Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Enam belas


__ADS_3

Ze hanya mampu menghela napas menyaksikan kekonyolan suaminya yang semakin menjadi.


"Aku seolah merasa bahwa kau bukan Yang mulia tuan Jin hu yang sesungguhnya. Bagaimana mungkin seorang pemimpin istana atas awan begitu konyol." ucap Ze lalu tersenyum.


"Aku seperti ini gara-gara istri kecilku ini dan hanya akan seperti ini di depan istri kecilku saja." ucap Jin hu.


"Aku harus segera bertapa. Jika tidak, energi yang aku dapatkan dari Ratu parasit itu akan hilang dengan sia-sia saja." ucap Ze lalu mendorong dada Jin hu memberi jarak antara mereka.


"Baiklah istriku tersayang." ucap Jin hu lalu mengecup singkat kening dan ujung hidung Ze lalu melepaskan pelukannya.


Ze kemudian masuk ke dalam batu dimensi setelah membuka pintu batu dimensi.


"Tuan." panggil seorang gadis membuat Ze heran.


"Pasti tuan tidak mengenal aku." ucap gadis itu dengan wajah cemberut.


"Apakah aku sebelumnya memasukkan seorang gadis ke dalam batu dimensi ini dan aku lupa akan hal itu?" tanya Ze dalam hati.


"Bagaimana dengan diriku, apakah tuan juga tidak dapat mengenali aku?" tanya seorang pemuda tampan yang tiba-tiba berdiri di samping gadis cantik itu.


"Apakah otakku ini sedang bermasalah? Mengapa ada dua orang yang tiba-tiba muncul di dalam batu dimensi dan mereka memanggilku tuan sedangkan aku sama sekali tidak mengenal mereka bahkan aku tidak ingat kalau pernah memasukkan dua orang ini ke dalam batu dimensi ini." batin Ze semakin heran.


"Sudahlah, aku sedang terburu-buru untuk menyerap energi yang hampir terbuang sia-sia. Kalian tetap di tempat kalian dan jangan mengganggu tapa yang akan aku lakukan. Tunggu hingga aku selesai dengan tapa ini maka urusan siapa kalian dan dari mana kalian berasal akan kita bahas." putus Ze tegas membuat dua orang itu hanya bisa mengangguk setuju dan duduk di tempatnya.


"Huft, harus fokus." ucap Ze seraya menghembuskan napas untuk menghilangkan pikiran tentang dua orang asing di depannya itu.


Ze segera duduk bersila di atas batu tapa lalu memfokuskan pikirannya pada energi yang masih berada di dalam batu permata cincinnya. Seketika cahaya merah pekat keluar dari permata cincinnya dan Ze mulai fokus untuk menyerap energi berupa cahaya merah pekat itu.


Perlahan dari cahaya merah pekat itu terulur seperti benang tipisnya kearah Ze. Perlahan-lahan cahaya itu mengecil hingga habis terserap ke dalam tubuh Ze.


Tubuh Ze tiba-tiba mengeluarkan cahaya merah seperti cahaya yang dia serap. Tubuh Ze terangkat dan dari tubuhnya keluar badai energi yang sangat kuat seperti petir yang menyambar berwarna merah pekat.


Dua orang di depannya segera pindah dari tempatnya dan berlindung di balik batu besar untuk menghindari tersambar badai energi yang sangat kuat itu.

__ADS_1


"Sepertinya tuan akan menembus tingkat kultivasi yang lebih tinggi dari tingkat kultivasi yang ada di dunia bawah ini." ucap sang gadis.


"Tembus.... " ucap lantang Ze disertai ledakan energi disekitarnya.


"Benar katamu, tuan a menembus tingkat kedua akhir dari tingkat pencapaian dunia atas." ucap sang pemuda.


"Tingkat kedua akhir? Itu artinya..... "


"Ya, tuan saat ini sudah berada pada tingkat sejati tahap atau level sempurna." ucap sang pemuda.


"Sungguh ajaib tuan kita ini." puji sang gadis.


