
"Baik." jawab mereka semua.
"Kalian berdua ke kamar kaisar Beicheng sekarang juga." panggil Hui tu pada Wen yuan dan Liu yu melalui telepati.
"Tidak perlu bertanya kenapa dan bagaimana. Segera kesini untuk menjaga beliau karena aku memiliki tugas penting lainnya yang harus aku kerjakan." ucap Hui tu lagi.
"Apa kau juga mendengar suara itu?" tanya Liu yu dan di angguki oleh Wen yuan.
"Ceh dasar bodoh, aku sedang ber telepati pada kalian bodoh. Segera kemari atau ku seret kalian." ucap Hui tu geram.
"Ayo kita harus segera ke sana." ajak Liu yu.
Mereka berdua berlari tanpa mengatakan apapun pada Huo nan sangking takutnya terlambat karena mereka sudah ingat kalau itu suara Hui tu yang juga memiliki aura membunuh yang kuat.
"Hei... Kalian berdua mau kemana terburu-buru?" tanya Huo nan dengan nada sedikit meninggi karena jarak mereka yang sudah cukup jauh.
Wen yuan dan Liu yu tidak mendengar panggilan dari Huo nan sangking buru-buru nya.
"Berjaga di sini dan ingat untuk selalu waspada. Aku harus bergegas karena tugas yang harus aku lakukan sangat penting." ucap Hui tu langsung saat melihat Wen yuan dan Liu yu tiba tanpa menunggu mereka mengeluarkan kata-kata mereka.
"Ada apa dengannya?" tanya Liu yu saat melihat Hui tu sudah menghilang dari pandangan mereka.
"Entahlah, sama misterius nya dengan nyonya kita bukan. Sebaiknya kita jalankan saja tugas kita dengan baik. Orang bijak mengatakan bahwa terlalu banyak tahu akan membu*uhmu." ucap Wen yuan.
"Kau benar." saut Liu yu.
Mereka akhirnya memutuskan untuk fokus menjaga keamanan kaisar Beicheng dan tidak ingin ambil pusing dengan urusan teman dari nyonya mereka.
Di dalam batu dimensi
"Sebaiknya kita keluar dari batu dimensi ini untuk berjaga. Kalau kita di dalam batu dimensi kita tidak akan membantu apa-apa dan kemungkinan batu dimensi terungkap akan sangat besar." ucap sang pemuda.
"Kau benar, ayo kita keluar untuk bergabung dengan yang lain melawan mereka yang berniat mencelakai tuan kita." saut sang gadis.
"Tunggu dulu." cegah sang pemuda saat melihat sang gadis ingin keluar dari batu dimensi.
"Ada apa lagi?" tanya sang gadis.
__ADS_1
"Sebaiknya kita kembali pada wujud asli kita agar kekuatan kita jauh lebih besar. Untuk melawan mereka yang berasal dari negeri sembilan negeri ajaib tentu membutuhkan kekuatan penuh kita." ucap sang pemuda.
"Kau betul aku sampai lupa karena panik." ucap sang gadis sambil tersenyum kikuk.
Mereka berdua akhirnya merubah wujud mereka menjadi seekor ular besar dan sebuah pohon berwarna emas.
Saat ular api dan ceri emas keluar dari batu dimensi, ular api segera mengecilkan tubuhnya karena tidak muat dengan ruangan yang mereka tempati. Ternyata Hui tu dan Jin hu sudah siap di tempat itu.
"Sebaiknya kita bawa batu dimensi ke tempat yang jauh dari hunian penduduk." saran Hui tu.
"Itu ide yang bagus. Agar saat pertarungan berlangsung kita dapat menghindari korban jiwa dari orang-orang yang tidak bersalah." saut Jin hu.
Mereka akhirnya pergi dari istana untuk menghindari banyaknya korban jiwa dari penghuni istana juga rakyat sekitar istana.
Jin hu menatap batu dimensi di tangannya dengan perasaan yang tidak menentu diikuti yang lainnya juga pasalnya batu itu bergetar hebat.
