
Liu ku hanya tersenyum melihat tingkah Mei yin yang masih terus memasang wajah kesal. Melihat Liu ku tersenyum Mei yin semakin kesal.
"Kau ingin menertawakan aku karena berhasil menipuku dengan kebohongan?" ucap Mei yin semakin kesal lalu mendorong tubuh Liu ku keluar dan segera menutup pintu dengan keras.
"Aku tidak berbohong, kau bisa langsung bertanya pada mereka." ucap Liu ku.
Liu ku mulai panik karena tidak menyangka Mei yin akan semakin marah. Dia pikir Mei yin sudah dapat percaya dengan penjelasannya dan ingin menggodanya karena telah salah paham namun justru dia harus menerima kekesalan Mei yin yang menganggap dirinya berbohong karena melihat dia tersenyum.
"Aku tidak percaya, pergi saja sana cari calon istrimu itu jangan ganggu aku." ucap Mei yin.
"Ayolah, aku tidak memiliki calon istri lain selain kamu. Aku tidak akan mengambil tugas itu seandainya tahu kau akan cemburu seperti ini." ucap Liu ku membujuk Mei yin.
"A ku ti tidak sedang cemburu." bantah Mei yin dengan wajah memerah malu.
"Lalu, apa namanya sekarang kau marah padaku seperti ini kalau tidak cemburu?" tanya Liu ku.
"Aku sudah katakan kalau aku tidak cemburu." bantah Mei yin lagi.
"Walaupun aku suka kalau kau cemburu karena itu artinya kau juga menyukai aku, aku ingin kau berhenti curiga karena wanita itu bukan siapa-siapa bagiku." ucap Liu ku.
"Aku tidak cemburu." Mei yin masih membantah soal cemburu.
"Lagi pula masih ada ular api dan Hui tu. Kenapa harus kau yang mencari informasi dari wanita itu dan kelihatannya kalian sudah sangat akrab dengan hanya memanggil nama belakang saja." ucap Mei yin lagi.
"Dia adalah salah satu saksi kunci untuk membongkar kecurangan para pejabat. Dia hanya ingin aku yang bertanya padanya dan karena kami tidak boleh membuat dia kesal makanya aku membiarkan dia memanggil dengan sebutan santai seperti itu." jelas Liu ku.
Mei yin membuka pintu kamarnya lalu menatap mata Liu ku. Dia menilai dan mencari kebohongan dari mata itu namun nihil. Liu ku yang hendak tersenyum karena Mei yin sudah membuka kembali pintunya menahan diri untuk tersenyum karena takut Mei yin kembali marah.
"Apakah kau sudah percaya padaku?" tanya Liu ku.
"Aku akan bertanya langsung kepada mereka. Jika kau terbukti berbohong, aku tidak ingin bertemu lagi dengan kamu." ucap Mei yin.
"Baik, kau bisa melakukan itu. Tapi, jika semua telah terbukti bahwa aku tidak berbohong, kau harus terima pengaturan yang aku putuskan." ucap Liu ku.
"Apa itu?" tanya Mei yin.
__ADS_1
"Kita akan menikah malam ini juga." jawab Liu ku.
"Apakah kau sudah gila?" tanya Mei yin terkejut.
"Ya, aku jadi gila karena calon istriku sedang curiga dan cemburu padaku." jawab Liu ku.
"Ish, kau kira menikah semudah itu?" ucap Mei yin.
"Kita hanya perlu berikrar dan melaksanakan berbagai syarat untuk menikah. Karena ini pernikahan kedua dan mengingat usia kita yang sudah tidak muda, kita tidak harus melakukan acara mewah bukan? Atau kau ingin pesta meriah? Akan aku persiapkan kalau seperti itu tapi setelah kami kembali dari negeri Kai." ucap Liu ku.
"Terserah padamu, aku ingin membersihkan diri lalu bertanya pada Jin hu. Kau pergi saja sana." usir Mei yin.
