
Ze bertanya dengan serius pada Zili sambil menatap wajahnya.
"Dia menyembunyikan sesuatu dan ada yang melindungi dirinya." jawab Zili.
"Aku tidak dapat mendengarkan suara hatinya sedikitpun tapi dari tatapan matanya itu, aku sangat yakin bahwa dia bukan orang yang dapat kita percaya. Dia memiliki niat buruk padamu putri." tambahnya.
"Kau juga dapat mendengarkan suara hati tanpa harus melakukan telepati seperti Hui tu?" tanya Ze.
"Iya putri." jawab Zili.
"Wah sangat tidak adil, mengapa aku tidak dapat melakukan hal itu? Aku harus bisa memiliki kemampuan membaca pikiran dan mendengarkan suara hati." ucap Ze.
"Justru akan semakin tidak adil jika kau dapat memiliki kemampuan ini." ucap Hui tu dengan menatap tidak suka pada Ze.
"Di mana letak tidak adilnya?" tanya Ze.
"Dengan hanya kemampuan alkemis yang kamu miliki saja banyak orang yang iri padamu. Saat ini kau sudah menjadi alkemis terhebat di dunia bawah ini, pencapaian kultivasi milikmu bahkan ras dunia atas mengakuinya sehingga mereka ingin menghentikan dirimu menembus tingkat kultivasi sebelumnya.
Kau sudah menjadi ahli dalam ilmu segel dan ilusi. Jika kau juga memiliki kemampuan membaca pikiran dan suara hati, sungguh tidak adil. Orang akan meraung-raung meratapi nasibnya yang hanya akan terlihat seperti sebutir debu di hadapan kemampuan milikmu." jelas Hui tu.
"Baiklah, sekarang saatnya kita kembali ke dalam topik yang seharusnya kita bahas." ucap Ze.
"Zili." panggil Ze.
"Saya putri." sahut Zili.
"Apakah menurutmu batu dimensi ini memang milik Ming hui?" tanya Ze pada Zili sambil menunjukkan batu dimensi yang dia ambil dari Ming hui.
"Batu dimensi ini tampaknya bukan miliknya putri." jawab Zili.
"Mengapa kau mengatakan demikian?" tanya Ze.
"Batu dimensi ini menolaknya." jawab Suho.
"Apakah benar?" tanya Ze.
"Ya, saat di tangan Ming hui itu, batu dimensi itu memancarkan sebuah tabir pelindung walaupun sangat tipis hingga tidak dapat dilihat oleh orang biasa, kami ras Phoenix dapat merasakan dan melihat itu." jawab Zili.
__ADS_1
"Saat batu dimensi itu berada di tangan putri, batu dimensi itu menghilangkan tabir pelindung itu dari permukaannya." tambahnya.
"Apakah alasan batu dimensi ini menolak Ming hui?" tanya Ze penasaran.
"Kemungkinan besar Ming hui itu telah memb*nuh pemilik asli batu dimensi ini yang sudah diakui sebagai pemilik oleh batu dimensi ini." jawab Zili.
"Apakah tujuan dia sebenarnya adalah untuk mengetahui cara membuka pintu dari batu dimensi ini dan masuk ke dalamnya dan mungkin juga dia ingin sekalian memiliki batu dimensi milikmu?" tebak Hui tu.
"Bisa jadi seperti itu." saut Zili.
"Sebaiknya putri mencoba masuk ke dalam batu dimensi ini." saran Zili.
"Caranya?" tanya Ze.
"cukup teteskan setetes darah putri di atasnya lalu konsentrasi pada batu dimensi itu dan jika batu dimensi itu menerima putri, maka putri akan masuk ke dalam batu dimensi ini dengan sendirinya." jawab Zili.
"Baiklah akan aku coba." ucap Ze.
Ze segera menusuk ujung jarinya dengan jarum dan meneteskan darahnya di atas permukaan batu dimensi itu. Ze menutup matanya dan seketika tubuh Ze menghilang.
"Batu dimensi itu mengakui putri sebagai tuan barunya." jawab Zili.
"Apakah semudah itu?" tanya Hui tu.
