Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Extra part 2 Weiyan dan Feifan


__ADS_3

Jin hu weiyan dan Jin hu Feifan adalah nama dari dua anak kembar yang lahir dari rahim Ze. Weiyan adalah seorang anak laki-laki yang memiliki bakat ganda dengan dua bakat hampir sempurna dan bisa dikatakan jenius seperti ibunya. Dia memiliki hobi mengumpulkan berbagai jenis racun dan obat langka.


Feifan adalah anak perempuan yang memiliki bakat kultivasi sempurna dan merupakan seorang jenius dari para jenius di dalam bidang kultivasi. Mungkin itu juga merupakan berkah dari garis nasib yang dia tanggung sebagai calon sang penjaga berikutnya.


Sebagai keturunan dari Jin hu dan Ze, mereka berdua tentunya memiliki wajah yang sangat menawan. Bahkan kecantikan dan ketampanan keduanya sudah sangat terlihat sejak kecil. Mereka berdua adalah anak ceria. Walaupun sejak kecil mereka tidak didampingi oleh kedua orang tuanya, mereka tidak pernah kekurangan kasih sayang.


Di sekitar mereka ada banyak orang yang menyayangi dan selalu melindungi mereka. Dengan 2 kakek, 2 nenek, pasangan Liu yu dan Fei ya, pasangan Wen yuan dan Sie li, beberapa mahluk roh yang dapat merubah wujud nya menjadi manusia dan para warga kerajaan negeri atas awan yang selalu menyayangi mereka, walaupun kadang merindukan kehadiran kedua orang tuanya, mereka tetap bisa menjadi anak yang ceria.


"Tuan Weiyan..... Sampai kapan kau akan terus berkutat dengan racun-racun itu dan mengabaikan tugas untuk berkultivasi?" tanya seorang gadis cantik yang berjalan memasuki sebuah ruangan dengan aroma racun pekat menyelimuti ruangan itu.


Di dalam sana Weiyan sedang serius untuk mengekstrak racun dari buah seribu racun untuk memenuhi koleksi racun mematikan miliknya.


"Bibi cantik, aku sudah cukup kuat dalam tingkat kultivasi, racun adalah kekuatan paling besar yang sangat tidak bisa diremehkan jadi, biarkan aku menyelesaikan racun-racun yang susah payah dikumpulkan oleh paman Liu yu dan paman Xiao wang untukku." jawab anak laki-laki itu tampa mengalihkan perhatian pada wadah yang berisi sebutir buah beracun yang sedang dia ingin ambil sari racun nya itu.


"Kau tidak bisa terus seperti ini Weiyan, kau calon pemimpin negeri ini dan tanggung jawab untuk melindungi keluarga ini sebelum ayah dan ibu mu kembali akan berada di tangan mu kelak. Kau seharusnya lebih bijak dan bisa membagi waktu antara hobi dan tanggung jawab." ucap seorang pria paruh baya yang walaupun sudah tua, dia masih terlihat gagah.


"Baiklah kakek buyut, setelah ini selesai Weiyan akan melatih kemampuan kultivasi. Tapi, racun yang Weiyan olah kali ini cukup kuat jadi harus berhati-hati dan sebaiknya kakek buyut juga bibi cantik keluar dulu karena tubuh kalian tidak kebal terhadap racun seperti aku." ucap Weiyan yang masih tidak memalingkan wajahnya dari wadah yang berisi racun yang sangat kuat menurutnya itu.


Tanpa banyak bicara lagi mereka meninggalkan ruangan itu. Ya, sebagai keturunan dari Ze yang memiliki berkat dari pohon jiwa dan memiliki tubuh yang kebal dari berbagai jenis racun, kedua anak kembarnya menuruni kemampuan itu juga. Itulah alasan mengapa orang disekitarnya tidak ada yang keberatan dengan hobi aneh bocah laki-laki berumur 7 tahun itu.


"Akhirnya selesai juga aku mengekstrak racun dari buah seribu racun ini. Beruntung tidak ada yang salah atau aku bisa saja mencelakakan seluruh penghuni istana ini." gumam bocah laki-laki itu.


"Sebaiknya aku membersihkan diri lalu segera melakukan pelatihan sebelum nenek dan nenek buyut ikut mengomel tentang aku yang selalu malas berkultivasi. Salahkan saudariku yang terlalu rajin berkultivasi sehingga aku selalu harus mengikuti langkahnya dalam berkultivasi." ucap Weiyan lagi sambil membereskan semua benda yang dia gunakan sebelumnya.