"Baiklah, aku juga harus mandi dan menyampaikan soal pernikahan kita pada ayah lalu ibu dan yang lainnya terutama putri kita Ze. Cup." ucap Liu ku lalu mengecup singkat kening Mei yin kemudian segera pergi meninggalkan Mei yin yang masih mematung karena terkejut dengan kecupan Liu ku.
"Apakah aku sudah menerima usulan pernikahan itu sehingga dia memutuskan seperti itu?" gumam Mei yin dengan wajah memerah dan senyum sudah terbit di bibirnya.
...----------------...
Ze sudah kembali di istana dan langsung mencari suaminya. Dia sangat yakin kalau suaminya pasti belum makan siang mengingat dia meninggalkan suaminya itu sejak pagi dalam keadaan sibuk.
"Baik yang mulia Ratu." Saut pelayan itu sambil tertunduk hormat.
Ze hanya mengangguk lalu melangkah menuju ruang kerja suaminya. Dia langsung masuk tanpa pengumuman dari penjaga pintu karena dia melarang itu. Di dalam sudah terlihat Jin hu sedang serius membaca beberapa berkas hingga tidak menyadari kedatangannya.
"Laporan apa yang membuat dirimu terlalu fokus sehingga tidak menyadari kehadiranku?" tanya Ze sambil memeluk suaminya dari belakang dan meletakkan kepalanya di bahu suaminya itu.
"Cup, maaf sayang aku tidak tahu kau datang. Ini laporan kegiatan juga keuangan istana." jawab Jin hu setelah mengecup singkat pipi Ze.
"Apakah ada yang salah atau ada masalah?" tanya Ze.
"Masalahnya justru karena tidak ada kesalahan sedikitpun." jawab Jin hu.
"Mengapa bisa tidak ada kesalahan sedikitpun dari semua laporan? Bukankah setidaknya ada sedikit kesalahan karena tidak ada yang sempurna dalam setiap laporan?" tanya Ze.
"Itulah masalahnya sekarang." jawab Jin hu.
__ADS_1
"Sebaiknya cari catatan lainnya nanti. Aku akan membantu soal itu." saran Ze.
"Artinya kau juga curiga sama dengan aku kalau ini bukan yang asli?" tanya Jin hu.
"Ya, sekarang ayo kita makan siang dulu di kediaman kita. Aku tebak kau pasti belum makan siang." jawab Ze.
"Kau benar sayang. Ayo kita makan karena aku juga tahu kalau istriku pasti belum makan siang juga." Saut Jin hu lalu mereka berjalan keluar dari ruangan itu sambil berpegangan tangan.
Di perjalanan mereka melihat Liu ku yang sedang tersenyum gembira dari kejauhan.
"Ayah, tumben sekali tersenyum sendiri seperti itu." ucap Jin hu.
"Itu artinya kita akan mendapatkan kabar baik sebentar lagi." ucap Ze.
"Kabar apa?" tanya Jin hu.
"Kau akan tahu sendiri nanti." jawab Ze.
"Jin hu, Ze kalian akan kemana?" tanya Liu ku.
"Ke kediaman kami untuk makan siang ayah." jawab Ze.
"Jin hu, ibu mertuamu akan menanyakan masalah tugas ayah mencari informasi itu. Jangan sampai kau menjawab dengan asal-asalan atau kau akan menyesal." ancam Liu ku.
"Jawab asal-asalan bagaimana?" tanya Ze.
"Jangan berlaga bodoh putriku sayang. Kau masih belum puas membuat ayahmu ini dalam masalah?" tanya Liu ku lagi.
"Bukankah karena itu ayah jadi sesenang ini sekarang?" tanya Ze.
"Kau benar tapi jika ingin yang terbaik untuk kami, kau harus membantu ayahmu dengan tidak menimbulkan masalah lainnya." jawab Liu ku.
"Pergilah makan siang karena ini sudah sangat terlambat untuk makan siang." ucap Liu ku lalu pergi meninggalkan mereka.
Ze dan Jin hu segera kembali ke kediaman mereka dan makan siang bersama.
__ADS_1