
Ze mengeluarkan sesuatu dari cincin ruang miliknya sambil tersenyum dia menatap Yang ruo.
"Mendekat ke sini." panggil Ze.
Yang ruo perlahan mendekat ke arah Ze setelah melihat ke arah Hui tu dan Hui tu mengangguk tanda mengijinkan dirinya mendekat.
"Karena pertama bertemu kau menyambut kami dengan baik, aku seharusnya memberikan sesuatu untuk penyambutan itu. Ini adalah pemberian kecil dariku untuk rasa hormat dan kesopanan yang kau tunjukkan pada kami meski tidak tahu status kami yang sesungguhnya." ucap Ze sambil memberikan sebuah batu sejati tingkat istimewa dan sebotol kecil air suci.
Melihat batu sejati itu semua anggota keluarga Si terkejut. Mereka menatap tidak percaya bahwa ada seseorang yang akan memberikan benda se-berharga Itu pada orang yang baru saja dikenalnya dan masih mengatakan bahwa itu hanyalah hadiah kecil.
"I ini.... Ap apa kah aku pantas menerima hadiah sebesar ini?" tanya Yang ruo ragu.
"Ratu Jin sudah memberikan itu kepadamu. Kau sebaiknya mengambil dan berterima kasih kepada beliau." ucap seorang wanita yang diperkenalkan dengan nama Li jin.
"Ambil segera biar aku dapat memilikinya setelah itu. Benda seberharga itu tidak pantas untuk anak pembawa sial seperti dirimu. Hanya putraku yang pantas untuk itu." batin wanita itu.
"Ambil saja karena itu akan sangat berguna untuk perkembangan pencapaian kultivasi milikmu nantinya." ucap Hui tu.
"Terima kasih yang mulia ratu Jin." ucap Yang ruo senang.
"Ada yang aneh dari ibu Yang ruo ini." ucap Ze pada Hui tu tentunya melalui telepati.
"Aku tebak dia bukan anak kandungnya." tambahnya lagi.
"Yang ruo dan Yue jin ini bersaudara dengan umur yang sama. Apakah mereka kembar? Tapi tidak mirip sama sekali." ucap Huo nan.
"Mereka terlahir dari ibu Yang berbeda. Ibu kandung Yang ruo telah tiada selepas melahirkan Yang ruo oleh karena itu Li jin yang merawatnya." jelas tuan Lu ruo.
"Oh." tanggapan Huo nan.
"Kita menginap dan akan melihat pertunjukan seru mungkin malam ini. Setelah itu baru kita rombak sistem dari pembagian usaha dari keluarga Si Hui tu ini." ucap Ze melalui telepati pada 4 orang rekannya sekaligus.
"Mengapa harus menunggu sampai malam?" tanya Huo nan.
__ADS_1
"Ingin menangkap pencuri tentu saja malam hari. Tapi, kita harus terus mengawasi Yang ruo dan orang sekitarnya untuk berjaga-jaga." ucap Ze.
Mereka melanjutkan dengan memperkenalkan anggota keluarga lainnya dan berbincang sebentar lalu keluar dari ruangan untuk makan bersama.
Di ruangan itu terdapat satu meja cukup besar letaknya agak tinggi di depan dan beberapa meja tersusun kiri kanan. Meja depan biasanya ditempati oleh tetua keluarga Si namun karena Hui tu sebagai leluhur menghadiri makan siang itu, maka dia dan rombongan menempati meja itu. Masing-masing meja di bawah ditempati oleh satu keluarga.
Saat akan makan Ze melihat nyonya Li jin mengambil dan menyusun makanan yang dibawa pelayan untuk meja mereka lalu meletakkannya di depan Yang ruo dan Yue jin.
"Bukankah semua makanan sudah tersedia di meja masing-masing? Mengapa masih ada makanan tambahan yang datang?" tanya Ze.
"Oh, ini adalah makanan penuh nutrisi khas dari keluargaku untuk putra kami yang baik bagi kesehatan dan peningkatan kultivasi." jawab nyonya Li jin.