"Bagi orang lain itu tidak akan semudah itu. Tapi, putri adalah orang istimewa dan tujuannya untuk masuk ke dalam batu dimensi itu sangat jelas dan bukan demi keserakahan dunia semata jadi, batu dimensi itu mengakuinya dengan mudah." jelas Zili.
Di dalam batu dimensi Ze membuka matanya perlahan dan terperangah melihat pemandangan yang ada di dalam batu dimensi itu.
Langit dari batu dimensi itu berwarna biru namun awannya berwarna keemasan. Ada banyak tanaman langka yang tumbuh di sekitar sebuah danau. Ada beberapa hewan roh yang hidup di dalam sana.
Ada beberapa batu datar yang melayang di udara yang memancarkan cahaya berwarna hijau.
"Apakah ini di dalam batu dimensi yang aku ambil dari Ming hui tadi?" gumam Ze.
"Tentu saja, di mana lagi kau akan berada saat ini?" jawab sebuah suara yang Ze tidak tahu asalnya.
"Siapa yang berbicara tadi?" tanya Ze.
__ADS_1
"Aku adalah roh dari batu dimensi ini." jawab suara itu.
"Roh batu dimensi?" beo Ze.
"Iya, ada apa dengan wajahmu? Mengapa kau seolah menyangsikan apa yang aku katakan?" tanya suara itu.
"Aku hanya heran, batu dimensi milikku sebelumnya tidak dapat berkomunikasi denganku. Apakah tidak semua batu dimensi memiliki roh?" tanya Ze.
"Tentu saja, batu dimensi milikmu sebelumnya hanya batu dimensi alkemis yang hanya menyimpan beberapa tanaman obat dan sebuah kolam air suci tingkat pemurnian awal." jawab suara itu.
"Air suci tingkat pemurnian awal? Bukankah air suci di sana adalah yang terbaik?" tanya Ze.
"Kalau dibandingkan dengan air suci di dunia luar itu memang yang terbaik. Tapi, dibandingkan dengan beberapa dunia batu dimensi yang lain, itu adalah yang terendah kemurniannya." jawab suara itu lagi.
"Lalu, apa bedanya dengan batu dimensi ini?" tanya Ze.
"Tentu sangat berbeda, selama yang memegang batu dimensi milikmu itu adalah seorang alkemis dan mampu membuat pil penawar segala racun, orang itu dapat memiliki batu dimensi itu." jelasnya.
"Jika aku, aku hanya akan mengikat kontrak dengan pemilik baru saat pemilik asliku sudah tiada dan tidak semua orang dapat mengikat kontrak dengan aku. Aku dapat melihat isi hati seseorang dan merasakan keserakahan orang itu. Aku hanya akan mengikat kontrak dengan orang istimewa seperti dirimu dan mendiang tuanku sebelumnya yang berhasil dib*nuh orang yang mengaku Ming hui itu bersama temannya."tambahnya.
"Jadi benar kalau Ming hui itu bukan pemilik asli batu ini." ucap Ze.
“Bukan, dia dan kelompoknya menghancurkan kediaman mendiang tuanku memb*nuh seluruh keluarga mendiang tuanku dan tuanku juga lalu membawa aku pergi."jawabnya.
"Bukankah kamu bilang bahwa kamu dapat mengetahui isi hati seseorang?" tanya Ze.
"Ya, ada apa dengan itu?" tanya balik suara itu.
"Apakah kau tahu tujuan orang itu mendekati aku dengan membawa kamu?" tanya Ze.
"Dia sudah mengawasi kamu sebelumnya dan mendekati kamu dengan alasan batu dimensi. Dia bukan untuk balas dendam pada keluarga song tapi untuk menghancurkan dirimu pada saat yang tepat. Dia menginginkan batu dimensi juga hutan Fujian." jawab batu dimensi itu.
"Mengapa dia berhubungan dengan hutan Fujian?" tanya Ze semakin heran.
"Karena dia adalah keturunan dari salah satu keluarga kunci hutan Fujian yang hanya akan kembali bebas memasuki hutan Fujian setelah kau tiada." jawab suara itu lagi.
Selamat membaca😊
__ADS_1