Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Dua puluh enam


__ADS_3

Zili tersenyum melihat reaksi Ze saat pertama membuka lembaran buku itu.


"Dari reaksi putri, aku menebak jika putri dapat membaca apa yang tertulis di dalam buku itu." tebak Zili.


Ze hanya mengangguk menanggapi ucapan Zili. Ze membaca tulisan pada buku itu terdapat 2 bahasa dengan satu arti yaitu "Hai salam kenal sesama penjelajah waktu." tulisan itu dituliskan dalam bahasa Inggris dan bahasa Latin.


Di lembar berikutnya dalam buku itu masih tetap bertuliskan dalam dua bahasa dengan kalimat yang sama artinya. Di lembar itu menuliskan siapa yang menulis dan apa tujuan dia menulis buku itu.


"Aku sangat berterimakasih jika buku ini telah sampai ke pada orang yang tepat."


"Aku adalah seorang profesor di masa depan yang meninggal karena kecelakaan di laboratorium yang membuat aku berpindah ke dalam tubuh lain di dunia lain dan waktu yang sangat berbeda."


"Aku dihukum untuk hidup sebagai sampah di dunia ini dan akan terus berpindah ke dalam tubuh sampah tanpa akhir karena kejahatan yang aku lakukan selama menjadi seorang profesor."


"Si*lnya saat sampah itu aku ubah menjadi seseorang yang sangat mampu untuk diandalkan dan dibanggakan, aku akan kembali berpindah ke dalam tubuh lain yang merupakan sampah."


"Buku ini adalah salah satu cara yang terlintas dalam benakku. Jika seseorang yang membutuhkan untuk belajar mengenai segel maka orang yang memegang buku ini akan menyerahkan padanya dan jika orang itu adalah penjelajah waktu maka kemungkinan besar dia akan mampu membaca tulisan dalam buku ini."


"Saat kau sudah mempelajari buku ini maka aku terhitung telah membantu seorang penjelajah waktu maka aku akan kembali bereinkarnasi dalam tubuh seorang yang normal."


"Selamat mempelajari segala sesuatu tentang segel gaib dan mantra segel serta cara membuka segel. Aku juga memiliki resep ramuan awet muda di akhir halaman buku ini."


"Terima kasih telah menemukan dan mempelajari buku ini."


Setelah dua halaman yang bertuliskan tentang si penulis, lembar berikutnya adalah segala sesuatu tentang ilmu segel.


Ze membaca dengan serius setiap lembar halaman buku itu sedangkan Zili dan Hui tu hanya memperhatikan setiap ekspresi Ze.


"Dimana kita dapat menemukan akar rumput jingshen, daun tanaman guang dan buah dari tanaman long sue?" tanya Ze tanpa mengalihkan tatapannya dari lembaran buku yang dia baca.


"Akar rumput jingshen aku memilikinya tapi dua yang lain aku tidak memiliki itu." ucap Zili.

__ADS_1


"tanaman guang ada banyak tumbuh di dalam gua si hui tu sedangkan untuk tanaman long sue, kau hanya bisa mendapatkan tanaman itu di dalam batu dimensi surga hewan suci." ucap Hui tu.


"Yang Hui tu katakan memang benar. Hanya itu satu-satunya tempat yang dapat ditumbuhi tanaman long sue." ucap Zili.


"Kalau seperti itu kita harus kembali ke negri Douchan. Gua Si Hui tu ada di sana dan Ming hui si pemilik batu dimensi surga hewan suci juga ada di sana." ucap Ze.


"Untuk apa semua bahan itu?" tanya Hui tu.


"Kau selalu mengatai aku gadis bodoh dan sekarang kau yang menjadi pria tua bodoh." ejek Ze.


"Apa katamu?" tanya Hui tu geram.


"Tentu saja kau sangat bodoh. Aku sedang membaca buku tentang segel dan kita sedang membahas tentang cara membuka segel sebelumnya. Maka gunanya bahan itu adalah untuk membuka segel." jelas Ze.


