Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Dua puluh satu


__ADS_3

Ze meraih kantong penyimpanan yang terletak di pinggangnya lalu mengeluarkan dua pil berwarna kuning keemasan dari dalam kantong itu.


"Berikan ini padanya." ucap Ze lalu memberikan sebutir pil itu pada Zili.


Zili segera meraih pil yang Ze berikan.


"Terima kasih putri." ucap Zili.


Ze segera membantu Jin hu agar dapat menelan pil dengan menghancurkan pil menjadi serbuk karena akan sulit bagi Jin hu untuk menelan pil dalam bentuk utuh untuk keadaannya sekarang. Ze memasukkan serbuk pil ke dalam mulut Jin hu lalu memberikan air untuk mempermudah Jin hu menelan serbuk pil-nya.


Melihat itu Zili segera mengikuti apa yang Ze lakukan. Zili juga ikut menghancurkan pil menjadi serbuk dan segera memberikan pada Dujo.


"Sebenarnya apa yang terjadi di luar sini saat aku bertapa?" tanya Ze.


"Karena putri mencapai tingkat kultivasi yang sangat tinggi yang bahkan ras dunia atas jarang dapat raih, pencapaian putri sukses membuat kaum ras dunia atas tidak terima dan berencana menggagalkan atau bahkan menghancurkan pencapaian putri." jawab Zili.


"Kami berkumpul di sini untuk mencegah mereka mengganggu pencapaian putri dan terjadilah pertarungan sengit antara kami dan mereka yang berdatangan satu per satu untuk menghancurkan pencapaian putri." tambahnya.


"Aku paham sekarang." ucap Ze sembari mengangguk.


"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Ze pada Hui tu yang mendekat ke arahnya.


"Aku baik-baik saja." jawab Hui tu.


"Bagaimana dengan paman Rui jika kau ada di sini?" tanya Ze khawatir.


"Kau tidak perlu khawatir, aku sudah menyuruh Wen yuan dan Liu yu untuk menjaga beliau sebelum kami ke hutan ini. Kami memilih hutan ini untuk menghindari korban dari penghuni istana juga rakyat sekitar istana jika harus bertarung di dalam istana." jawab Hui tu.


"Syukurlah, keamanan dari paman Rui saat ini sangat penting karena ada beberapa pihak yang menginginkan beliau untuk celaka." ucap Ze.


"Ya kau memang benar. Selama menjaga beliau aku sudah beberapa kali mendapati orang-orang yang diutus untuk mencelakai beliau." saut Hui tu.


"Bantu aku untuk membawa Jin hu ke dalam batu dimensi agar dapat memulihkan tenaganya di dalam sana." pinta Ze pada Hui tu.


"Baik." jawab Hui tu.

__ADS_1


"Sebaiknya temanmu itu di bawa ke dalam batu dimensi juga untuk memulihkan tenaganya." ucap Ze pada Zili.


"Baik putri." saut Zili.


Ze segera memapah Jin hu dan Hui tu membantu memapah Jin hu di sisi lain tubuh Jin hu. Suho memapah Dujo mengikuti langkah Ze. Sebelum masuk ke dalam batu dimensi Ze teringat sesuatu dan segera berhenti.


"Mereka tidak terikat dengan aku sebaiknya meminum pil penawar segala racun untuk menghindari kemungkinan mereka terluka di dalam batu dimensi." ucap Ze pada Zili sembari memberikan pil yang dia maksud.


"Tidak masalah putri, kami hanya membutuhkan ijin dari si pemilik batu dimensi untuk dapat masuk ke dalam batu dimensi. Tidak seperti manusia yang membutuhkan pil penawar segala racun untuk masuk." ucap Zili.


"Oh, baik kalau begitu ayo kita masuk." ucap Ze dan mereka segera masuk ke dalam batu dimensi.


"Tuan." sambut ular api saat melihat Ze masuk ke dalam batu dimensi.


"Bagaimana keadaan cece?" tanya Ze.


"Sudah lebih baik tuan." jawab Ular api.


"Apakah kau terluka juga?" tanya Ze.