"Tampaknya tuan masih pada tahap akan menembus tingkat kultivasi saat ini." ucap ceri emas.
"Kau sudah dapat berbicara dengan lancar?" tanya Jin hu mendengar suara ceri emas.
"Ya, setelah selesai bertapa dari dunia atas aku dan ular api sudah mencapai tingkat kultivasi yang membuat kami dapat berkomunikasi dengan bahasa manusia juga dapat merubah wujud menjadi manusia." jawab ceri emas.
"Ya, benar sekali. Makanya saat ini kami menggunakan wujud asli kami karena yang harus kita lawan adalah mahluk dari dunia atas yang sangat kuat." jawab ular api.
Ular api kini merubah bentuk tubuhnya kembali ke ukuran sesungguhnya karena mereka sudah berada di dalam hutan.
"Ada aura yang sangat kuat mendekat. Sebaiknya kita bersiap untuk menghadapi siapa yang akan datang itu." ucap Hui tu.
Jin hu mengalungkan kalung ber-bandul batu dimensi milik Ze ke lehernya dan mengangguk ke arah Hui tu.
"Dimana manusia yang sedang melakukan tapa itu? Aku tidak melihat ada yang sedang bertapa di sini." ucap seseorang yang sedang terbang di atas hutan.
"Entahlah, aku juga tidak melihat ada yang sedang bertapa. Tapi, gelombang energi yang kita rasakan itu berasal dari area ini." saut rekannya.
"Di bawah ada manusia dan hewan juga tanaman roh dan energi itu aku merasakan berasal dari mereka. Ayo kita ke sana, mereka pasti tahu di mana orang yang kita sedang cari." ucap rekan mereka yang lain.
"ayo, kita harus menemukan orang itu sebelum berhasil menembus tingkat kultivasi." saut si A.
__ADS_1
Mereka turun mendekati rombongan Jin hu. Jin hu dan yang lain bersiap menghadapi tiga orang yang datang dari arah atas mereka.
"Hei manusia! Katakan dimana orang yang sedang bertapa itu maka kalian akan selamat." ucap sombong salah satu dari 3 orang itu.
"Siapa kalian sehingga kami harus menjawab pertanyaan dari kalian?" tanya Jin hu santai.
"Kami adalah yang terkuat dari negri hitam." jawab si A.
"Lalu, apa hubungannya dengan kami kalau kalian ada yang terkuat dari negeri hitam?" tanya Hui tu santai membuat ketiga orang di depan mereka geram.
"Sebaiknya habisi saja mereka dengan cepat. Mereka hanya akan mengulur waktu kita saja." ucap geram si B.
"Kau benar sekali. Ayo tunjukkan pada mereka bahwa mereka telah salah menyinggung kita." ucap si C.
"Hiat........ " si A mengarahkan telapak tangannya ke arah mereka dan keluar cahaya Oranye dari telapak tangannya.
Cahaya itu mendekat dengan cepat ke arah mereka dan di tangkis dengan satu kali kibasan ekor dari ular api.
"Cih, bukannya ular itu hanya pada tingkat misteri? Mengapa dia mampu menangkis serangan dariku?" tanya si A heran.
"Sepertinya dia menyembunyikan kemampuannya dari kita." jawab si C.
"Kalau seperti itu kita serang dengan kekuatan penuh kita." ucap si B.
Mereka mengumpulkan kekuatan dan menggabungkan kekuatan mereka untuk menyerang rombongan Jin hu.
Jin hu dan yang lain bersiap menangkis serangan mereka.
"Musnah lah kalian." teriak si A dan mengarahkan serangan energi yang terkumpul ke arah Jin hu dan yang lain.
Jin hu dan yang lain juga mengarahkan tenaga mereka ke arah energi yang akan menghantam mereka.
penasaran ya? 🤔
Istirahat sebentar ya nungguin tanggapan kalian baru lanjut lagi ✌
selamat membaca 🤗
__ADS_1
salam hangat dan sayang dari Author 😘