Weiyan selalu membereskan sendiri semua benda dan bahan yang dia gunakan dalam membuat racun karena tidak ingin terjadi kecelakaan dan seseorang bisa sial karena racun itu. Sejak usia 4 tahun bocah laki-laki itu memiliki hobi mengumpulkan berbagai jenis racun dan sejak itu dia terbiasa untuk mengurus semua yang berhubungan dengan hobi aneh itu.


Kekebalan terhadap racun mereka terungkap secara tidak sengaja saat mereka berusia 3 tahun dan Huo nan membawa mereka berkunjung ke istana Beicheng. Saat itu terjadi penyerangan dengan racun asap yang menyebabkan seluruh penghuni istana tidak sadarkan diri kecuali dua balita kembar itu.


Beruntung ular api dan sang penjaga muncul tepat waktu lalu dengan gesit menyingkirkan mereka yang meracuni istana dan ingin menyingkirkan penghuni istana itu. Ular api mendapatkan panggilan karena merasakan bahaya yang mengancam Weiyan yang merupakan tuan barunya setelah Ze menyerahkan kontrak hewan roh pada putranya. Sedangkan sang penjaga tentunya muncul karena calon sang penjaga berikutnya sedang dalam bahaya.


Setelah itu sang penjaga membantu menyadarkan seluruh penghuni istana dan sejak saat itu kekebalan terhadap racun dari dua bocah kembar itu terungkap.


"Jangan menyalahkan aku jika kau kena tegur. Itu karena kau sendiri yang terlalu malas untuk berlatih. Ingat, jika ingin menjemput ibu dan ayah di tempatnya atau setidaknya untuk memastikan keadaan mereka kita harus menjadi lebih kuat dari seluruh penghuni semesta ini." ucap seorang gadis imut yang baru tiba di ruangan Weiyan.


"Ya ya ya, Feifan memang yang paling bijak." ucap Weiyan sambil memutar bola matanya.


"Aku bukan ingin menjadi sok bijak, bukankah kau sendiri yang mengatakan tidak ingin jika hanya aku sendiri yang pergi menemui ayah dan ibu?" tanya Feifan dan Weiyan hanya mengangguk.


"Maka dari itu, Kau harus menjadi lebih kuat agar jika saatnya aku memegang tanggung jawab sebagai sang penjaga yang bisa memasuki semesta tertinggi, kau juga bisa ikut bersamaku mencari mereka di semesta tertinggi itu." tambah Feifan.


"Feifan, sebagai calon sang penjaga kau memiliki kesempatan lebih besar menemukan mereka kelak. Apakah kelak kau akan membawa mereka kembali dan kita sekeluarga akan berkumpul seperti keluarga normal yang lainnya atau mungkin kau akan tinggal dengan mereka di semesta yang luas itu dan membiarkan aku hidup tanpa kalian?" tanya Weiyan dengan wajah sendu.


Mereka berdua sudah tahu cerita tentang ibu dan ayah mereka juga tentang takdir Feifan dari cerita seluruh keluarga dan sang penjaga yang tidak bisa menyembunyikan apapun dari dua bocah kembar yang sangat cerdas dan memiliki pikiran dewasa walaupun dengan tubuh anak kecil itu.


Hal itu kadang membuat para orang tua merasa khawatir karena cucu mereka terlalu cepat memiliki pemikiran dan sikap layaknya orang dewasa yang bijak bahkan terlalu cerdas.


"Aku tidak akan membiarkan kau kesepian di sini. Walaupun mungkin aku tidak bisa membawa mereka kembali, aku akan lebih sering kembali menemani adik kecilku ini dan menceritakan apapun yang terjadi di sana." ucap Feifan sambil tersenyum jahil.


"Kau yang adik....! Aku lebih tua dan aku seorang pria jadi, aku yang pantas menjadi kakak diantara kita." bantah Weiyan yang paling tidak suka dipanggil adik oleh Feifan.


"Aku kakak, tidak bisa diprotes aku lebih dewasa dalam bertindak dari pada kau yang hanya dapat bermain dengan racun." ucap Feifan yang sama tidak ingin menjadi adik.


Mereka berdua terus saja berdebat tentang siapa kakak dan siapa adik hingga Luo yin tiba dan menegur keduanya.