"Aku baik-baik saja tuan." jawab ular api.


"Telan ini dan bersiaplah untuk pemulihan energi dalam tubuhmu." ucap Ze.


Dengan lemah Jin hu menerima dan segera menelan pil pemberian Ze lalu segera memperbaiki posisinya menjadi duduk bersila untuk bertapa. Ze mengarahkan tenaga dalamnya pada Jin hu melalui telapak tangannya yang dia arahkan pada punggung Jin hu.


"Tetaplah di sini hingga kondisimu pulih. Aku harus segera keluar untuk melihat keadaan Huo nan karena aku takut musuhnya sudah mulai beraksi lagi." ucap Ze tanpa dijawab oleh Jin hu karena dia sudah mulai fokus dengan tapanya.


"Tolong bantu aku untuk menjaga suamiku." ucap Ze pada ular api.


"Dengan senang hati tuan." saut ular api.


"Terima kasih." ucap Ze dengan senyuman.


"Tidak perlu sungkan tuan, itu adalah tugasku untuk melakukan segala keinginan tuan." ucap ular api.

__ADS_1


"Kau di sini untuk memantau keadaan Dujo. Aku harus membantu putri di luar sana." ucap Zili pada Suho.


"Tapi....... "


"Aku akan baik-baik saja. Lawan mereka adalah ras manusia bukan ras atas jadi tidak perlu khawatir." ucap Zili.


"Baik pangeran." ucap Suho.


Mereka Ze, Hui tu, dan Zili segera melangkah ke luar dari batu dimensi. Setelah keluar mereka segera kembali ke istana Beicheng.


"Kalian segera cari keberadaan Huo nan dan pastikan dia baik-baik saja. Aku harus memeriksa keadaan paman Rui dulu." ucap Ze dan di angguki oleh Hui tu dan Zili.


"semoga saja paman Rui baik-baik saja." gumam Ze.


"Aku tidak tahu apa yang akan aku katakan pada Huo nan jika terjadi sesuatu pada paman Rui." gumamnya lagi.


Ze memasuki kamar dan melihat kondisi kaisar Beicheng yang terduduk di lantai sambil memegang dadanya.


"Paman Rui....!" seru Ze lalu segera membantu kaisar Beicheng untuk kembali ke tempat tidurnya.


Ze tanpa sengaja melihat dada kaisar Beicheng dan melihat noda hitam di kulit dada pria tua itu. Ze menyingkap baju kaisar Beicheng dan melihat noda hitam itu berbentuk telapak tangan utuh.


"Tapak racun?" ucap Ze.


"Telan pil ini segera paman Rui." ucap Ze sambil menyerahkan pil penawar segala racun pada kaisar Beicheng.


Ze menangkap dengar suara orang yang sedang bertarung tidak jauh dari tempatnya saat ini. Ze segera membuat tabir pelindung di sekitar kaisar Beicheng.


Ze merasakan kekuatan aneh di sekitarnya dan merasakan kehadiran seseorang namun tidak melihat siapapun.


"Apa pun yang terjadi nanti jangan keluar dari lingkaran tabir ini. Siapa pun yang datang dan meminta paman menghampirinya jangan lakukan. Jika itu aku yang datang maka aku akan menghilangkan tabir ini jika tidak mampu menghilangkan tabir pelindung ini maka orang itu bukan aku." ucap Ze.


"Aku akan lakukan sesuai ucapan mu." ucap kaisar Beicheng.


"Huo nan dijaga dengan baik oleh dua orang yang sangat tangguh. Jadi, jangan percaya jika melihat orang yang menyerupai dirinya terluka." ucap Ze.

__ADS_1


Kaisar Beicheng hanya mengangguk bingung menanggapi pernyataan Ze. Ze menyentuh punggung kaisar Beicheng lalu tersenyum.


"Aku harus membantu Wen yuan dan Liu yu. Orang yang mereka lawan bukan tandingan mereka." ucap Ze lalu segera pergi dari tempat itu keluar dari jendela menuju asal suara.


__ADS_2