
Ze mengarahkan cincin dan dengan segera api sejati keluar dari cincin miliknya. Melihat itu salah satu dari bawahan atau penyembah Ratu parasit itu hendak menolong junjungannya itu namun gerakannya terbaca oleh Jin hu.
"Jleb... akh.... " Jin hu melemparkan pedangnya ke arah tubuh pengikut Ratu parasit yang hendak menolong Ratu parasit dari serangan Ze dan pedang itu tepat mengenai punggung kirinya menembus hingga dada kirinya membuat dia memekik kesakitan dan tumbang seketika.
"Kik... kik kik kiiiiiiik" suara rintihan dari Ratu parasit saat api sejati perlahan membakar tubuhnya.
Para pengikutnya juga berguling di lantai sambil berteriak dan merintih kesakitan.
"Akh... panas panaaaaaas tolong." banyak teriakan dari para pengikut Ratu parasit itu.
Sedangkan untuk para inangnya hanya tergeletak tiba-tiba dan tidak sadarkan diri. Zhong siu dan Chu fuo segera berdiri melihat kekacauan yang terjadi.
"Apakah sudah selesai?" tanya mereka bersamaan.
"Tampaknya sudah selesai." jawab Cheng duan melihat tubuh hangus dari beberapa orang dan orang lainnya mulai sadarkan diri.
Tubuh Ratu parasit mulai pupus dan muncul cahaya yang menghampiri Ze yang segera Ze masukkan ke dalam batu permata dari cincinnya.
"Sudah selesai." ucap Ze sambil tersenyum bahagia.
"Ambil ini." ucap Ze sambil melemparkan masing-masing sebutir pil ke arah Zhong siu dan Chu fuo yang dengan sigap ditangkap oleh mereka berdua.
"Itu adalah pil penawar segala jenis racun yang aku janjikan untuk racun pada tubuh kalian berdua. Tidak hanya untuk racun dariku, kalian akan aman dari racun lainnya selama seminggu penuh dapat dikatakan kalian kebal dari racun tujuh hari ke depan." ucap Ze.
"Terima kasih banyak nyonya." ucap mereka senang.
"Dapatkah aku tetap berada di sisi nyonya sebagai pelayan pun tidak masalah." ucap Zhong siu.
"Aku juga ingin menjadi pengikut nyonya. Hidup sebagai pembunuh bayaran bukanlah keinginan aku selama ini. Sesungguhnya aku terpaksa tapi, semenjak nyonya mengeluarkan ulat parasit dari tubuhku, serangga pemakan hati yang ada di dalam tubuhku juga keluar saat itu aku menyadari itu." jelas Chu fuo.
"Tanpa mereka jelaskan mengenai ulat itu aku sudah percaya pada kalian setelah menyadari tidak ada lagi serangga pemakan hati dalam tubuhku."tambahnya.
__ADS_1
" Mengenai ini aku tidak bisa memutuskan untuk saat ini. Kalian, mengapa tidak mencoba bekerja pada kaisar Beicheng atau putra mahkota saja?"tawar Ze.
"Kami masih akan berada di Kerajaan Beicheng ini untuk beberapa waktu. Kalian coba saja dulu untuk bekerja pada mereka. Saat waktunya kami akan pergi dan kalian tidak merasa nyaman bekerja pada mereka, akan kami pertimbangkan untuk menerima kalian dalam perjalanan berbahaya kami." tawar Jin hu.
"Baiklah, aku setuju." ucap Zhong siu.
"Kalau seperti itu, aku hanya bisa setuju dengan pengaturan ini." ucap Chu fuo.
Setelah beberapa saat beberapa orang yang diutus untuk membereskan tempat itu telah tiba. Ze beserta yang lain kembali ke istana Beicheng.
"Pergi ke istana dengan diam-diam dan sebar beberapa orang untuk memeriksa rumah semua pejabat istana tanpa terkecuali dan harus dengan diam-diam juga. Pastikan ada atau tidak mayat hangus serupa dengan mayat para pengikut dari Ratu parasit itu." ucap Ze pada Cheng duan.
"Kalian bantu Cheng duan memeriksa juga." ucap Ze pada Zhong siu dan Chu fuo.
