Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Menemukan titik terang keberadaan keluarga Hui tu


__ADS_3

Mereka berjalan menuju ke kamar yang mereka pesan diantar oleh pelayan itu.


"Mengapa penginapan ini bisa sampai kehabisan kamar untuk dipesan? Apakah kamar yang kalian sediakan tidak cukup banyak?" tanya Ze.


"Untuk penginapan di luar ibukota penginapan kami adalah yang terbesar dengan jumlah kamar paling banyak. Kekurangan kamar bukan karena kamarnya tapi karena jumlah pendatang yang meningkat pesat karena 2 hari lagi akan ada kompetisi." jawab pelayan itu.


"Kompetisi apa itu?" tanya Ze.


"Kompetisi alkemish dan kultivator muda yang ditujukan untuk merekrut murid baru untuk masuk ke dalam akademi tangga Langit." jawab si pelayan.


"Tangga langit itu akademi terbesar ke 2 di benua ini kakak ipar. Murid yang direkrut setiap tahunnya ada jenius muda dalam bidang alkemish dan kultivasi. Murid yang berhasil bergabung dalam akademi itu sudah bisa dipastikan akan sukses kedepannya." jelas Huo nan.


"Mengapa kau tidak ikut berpartisipasi saja Huo nan? Untuk usiamu saat ini masih terbilang cukup muda dan sudah pasti jika tidak dibandingkan dengan kami kau adalah seorang jenius." saran Ze.


"Aku tidak tahu apakah itu sebuah pujian atau hinaan." gumam Huo nan.


"Apa yang kau gumamkan?" tanya Ze.


"Tidak ada kakak ipar. Aku memang bisa untuk ikut serta tapi, ayah sudah tidak terlalu muda dan beliau dikelilingi oleh orang yang bermuka dua. Untuk masuk ke dalam akademi tangga Langit artinya aku harus meninggalkan kerajaan dalam waktu yang sangat lama dan aku tidak bisa untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk melakukan kecurangan." jelas Huo nan.


"Kau bilang tidak ingin memberikan kesempatan bagi mereka untuk curang saat kau tidak di kerajaan. Tapi sekarang kau malah meninggalkan kerajaan untuk melakukan perjalanan bersama kami." ucap Ze.


"Saat ini mereka sedang sibuk melakukan sesuatu jadi tidak ada kesempatan untuk mengganggu ayah." ucap Huo nan.


"Apa yang kau lakukan pada mereka?" tanya Ze menatap Huo nan penuh selidik.


"Tidak mungkin kakak ipar tidak tahu apa yang aku lakukan pada mereka. Sedangkan kakak ipar sendiri yang memberikan padaku benda itu sebelum meninggalkan kerajaan Beicheng waktu itu." ucap Huo nan membuat Jin hu dan yang lainnya melirik ke arah Ze.


"Maaf tuan dan nyonya, kita sudah tiba di depan kamar untuk anda sekalian dari tadi." ucap pelayan itu yang memang sejak tadi hanya berdiri mendengar perbincangan mereka.


"Menurutmu, keluarga mana saja yang sudah pasti memiliki kesempatan besar memasuki akademi tahun ini?" tiba-tiba beberapa pemuda yang berjalan melewati mereka berbincang mengenai kompetisi itu.


"Bukankah sudah pasti keluarga Ning dari ibukota untuk kultivasi dan keluarga Si dari desa Taoxi Untuk kultivasi. Mereka selalu memunculkan bakat-bakat luar biasa setiap tahunnya." jawab pemuda lainnya.

__ADS_1


"Ya, kali ini kau benar. Aku heran semenjak keluarga Yun berganti nama menjadi keluarga Si, mereka yang hanya menggeluti bidang bisnis jadi keluarga alkemish yang sangat hebat." ucap pemuda lainnya.


"Keluarga Si ini terdengar sangat spesial." ucap Ze.


"Tentunya nyonya. Mereka awalnya bermarga Yun namun dalam ceritanya setelah kembalinya putri keluarga Yun yang bernama Yun wei guo dengan seorang putra yang dia berikan nama Si guo tu yang memiliki bakat alkemish dan kultivasi, Si guo tu meningkatkan taraf hidup keluarga itu sehingga nama keluarga mereka berubah menjadi keluarga Si." jelas pelayan.


"Itu kisah terkenal yang beredar tentang sejarah keluarga Si itu." tambah pelayan itu.


Ze memandang Hui tu yang terdiam mendengar cerita pelayan itu.


"Kita menemukan orang yang kita cari." ucap Ze.