"Kau benar sekali, tuan kita adalah 1 dari sepuluh juta orang di dunia bawah yang mampu mencapai tingkat kultivasi ini. Dan satu-satunya orang yang mampu mencapai beberapa level dalam sekali tapa dan itu dalam waktu singkat." saut sang pemuda.


Mereka berdua masih fokus mengintip Ze dari balik batu besar tempat mereka bersembunyi. Sambil terus berbincang mengenai Ze.


Kilatan energi yang kuat masih sangat jelas terlihat keluar dari tubuh Ze membuat mereka menatap heran ke arah Ze.


"Apakah tuan masih akan menembus lagi?" tanya sang gadis.


Sedangkan di luar batu dimensi saat ini kilat menyambar-nyambar serta luapan energi terjadi di setiap dunia yang ada termasuk di negeri sembilan negeri ajaib.


"Tampaknya ada dari ras manusia yang mencapai tingkat kultivasi melewati tingkat pencapaian manusia pada umumnya." ucap kaisar Naga.


"Ini sangat tidak baik untuk kita jika ras manusia memiliki pencapaian yang sangat tinggi. Pergi cari dan hentikan manusia itu untuk menghancurkan pencapaiannya. Manusia itu akan segera menembus tingkat kultivasi mulia jika kita tidak menghentikannya." ucap kaisar Naga.


"Baik Yang mulia kaisar." jawab bawahan kaisar Naga dan mereka segera menghilang.


Tidak hanya di negeri Naga, dunia sembilan negeri ajaib yang lainnya juga mengutus satria andalan mereka untuk mengacaukan pencapaian ras manusia yang mengganggu ketenangan negeri ajaib.


Di negeri hewan roh Suci


"Tampaknya tuan akan menembus tingkat Mulia." ucap seorang pemuda tampan.

__ADS_1


Ya orang itu adalah Zili, atau yang sering Ze panggil dengan sebutan poci.


"Tuan? Maksudmu adalah gadis itu?" tanya pria dewasa dengan penampilan mulia yang duduk di singgasana.


"Ya, aku hanya mengakui dan terikat dengan satu tuan dan tentunya kita memang hanya bisa terikat dengan satu orang saja bukan. Dia adalah tuanku." jawab Zili.


"Jika seperti itu, maka hidupnya sedang dalam bahaya saat ini." ucap pria itu.


"Maksud ayahanda kaisar apa?" tanya Zili.


Ya, pria itu adalah kaisar dari negri hewan roh Suci. Ayah dari Zili atau poci.


"Tentunya kau tahu bahwa negeri atas ini ada 9 negeri dengan penghuni yang sangat angkuh yang memandang rendah ras manusia karena mereka berasal dari negeri bawah. Mereka semua tidak akan terima jika ras manusia memiliki seseorang dengan pencapaian melebihi dari ras mereka yang memiliki pencapaian terendah."jelas kaisar.


"Mereka hanya ingin ras manusia selalu dibawah pencapaian mereka bahkan mencapai pencapaian yang sama dengan pencapaian terendah mereka pun, mereka tidak akan rela. Maka, jalan satu-satunya untuk mencegah itu adalah...... " ucapan kaisar terhenti membiarkan putranya menebak tujuan dari penjelasannya.


"Jalan satu-satunya adalah merusak pencapaiannya bahkan menghabisinya." tebak Zili.


"Kau benar sekali." ucap kaisar.


"Kalau seperti itu, aku pamit undur diri ayahanda. Aku harus melindungi tuanku." izin Zili.


"Ya, segeralah pergi. Biarkan Dujo dan Suho membantumu." ucap kaisar.


"Terima kasih ayahanda. " ucap Zili.


Zili akhirnya pergi bersama dua orang yang diutus kaisar untuk membantunya.


Zili mengirim telepati pada Hui tu dan yang lainnya.


"Lindungi tuan Ze dari segala sesuatu yang akan menggangu pencapaiannya. Saat ini aku dalam perjalanan ke sana untuk melindunginya." ucap Zili.


Jangan lupa untuk tetap tinggalkan jejak kalian setelah selesai membaca.

__ADS_1


salam hangat dan sayang dari Author😘


__ADS_2