"Kalian berdua selalu saja mempermasalahkan hal itu dari dulu. Tidakkah kalian bosan memperdebatkan masalah siapa kakak dan siapa adik itu?" tegur Luo yin.


"Pokoknya aku akan menjadi kakak titik." ucap Weiyan tegas.


"Aku yang lahir lebih dulu jadi aku kakak di sini." tolak Feifan.


"Adik ataupun kakak kalian tetap saling menyayangi dan menjaga satu sama lain. Lagi pula Feifan memang benar Weiyan, dia lahir lebih dulu jadi dia pantas menjadi kakak." ucap Luo yin.


"Toh hanya berbeda beberapa saat saja nek. Aku anak laki-laki pertama di keluarga ini jadi aku berhak menjadi kakak." tolak Weiyan.


"Sudahlah, hal ini dibahas lain kali saja. Nenek hanya ingin memberitahukan bahwa paman Zili kalian datang dan sekarang menunggu di aula. Dia ingin menjemput kalian berdua katanya sudah saatnya kalian bertapa di tempatnya." ucap Luo yin.


"Paman Zili datang...." seru mereka berdua lalu segera berlari menuju aula.


Tempat asal Zili yang merupakan dunia atas yang menjadi rahasia untuk penghuni dunia bawah memang belum diketahui oleh seluruh keluarga Ze. Hanya Liu ku, Liu yu dan Wen yuan tentunya Ceri emas dan ular api hanya mereka yang tahu.


Untuk Weiyan dan Feifan, itu menjadi hari pertama mereka mengetahui soal dunia atas dan langsung melihatnya. Walaupun usia mereka masih sangat muda, pencapaian mereka di atas dari kemampuan hampir seluruh penghuni dunia bawah sehingga Zili memutuskan untuk membawa mereka menuju dunia atas untuk berkultivasi.


"Paman Zili...." seru mereka lalu melompati tubuh Zili bersamaan membuat Zili yang tidak siap hampir terhuyung kebelakang.


"Weiyan, Feifan, kalian selalu seperti itu setiap kali paman Zili datang. Paman kalian baru tiba dan masih lelah, jangan bergelayut manja dalam gendongan nya." tegur Mei yin.


"Tidak apa nyonya Ji. Mereka memang selalu seperti ini dan itu hal baik untuk anak usia mereka bersikap ceria dan manja. Setidaknya kita dapat meyakini bahwa mereka anak yang normal walaupun kadang bersikap terlalu dewasa." ucap Zili.


"Paman Zili tidak lupa kan membawakan Weiyan oleh-oleh?" tanya Weiyan dengan wajah berbinar.


"Paman tidak membawanya tapi, kau dapat mengambilnya sendiri di sana." jawab Zili.

__ADS_1


"Tapi paman....


"Tuan Weiyan, bukankah kau seharusnya membersihkan tubuh terlebih dulu karena habis mengolah racun?" tanya Ceri emas.


"Baik bibi cantik. Paman, Weiyan pergi mandi dulu ya sebelum dapat omelan dari yang lainnya." ucap Weiyan lalu segera lari sebelum neneknya mengatakan apapun.


Beberapa orang datang ke aula itu setelah beberapa saat. Melihat mereka datang Feifan langsung berlari ke arah mereka.


"Kakak Yuan li, kakak Lian ji dan kakak Sin yu, paman dan bibi juga datang. Apakah ada sesuatu sehingga hampir seluruh keluarga datang?" tanya Feifan melihat Liu yu dan istrinya, Wen yuan beserta istri dan putranya, sepupu mereka dari keluarga Ouyang datang bersama.


"Bukankah si kembar yang selalu meramaikan istana atas awan akan pergi selama beberapa bulan untuk berlatih? Tentu kami harus bertemu dengan kalian sebelum kalian berangkat bersama paman Zili kalian." jawab Wen yuan.


"Kalian tahu semua tapi mengapa kami tidak tahu bahwa paman Zili datang untuk menjemput kami?" tanya Weiyan yang baru tiba setelah membersihkan diri.


"Bukan kami tapi hanya kau saja yang tidak tahu. Bukankah waktu itu bibi Cece sudah memberitahu pada kita tapi kau terlalu fokus dengan racun kalajengking salju yang paman Liu yu bawa?" protes Feifan.


"He he he he he he." Weiyan hanya terkekeh sambil menggaruk tengkuknya.


