
Semua orang semakin fokus melihat Ze yang terlihat sangat serius dan fokus pada tungkunya. Api di bawah tungku obat di depan Ze bahkan sangat stabil membuat beberapa orang mulai ragu kalau Ze tidak mampu lolos ke babak berikutnya.
"Apakah wanita kurang ajar itu benar seorang alkemis tingkat tinggi? Mengapa aku tidak bisa melihat aura bakat alkemis miliknya padahal dia sungguh seorang alkemis?" batin maha guru sambil memperhatikan apa yang Ze lakukan.
"Tapi, apa gunanya juga jika tingkat kualitas pil miliknya tidak sesuai standar. Tidak mungkin dia dapat menghasilkan pil tingkat tinggi level atas dalam waktu sesingkat itu. Paling tidak, dia hanya akan membuat pil tingkat tinggi kualitas rendah." batin maha guru lalu tersenyum mengejek ke arah Ze.
Di bawah panggung beberapa orang tengah sibuk bertaruh apakah Ze dapat membuat pil yang sesuai standar kompetisi atau tidak.
"Apakah Ratu dari istana atas awan itu mampu membuat pil sesuai standar kompetisi?" tanya penonton a.
"Aku bertaruh kalau dia tidak akan bisa karena waktu yang tersisa untuk itu sangat sedikit." jawab penonton b.
"Apa taruhan mu? Mari kita taruhan." tantang penonton c.
"Dua ratus keping emas, bagaimana?" jawab penonton b.
"Baiklah, sepakat." Saut penonton c.
"Aku akan menyalak seperti seekor an*ing hingga malam jika dia mampu." ucap asal penonton d.
"Aku akan meninggalkan semua harta yang aku bawa saat ini bahkan baju yang melekat pada tubuhku dan pulang dengan keadaan tanpa busana jika Ratu sombong itu berhasil." ucap penonton e.
"Jangan mengucapkan hal seperti itu. Jika dia sungguh mampu kau akan menderita dengan ucapan itu." tegur penonton a.
"Aku bahkan akan mencium dan menjilati tapak sepatumu jika dia sungguh mampu membuat pil sesuai standar kompetisi." ucap penonton e.
Beberapa orang yang yakin Ze akan berhasil termasuk si a sudah menatap penonton d dan e sambil tersenyum lalu mendekat kepadanya.
"Kami hanya memastikan kalian melakukan apa yang kalian ucapkan nanti." ucap salah satu dari mereka saat penonton c dan d menatap bingung ke arah mereka satu persatu.
"Kami tidak akan melakukan itu karena sudah pasti wanita itu akan gagal." Saut penonton d.
"Ya, itu pasti." timpal penonton e.
Di atas panggung Ze bahkan sudah mematikan api di bawah tungkunya dan kembali santai. Hal itu membuat beberapa orang termasuk Raja Kai , putri Rou ruan dan maha guru meremehkan dirinya.
__ADS_1
"Mengapa peserta nomor 23 mematikan api tungku lebih awal?" tanya tuan Lei langsung pada Ze.
"Pil sudah terbentuk." jawab Ze.
"Apa lagi alasan yang tepat? Apakah itu juga kalian tidak tahu?" tanya Ze santai namun berhasil membuat banyak orang terbelalak.
Ada yang mulai kagum pada kemampuan Ze dan ada lebih banyak yang menganggap Ze hanya membual saja untuk mendapatkan pujian.
"Apakah bisa secepat itu pil terbentuk?" tanya tuan Lei ragu.
"Bukankah kompetisi ini tidak menentukan batas paling cepat membuat pil?" tanya Ze.
"Betul." jawab tuan Lei.
"Maka tidak ada masalah bukan?" tanya Ze.
"Iya kalau memang sudah ada pil yang sudah berhasil terbentuk." jawab tuan Lei.
"Maka kita hanya harus menunggu orang itu selesai dengan tungkunya." ucap Ze.
"Apakah peserta nomor 22 telah selesai membuat pil?" tanya tuan Lei.
