Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
putri kerajaan Kai


__ADS_3

Beberapa wanita mendengus sebal mendengar teguran dari prajurit itu. Memang kenapa jika Jin hu sudah memiliki pasangan? Bukankah seorang pria yang memiliki tahta sudah biasa memiliki lebih dari satu wanita disisinya? Bukankah jika Jin hu memiliki pasangan, artinya Jin hu tidak lagi anti dengan wanita yang artinya mereka lebih memiliki jalan untuk berada di dekatnya?


Siapa yang akan melewatkan kesempatan untuk menjadi pasangan, ah tidak walaupun hanya menjadi seorang gu*dik dari seorang raja walaupun Jin hu tidak ingin ada gelar raja, dia tetaplah seorang pemimpin dari sebuah kerajaan. Setidaknya itulah yang ada di pikiran beberapa wanita yang menginginkan Jin hu.


"Nyonya Jin walaupun tidak terlihat kuat dari luar, beliau juga tidak akan pernah bisa kalian usik. Bahkan mungkin di dunia yang kita pijak ini belum lahir orang yang mampu untuk menyinggung beliau tanpa mendapatkan kerugian besar." ucap prajurit itu lagi seolah mampu membaca pikiran para wanita itu.


"Memang apa hebatnya seorang wanita jika sang suami memutuskan sesuatu dia tidak akan bisa melakukan apapun." ucap seorang wanita lainnya.


"Mungkin itu berlaku untuk wanita lain di luar sana. Sedangkan untuk ratu kami itu, jangankan mendapatkan pilihan sulit dari sang suami, bahkan suaminya sendiri yang akan memusnahkan hal yang mempersulit dirinya." ucap prajurit itu.


Prajurit itu adalah pengawal Jin hu yang selalu bertugas di dalam istana bahkan sesekali akan membantu Jin hu di luar negeri istana atas awan jadi dia sangat tahu bagaimana hubungan Jin hu dan Ze selama ini.


"Jadi, jauhkan segala pikiran untuk mengusik mereka sebelum yang mulia menganggap kalian akan mengganggu ratu satu-satunya di sisinya itu karena bahkan kalian tidak akan tahu apa yang akan terjadi jika hal itu kalian lakukan." ucap prajurit itu lalu pergi dari tempat itu karena tugasnya telah selesai.


"Cih apa-apaan prajurit itu. Dia hanya melebih-lebihkan tentang wanita itu. Dari yang aku lihat dia (Ze maksudnya) hanyalah wanita biasa yang hanya mengandalkan penampilan luar dan tubuhnya untuk meraih peluang berada di sisi pemimpin dari kerajaan istana atas awan itu." ucap seorang wanita dengan kesal.


"Putri jangan berbicara seperti itu. Tidak baik jika ada yang mendengar karena bisa menimbulkan masalah pada kita nantinya. Ini bukanlah wilayah kerajaan Kai." tegur seorang wanita lain dengan sopan.


"Heh, memang apa yang bisa kerajaan kecil seperti istana atas awan itu lakukan padaku yang seorang putri dari negeri Kai yang besar, berkuasa dan makmur?" ucap wanita itu dengan angkuhnya.


Dia adalah putri Rou ruan dari negeri Kai. Putri itu adalah putri kesayangan dari Kaisar negeri kai yang bernama Kai Qiang de yang terkenal kuat dan tegas. Putri Rou ruan terkenal akan kecantikan dan bakatnya yang luar biasa sehingga membuat dirinya menjadi sangat sombong dan tidak menerima kekalahan.

__ADS_1


Dia tidak terima dengan larangan untuk mendekati Jin hu yang terlihat sangat tampan walaupun dengan wajah datarnya itu. Dia pikir jika wanita biasa seperti Ze dapat berada di sisi Jin hu, maka dia akan mendepak Ze dari posisi sang Ratu dan menggantinya dengan dirinya yang menurutnya jauh lebih pantas.


