
Akhirnya dua energi dari masing-masing kelompok bertabrakan dan saling dorong. Masing-masing dari mereka sudah banjir dengan keringat karena mengeluarkan energi dengan sekuat tenaga.
"Akh...... " masing-masing mereka terlempar karena kekuatan energi yang bertabrakan sama kuatnya.
"uhuk uhuk uhuk." Mereka semua terbatuk dengan mengeluarkan darah dari mulut mereka.
"Ternyata kekuatan mereka tidak selemah yang kita pikirkan sebelumnya. " ucap si B sambil memegang dadanya yang terasa sakit.
"Kau benar sekali, kita terlalu menganggap remeh mereka." saut si A.
"Sekarang hadapi mereka dengan sepenuh hati. Jangan menganggap remeh mereka lagi." ucap si C.
"Mereka sangat kuat." keluh Hui tu.
"Ya kau benar." saut Jin hu.
"Sebaiknya kita berhati-hati melawan mereka. Nampaknya mereka masih menyimpan kekuatan mereka." ucap Ular api.
"Hm mereka masih belum menggunakan kekuatan sepenuhnya." saut Hui tu.
"Berubah ke wujud asli." seru si C.
Mereka bertiga memejamkan mata dan hendak merubah diri mereka ke dalam wujud asli mereka. Namun tiba-tiba....
"Buk buk buk." ular api menghantam tubuh mereka sebelum sempat berubah menjadi wujud asli mereka.
"Akh...... " teriak mereka karena ceri emas mengikat erat tubuh mereka menggunakan sulur-sulur miliknya.
"Ayo bantu mereka sebelum 3 orang itu berhasil merubah wujud ke dalam wujud asli mereka!" ajak Hui tu.
Jin hu mengangguk paham dan mengarahkan tenaga dalam ke arah si C sedangkan Hui tu menyerang si B. Ular api mengigit tubuh si A dan menyerang si A dengan racun paling berbahaya miliknya.
Karena serangan yang tiba-tiba, tiga orang itu kalah tanpa mampu melawan lagi. Tubuh ketiganya Masing-masing berubah menjadi seekor kera, landak dan ular hitam lalu setelah berubah ke dalam wujud asli mereka, tubuh mereka perlahan terurai dan menghilang.
"Huft, beruntung ular api sigap menghantam tubuh mereka sebelum berubah ke dalam wujud asli. Jika tidak, kita tidak akan mampu melawan mereka dalam wujud asli mereka." ucap ceri emas.
"Ya, negeri hitam sungguh mengirim yang sangat kuat untuk menghentikan bahkan menghancurkan pencapaian Ze. Beruntung karena keangkuhan mereka, mereka jadi menganggap remeh kita dan tidak menggunakan wujud asli mereka yang memiliki kekuatan penuh mereka." saut Hui tu.
"Kita harus lebih waspada. Masih ada dunia bahkan dimensi lain yang mungkin juga akan menyerang kemari. Kita tidak tahu sebesar apa kekuatan mereka yang akan datang." ucap Jin hu.
__ADS_1
"Mereka sudah ada di dekat kita dan semakin mendekat." ucap Hui tu dengan wajah serius.
"Bersiap.....!" seru Hui tu.
Tiba-tiba angin kencang menerpa tubuh mereka dan ada kabut tebal dari arah angin itu berasal. sepasang pria dan wanita dengan pakaian pria serba hitam dan wanita serba merah muncul dari dalam kabut tebal yang menghilang.
"Kalian tentu tahu apa tujuan kami datang ke tempat ini." ucap si wanita.
"Tunjukkan di mana orang itu maka kami akan berbelas kasih dengan membiarkan jasad kalian utuh untuk di kubur." tambahnya.
"Cih, atas dasar apa kami harus menuruti perkataan dari siluman seperti kalian?" ujar Hui tu dengan nada angkuh.
"Berani membantah artinya kalian akan ma*i dengan tubuh yang hancur." ucap si wanita.
"Kami tidak takut." ucap Jin hu dan mereka sudah mengeluarkan senjata masing-masing.
