
Aku dapat membayangkan bagaimana wajah murka dari kaisar angkuh itu. Ha ha ha ha." ucap Huo nan.
"Sekarang aku ingin istirahat, kalian bisa melakukan semua tanpa aku. Ingat, jika tidak ada jawaban hingga besok pagi maka kalian harus menyerang lebih dulu. Aku harus peringatkan pada kalian agar menghindari korban dari warga yang tidak bersalah." ucap Ze.
"Baik kakak ipar, kalian bertiga dapat beristirahat saja. Aku akan memerintahkan kepada pelayan untuk menyiapkan tempat yang nyaman untuk kalian." ucap Huo nan.
"Huo nan, sebaiknya kau membawa para serigala dan mereka berdua ke perbatasan. Mengingat perlakuan Doju dan ancaman dari mu, kaisar angkuh seperti dirinya pasti sangat murka dan tidak akan menunggu pagi tiba untuk membalas rasa malu yang dia terima." ucap Jin hu.
"Apa yang kak Jin hu katakan ada benarnya juga. Kau bersiaplah untuk menyambut kedatangan mereka yang akan mengantarkan nyawa mereka sendiri. Bawa pasukan prajurit untuk mengamankan penduduk perbatasan agar tidak ada yang terluka." ucap Ze.
"Baik kakak ipar, kakak ke 2 aku akan lakukan sesuai petunjuk kalian." ucap Huo nan.
...----------------...
Di istana kerajaan Xin
Kaisar Yue segera membaca surat yang dilemparkan tepat di wajahnya oleh burung nuri kecil yang tidak berhasil bawahnya tangkap.
Isi surat dari Huo nan
Terima kasih atas tawaran yang memberatkan kerajaan Beicheng ini. Tapi, dengan sangat terpaksa kalian harus terima bahwa aku sebagai putra mahkota kerajaan Beicheng menolak tegas usulan itu.
Sebagai gantinya, karena kerajaan Xin telah dengan tidak sopan menekan dan meremehkan kerajaan Beicheng, hanya ada 2 pilihan untuk kerajaan Xin. pertama adalah melepaskan desa di sekitar perbatasan hingga mencapai 30 persen wilayah kekuasaan yang merupakan wilayah kerajaan Xin menjadi wilayah kerajaan Beicheng. Kedua bersiap untuk berperang melawan kerajaan Beicheng.
Batas waktu berpikir hanya sampai besok pagi. Jika sampai batas waktu kalian tidak menjawab maka aku anggap pilihan kedua adalah yang kalian pilih.
"Brak...." Kaisar Yue menggebrak meja sangking emosinya karena menganggap Huo nan telah meremehkan dirinya dan kerajaannya.
"Kurang ajar....!" serunya penuh emosi.
Aura membunuh yang kuat keluar dari dirinya membuat bawahnya menggigil ketakutan. Mereka menunggu apa yang akan kaisar mereka sampaikan tanpa berani berkomentar.
__ADS_1
"Panggil panglima perang Ling hua gu ke sini." ucap kaisar Yue.
"Baik yang mulia kaisar." saut salah satu kasim lalu segera pergi dari ruangan yang seolah tipis akan kandungan oksigen sehingga membuat mereka yang berada di dalam kesulitan untuk menghirup udara.
"Panglima besar Ling hua gu datang menghadap yang mulia kaisar." ucap penjaga memberikan pengumuman kedatangan panglima besar kerajaan mereka yang terkenal kuat dan tanpa ampun itu.
"Siapkan seluruh pasukan yang kita miliki sekarang juga lalu bergegas menuju perbatasan kerajaan Beicheng. Aku ingin kerajaan kecil dengan putra mahkota yang kurang ajar itu rata dengan tanah malam ini juga." perintah mutlak dari kaisar Yue sebelum panglima Ling hua gu mengatakan apapun.
"Sesuai perintah baginda kaisar, panglima ini akan melaksanakan." ucap panglima Ling hua gu.
"Tidak perlu basa basi lagi. Pergilah sekarang juga untuk mempersiapkan segalanya. Aku akan ikut menjadi penonton. Akan aku saksikan sendiri bagaimana putra mahkota bodoh itu hancur karena keangkuhan yang dia miliki." ucap kaisar Yue.
Sesuai prediksi Jin hu, pasukan kaisar Xin sudah tiba di perbatasan untuk menyerbu lebih dulu karena murka telah dipermalukan dan diremehkan.
Di perbatasan Huonan berdiri seorang diri dengan seekor ular dan burungkecil di lengan dan pundaknya. Melihat burung itu kaisar Yue sangat murka.
