
Putri Rou ruan kembali masuk ke dalam kereta dan rombongan mereka segera pergi meninggalkan perbatasan negeri atas awan.
"Dasar ja*ang tidak tahu diri. Beraninya dia yang hanya wanita rendahan mengusir aku yang seorang tuan putri terhormat ini di depan umum." ucap geram putri Rou ruan di dalam kereta.
"Tenang tuan putri. Tidak baik terlalu emosi dan marah-marah hanya karena wanita itu. Kita harus pikirkan cara untuk mengalihkan perhatian pujaan hati tuan putri dari wanita itu agar dia dapat melihat pesona tuan putri." ucap bibi Cuan.
"Maksudnya?" tanya putri Rou ruan.
"Hamba sangat yakin kalau yang mulia tuan Jin hu telah di pengaruhi dan dikendalikan pikirannya oleh wanita itu. Itu sebabnya yang ada di mata dan pikirannya hanya wanita liar itu." jelas bibi Cuan.
"Maksud bibi Cuan adalah wanita ja*ang itu menggunakan sihir untuk menguasai kak Jin hu milikku?" tanya putri Rou ruan.
"Benar tuan putri. Kalau tidak, bagaimana bisa seorang yang sesempurna yang mulia tuan Jin hu itu hanya memandang ke arahnya dan hanya mendengarkan kata-kata yang dia ucapkan?" jawab bibi Cuan.
"Lalu, apa yang harus aku lakukan agar kak Jin hu melihat ke arahku?" tanya putri Rou ruan.
"Kita harus mencari cara untuk memutuskan sihir milik wanita licik itu dan menggunakan cara yang sama agar yang mulia tuan Jin hu hanya memandang tuan putri sebagai wanita paling cantik dan istimewa." jawab bibi Cuan.
"Ide bagus bibi Cuan. Aku akan meminta ayah untuk mencari penyihir paling kuat untuk membantu aku memiliki kekasih ah tidak bukan suami impianku itu. Kak Jin hu akan menjadi milikku utuh. Ha ha ha ha ha ha ha ha." ucap putri Rou ruan lalu tertawa terbahak-bahak.
Putri Rou ruan hanya diam dengan senyuman mengembang di bibirnya setelah itu sambil menghayal jika Jin hu telah menjadi miliknya.
...----------------...
"Sayang, ayo kita kembali ke istana." ajak Jin hu.
"Apakah masih banyak yang harus diselesaikan di dalam istana?" tanya Ze setelah mereka berada di dalam kereta.
"Masih ada beberapa hal termasuk para orang tua yang sudah semakin lancang itu. Aku pikir perilaku dan pikiran picik merekalah yang membuat tabir menjadi lemah dan dapat retak dengan mudah oleh serangan para mahluk bawah tanah itu sebelumnya. Aku harus mengurus mereka sebelum meninggalkan negeri ini lagi." jawab Jin hu.
"Oh, lalu apa yang akan kau lakukan pada mereka?" tanya Ze.
"Aku harus mencari bukti kesalahan mereka lebih dulu agar dapat memberikan hukuman yang tepat pada mereka." jawab Jin hu.
"Apakah kau telah memiliki bukti itu?" tanya Ze.
"Baru beberapa bukti yang kami dapatkan. Sementara hanya Liu yu, ayah, kakek dan penasehat istana yang masih membantuku mencari informasi karena Wen yuan tidak bisa meninggalkan isterinya yang hamil terlalu sering." jawab Jin hu.
__ADS_1
"Tampaknya aku harus kembali memperbarui jimat segel dalam tubuhmu." ucap Ze saat merasakan aura segel penghancur dari tubuh Jin hu yang akan aktif.
"Akh....." pekik Jin hu merasakan tekanan dari dalam tubuhnya yang membuat dirinya kesakitan.
Ze segera menulis jimat dan membacakan mantra pada tubuh Jin hu. Setelah itu Jin hu kembali tenang.
"Kau lihatlah sendiri ketika segel yang aku buat untuk mematikan segel penghancur dalam tubuhmu itu hampir hilang kekuatannya. Jika saat itu terjadi dan aku tidak berada di sisimu maka kau akan hancur berkeping-keping." ucap Ze dengan wajah khawatir.