"Apakah setiap makan siang semua itu disuguhkan untuk mereka berdua?" tanya Ze lagi.
"Bukan hanya makan siang, Li jin selalu menyediakan itu setiap waktu makan untuk kedua putranya. Dia sungguh luar biasa tidak membedakan keduanya walaupun salah satu dari mereka bukan lahir dari kandungannya." ucap tuan Yok ji.
"Oh, apakah aku bisa melihat makanan milikmu itu Yang ruo?" tanya Ze membuat Li jin terkejut.
"Tentu bisa yang mulia....."
"Oh, apakah kedai yang menjual makanan khas dengan resep rahasia tidak akan membiarkan pelanggannya memakan masakan mereka karena resepnya rahasia?" sela Hui tu.
"Bukan seperti itu tapi......"
"Jika tidak ada masalah dengan makanan itu, maka kau tidak perlu gusar." ucap Huo nan.
"Apakah maksud pangeran, istriku memberikan sesuatu yang buruk untuk putranya sendiri?" tanya tuan Lu ruo dengan nada kesal.
"Huo nan tidak mengatakan apapun yang menyinggung anda. Mengapa anda harus tersinggung?" tanya Zili.
"A aku....."
"Sudah cukup! Yang ruo, bawa makanan itu pada Yang mulia ratu Jin." putus tuan Yok ji membuat semua orang diam namun nyonya Li jin masih tidak rela.
__ADS_1
"Tapi....."
"Yang mulia ratu Jin adalah seorang alkemish hebat yang sudah melebihi kemampuan para master. Dia tidak akan mencuri resep keluarga kalian yang tidak seberapa jika dibandingkan pil buatan dia." ucap Huo nan membuat nyonya Li jin terdiam.
Yang ruo membawa mangkuk berisi sup dan memberikan mangkuk itu pada Ze tanpa disadari oleh tuan Lu ruo dan istrinya.
"Terima kasih." ucap Ze setelah menerima mangkuk berisi sup itu.
"Sesuai dengan tebakanku. Racun yang sama yang berhasil aku keluarkan dari tubuhmu." ucap Ze setelah mencicipi sup itu membuat Yang ruo terkejut sedangkan tuan Lu ruo dan istrinya sudah memucat.
"Racun apa yang anda maksud yang mulia?" tanya tuan Yok ji.
"Sebenarnya Yang ruo memiliki bakat ganda yang sempurna tapi bakat kultivasi miliknya tertahan karena racun yang dia telan dari kecil." jelas Huo nan.
"Dan racun yang sama terkandung dalam sup itu." tambah Zili.
"Jika itu beracun, mengapa anda memakannya?" tanya tuan Lu ruo.
"Tubuh istriku sudah kebal terhadap segala jenis racun rendahan seperti itu." jawab Jin hu sambil menyisipkan rambut Ze yang terlepas dari ikatan ke telinganya.
"Kau sungguh berani sebagai menantu keluarga ini meracuni keturunan keluarga Si yang berbakat." ucap tuan Yok ji geram.
"Aku tidak....."
"Bagaimana bisa Li jin meracuni putra kandungnya juga karena Yue jin juga memakan Sup yang sama." bantah tuan Lu ruo.
"Benar, Yue jin juga selalu meminum air sup yang sama dengan yang diminumnya." saut nyonya Li jin.
"Sup sama tapi isinya berbeda. Sebenarnya sup itu tidak memiliki kandungan yang istimewa. Resep rahasia hanya alasan agar Yang ruo meminum racun itu tanpa ragu." ucap Ze yang entah bagaimana sup milik Yue jin sudah ada di tangannya.
"Aku sudah menganggap anda sebagai pengganti ibu tapi, bagaimana bisa anda melakukan hal buruk seperti itu padaku?" tanya Yang ruo sedih.
"Kau bukanlah keturunan keluarga Si yang sesungguhnya. Bagaimana bisa aku membiarkan dirimu menjadi pemimpin dalam keluarga ini nantinya?" ucap nyonya Li jin sinis.
__ADS_1
"Apa maksudmu Li jin?" tanya tuan Yok ji bingung sekaligus kesal.