Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Extra part 5 Perjalanan roh Ze


__ADS_3

Ze tiba-tiba berada di sebuah ruangan yang tampak modern. Di sekeliling ruangan itu tampak dinding yang berhiaskan beberapa bingkai foto. Salah satunya adalah foto dirinya saat masih kecil bersama keluarganya.


Dalam foto itu terlihat wajah polos dirinya yang ceria. Sedangkan pada bingkai lainnya, terlihat beberapa foto anak kecil sepertinya anak kembar emas karena keduanya walaupun berbeda jenis kelamin tapi wajahnya cukup mirip.


Bahkan ada foto bayi kembar yang sepertinya foto bayi keduanya. Mata Ze akhirnya fokus pada foto pasangan yang cukup besar.


"Bukankah itu Jo? Itu artinya, dia sudah hidup bahagia sesuai harapanku?" ucap Ze melihat wajah tersenyum sang adik dalam foto keluarga yang beranggotakan Jo, istri dan kedua anaknya.


"Ya, dia sudah bahagia." tiba-tiba sang penjaga muncul di sebelahnya dan menjawab pertanyaan Ze.


"Bukankah kau sudah tidak memiliki beban lagi di tempat ini setelah memastikan dirinya sudah bahagia?" tanya sang penjaga sambil menatap wajah haru Ze.


Ze hanya mengangguk sambil terus menatap foto sang adik yang memancarkan kebahagiaan.


"Apakah aku bisa bertanya?" tanya Ze.


"Selagi aku memiliki jawaban dari pertanyaan yang kau miliki, akan aku jawab." jawab sang penjaga.


"Bagaimana dengan saudaraku yang lain?" tanya Ze yang sudah mengalihkan tatapan dari foto sang adik ke arah sang penjaga.


"Maksud mu, dua kembar yang menemani adik mu?" tanya sang penjaga balik.


"Ya." jawab Ze.


"Walaupun salah satu dari mereka masih merindukan dirimu, mereka sudah mulai menjalani hidup dengan bahagia." jawab sang penjaga.


Tiba-tiba mereka menghilang dari tempat itu dan muncul di tempat yang berbeda. Di tempat itu Ze melihat keluarganya di kerajaan atas awan.


Ze melihat ada dua orang anak cewek dan cowok sedang bermain bersama. Terlihat keluarganya lengkap ada di sana kecuali dia dan Jin hu. Mereka tampak tertawa bahagia melihat tingkah menggemaskan dua anak yang sepertinya baru berumur 3 tahun itu.


"Siapa anak-anak itu? Wajah mereka mirip....." Ze tidak meneruskan ucapannya.


Matanya mulai berkaca-kaca menatap dua anak kecil menggemaskan itu. Dia menatap ke arah sang penjaga.


"Apakah mereka......

__ADS_1


"Ya, mereka putra dan putri mu dan Jin hu." sela sang penjaga yang tahu apa yang akan Ze tanyakan.


"Mereka selamat, syukurlah." ucap Ze penuh haru.


Air mata bahagia tak mampu dia bendung lagi melihat kedua anaknya yang tampak lincah bergerak dalam pengawasan ibu dan nenek Ze.


"Jika aku di sini dalam keadaan seperti ini, apakah artinya aku sudah......" Ze tidak berani meneruskan ucapannya.


Dia masih ingin memeluk kedua buah hatinya walaupun hanya sekali. Jika dia sudah tiada, maka harapan itu hanya tinggal harapan saja.


"Tidak, kau hanya tidak berada dalam tubuhmu karena tubuhmu saat ini sangat lemah. Tapi tenang, kau akan kembali pulih dan dapat bertemu dengan mereka semua nanti." jawab sang penjaga.


Mendengar jawaban sang penjaga, Ze bernapas lega. Di tatapnya wajah ceria buah hatinya itu penuh haru.


"Kau harus segera kembali ke tempat di mana tubuhmu berada. Kau tidak boleh terlalu lama jauh dari tubuhmu jika tidak ingin hal buruk terjadi pada tubuhmu." ucap sang penjaga.