"Bisakah kau mempercepat proses penilaian karena aku sudah bosan. Pertanyaan apa lagi itu? Bukankah jika dia telah mematikan apinya berarti pilnya sudah jadi." protes Ze.
"Baiklah, sekarang silahkan para juri termasuk maha guru untuk menilai hasil pil buatan para peserta." ucap tuan Lei.
Beberapa orang termasuk maha guru berjalan mendekati mereka berdua. Pertama mereka akan menilai pil buatan lawan Ze karena nomor urutnya lebih awal dari Ze.
"Wah, kerajaan Bar-bar tahun ini sungguh membawa seorang jenius." puji seorang bernama Tuan Hon membuat Raja dari kerajaan Bar-bar tersenyum bangga.
"Tuan Hon benar sekali. Tuan muda Dair masih sangat muda dan sudah mampu membuat pil tinggi level istimewa kualitas rendah." ucap seorang bernama tuan Jung.
Mendengar ucapan tuan Jung banyak orang terutama wanita menatap kagum pemuda bernama Dair itu. Semakin banyak pula orang yang merasa bahwa Ze akan tersingkir di babak awal kompetisi karena lawannya sangat kuat.
"Kali ini putri Rou ruan sungguh memiliki saingan yang sesuai dengan kemampuannya." ucap maha guru.
__ADS_1
"Sekarang kita lihat pil buatan Ratu istana atas awan." ucap tuan Lei.
Para juri berjalan dengan malas ke arah Ze berdiri saat ini. Maha guru satu-satunya yang bersemangat untuk melihat pil buatan Ze karena tidak sabaran untuk memberikan hukuman pada Ze. Dia sangat yakin bahwa pil yang Ze buat tidak akan memenuhi syarat standar kompetisi.
"Ratu istana atas awan silahkan keluarkan pil anda." ucap tuan Lei pasalnya Ze memang belum mengeluarkan pil buatannya.
"Dia pasti tidak percaya diri dengan pil buatannya itu." bisik penonton a.
"Aku juga berpikir sama." Saut temannya.
Banyak desas-desus yang meremehkan Ze saat itu karena Ze belum juga mengeluarkan pil buatannya.
"Ze sungguh sangat pandai menyenangkan hati lawannya sebelum menjatuhkan mereka." ucap Hui tu.
"Bukankah itu memang kesukaan dari Ratu jenius kita itu." Saut Zili.
"Dia hanya Ratuku, bukan Ratu kita." protes Ze.
"Terserah." Saut Zili dan Hui tu bersamaan sambil memutar matanya lalu kembali fokus pada Ze.
Ze perlahan membuka tutup dari tungku pil miliknya dan seketika aroma pekat dari pil keluar dari tungku itu. Mereka yang mencium aroma itu semakin penasaran ingin melihat pil apa yang menghasilkan aroma yang sangat pekat bahkan dapat membuat hati tenang dan tubuh terasa ringan hanya dengan menghirup aroma darinya.
"Kyaa....." pekik seorang juri wanita bernama Master Ni lalu menutup mulutnya dengan tangan karena lupa bahwa dia sedang di atas panggung.
Para penonton makin penasaran karena Master Ni sangat jarang mengeluarkan suara saat menjadi juri dan kali ini bukan hanya bersuara tapi dia berteriak kegirangan.
"Pil tinggi level istimewa kualitas rendah? Bukankah itu sama dengan pil buatan tuan muda Dair? Mengapa master Ni sangat bersemangat?" tanya tuan Lei.
"Tidakkah kau tahu kalau kualitas dan tingkat pil tidak penting untuk jenis pil yang Ratu jenius ini buat?" tanya balik master Ni.
Sedangkan juri yang lain hanya bisa diam sambil mengamati pil buatan Ze. Mereka masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat itu.
"Jenis pil apa yang Ratu istana atas awan buat?" tanya tuan Lei tanpa menjawab pertanyaan master Ni.
"Pil Chongseng." jawab maha guru membuat semua orang terkejut.
__ADS_1
"Pil Chongseng?" beo tuan Lei.