"Kalian pergilah dulu bermain dengan Yuan li dan si kembar. Kami ingin berbincang sebentar." ucap Jeong nam yang baru datang bersama dengan Liu ku.


Lima anak itu segera berlari menuju taman untuk bermain tentunya Ceri emas dan beberapa pelayan juga mengikuti mereka untuk memastikan keamanan mereka. Semenjak Ze dan Jin hu pergi, Ceri emas tidak pernah membiarkan si kembar lepas dari pengawasan nya.


Dia seperti seorang babysitter yang selalu berada di sekitar mereka. Ceri emas selalu menjawab bahwa tidak ingin jika terjadi sesuatu pada mereka tanpa dia duga jika ada yang menegur saat dia terlalu menjaga mereka.


"Bibi cantik, apakah tidak ada makanan manis yang bisa kami makan?" tanya Weiyan.


"Tidak tuan Weiyan, makan siang akan segera tiba dan makan makanan manis akan mengganggu selera makan kalian." jawab Ceri emas.


"Bibi cece benar Weiyan, kau ingin mendapatkan pencerahan dari nenek dan nenek buyut lagi?" ucap Feifan.


Sedangkan di aula para orang tua sedang duduk berbincang mengenai rencana Zili.


"Apakah tidak terlalu cepat untuk mereka berdua berlatih? Mereka masih terlalu muda untuk berlatih terlalu keras." tanya Mei yin.


"Untuk anak lain mungkin ini tidak baik bahkan mungkin bagi mereka ini juga terlalu keras. Tapi, mengingat masalah yang selalu menanti keluarga ini, mereka berdua harus berlatih lebih tekun agar dapat mengantisipasi ancaman dari para musuh yang tidak terduga. Terlebih bukankah kalian tahu garis takdir sang penjaga ada di tangan Feifan kecil kita tentu dia harus lebih kuat untuk menghadapi para mahluk yang menginginkan dia hancur sebelum memegang takdir sang penjaga seutuhnya kelak." ucap Zili.


"Apa yang Zili katakan memang benar. Kita semua tidak selamanya bisa melindungi mereka terlebih Weiyan memiliki tanggung jawab tinggi juga untuk kerajaan istana atas awan ini yang memiliki banyak orang yang akan mengincarnya di luar sana." ucap Jeong nam.


"Berapa lama mereka harus berlatih di tempat mu? Apakah kami tidak bisa ikut?" tanya Luo yin.


"Ibu, jika kita ikut serta dalam perjalanan mereka, mereka tidak akan bisa fokus berlatih lagi pula tidak ada yang dapat kita semua lakukan di sana." ucap Liu ku.


"Maaf nyonya, kampung halaman aku hanya bisa dimasuki oleh orang dengan pencapaian tertentu. Kalian tidak akan mampu mengatasi tekanan di tempat itu dengan pencapaian kalian." ucap Zili.


"Apakah mereka cukup kuat untuk menghadapi tekanan tempat itu?" tanya Sie li khawatir.


"Zili tentu sudah memikirkan masalah itu terlebih dahulu. Dia tidak akan membawa mereka jika tidak yakin bahwa mereka mampu untuk berada di tempat itu." jawab Wen yuan.


"Kultivasi mereka tidak hanya sekedar kultivasi energi tapi juga kultivasi tubuh dan roh. Masing-masing kultivasi mereka terutama Feifan sangat besar sehingga, mereka tidak akan mendapatkan masalah dari hal yang berhubungan dengan tekanan dari tempat aku tinggal itu." jelas Zili.


"Bukankah di gua yu mereka juga mampu untuk berkultivasi lebih baik? Terlebih setelah Ze menanam tumbuhan akar roh di dalam sana energi yang dapat diserap menjadi lebih besar." tanya Luo yin.


"Kemampuan mereka berdua sudah tidak dapat mendapatkan manfaat yang berarti lagi jika hanya menyerap energi dari gua yu dan tumbuhan akar roh. Mereka membutuhkan tempat dengan energi murni lebih tinggi dan tekanan roh yang cukup kuat untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi." jawab Zili.


"Tenang saja nyonya, ada cece yang akan memastikan keadaan mereka akan baik-baik saja di sana." ucap ular api.


"Cece juga akan pergi? Apakah Cece bisa pergi bersama mereka?" tanya Fei ya.


"Dia sudah pernah ke sana bersama dengan yang mulia sebelum beliau pergi." jawab ular api.


