap penghuni dunia bawah. Jika ada yang mengetahui kalian menyadari tentang kami, kalian harus dimusnahkan." jelas anak perempuan yang mulai menunjukkan dirinya.


"Kami akan pergi tapi, dapatkah kami meminta sesuatu?" tawar Ze ragu.


"Apa itu?" tanya anak laki-laki.


"Aku membutuhkan beberapa tetes darah merak api untuk menyelamatkan orang yang aku sayangi. Aku tahu ini mungkin keterlaluan bagi kalian tapi dapatkah kalian memberikan darah kalian?" Pinta Ze ragu.


"Apa.....?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yuhuu jangan bosan dengan cuap-cuap dari author ini ya


Author masih juga mendapat pernyataan kalau mereka yang komentar negatif tidak senang karena diserang oleh pembaca lain.


Sebenarnya sih komentar tentang kekurangan novel bukan hal yang buruk memang karena dapat menjadi pemacu agar author lebih baik lagi dalam berkarya tapi, balik lagi dalam menggunakan kata-kata seharusnya lebih diperhatikan agar tidak menyakiti hati dan justru membuat author patah semangat.


Kita cukup saling menghargai saja dan terima kasih untuk yang selalu mendukung author dari awal hingga saat ini.


Selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2