"Apakah itu untuk tinta yang digunakan menulis jimat segel dan pembuka segel?" tanya Hui tu.


"Hm." jawab Ze singkat karena kembali serius dengan bacaannya.


"Racun asap?" tanya Hui tu.


"Ya, tapi apa tujuan mereka?" jawab Zili.


"Hanya brandal yang tidak berguna. Mereka tidak tahu jika racun asap ini tidak berguna untuk kita." ucap Ze.


"Hm, tapi tidakkah kalian merasakan sebuah kekuatan besar yang tengah mendekat ke arah kita?" tanya Zili.


"Itu yang sedang aku waspadai saat ini." ucap Ze.


"Aku curiga jika itu ada kaitannya dengan kondisi suamimu saat ini." ucap Hui tu.


"Ya, aku juga berpikir seperti itu. Jika tujuannya memasang segel adalah untuk menghancurkan Jin hu saat dia semakin kuat, maka dia akan berusaha menghancurkan Jin hu saat ini sebelum ada yang mampu menghancurkan segel dalam tubuh Jin hu." ucap Ze.

__ADS_1


"Sebaiknya kita keluar dari kereta sekarang juga. Kekuatan itu semakin mendekat." ucap Hui tu.


Mereka segera melompat keluar dari kereta tepat saat kumpulan energi menghantam kereta tempat mereka berada sebelumnya.


Kereta hancur berkeping-keping namun beruntung karena Ze sempat memutuskan pengait kereta dari tubuh Kuda naga milik Jin hu. Sehingga hewan roh itu juga terhindar dari serangan energi itu.


"Siapa orang yang menyerang kita itu?" tanya Ze.


"Entahlah, tapi dari serangannya orang itu tampaknya sangat hebat." jawab Hui tu.


"Ya benar orang itu sangat kuat. Bahkan dari jarak sejauh itu dia mampu melepaskan energi yang sangat kuat." ucap Zili.


"Hm, energi itu sudah ada sejak beberapa saat lalu dan terus mendekat yang artinya jarak serang orang itu dari tempat ini cukup jauh." ucap Hui tu.


"Kita harus berhati-hati menghadapi orang itu." ucap Hui tu.


"Aku pikir kalau orang itu melacak keberadaan kita karena kereta milik Jin hu atau hewan suci miliknya. Sebaiknya hewan roh itu dimasukkan ke dalam batu dimensi dan diberi tabir agar orang itu tidak dapat melacak kita." saran Zili.


Ze segera melakukan apa yang Zili katakan tanpa menunggu lama lagi. Zili meraih batu dimensi milik Ze dan dia serta Hui tu segera bergerak cepat meninggalkan tempat itu.


Untuk rombongan perampok amatir yang menyerang dengan asap racun, mereka sudah lari tunggang langgang karena terkejut dengan ledakan kuat yang terjadi pada kereta milik Jin hu itu.


"Semoga dengan cara ini kita akan aman dari orang itu untuk sementara waktu. Kita tidak boleh ambil resiko dengan melawan orang itu sebelum aku mampu menghancurkan segel dari tubuh Jin hu." ucap Ze.


Hewan roh milik Jin hu itu sudah dia buat tidak sadar dan dia tutupi dengan tabir. Ze juga menyegel batu dimensi miliknya agar tidak ada yang akan merasakan kekuatan yang keluar dari dalam batu dimensi itu.


Tentu dengan mantra segel yang baru dia pelajari dari buku pemberian Zili itu.


"Ya, semoga seperti itu." saut Hui tu.


Mereka masih berlari menjauh dari tempat itu untuk menghindari orang yang menyerang mereka sebelumnya.

__ADS_1


Jangan bosan untuk memberikan dukungan untuk author agar tetap semangat meneruskan tulisannya ini ✌


__ADS_2