"Kau hanya seorang diri ingin menghadapi kami semua? Apakah karena kau terlalu percaya diri akan menang atau prajurit yang kau miliki tidak ada yang ingin maju dan mati konyol karena melawan kami?" tanya kaisar Yue dengan nada angkuh.
"Heh, menghadapi kalian mengapa prajurit kerajaan Beicheng harus takut? Kau lihat dulu apa yang ada di belakang putra mahkota yang kau remehkan ini." jawab Huo nan.
"Bagaimana bisa kau mengganti prajurit dengan hewan roh suci? Ini curang namanya." ucap kaisar Yue.
"Apakah menyerbu diam-diam kerajaan Beicheng bukan curang? Kerajaan kami tidak pernah menyinggung kalian tapi kalian mencari masalah dengan kami. Kami diam tanpa berusaha untuk berebut wilayah kekuasaan dengan kerajaan lain bukan berarti kami lemah. Kami hanya tidak ingin menjadi serakah." ucap Huo nan.
"Sekarang kau pasti sudah ketakutan bukan kaisar Yue?" tanya Huo nan dengan nada ejekan.
"Negeri Xin bukanlah tempatnya para pengecut. Serang mereka...." ucap kaisar Yue dengan dipenuhi emosi.
Para prajurit dengan terpaksa maju dengan pedang/ tombak dan perisai di tangan mereka. Para serigala dengan segera menerjang ke arah mereka semua.
Pertarungan antara prajurit dengan serigala tampak sangat menegangkan. Prajurit negeri Xin memang tidak bisa diremehkan, mereka dengan sekuat tenaga melawan para serigala.
__ADS_1
"Sepertinya ini giliran kalian untukmembantu." ucap Huo nan pada ular api dan Doju melihat para prajurit yang masih semangat melawan serigala.
Huo nan menurunkan ular api lalu mundur dari sana. Ular api segera merubah wujudnya menjadi wujud aslinya yaitu ular raksasa yang menyeramkan. Doju terbang ke atas lalu merubah wujudnya menjadi burung phoenix raja. Melihat ular raksasa para prajurit mundur dengan ketakutan.
Keberanian mereka sirna seketika dan dengan konyolnya mereka lari mundur bahkan saling tabrak karena ketakutan.
Ular api melihat raja Yue yang hendak kabur lalu menghentikan langkahnya dengan satu belitan di pinggang pria itu.
"Sekarang siapa yang ditinggalkan oleh prajuritnya?" tanya Huo nan mengejek.
"Kau hanya berani karena memiliki hewan roh yang kuat. Lawan aku dengan jantan jika kau berani." tantang kaisar Yue.
Kaisar Yue telah mencapai tingkat langit akhir sehingga sangat yakin bahwa Huo nan tidak akan mampu mengalahkan dirinya. Dia pikir selama dia dapat memb*nuh Huo nan dalam duel mereka, dia dapat memiliki hewan roh yang dia kira milik Huo nan.
:Oh, ingin melawan aku dengan kemampuan yang tidak seberapa yang kau miliki? Apakah pantas? " tanya Huo nan datar.
"Kenapa? Apakah kau takut melawan kaisar ini tanpa bantuan hewan roh ini? Pengecut." pancing kaisar Yue.
"Takut? Aku memang takut." jawab Huo nan membuat kaisar Yue terbelalak tidak percaya bahwa Huo nan akan mengakui kelemahannya begitu saja tanpa menghiraukan hinaan darinya.
"Aku takut akan disebut seorang jahat yang menindas orang lemah." sambung Huo nan membuat kaisar itu kesal sekaligus senang.
Kesal karena disebut lemah tapi senang karena dengan begitu dia memiliki kesempatan untuk melawan Huo nan secara langsung dan dapat memb*nuh Huo nan dalam duel mereka.
"Jika tidak takut tunggu apa lagi? Jangan banyak alasan segera lawan aku satu lawan satu." tantang kaisar Yue dengan senyum licik mengabaikan bahwadirinya sedang dalam belitan ular api.
Dia sadar bahwa akan percuma saja berusaha melepaskan diri dari belitan ular api yang kuat itu. Sehingga, dia memaksa agar Huo nan terpancing untuk membuat ular api melepaskan dirinya agar dapat melakukan duel yang dia yakini akan dengan mudah dia menangkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yuhuuu author up dini hari apakah ada yang sadar lebih awal🤣🤣🤣
__ADS_1
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak dan dukungan kepada author. Up butuh energi lebih untuk berpikir jadi beri dukungan agar author memiliki semangat untuk up.
Selamat membaca 😊