Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Empat puluh dua


__ADS_3

"Mengapa kalian terlalu cepat kembali dari tugas mengawasi Ming hui palsu itu?" tanya Ze setelah selesai membereskan semua bahan dan alat membuat tinta segel sebelumnya.


"Apakah kalian sudah mendapatkan informasi yang aku butuhkan?" tanya Ze lagi.


"Ya bahkan lebih dari yang putri harapkan." jawab Zili antusias.


"Oh ya?" tanya Ze sambil menatap Zili.


"Tidak hanya tentang siapa yang dia temui setiap kali dia menghilang, aku juga tahu siapa orang kuat yang berada di balik keluarga Song yang selalu melindungi mereka." jawab Zili.


"Siapa?" tanya Ze mulai penasaran.


"Dia adalah siluman ular penghuni dunia siluman salah satu dari sembilan negri ajaib."jawab Zili.


" Seberapa besar kekuatan yang dia miliki?"tanya Ze.


"Seharusnya penghuni negri siluman tidaklah terlalu kuat jika dibandingkan dengan kekuatan yang putri miliki. Tapi, entah mengapa ular itu memiliki aura yang sangat kuat dan aku belum bisa memastikan dari mana dia mendapatkan kekuatan dengan aura sekuat itu."jawab Zili.


"Dia juga menginginkan putri untuk mendapatkan keturunan yang menjadi sang penjaga sehingga dia dan ras nya dapat menguasai seluruh semesta. Orang keluarga Song itu memiliki sesuatu yang dapat membuat putri takluk jadi putri harus lebih berhati-hati. Aku harus kembali ke sembilan negri ajaib untuk memeriksa sesuatu." jelas Zili.


"Apakah kau ingin menyelidiki asal kekuatan ular itu?" tanya Ze.


"Benar putri, aku khawatir akan sesuatu tapi semoga itu bukanlah seperti yang aku pikirkan." jawab Zili.


"Aku harus melihat langsung untuk memastikan kecurigaan aku itu benar atau salah." tambah Zili.


"Baiklah kau boleh pergi dan ingat untuk berhati-hati." ucap Ze.


"Baik putri." jawab Zili lalu Zili beserta Suho dan Doju segera pergi dari tempat itu.


"Huft, semakin rumit saja masalah yang ada." Gumam Ze sembari menghela napas berat.

__ADS_1


"Sebaiknya aku mengatasi masalah suamiku saja dulu agar dia tidak harus terus menerus tertidur di dalam batu dimensi. Setelah selesai dengan segel suamiku baru aku akan menangani masalah yang lain." putus Ze.


Ze segera masuk ke dalam batu dimensi untuk menemui suaminya. Dia segera menulis huruf mantra jimat pada selembar kertas berwarna putih.


"Jimat penguncian segel aktif." ucap Ze setelah menempelkan kertas bertuliskan mantra pada tubuh Jin hu dan menuliskan sesuatu di dada suaminya dengan tinta segel.


Ze segera membuka titik syaraf Jin hu yang sempat dia tutup untuk membuat Jin hu kembali sadar.


"Sayang?" panggil Jin hu saat dia membuka mata dan melihat Ze berdiri di dekatnya.


Jin hu segera bangun dari posisi tidurnya dengan perasaan bingung. Seingatnya dia sedang duduk bertapa sebelumnya dan mengapa dia jadi berbaring saat membuka mata.


"Apakah ada yang tidak nyaman kau rasakan sayang?" tanya Ze khawatir.


"Tidak, kau tenang saja suamimu ini cukup kuat." ucap Jin hu.


"Apa yang tertempel di dadaku ini?" tanya Jin hu hendak menyentuh segel yang Ze buat.


"Tinta segel?" tanya Jin hu.


"Ya tinta segel. Itu untuk mengunci atau menekan segel yang terdapat pada tubuhmu agar tidak aktif walaupun kau meningkatkan kemampuanmu." jawab Ze.


"Aku semakin bingung. Apa hubungannya tinta segel ini dengan kekuatan milikku?" tanya Jin hu bingung.


