
"Apakah itu An wei lan saudara tiri satu ayah denganmu kakak ipar?" tanya Huo nan.
"Omong kosong apa yang kau katakan? Kami sama sekali tidak memiliki hubungan darah. Aku bukanlah keturunan keluarga An." protes Ze.
"Maaf, maksudnya adalah apakah itu putri dari tuan An?" ralat Huo nan.
"Sepertinya memang dia orangnya." ucap Ze.
"Bukankah dia sudah hidup lebih baik di keluarga Wei bersama orang yang dia cintai? Mengapa jadi orang yang sangat membenci laki-laki?" tanya Huo nan.
"Hidup lebih baik? Keluarga seperti keluarga Wei yang dipenuhi orang serakah dan picik tidak akan pernah berlaku baik setelah dipermalukan di depan semua orang hanya karena seorang wanita. Mereka pasti telah menyiksanya untuk melampiaskan kekesalan. " ucap Ze.
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang kakak ipar?" tanya Huo nan.
"Apa lagi? Aku harus memperhitungkan segala hal pada orang yang telah membuat hidup ibuku menderita sebelumnya. Aku akan membuat dia memohon untuk mati jika itu memang benar dia." ucap Ze.
"An wei lan hanya seorang wanita dengan pencapaian yang terbilang biasa saja. Bagaimana bisa dia menjadi pemimpin sebuah sekte sesaat dan menguasai desa ini?" tanya Ze.
"Pemimpin memiliki guru bernama guru Mao yang memiliki kemampuan cukup tinggi. Beliau penganut sekte sesat yang menyembah raja iblis. Dari cerita yang aku dengar, guru Mao menolong dan memungut pemimpin dalam keadaan yang sangat lusuh dan kelaparan. Karena tubuh pemimpin sangat cocok untuk melakukan kultivasi ganda yang dapat meningkatkan dengan pesat pencapaian guru Mao, guru Mao mengangkat pemimpin menjadi murid sekaligus rekan kultivasi ganda. Tidak hanya guru Mao, pemimpin juga mendapatkan hasil yang sama dalam peningkatan kultivasi. " jelas Fei ya.
"Kultivasi ganda bukannya adalah sistem pelatihan yang juga melibatkan perse*ubuhan antara lawan jenis untuk meningkatkan pencapaian sehingga lebih pesat?" tanya Huo nan.
"Ya, memang seperti itu." jawab Hui tu.
Ze kemudian menanyakan pada Fei ya letak pasti gua yang menjadi tempat An wei lan berada. Setelah itu Zili membuat tabir di tempat itu agar Fei ya tidak bisa meninggalkan tempat itu selama mereka menyelesaikan masalah An wei lan itu.
"Apakah itu gua yang wanita itu maksud kakak ipar?" tanya Huo nan saat mereka sudah berada di dekat gua itu.
"Seharusnya itu memang tempatnya." jawab Ze.
__ADS_1
"Ayo, tapi ingat untuk berhati-hati karena mereka penganut sekte sesat yang menyembah raja iblis, maka kemungkinan mereka akan memiliki kekuatan atau jurus yang aneh yang tidak bisa diremehkan." ucap Ze.
"Baik." saut mereka kompak lalu perlahan melangkah menuju gua itu.
"Mengapa tidak ada penjagaan sedikitpun di sekitar gua itu?" tanya Hui tu.
"Entahlah, mungkin agar tidak ada yang curiga bahwa itu adalah tempat mereka berada atau bisa jadi mereka telah mengetahui kedatangan kita dan membuat perangkap di dalam. " jawab Ze.
"Apakah kita akan tetap masuk ke dalam sana kakak ipar?" tanya Huo nan.
"Lalu, apakah kita harus tetap menunggu di luar sini?" tanya Ze balik.
"Biar aku dan Zili masuk ke dalam sedangkan kalian bertiga berjaga di luar sini." putus Ze.
"Tapi...."
"Kau harus tetap di luar. Aku dan Zili saja yang masuk ke dalam sana." tegas Ze.