Putri Rou ruan dan pengawalnya sebenarnya awalnya hanya ingin lewat di desa bunga mekar untuk berkunjung ke tempat kakeknya ayah dari ibunya yang merupakan raja di kerajaan kecil dekat dengan negeri atas awan. Dalam perjalanan, tidak diduga mereka berhadapan dengan makhluk bawah tanah itu dan ikut dikurung dengan wanita lain penduduk asli desa bunga mekar itu.


"Walaupun istana atas awan adalah negeri yang kecil, negeri ini sangat di hormati dan di takuti oleh para raja negeri di sekitarnya walaupun negeri itu jauh lebih besar dari negeri atas awan itu. Setidaknya itu yang hamba dengar dari orang sekitar putri." ucap wanita yang adalah pelayan sekaligus pengawal pribadi putri itu.


"Aku tidak percaya kalau negeri kecil itu tidak dapat ayahku taklukkan. Aku akan meminta ayah untuk memaksa raja negeri ini mengangkat aku menjadi permaisuri dan menjadikan ratu yang tidak pantas itu menjadi selir biasa saja. Jika tidak, maka negeri ini akan hancur." putusnya.


"Semoga ini tidak akan menjadi bumerang bagi kerajaan Kai kedepannya." gumam pelayan itu yang tidak lagi bisa mengatakan apapun karena takut tuannya akan marah.


...----------------...


Ze melompat dari punggung kuda naga terbang lalu segera berlari saat melihat kakek tua yang sangat dia rindukan berdiri cukup jauh di depannya yang belum menyadari kedatangan Ze.


Ze sengaja melarang penjaga untuk mengumumkan kedatangannya karena ingin mengejutkan keluarga tercintanya dengan kedatangan yang mendadak.


"Hup, kakek Ze kangen." ucapnya sambil memeluk tubuh kakeknya.


"Ah kau mengejutkan kakek tua ini sayangnya kakek." ucap tuan besar Shi sembari menepuk punggung tangan cucunya karena Ze memeluknya dari belakang.


"Kakek juga sangat merindukan cucu nakal kakek ini." ucapnya saat Ze sudah berpindah ke depannya dan masih memeluk manja kakeknya.

__ADS_1


"Apa yang sedang kakek lakukan di sini seorang diri?" tanya Ze.


"Kakek hanya keluar untuk berjalan-jalan karena sedikit bosan di dalam istana. Kakek rencananya ingin mencari Liu yu untuk menemani kakek memancing di danau." jawab tuan besar Shi.


"Berarti kakek dan yang lainnya tidak tahu masalah mahluk bawah tanah itu." batin Ze.


"Ayo kita masuk. Ibu dan nenekmu pasti akan sangat senang dan bersemangat melihat kau kembali." ajak tuan besar Shi.


Sedangkan Jin hu, dia hanya menonton saja kebahagiaan isterinya yang baru melepaskan rindu pada kakeknya.


"Kenapa kau hanya diam saja?" tanya tuan besar Shi yang baru menyadari keberadaan Jin hu.


"Aku hanya memberikan waktu untuk kakek melepas rindu pada Ze. Ada yang harus aku bahas sebentar di aula dengan penasehat kerajaan. Kakek dan Ze masuk saja dulu dan aku akan menyusul nanti." ucap Jin hu.


"Baiklah, ayo Ze sayang." ajak tuan besar Shi.


Ze akhirnya masuk ke dalam bersama kakeknya sedangkan Jin hu memilih untuk mengurus masalah istana lebih dulu memberikan waktu Ze melepaskan rindu pada keluarganya sebelum mereka akan membahas hukuman yang akan dia terima dari sang isteri karena telah membuatnya khawatir.


Jin hu memutuskan agar keluarga dan orang istana kecuali para prajurit yang terlanjur melihat Ze marah, mereka tidak perlu tahu jika Ze sedang marah padanya. Menurutnya, masalah rumah tangganya cukup dia dan istrinya yang tahu dan mencari jalan keluar yang terbaik agar tidak menimbulkan masalah jika ada yang ikut campur.


"Sabar, waktunya hanya untuk dirimu setelah dia cukup untuk mengobati rindu pada keluarganya yang telah lama tidak dia jumpai." gumam Jin hu.

__ADS_1


__ADS_2