Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Berakhirnya sekte sesat


__ADS_3

Pria itu kemudian mengeluarkan energi dari telapak tangannya berupa cahaya berwarna merah yang langsung membentuk sebuah pedang.


"Energi yang bisa dibentuk. Ternyata kekuatan rohnya cukup besar juga." ucap Ze.


Ze langsung berjalan maju ke arah pria itu. Dengan pedang yang juga dibentuk dari cahaya namun warnanya keemasan.


"Aku sedang ingin melakukan peregangan otot maka biarkan aku akan melihat seberapa kuat orang itu." ucap Ze.


"Baik ya." saut Zili.


"Ingat jangan panggil yang mulia. Panggil kakak atau tuan saja." ucap Ze menggunakan telepati.


"Baik tuan." ucap Zili.


Ze menyeringai melihat wajah kesal lawannya. Pria itu menyerang Ze dengan tebasan yang kuat namun berhasil di tangkis Ze dengan mudahnya.


"Hanya itu batas kemampuan dirimu heh?" ucap Ze penuh ejekan.


"Aku terlalu meremehkan dirimu. Karena kau meminta untuk aku habisi maka aku akan menggunakan kekuatan penuh melawan dirimu." ucap pria itu.


Pedang energi di tangannya hilang begitu saja. Tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi lebih besar dengan 2 tanduk yang tumbuh di kepalanya punggungnya tumbuh duri-duri yang besar panjang dan tajam berwarna hitam sedangkan kulit di tubuhnya berwarna merah darah. kedua lengannya dibungkus besi yang sangat tebal.


Kukunya tumbuh memanjang, matanya merah menyala, giginya berubah menjadi runcing semua dan tumbuh ekor panjang dengan ujung penuh duri dibelakangnya.


"Mengapa kau berubah menjadi sangat jelek dan menjijikkan?" ucap Ze.


Ze membuat perisai di tangan kirinya menggunakan energi sedang pedang di tangan kanannya dia ubah menjadi tombak.


Mahluk jelmaan pria itu menyerang Ze dengan ekornya yang penuh dengan duri namun ditangkis Ze menggunakan perisai ditangan kirinya. Mahluk itu ingin menyeruduk Ze menggunakan tanduknya yang tajam dan Ze segera melompat ke atas dan menancapkan tombak tepat di punggung mahluk itu.


"Groaaaaar...!" suara kesakitan mahluk itu bahkan mengguncang tanah dan membuat dinding gua menjatuhkan bongkahan tanah dan batu.


Ze kembali membentuk sebuah senjata di tangannya kali ini berbentuk pedang yang sangat besar. Ze menebaskan pedang itu dengan sedikit lebih banyak kekuatan ke arah mahluk itu. Mahluk itu sempat menahan serangan Ze menggunakan lengannya yang terbungkus besi tebal.


Tapi sial baginya karena ternyata tebasan Ze mampu mematahkan besi beserta lengannya. Ze kembali menebaskan pedang itu dan pada tebasan kedua mahluk itu tumbang dengan tubuh yang terbelah menjadi dua bagian.

__ADS_1


"Sudah usai." ucap Zili.


"Belum usai. Kita harus mencari wanita itu karena aku tidak melihat dia setelah rekannya mati." ucap Ze.


"Sepertinya gua ini memiliki ruang bawah tanah . Aku merasakan keberadaan seseorang tepat di bawah kita." ucap Zili.


"Itu artinya wanita itu bukanlah mayat hidup seperti yang lainnya bukan?" tanya Ze.


"Aku merasakan tanda kehidupan dari tubuhnya berbeda dengan wanita lainnya. Itu artinya dia adalah manusia yang masih hidup." jawab Zili.


"Itu artinya kita harus segera menemukan jalan menuju tempat dia berada." ucap Ze.


"Sepertinya kita hanya bisa membuat lubang." ucap Ze.


Ze kemudian membuat lingkaran di tanah dibawahnya lalu menggunakan tenaga dalam menghantam lingkaran itu. Lubang besar terbentuk dan Ze segera melompat turun turun ke dalam lubang yang dia buat itu diikuti oleh Zili.