"Dapatkah aku meminta sesuatu pada nyonya?" pinta Chu fuo.
"Apa itu?" tanya Ze.
"Mereka berdua adalah keluargaku. Aku.... "
"I iya....."
"Baiklah, air rendaman tempat kalian di rendam masih bisa digunakan untuk lebih dari 5 orang lagi secara bergilir dan khasiatnya masih sama. Pergilah ke sana bersama mereka berdua. Jika masih ada yang ingin berendam, masih bisa 3 orang lagi tambahan untuk berendam." jelas Ze.
"Terima kasih nyonya." ucap mereka bersamaan sambil bersujud di hadapan Ze.
"Tidak perlu bersujud seperti itu. Pergilah sebelum air rendaman ramuan itu ada yang menumpahkan dari bak air." ucap Ze dan mereka segera pergi.
"Mereka semua orang yang dapat diandalkan jika seseorang dapat mendapatkan kepercayaan mereka." ucap Jin hu.
"Itulah sebabnya kita menginginkan mereka mengikuti Huo nan bukan? Huo nan membutuhkan orang-orang seperti mereka di sisinya saat kita meninggalkan dia di sini untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang putra mahkota calon kaisar berikutnya dari Kerajaan Beicheng ini." ucap Ze.
__ADS_1
"Istriku memang yang paling pintar dan sangat mengerti jalan pikiranku." puji Jin hu.
"Sudahlah, kita harus bergegas kembali ke istana. Sudah hampir tiba saatnya untuk paman Rui menjalani terapi lagi. Aku berharap paman Rui dapat segera pulih karena kita harus bergegas menangani masalah lainnya yang sudah tertunda cukup lama." ucap Ze.
Mereka akhirnya kembali ke istana berdua karena yang lain sudah pergi menjalankan tugas mereka.
"Mengapa kakak ipar membuat aku tertidur sangat lama?" tanya Huo nan yang sudah bangun saat Ze dan Jin hu tiba di istana.
"Kau tidak akan tidur dengan benar jika aku tidak memberikan pil tidur padamu. Apa yang kau risau kan tidak akan menjadi lebih baik dengan memaksakan diri. Kau justru akan memperkeruh keadaan jika kau tumbang karena kelelahan." ucap Ze.
"Terima kasih kakak ipar. Kau telah banyak membantu dan masih memikirkan keadaanku." ucap Huo nan tulus.
"Sama seperti yang paman Rui katakan sebelumnya, tidak perlu terus menerus mengatakan terima kasih pada keluarga." ucap Ze.
"Benarkan paman Rui?" tanyanya sambil melihat ke arah kaisar Beicheng.
Ya, mereka saat ini sedang berada di kamar kaisar Beicheng. Ze bergegas ke kamar Kaisar Beicheng saat tiba di dalam istana yang ternyata Huo nan sudah ada di dalam sana menunggui ayahnya.
"Benar." jawab kaisar Beicheng.
"Kini saatnya untuk melakukan sedikit terapi pada syaraf paman Rui lagi." ucap Ze.
"Kali ini aku akan melakukan akupuntur untuk merangsang syaraf-syaraf pada lengan paman Rui agar dapat terhubung dengan baik." ucap Ze.
"Lakukan apa yang harus kau lakukan. kau tabibnya di sini, tentu kau yang lebih tahu apa yang dibutuhkan." ucap kaisar Beicheng.
Ze mengangguk lalu mengeluarkan set jarum akupuntur dari cincin penyimpanan miliknya. Ze sengaja menaruh banyak barang yang kemungkinan dia akan butuhkan di dalam cincin penyimpanan miliknya untuk mengurangi resiko batu dimensi miliknya akan terekspos.
"Apakah paman Rui sudah siap?" tanya Ze dan hanya dijawab anggukan oleh Kaisar Beicheng.
"Kau sebaiknya mengurus masalah yang lain di luar sana. Aku sudah mengutus Cheng duan dan beberapa orang lain untuk memata-matai beberapa orang. Untuk lebih jelasnya kau minta saja Cheng duan yang bercerita." ucap Ze pada Huo nan.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak setelah selesai membaca✌
salam hangat dan sayang dari author😘