"Apakah tetua keluarga Si akan hadir dalam kompetisi itu?" tanya Ze.


"Hampir setiap tahunnya semenjak jenius pertama keluarga mereka lulus menjadi peserta terbaik, para tetua keluarga Si pasti akan hadir untuk melihat sendiri generasi muda mereka memperoleh kemenangan." jawab pelayan itu.


"Baiklah terima kasih atas informasi yang telah kau berikan." ucap Ze.


"Kamar yang kosong adalah 2 kamar ini dan dua kamar lagi di paling ujung." ucap pelayan itu.


"Setiap kamar di sini memiliki bilik mandi nyonya. Tapi, jika ingin yang lebih luas maka kamar di sebelah nyonya adalah yang paling luas." ucap pelayan itu.


"Kalau seperti itu aku ambil kamar ini saja. Apakah masih kosong?" tanya Ze.


"Karena 5 kamar ini adalah yang terbaik dan paling mahal makanya jarang ada yang memesannya. Kali ini hanya 3 kamar yang terisi oleh keluarga kerajaan luar. Maka 2 kamar berdampingan itu masih kosong." jelas pelayan ini.


"Tidak masalah soal biaya. Kami akan mengambil kamar ini dan dua kamar di depannya yang kau bilang kosong." ucap Ze.


"Baik nyonya, pelayan ini akan meminta kunci untuk dua kamar ini segera." ucap pelayan itu.


"Buka kan kami dulu kamar yang lainnya. Tidak mungkin kami menunggu di lorong seperti ini." ucap Huo nan.


Pelayan itu segera membukakan pintu 2 kamar itu lalu meninggalkan mereka setelah Ze dan yang lainnya sudah masuk dan duduk di kursi dalam kamar itu.

__ADS_1


"Kita harus menghadiri kompetisi itu untuk menemui keluarga Si itu. Tapi, bagaimana caranya?" ucap Ze.


"Apakah kakak ipar lupa kalau aku adalah putra dari seorang putri kerajaan ini? Untuk memasuki kawasan ibukota bukanlah hal yang sulit untukku." ucap Huo nan.


"Jika begitu, kita akan meninggalkan penginapan pagi hari untuk menuju ibukota." ucap Ze.


"Ibu kota sudah tidak jauh dari tempat kita ini kakak ipar. Jadi, mengingat akan sulit untuk menemukan penginapan lain selama kompetisi berlangsung, kita harus tetap menyewa penginapan ini selama kita masih berada di kerajaan ini. Kita tidak leluasa jika harus tinggal di dalam istana." ucap Huo nan.


"Hm aku setuju untuk itu." ucap Hui tu.


Tidak berapa lama seseorang mengetuk pintu kamar itu. Ternyata pemilik penginapan datang langsung menyapa mereka karena kamar istimewa yang,Ze pesan.


"Anda siapa?" tanya Zili.


"Maaf tuan, saya adalah pemilik penginapan ini. " jawab orang itu.


"Apakah nyonya dan tuan yang ingin mengunakan kamar di depan?" tanya sopan pemilik penginapan.


"Ya." jawab Jin hu.


"Untuk satu malam harga sewanya adalah 10 ribu keping emas dan...."


"Apakah kalian menerima pembayaran menggunakan batu sejati?" tanya Ze menyela ucapan pemilik penginapan.


"Ambil ini (memberikan 1 buah batu sejati istimewa tingkat tertinggi) untuk sewa 2 kamar itu juga 2 kamar lainnya selama satu minggu." ucap Ze.


"Apakah masih kurang?" tanya Ze setelah pemilik penginapan itu mematung.


"Maaf nyonya, orang tua rendahan ini hanya tidak menyangka akan memegang batu sejati langka ini. Ini bahkan dapat menyewa seluruh penginapan ini selama satu tahun penuh nyonya." jawab pemilik penginapan itu.


"Kalau begitu anggap bonus untuk semua pelayan yang kau miliki sisanya. Tolong berikan ini pada pelayan yang tadi mengantar kami ke sini." ucap Ze sambil memberikan beberapa koin emas.


Baik nyonya, terima kasih banyak." ucap pemilik penginapan itu.

__ADS_1


Ze dan yang lainnya di antar menuju kamarnya masing-masing dan disuguhi makan malam istimewa. Ze memutuskan Hui tu yang menempati kamar di sebelahnya untuk jaga-jaga kalau Hui tu membawa keluarga Si ke tempatnya untuk berbincang agar mereka lebih nyaman.


__ADS_2