"Ini sudah lebih dari 6 tahun lamanya dan Ze maupun Jin hu tidak pernah muncul ataupun memberikan kabar. Apakah mereka baik-baik saja di tempat yang tidak kita ketahui itu?" tanya Mei yin tiba-tiba membuat suasana menjadi semakin menyedihkan.


"Karena setelah melahirkan si kembar, nyonya memutuskan hubungan kontrak roh dengan aku, aku jadi tidak dapat merasakan keberadaan dan tidak bisa tahu lagi keadaan beliau lagi. Jadi, aku juga tidak tahu harus menjawab apa." ucap Zili.


"Kapan kalian akan pergi?" tanya Liu ku mengalihkan pembicaraan.


"Hari ini juga, aku tidak bisa meninggalkan istana terlalu lama jadi aku harus segera kembali bersama mereka." jawab Zili.


"Kalian semua sudah berkumpul rupanya. Maaf kami terlambat datang karena ada yang mengidam aneh-aneh lagi." ucap seorang tiba-tiba datang sambil menggandeng seorang wanita cantik di sampingnya.


"Kau selalu saja mengeluh padaku. Jika ingin protes ya pada anakmu yang belum lahir ini saja. Mengapa dia selalu menginginkan aku melihat ayahnya kesulitan." ucap kesal wanita di sampingnya.


"Maaf sayang, aku tidak menyalahkan kamu. Aku hanya memberikan alasan mengapa kita datang terlambat." ucap sang pria.


"Sudahlah, kalian selalu saja berdebat setiap kali datang ke istana. Sia wu, kesini sayang jangan terlalu lama berdiri nanti kau lelah dan itu tidak baik untuk kandunganmu." ucap Luo yin.


Ya, pasangan yang baru saja datang adalah Hui tu dan istrinya Wei guo yang kini menjadi Sia wu.


"Jadi, si kembar akan berangkat ke kerajaan mu sekarang?" tanya Hui tu.


"Ya." jawab Zili.

__ADS_1


"Aku ingin memeluk mereka sebelum mereka pergi." ucap Sia wu.


"Sayang, mereka tidak akan selamanya pergi. Jangan bertingkah seolah mereka tidak akan kembali." ucap Hui tu.


"Kalaupun mereka tidak pergi kemanapun, aku tetap ingin memeluk si kembar sekarang." ucap Sia wu lalu pergi dari aula untuk mencari keberadaan si kembar.


"Di mana mereka?" tanya Sia wu sebelum keluar dari aula.


"Sepertinya mereka bermain d.i taman bersama dengan si kembar keluarga Ouyang dan Yuan li." jawab Luo yin.


"Huft....." Hui tu menghela napas lalu duduk di kursi setelah istrinya pergi.


"Kali ini hukuman apa lagi yang istrimu berikan sehingga wajahmu menjadi seperti itu?" tanya Wen yuan dan yang lainnya jadi menatap ke arah Hui tu.


"Kalian pikir saja bagaimana aku tidak lelah jika aku harus memetik berbagai macam buah dari pohon yang tinggi dan tidak boleh menggunakan kemampuan terbang ataupun meringankan diri. Aku harus memanjat menggunakan kemampuan sendiri layaknya manusia tanpa kemampuan kultivasi." jawab Hui tu.


"Setidaknya kau tidak dipermalukan seperti aku yang harus mendapatkan ancaman kebiri dari yang mulia karena melihat aku menari menggunakan pakaian wanita penghibur." ucap Wen yuan dan membayangkan hal itu Luo yin tertawa tiba-tiba.


"Ha ha ha ha, hari itu kami sungguh kehilangan kata-kata melihat Wen yuan berdandan dan menari seperti wanita penghibur." ucap Luo yin.


"Anggap saja itu karena calon bayi kalian tidak ingin hanya ibunya saja yang menderita sehingga membagi sedikit kesulitan untuk kalian." ucap Mei yin.


"Hm, setidaknya laki-laki bisa mengingat sesuatu yang sangat berkesan saat istrinya masih mengandung anak mereka." ucap Luo yin.


"Ya, kalian tidak tahu saja apa yang pernah aku alami saat istriku dulu hamil. Penderitaan kalian tidak akan sebanding dengan yang harus aku alami sampai-sampai aku mengira itu bukan ngidam tapi istriku sengaja mempersulit aku." ucap Jeong nam.


"Memang apa yang kakek alami?" tanya Fie ya.