"Memilih ma*i mengenaskan dari pada ma*i dengan tenang." ucap si pria dan mulai maju bersama si wanita.
"Trang tring trang tring." suara benturan pedang dari si pria yang melawan Hiu tu dan Jin hu.
"Bak buk ctas bak buk" suara baku hantam dan cambukan dari si wanita yang melawan ular api dan ceri emas.
"Akh..... " pekik si wanita.
"Wemei.....!" teriak si pria khawatir.
"Jleb...... " pedang menembus dada si pria.
"Akh...... "
"Kak Dili......!" seru Wemei terkejut melihat pasangannya tertusuk pedang.
"Apakah tidak ada yang mengajarkan dirimu untuk tidak mengalihkan fokus mu saat sedang bertarung?" ucap Hui tu setelah berhasil menusuk pedang pada tubuh Dili.
Ular api menyerang Wemei dengan bisanya segera dan berhasil menumbangkan gadis itu.
"Prok prok prok." suara tepukan tangan tiba-tiba terdengar saat tubuh dua siluman itu menghilang.
"Kalian sungguh hebat untuk ukuran penghuni dunia bawah. Tapi, sayangnya kalian harus ma*i sia-sia karena harus menghadapi kami ras naga suci." ucap seorang wanita dengan pakaian serba hijau di dampingi oleh 3 ekor naga berukuran raksasa.
__ADS_1
"Celakalah kita, mereka tidak menganggap remeh kita hingga kita tidak memiliki celah untuk mengecoh agar dapat mengalahkan mereka. Bahkan untuk menyelamatkan diri pun kita akan sulit untuk saat ini." ucap pelan Hui tu.
Pasalnya mahluk yang datang dari negri naga itu berada pada tingkat sejati tahap 3 yang jauh lebih kuat dari mereka yang baru mencapai tingkat suci tahap 6.
"Graaaar...... " seekor naga mengeluarkan suara yang menggelegar lalu mengeluarkan energi yang kuat dari mulutnya.
"Blar ........... " energi itu berbentuk seperti api dan mengarah pada Jin hu dan yang lain.
"Duar........ " energi itu meledak tepat mengenai tubuh mereka.
"Akh....... " Mereka tidak sempat untuk menghindari serangan yang sangat cepat dan tiba-tiba itu.
"Duak..... duak.... bruk..... bruk.... " tubuh mereka terpental jauh menabrak pohon dan tersungkur ke tanah.
"Ternyata hanya seperti ini kekuatan kalian. Ceh, membuat waktuku terbuang sia-sia saja. Harusnya kaisar hanya mengirim kalian saja." ucap si wanita dengan nada dan pandangan menghina ke arah tubuh Jin hu, Hui tu, ular api dan ceri emas yang sudah tidak sanggup untuk bangun lagi.
"Selesaikan mereka dengan cepat lalu cari dimana rekan mereka yang sedang bertapa itu. Energinya berasal dari pria di sana (menunjuk Jin hu yang masih berusaha untuk bangkit) aku rasa dia yang tahu dimana rekannya itu berada." ucap si wanita.
"Akh...... "Jin hu memekik saat punggungnya diinjak oleh si wanita naga itu.
" Katakan di mana orang itu maka kalian akan selamat."ucap si wanita naga itu.
"Lebih baik aku ma*i dari pada mengatakannya pada kalian." ucap Jin hu.
"Setelah kami memb"nuh kalian semua, kami tetap akan menemukan orang itu. Tidak ada gunanya bertahan bukan?" bujuk si wanita naga.
"Lebih baik kami ma*i." jawab kompak mereka berempat.
"Ceh, sesuai keinginan kalian berempat kalau seperti itu." ucap si wanita naga.
Wanita naga itu mengumpulkan energi yang sangat kuat di telapak tangannya.
"Kalian harus bersyukur karena dapat ma*i di tangan orang yang kuat seperti aku." ucap si wanita naga.
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah selesai membaca.
Vote, like dan komen dari kalian adalah sumber kekuatan tersendiri bagi author untuk memicu semangat dalam menulis kisah ini.
__ADS_1
salam hangat dan sayang dari author😘