Mereka berdua akhirnya kembali menghilang dan muncul di sebuah ruangan yang sangat megah dan mewah. Di tengah ruangan itu tampak tubuh lemah Ze yang terbaring dengan sang suami yang duduk di sampingnya.


Jin hu tampak menggenggam erat tangan Ze. Tidak lama seorang pemuda datang membawa sebuah wadah dan kain. Jin hu segera mengambil wadah dan kain itu lalu memerintahkan pada si pemuda untuk keluar dan menutup pintu.


"Cup, segeralah bangun sayang. Tidakkah kau kasihan pada suamimu ini yang sangat merindukan suara tawa dan sikap manjamu? Tidakkah kau ingin melihat anak-anak kita di istana atas awan?" ucap Jin hu setelah mengecup lama kening sang istri.


Tidak bosan-bosan dia terus mengajak sang istri berbicara berharap suatu saat akan ada sahutan dari sang istri tercinta.


"Selamat malam sayang. Semoga esok kau akan membuka mata dan menyapaku penuh cinta." ucap Jin hu yang sudah naik ke atas tempat tidur di sebelah sang istri dan bersiap akan tidur.


Tidak lupa dia mengecup kening sang istri lalu memeluk tubuh mungil itu. Jin hu tidak akan bisa tidur jika tidak memeluk tubuh mungil itu dan menghirup aroma tubuh sang istri.


Melihat itu Ze tersenyum dengan air mata haru membasahi pipinya.


"Setelah kau membuka mata nanti, kau harus berlatih lebih giat karena lawan yang akan mengancam dirimu jauh lebih kuat seiring terkuaknya jati diri suamimu itu." ucap sang penjaga.


"Mumpung tubuhmu masih lemah, kau masuklah dulu ke ruang dimensi tempat Rongsu berada untuk memperkuat rohmu dengan berlatih kultivasi roh di sana." tambahnya.


"Rongsu?" beo Ze yang tidak kenal siapa Rongsu yang sang penjaga maksud.

__ADS_1


"Ya, Rongsu atau kau sering memanggilnya dengan nama Silla." jawab sang penjaga.


"Oh, nama aslinya Rongsu?" tanya Ze.


"Ya, nama aslinya Rongsu dan dia adalah hewan roh dewa awalnya." jawab sang penjaga.


"Segera masuk ke dalam ruang batu dimensi itu lalu berkultivasi. Semoga kultivasi roh milikmu bisa mencapai tahap sempurna saat tubuhmu pulih nanti." ucap sang penjaga.


Ze segera mengikuti ucap sang penjaga. Di dalam batu dimensi itu Silla juga roh pedang menyapanya.


"Akhirnya kau kembali juga kedalam dimensi ini." ucap Silla.


"Kalian dapat melihat aku?" tanya Ze.


"Kami berdua hanya roh atau jiwa tanpa tubuh sekarang. Jadi, sudah tentu dapat melihat rohmu saat ini." jawab roh pedang.


"Oh." hanya itu tanggapan Ze.


"Segeralah berkultivasi. Sangat susah bagi sang penjaga menemukan rohmu dan mengarahkan dirimu ke dalam dimensi ini." ucap roh pedang.


"Jangan sia-siakan usaha sang penjaga menemukan rohmu itu dengan hanya membuang waktu." tambahnya lagi.


"Bertapalah di bawah pohon jiwa." saran Silla.


Ze segera bertapa di bawah pohon jiwa sesuai ucapan Silla. Sedangkan dua jiwa itu hanya diam mengamati roh Ze yang sudah mulai fokus itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ze kembali menyapa para pembaca yang sudah mendukung novel "pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas" ini dari awal.


Author sangat terharu dan bangga karena masih banyak pembaca yang setia menunggu up episode baru dari kisah Ze.


Author juga ingin mengucapkan banyak terima kasih atas segala do'a baik yang kalian panjatkan untuk author.


Salam sayang

__ADS_1


Author


__ADS_2