Ze segera memasuki gua itu. Gua itu ternyata hanya seperti sebuah gerbang. Setelah melewati lobang gua mereka memasuki sebuah tempat yang terlihat seperti sebuah pemukiman. Ada beberapa bangunan dengan ukuran besar dan disetiap rumah itu dijaga oleh beberapa orang wanita dengan pakaian layaknya seorang prajurit.
"Apakah mereka mendirikan perkampungan di sini?" tanya Ze.
"Sepertinya memang begitu yang mulia." jawab Zili.
"Ayo." ajak Ze.
Mereka bergerak dengan sangat cepat menaiki sebuah pohon lalu berpindah dari dahan pohon ke atas atap sebuah bangunan. Ze menggeser sedikit atap untuk dapat melihat apa yang ada di dalam bangunan itu.
"Sepertinya ini adalah dapur mereka karena isinya adalah peralatan memasak juga bahan makanan." ucap Zili.
__ADS_1
Mereka kembali berpindah ke bangunan yang lainnya yang ternyata untuk setiap bangunan adalah bagian dari satu ruangan rumah yang terpisah seperti dapur, kamar, ruang makan ruang latihan dan yang terakhir tampaknya adalah ruang ritual. Ze langsung memalingkan muka ke arah lain karena tidak suka dengan apa yang dilihatnya.
"Apakah itu yang dimaksud dengan kultivasi ganda?" tanya Ze.
"Sepertinya memang begitu tapi, terlalu aneh karena mereka berhubungan intim sambil disiram darah apakah ada kultivasi ganda seperti itu?" jawab Zili.
"Entahlah, jika kau bertanya padaku aku harus bertanya pada siapa?" tanya balik Ze.
"Akh.....!" tiba-tiba ada suara pekikan dari arah ruangan di bawah mereka.
Saat melihat ke bawah ternyata pria yang menjadi pasangan berhubungan intim sang wanita telah terbujur kaku dengan lubang besar di dada kirinya. Sang wanita terlihat memegang jantung dari sang pria lalu berjalan menuju sebuah meja besar di atasnya ada sebuah wadah yang berisi bara api.
Wanita itu meletakkan jantung itu di atas wadah itu lalu tidak lama kemudian asap hitam tebal menutupi seluruh tubuh wanita tanpa busana yang dipenuhi darah seluruh tubuhnya itu. Saat asap menghilang, tubuh wanita itu sudah bersih dari darah dan kultivasi sertapenampilannya berubah.
"Terimakasih yang mulia raja iblis." ucap sang wanita lalu beranjak dari tempatnya.
"Itu bukan kultivasi ganda tapi itu adalah ritual ajaran sesat." ucap Ze.
"Ada gua dengan penjagaan ketat di arah sana." ucap Ze.
Mereka bergerak dengan sangat cepat menuju gua itu dan melumpuhkan semua penjaga dengan satu serangan tanpa ada suara yang dapat membuat yang lainnya datang.
Ze dan Zili berjalan dengan hati-hati memasuki gua itu dan ternyata di sekeliling dinding gua yang sangat besar itu adalah penjara yang dipenuhi laki-laki baik itu masih bayi ataupun yang sudah dewasa.
Di tengah-tengah ruangan gua itu ada sebuah tungku besar dengan api yang menyala terang dibawahnya sesekali penjaga api itu akan memasukkan tubuh pria yang sudah tidak bernyawa lagi kedalam api itu.
"Api iblis." ucap Zili.
"Apa itu api iblis?" tanya Ze.
__ADS_1
"Api dengan kekuatan ajaib yang tidak akan pernah padam. Sama seperti api sejati milik anda tapi, api iblis dipercaya dapat digunakan untuk membuat senjata kuat namun membutuhkan tubuh manusia sebagai bahan bakar agar api iblis dapat menyala lebih besar dan menghasilkan senjata yang sangat kuat." jelas Zili.
"Habisi mereka semua lalu bebaskan para sandera mereka. Aku harus menemukan wanita itu segera setelah ini. " ucap Ze.