
Liu ku dan Jin hu berjalan bersama menuju ruang persidangan sambil membahas beberapa hal hingga sampai di ruang persidangan.
"Apakah ayah, ular api atau Hui tu menemukan sesuatu?" tanya Jin hu.
"Dari informasi yang dapat kami kumpulkan, kami menyimpulkan bahwa kematian tuan keluarga Lin dan kepergian keluarga Gong dari negeri atas awan ini ada hubungannya. Untuk lebih jelasnya kita harus menunggu kabar dari Hui tu dan ular api." jawab Liu ku.
"Kemana mereka pergi dan kenapa harus menunggu kabar dari mereka, ayah?" tanya Jin hu.
"Mereka mencari informasi dari tempat orang-orang yang dibuang di tempat pengasingan dari negeri ini dan satu tempat lagi yang kemungkinan merupakan tempat komplotan atau kaki tangan para penghianat kerajaan ini." jawab Liu ku.
"Bagaimana mereka bisa mendapatkan informasi tempat mereka bersembunyi dengan mudah?" tanya Jin hu.
"Kami memiliki cara tersendiri dan itu rahasia." jawab Liu ku.
"Tidak mungkin aku mengatakan bahwa aku juga Hui tu dapat mendengar suara hati atau apapun yang orang lain pikirkan bukan. Bisa-bisa dia akan waspada dengan apapun yang dia pikirkan di dekatku dan itu akan menyusahkan aku mengetahui jika dia mencurangi putriku di masa depan." batin Liu ku.
Mereka berjalan memasuki ruang pengadilan yang sesuai perkiraan mereka bahwa para pejabat yang dipanggil untuk mengikuti sidang telah berkumpul semua. Di sana juga sudah ada tuan besar Shi, dua master Tang dan Liu ku.
Mereka semua berdiri menyambut kedatangan Raja mereka setelah mendengar pengumuman kedatangan Jin hu.
Jin hu duduk di kursinya dan memberikan aba-aba agar semua duduk dan segera mereka semua kembali duduk di tempat masing-masing.
"Langsung saja pada intinya. Aku pikir kalian semua tahu tujuan diadakannya rapat ini." ucap Jin hu.
"Sebenarnya kami tidak tahu yang mulia Raja, kami hanya tahu kami harus menghadiri pertemuan di tempat ini sekarang." Saut seorang bernama Guan yu yang merupakan panglima besar yang dipercaya oleh Jin hu menjaga keamanan negeri atas awan.
"Apakah itu untuk membahas undangan Raja negeri Kai untuk kompetisi alkemis beberapa hari nanti?" tanya Jeong nam.
"Ya kakek Shi, itu salah satu yang akan dibahas dalam pertemuan hari ini." jawab Jin hu.
__ADS_1
"Apakah kita akan menunjuk salah satu dari alkemis yang kita miliki untuk mengikuti kompetisi itu, yang mulia Raja?" tanya Guan yu.
"Aku telah memilih seorang dan kalian tidak perlu tahu siapa orang itu. Aku hanya ingin sebelum kami berangkat masalah yang lainnya sudah selesai diurus." jawab Jin hu.
"Masalah apa yang anda maksud yang mulia Raja?" tanya seorang bernama Duan xi yang merupakan salah satu Mentri di istana negeri atas awan.
"Tabir pelindung negeri ini adalah kekuatan dari negeri atas awan ini. Tentu kalian tahu itu dan tahu apa yang menjadikan tabir pelindung kuat dan apa pula yang membuatnya lemah bukan?" tanya Jin hu.
"Tentu yang mulia Raja." jawab Guan yu.
"Apakah tujuan pertemuan ini adalah untuk mencari tahu mengapa tabir pelindung bisa melemah yang mulia Raja?" tanya pria bernama Kui xian yang merupakan salah satu menteri di istana atas awan.
"Hm." jawab Jin hu sambil mengangguk.
"Selain itu aku juga ingin menunjuk seseorang yang akan menggantikan posisi tetua Fu yang telah tiada." ucap Jin hu.
"Untuk itu aku belum menentukan apakah salah satu dari kalian atau akan menunjuk orang lain." jawab Jin hu.
"Kita harus menunggu kedatangan orang yang aku utus untuk mencari kebenaran tentang siapa yang harus disingkirkan dari istana ini dan siapa yang bisa dipertahankan." tambah Jin hu.
"Maksud yang mulia Raja, anda berniat untuk mencopot jabatan salah satu dari kami?" tanya tetua Hu.
"Ya, dan bagi yang terbukti bersalah akan aku buat mereka menyesal karena telah hidup di dunia ini." jawab Jin hu membuat beberapa orang menelan ludahnya.
Tidak lama setelah itu penjaga di luar melaporkan kedatangan Hui tu dan ular api yang membawa beberapa orang bersamanya. Jin hu memerintahkan untuk membiarkan mereka masuk. Hui tu dan ular api masuk dengan menyeret beberapa orang yang tangannya terikat dengan satu tali yang saling terhubung.
Kepala mereka semua ditutup dengan kain hitam sehingga tidak ada yang bisa mengenali mereka. Beberapa orang sudah berkeringat dingin karena cemas melihat pakaian yang dikenakan orang-orang yang Hui tu dan ular api bawa.
"Itu bukan mereka bukan? Aku mohon bukan mereka." batin seseorang.
__ADS_1
"Apakah ini akhir dari segalanya?" batin yang lainnya.
Tanpa disadari siapapun dan tidak diduga sama sekali dengan Jin hu, seseorang yang tidak menunjukkan dirinya sebagai seorang yang pantas dicurigai tengah menggenggam tangan kuat karena gugup. Dia memikirkan bagaimana cara menyingkirkan orang-orang yang berhasil Hui tu bawa sebelum orang itu mengatakan rahasia dirinya.
"Mengapa orang-orang bodoh itu dapat tertangkap oleh mereka? Aku harus bagaimana mengatasi ini?" batin orang itu.
"Ini bukan saat yang tepat untuk rahasiaku terbongkar. Mengapa semua ini terjadi disaat rencana yang aku susun dengan rapi dan hampir berhasil? Mengapa orang-orang itu tidak mencari persembunyian yang betul-betul aman sebelum semua rencana ku berhasil?" batin orang itu geram.
"Selangkah lagi aku sudah dapat menjadi penguasa dari tempat ini dan menyingkirkan Jin hu itu selamanya. Mengapa mereka harus mengacaukan semua." orang itu terus membatin.
Tanpa orang itu sadari ada dua orang yang dapat dengan mudah mendengar suara hatinya. Orang itu tentu Hui tu dan Liu ku, yang kini tengah tersenyum mendapat pengakuan dari dalam hati seseorang yang tentunya itu sebuah pengakuan yang jujur.
"Apakah anda mendengar dan mengenal suara siapa yang mengaku dalam hati itu?" tanya Hui tu tentunya dengan telepati pada Liu ku.
"Tentu saja aku dengar dan sangat kenal suara siapa itu. Hanya saja, aku sungguh tidak menyangka orang itu adalah dalang dari semua masalah yang ada." jawab Liu ku.
"Aku juga tidak menyangka hal ini. Bahkan mungkin Ze pun tidak akan mencurigai dia sedikitpun." ucap Hui tu.
"Dia sangat mahir bermain peran bijaksana dan tanpa hasrat kekuasaan." ucap Liu ku.
Siapa orang yang Hui tu dan Liu ku maksud?
Apakah semua akan terbongkar?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon maaf karena kesibukan author, selama beberapa hari ini novel kesayangan kita ini tidak up.
selamat membaca dan semoga hari kalian menyenangkan.
__ADS_1