"Ini adalah gudang harta mereka." ucap Ze.


"Srek srek srek." tiba-tiba koin emas bergeser dan dari itu Ze dapat tahu keberadaan wanita yang dia cari.


Ze menyerang kaki wanita itu membuatnya tersungkur kesakitan dengan kaki yang sudah berlumuran darah.


"A ampun tu an. Jangan bu nuh aku." ucap wanita yang ternyata memang benar adalah An wei lan anak dari tuan An mantan suami Mei yin.


"Saat kau membunuh semua warga tidak bersalah dan menjadikan mereka tumbal kau pasti tidak akan pernah membayangkan saat berada dalam posisi mereka. Saatnya bertemu raja neraka dan mengakhiri segalanya." ucap Ze lalu menebas tubuh An wei lan.


"Aku tidak ingin dia tiba-tiba bangkit lagi. Bakar mayatnya dalam api iblis yang kau ambil tadi." ucap Ze.


"Di tengah-tengah pertarungan anda masih saja sadar kalau saya mengambil api iblis tadi." ucap Zili.


Dia mengeluarkan api iblis dari cincin ruang miliknya dan mengarahkan api iblis itu pada tubuh An wei lan. Zili kembali memasukkan api iblis ke dalam cincin ruang miliknya.


"Seluruh harta ini akan berguna untuk para penduduk desa agar dapat kembali membangun desa dan memenuhi kebutuhan mereka anggap sebagai kompensasi dari sekte sesat itu untuk mereka." ucap Ze sambil menghisap semua harta yang ada di dalam ruangan itu masuk ke dalam cincin penyimpanan miliknya.


Mereka bergegas keluar dari gua dan membakar seluruh bangunan di tempat itu sebelum akhirnya betul-betul meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Di luar sudah ada Jin hu, Huo nan, Hui tu dan para warga menunggu mereka. Jin hu langsung menghampiri Ze lalu memeluknya dengan erat. Dia sebenarnya ingin menyusul ke dalam tapi Zili menyampaikan pesan Ze agar dia menjaga para warga dan menangkap siapa saja selain dirinya dan Zili yang keluar dari tempat itu.


"Suamiku, bisakah kau lepaskan pelukanmu dulu? Ada banyak orang yang menonton kita." ucap Ze.


"Aku sangat khawatir dengan keadaanmu di dalam sana." ucap Jin hu.


"Aku baik-baik saja dan sudah kembali bukan?" ucap Ze.


Mereka akhirnya mengantar seluruh orang yang mereka selamatkan kembali ke desa. Di sana banyak orang yang berlari memeluk putra, suami, kakak laki-laki ataupun ayah mereka yang sangat mereka rindu dan khawatirkan.


Ze membagikan seluruh harta yang dia bawa kepada setiap keluarga di desa itu. Para penduduk membuat jamuan sebagai ucapan terima kasih pada Ze dan yang lainnya. Setelah itu Ze dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju tujuan awal mereka.


"Ada-ada saja hal aneh yang terjadi menghiasi setiap perjalanan kita." ucap Huo nan.


"Semua hal aneh itu selalu saja tentang keserakahan dan sikap egois dari seseorang yang dapat melakukan apa saja demi hal yang mereka inginkan." ucap Hui tu.


"Kita harus menjadikan semua itu sebagai pelajaran agar tidak tersesat dalam jalan yang tidak seharusnya kita tempuh." ucap Ze.


"Ya, pengalaman selalu dapat menjadi guru terbaik untuk kedewasaan seseorang." ucap Zili.


"Aku ingin menemui Silla dulu. Ada yang ingin aku bahas dengan dia." ucap Ze.


"Apa ada masalah sayang? " tanya Jin hu.


"Tidak ada masalah apapun. Aku hanya ingin membahas sesuatu dengan Silla." ucap Ze.


"Baiklah, ingat segera kembali karena aku sangat merindukan mu." ucap Jin hu.


"Ya." saut Ze.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Masih semangat pasti kan bacanya?


Jangan lupa agar semangat juga berikan vote, like dan komentarnya 😁

__ADS_1


Selamat membaca


__ADS_2