"Pada tubuhmu terdapat sebuah segel penghancur yang akan aktif di saat kau melewati tingkat kultivasi tertentu. Tingkat kultivasi yang kau miliki saat ini adalah batasnya dan saat kau hampir menembus sebelumnya segel itu hampir aktif dan menghancurkan dirimu seandainya aku terlambat menyadari itu." jelas Ze.


"Itulah alasan mengapa kau sulit untuk meningkatkan kultivasi dirimu belakangan ini." tambah Ze.


"Bagaimana aku bisa tidak menyadari bahwa ada segel penghancur yang bisa aktif tanpa diduga pada tubuhku selama ini?" tanya Jin hu.


"Yang menanam segel itu tampaknya seorang yang sangat kuat. Kami hampir saja celaka sebelumnya akibat dari serangannya." jelas Ze.

__ADS_1


Ze menceritakan semua pada Jin hu mulai dari Jin hu dia buat pingsan hingga saat dia menyadarkan Jin hu kembali.


"Itu artinya segel di tubuhku ini hanya diredam saja dan masih dapat aktif?" tanya Jin hu.


"Ya, setidaknya pengunci segel itu harus diperbarui setiap beberapa hari untuk kau tetap dapat aman dari segel penghancur itu. Aku akan berusaha untuk menguasai ilmu penghancur segel segera dan membebaskan dirimu." jawab Ze.


"Jika itu berbahaya sebaiknya jangan. Aku lebih baik bertahan dengan segel pengunci segel ini seumur hidup dari pada kehilanganmu." ucap Jin hu memeluk pinggang Ze dari samping.


"Tidak, aku akan baik-baik saja. Aku akan membebaskan dirimu dari segel penghancur itu. Selama segel penghancur itu masih ada pada tubuhmu kau hanya bisa bertahan di dalam batu dimensi ini untuk mencegah orang itu melacak keberadaan dirimu." ucap Ze.


"Tapi.... "


"Aku ingin kau hidup bebas dan kita dapat hidup bersama dengan normal di luar batu dimensi ini. Kau harus percaya bahwa aku sanggup melakukannya untuk dirimu, untuk kita agar dapat bersama tanpa hambatan." ucap Ze yakin.


"Baiklah, kau bisa melakukan apa yang ingin kau lakukan. Tapi, ingat untuk tetap berhati-hati dan ingat keselamatan dirimu lebih penting bagiku." ucap Jin hu pasrah karena dia tahu bagaimana keras kepalanya istri kecilnya itu.


"Itu pasti, kau harus melanjutkan tapa yang telah tertunda sebelumnya. Aku harus mengurus beberapa hal di luar." ucap Ze.


"Tidakkah kau merindukan suamimu ini istriku? Kau baru saja melihat suamimu setelah beberapa hari dan hanya sesaat kau sudah akan pergi lagi." ucap Jin hu dengan wajah memelas nya.


"Berhenti bersikap seperti anak kecil. Kau bukan lagi seorang anak kecil tapi kau pria dewasa yang berstatus seorang suami. Aku harus segera mengurus segala sesuatu di sini sebelum ke dunia atas." ucap Ze.


Jin hu tetap memasang wajah memelas nya membuat Ze menghela napas lalu mengecup singkat bibir suaminya itu.


Bukan Jin hu kalau membiarkan kesempatan untuk bermesraan dengan istri kecilnya lepas begitu saja. Jin hu segera menahan tengkuk Ze lalu melu*at bibir yang sudah menjadi candu baginya itu. Ze yang awalnya terkejut sekarang membalas ciuman suaminya. Mereka terus saling bertukar saliva hingga Ze kehabisan napas.


"Kau curang." ucap Ze.


"Aku hanya melanjutkan apa yang sudah kau mulai istriku." ucap Jin hu sambil tersenyum.


"Aku harus segera kembali ke luar untuk menangani beberapa hal." ucap Ze dan dengan terpaksa Jin hu melepaskan Ze.

__ADS_1


"Sebaiknya aku meningkatkan kemampuanku agar dapat melindungi istriku." putus Jin hu dan segera bertapa di atas batu tapa tempat Ze biasanya bertapa jika di dalam batu dimensi.


__ADS_2