
Setelah itu Raja Kai mempersilahkan seseorang untuk mulai mengundi nomor tampil para peserta mereka.
"Silahkan mulai acara undian nomor urut tampil untuk para peserta." ucap Raja Kai.
"Baiklah, karena sudah saatnya untuk memulai kompetisi, setiap kerajaan dipersilahkan untuk mengambil kertas gulungan yang telah tercantum nomor urut peserta yang akan tampil." ucap seorang bernama Tuan Lei.
Tuan Lei menyebutkan setiap kerajaan bukannya peserta karena memang setiap peserta yang ikut harus mewakili satu kerajaan dan itu juga harus kerajaan yang menerima undangan yang dapat membawa peserta untuk mewakili kerajaan mereka. Setiap kerajaan bisa membawa 1 hingga 3 orang peserta untuk mewakili mereka.
Ada 9 kerajaan yang hadir belum termasuk kerajaan Kai dan istana atas awan. Berarti ada 11 total keseluruhan kerajaan yang ikut serta dengan total 24 peserta termasuk Ze dan putri Rou ruan. Karena putri Rou ruan merupakan juara pertama di kompetisi sebelumnya, putri Rou ruan tidak harus mengikuti babak pertama.
Beberapa orang mulai naik ke atas panggung termasuk Hui tu yang mewakili kerajaan negeri atas awan membuat Raja Kai berpikir bahwa Hui tu adalah peserta yang Jin hu bawa untuk ikut serta dalam kompetisi itu. Hui tu memang memiliki dasar seorang alkemis walaupun tingkat rendah.
Itulah sebabnya mengapa Raja Kai menebak Hui tu adalah calon peserta yang Jin hu bawa. Itu berhasil membuat senyum kemenangan terbit di bibir Raja Kai dan puterinya.
"Mereka sungguh membawa peserta yang tidak layak untuk ikut serta dalam kompetisi ini ayah. Berarti rencana kita untuk mendesak kak Jin hu untuk memperistri diriku demi menjaga nama baik kerajaan serta dirinya akan segera terwujud." bisik putri Rou ruan pada ayahnya.
"Kau benar Rou rou sayang. Kita tinggal selangkah lagi menuju tercapainya tujuan utama kita." Saut Raja Kai sambil menatap wajah Ze.
"Mengapa penampilan dari Ratu istana atas awan sangat berbeda dari sebelumnya? Apakah suaminya sengaja menutupi aura kecantikannya?" gumam Raja Kai.
"Ayah mengatakan sesuatu?" tanya putri Rou ruan yang mendengar samar gumaman ayahnya.
"Tidak, ayah tidak mengatakan apapun." bohong Raja Kai.
__ADS_1
"Tapi, itu jauh lebih baik agar tidak ada lagi selain aku yang menginginkan Ratu cantik itu sebagai isteriku. Setelah rencana kami berhasil, aku akan memberikan syarat untuk memilikinya agar suaminya dan kerajaan yang mereka banggakan tidak tercoreng nama baiknya." kali ini Raja Kai hanya membatin agar tidak ada yang mendengar rencana busuknya itu.
Seluruh kerajaan yang mengikuti kompetisi itu sudah memiliki nomor urut tampil masing-masing. Kerajaan istana atas awan mendapatkan nomor paling terakhir.
"Tanganmu sepertinya memiliki kesi*lan kakek. Bagaimana mungkin dari sekian banyak nomor kau malah mendapatkan nomor terakhir. Kita akan jenuh duduk diam di sini untuk menunggu giliran." ucap Ze.
"Bukankah itu lebih baik? Kau dapat tahu tingkat kemampuan lawanmu yang lain dan dapat menentukan seberapa banyak kemampuan dirimu yang harus kau tekan. Kau tidak berniat membuat pil tingkat paling tinggi dan sempurna bukan?" ucap Hui tu.
"Hm, kau ada benarnya juga. Aku hanya berniat membuat pil satu tingkat di atas seluruh peserta itu dan membuat pil satu tingkat lebih tinggi dari orang yang di sebut dengan maha guru itu." ucap Ze.
"Bukankah aku sudah cukup merendah dengan seperti itu?" tambah Ze.