"Aku......Ah tidak ada." ucap Jeong nam yang mendapatkan lirikan maut dari sang istri.


"Aku pikir seorang istri memang lebih menyeramkan dari menghadapi para mahluk yang menyeramkan." gumam Wen yuan melihat Jeong nam yang mati kutu menerima tatapan maut istrinya.


Mereka akhirnya melanjutkan perbincangan mengenai berbagai hal sampai para anak-anak itu kembali bersama Ceri emas dan para pelayan. Mereka kemudian makan siang bersama lalu mengantar kepergian Zili, Ceri emas dan si kembar.


"Jaga Weiyan jangan biarkan dia berulah dan ingat untuk menjaga kesehatan." ucap Luo yin pada Feifan.


"Baik nenek buyut, nenek buyut tidak perlu khawatir." ucap Feifan.


"Jangan nakal selama di sana dan turuti kata-kata paman Zili." ucap Luo yin pada Weiyan.


"Nenek buyut mengatakan seolah aku hanya bisa berbuat ulah saja." protes Weiyan.


"Bukan seolah tapi kau memang selalu membuat ulah yang tidak masuk akal." ucap Hui tu.


"Kapan aku berulah kakek tua?" tanya Weiyan tidak terima.


"Selalu dan setiap saat." jawab mereka serempak membuat bocah laki-laki itu hanya cemberut.


Mereka berangkat setelah semua memberikan pesan dan peringatan pada si kembar. Karena Zili menggunakan kemampuan teleportasi mereka tiba dengan sangat cepat di kerajaan hewan roh suci.


"Tempat apa ini paman Zili?" tanya Weiyan sambil menatap sekeliling dengan takjub saat Zili mengijinkan mereka membuka mata.


"Ini adalah kerajaan negeri hewan roh suci yang merupakan salah satu dari sembilan negeri ajaib yang terletak di dunia atas." jawab Zili.


"Sembilan negeri ajaib? Dunia atas?" tanya Weiyan dan Feifan bersamaan sambil menatap penuh tanya pada Zili.


Zili akhirnya menjelaskan tentang sembilan negeri ajaib dan siapa dirinya sebenarnya pada si kembar. Tidak lupa pula pemuda itu memberikan peringatan agar ke 2 anak itu merahasiakan tentang dunia atas dan tentang identitas dirinya dari semua orang termasuk keluarga mereka yang belum tahu karena rahasia itu tidak baik diketahui oleh banyak orang.


"Baik paman Zili, kami akan menjaga rahasia ini, benarkan Weiyan." ucap Feifan.


"Hm." jawab Weiyan.


"Sekarang kalian bisa memakan selembar daun Yiyang lalu bermeditasi di dalam sana." ucap Zili.


Mereka akhirnya bertapa dengan Ceri emas yang menjaga di sekitar mereka. Sedangkan Zili, dia harus segera kembali ke istananya melaksanakan tugas sebagai kaisar baru istana hewan roh suci.


Mereka akan bertapa selama sebulan dan akan berkeliling istana hewan roh suci dengan Suho dan Doju yang menemani dan menjaga mereka untuk merilekskan tubuh dan pikiran mereka selama beberapa hari lalu kembali bertapa selama sebulan penuh kembali.


Mereka terus seperti itu hingga sekitar 6 bulan lamanya lalu akan kembali ke dunia bawah dengan diantar pulang oleh Zili. Sebelum pulang Zili sempat menutupi pencapaian keduanya agar tidak ada yang akan curiga dengan anak kecil dengan pencapaian yang jauh melampaui orang dewasa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon maaf karena penggantian eps yang keliru ini agak terlambat. Selain karena author cukup sibuk juga karena author harus memikirkan cerita yang menarik agar tidak terlalu mengecewakan pembaca.


Untuk segala kesalahan yang membuat para pembaca merasa tidak nyaman dan end novel yang terkesan mendadak dan diburu-buru ini author sekali lagi mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya.


Untuk semua pengertian dan perhatian serta doa terbaik dari para pembaca serta segala bentuk dukungan untuk author, Author sekali lagi dan berkali-kali mengucapkan banyak terima kasih.


Silahkan baca novel author yang lainnya terutama yang berjudul reinkarnasi permaisuri tangguh menjadi istri terabaikan karena novel ini akan author garap hingga selesai sebelum kembali melanjutkan sekuel dari novel kesayangan kita ini.


Selamat membaca 😊😚

__ADS_1


__ADS_2