"Iya sayang. Aku tidak akan lagi melakukan kesalahan itu di masa depan." ucap Jin hu.
"Setelah semua masalah istana selesai dan aku menguasai jurus penghancur segel, aku akan menghancurkan segel itu." ucap Ze.
"Apapun keputusan istriku akan aku terima. Aku hanya minta satu hal." ucap Jin hu.
"Apa itu?" tanya Ze.
"Lakukan apapun yang ingin kau lakukan asal jangan mengabaikan keselamatan dirimu walaupun itu untuk diriku. Hidupmu adalah segalanya bagiku." jawab Jin hu.
"Kau harus berjanji untuk itu." tambahnya.
"Baiklah." saut Ze lalu memeluk tubuh suaminya menyembunyikan wajahnya yang terharu karena tersentuh dengan ucapan Jin hu.
"Ak....."
"Aku hanya ingin pergi menjemput guru Tang. Mereka pasti sudah bisa aku bawa kesini. Kau tidak perlu ikut karena urusan istana adalah tanggung jawab mu." ucap Ze yang tahu apa yang akan Jin hu ucapkan.
"Tapi,....."
"Aku hanya sebentar. Paling lama 2 hari saja. Kau hanya perlu membiarkan aku membawa serta kuda naga terbang untuk mengantar aku." ucap Ze.
"Baiklah." pasrah Jin hu yang sangat paham bagaimana istrinya.
Begitu Ze mengatakan dia tidak boleh ikut, maka tidak ada alasan untuk dia ikut dalam perjalanan itu.
"Kapan kau akan pergi?" tanya Jin hu.
"Besok pagi karena aku sudah janji akan mengobrol dengan ibu dan nenek nanti malam." jawab Ze.
__ADS_1
"Jangan terlalu lama bersama ibu dan nenek." ucap Jin hu.
"Kenapa?" tanya Ze.
"Aku ingin jatahku malam ini karena kau akan meninggalkan aku selama beberapa hari." jawab Jin hu dengan senyuman nakal di bibirnya.
"Dasar mesum. Di otakmu tampaknya hanya ada tentang itu saja." ucap Ze cemberut.
"Aku menjadi seperti ini karena dirimu sayang. Aku tidak pernah bisa puas dengan tubuhmu. Tubuhmu itu seperti candu yang membuat aku ingin terus dan terus menikmatinya." ucap Jin hu lalu mengecup seluruh wajah Ze.
"Berhenti." ucap Ze sambil mendorong tubuh Jin hu saat Jin hu ingin mencium leher jenjang Ze.
"Kenapa? Kau tidak lagi suka aku menyentuh dirimu?" tanya Jin hu dengan wajah dibuat sendu.
"Kita berada di dalam kereta dengan banyak orang yang ikut dalam perjalanan ini. Apakah kau tidak bisa mengontrol dirimu?" ucap Ze.
"Baiklah sayang, tapi ingat. Nanti malam kau harus menuruti keinginan suamimu ini." ucap Jin hu.
Ze malas untuk menjawab Jin hu dan memutuskan untuk diam saja.
...----------------...
Di suatu tempat yang jauh, seorang wanita dengan pakaian pria di dalam ruangan yang sepi sedang mengamuk sambil mengacungkan semua barang yang ada di sekitarnya.
"Kurang ajar....duak." serunya sambil membanting kursi ke dinding.
"Bagaimana bisa gadis ja*ang itu menyelamatkan gurunya dari racun pembisuk?" tanyanya dengan geram.
"Rencana ku untuk membuat dia terpuruk dengan menyingkirkan orang terkasihnya gagal. Apakah aku harus membiarkan dia semakin kuat dan membiarkan wanita itu berhasil membuka segel pada tubuhnya?" ucapnya lagi dengan kesal.
"Tidak, itu tidak boleh terjadi. Kaum kami akan musnah jika orang itu bebas dari segel dan mengembalikan ingatannya." ucapnya menggigil ketakutan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hayo......
Kira-kira siapa wanita itu?
__ADS_1
Kaum apa yang dia maksud?
Ingatan seperti apa yang Jin hu lupakan?