"Kau bukannya merendah jika seperti itu. Kau justru merendahkan mereka semua." ucap Hui tu.
"Setuju denganku bukan?" tanya Ze.
"Dengan Hui tu pastinya. Jika sikap Ratu seperti sekarang ini disebutkan merendah, maka aku tidak dapat membayangkan bagaimana untuk mereka yang meninggikan dirinya." jawab Zili.
"Istriku tidak perlu merendah untuk orang rendahan yang hanya menilai orang dari tampilan luar saja." ucap Jin hu sambil mengelus rambut Ze dan tersenyum memandang wajah Ze.
Perlakuan Jin hu itu tidak luput dari pandangan putri Rou ruan dan ayahnya yang sejak awal selalu menatap ke arah mereka. Wajah keduanya menjadi kesal melihat itu namun setelahnya mereka berubah tersenyum saat memikirkan rencana mereka.
"Nikmati saat bersama kau dengan calon Rajaku. Karena, setelah ini kau akan tersingkir dari sisinya menyisakan aku sang Permaisuri tunggal." batin putri Rou ruan.
__ADS_1
"Aku pasti akan memiliki wanita cantik bak Dewi itu. Silahkan nikmati waktu bersama dengannya calon menantu." batin Raja Kai.
"Kau mendengarnya?" tanya Hui tu dengan telepati pada Ze.
"Ya, abaikan saja sampah dan otak sampah mereka." jawab Ze.
Setelah itu mereka terus saja berbincang tanpa harus memelankan suara karena Zili sudah membuat percakapan mereka tidak dapat didengar oleh orang lain selain mereka berempat saja.
Pertandingan berlangsung dengan lancar dan Ze beserta rombongan tidak harus bosan menunggu karena sibuk berbincang tentang berbagai hal. Kompetisi pertama adalah tahap eliminasi yang akan mengeliminasi 2 dari 3 peserta yang akan bersaing di panggung.
Mereka ada 8 kelompok yang akan tampil yang masing-masing berjumlah 3 orang. Mereka akan bersaing di setiap kelompok. Untuk kelompok Ze yang akan tampil terakhir, mereka hanya terdiri dari 2 orang yang artinya hanya satu orang yang akan tereliminasi dari kelompok itu.
Raja Kai menunggu saatnya kelompok terakhir tampil agar tujuannya segera tercapai. Dia yakin saat terakhir Jin hu akan membuat Hui tu naik ke atas dan saat maha guru melihat kemampuan Hui tu yang tidak memenuhi syarat peserta, maha guru akan mengusirnya dari panggung. Raja Kai akan membahas semua dengan Jin hu dan memberikan solusi saat itu dan tentunya saat itu tidak akan pernah tiba.
Tanpa terasa kelompok ke 7 sudah selesai dan dimenangkan oleh pemuda tampan bernama Zyan dari kerajaan Barat. Semua penonton bersorak gembira mendengarkan pengumuman juara kelompok ke 7 itu.
"SEKARANG SAATNYA KELOMPOK TERAKHIR YANG TAMPIL." ucap lantang tuan Lei.
"KELOMPOK INI SANGAT SPESIAL KARENA HANYA MEMILIKI 2 PESERTA DAN SALAH SATU PESERTA BERASAL DARI KERAJAAN YANG MENJADI TAMU KEHORMATAN KALU INI."
"SILAHKAN PESERTA NOMOR 22 DAN 23 NAIK KE ATAS PANGGUNG." ucap tuan Lei lalu segera pemuda bernama Dair yang berasal dari kerajaan Bar-bar naik ke atas panggung.
Raja Kai dan putri Rou ruan sangat semangat menantikan Hui tu untuk naik ke atas panggung lalu diusir oleh maha guru dengan tidak hormat. Semua orang menatap ke arah kelompok Jin hu karena sudah cukup lama namun tidak ada yang bergerak dari mereka.
__ADS_1
"PESERTA NOMOR 23 SEGERA KE ATAS PANGGUNG KARENA PESERTA NOMOR 22 TELAH MENUNGGU DAN KOMPETISI AWAL AKAN SEGERA DIAKHIRI UNTUK HARI INI SETELAH KALIAN SELESAI BERSAING." ucap tuan Lei.