
"Duar..... Blar..... Akh....." Suara ledakan yang sangat besar terbentuk dari benturan kobaran api berbentuk ular raksasa dengan tabir pelindung buatan Ze.
Ular siluman juga rombongan dari keluarga Song sangat terkejut melihat serangan berbentuk kobaran api yang juga sangat kuat dari tabir pelindung itu.
Ular siluman dapat menghindari serangan utama tapi, ular siluman itu tidak menyadari adanya serangan lain dari tabir itu dan tubuhnya terhempas oleh serangan tabir pelindung itu.
"Tuan.......!" seru kelompok keluarga Song terkejut melihat tuan pelindung mereka terkena serangan.
"Tabir itu semakin kuat pula saat menerima serangan yang kuat juga." ucap ular siluman sambil memegang dadanya.
"Sebaiknya aku memulihkan tenagaku dulu dan besok aku akan kembali memikirkan cara menghancurkan tabir itu." tambahnya.
"Kalian terus awasi mereka! Aku harus memulihkan tenaga milikku dulu dan besok aku akan kembali lagi." perintah ular siluman pada anggota keluarga Song yang ada di sana.
"Baik tuan." jawab mereka serempak.
Ular siluman itu segera pergi dari tempat itu. Anggota keluarga Song saling tatap dengan wajah penuh tanya.
"Bagaimana bisa gadis itu membuat tabir yang begitu kuat?" tanya seorang dari mereka.
"Entah. Tapi, dari mana kau dapat memastikan bahwa tabir itu adalah buatan gadis itu?" jawab rekannya lalu ikut bertanya.
"Dua master di dalam sana walaupun cukup kuat, mereka masih belum cukup mampu untuk membuat tabir itu. Gadis itu walaupun pencapaiannya tidak terlihat, melihat apa yang telah dia lakukan selama kita mengawasinya, aku dapat memastikan dia mampu membuat tabir. Tapi, aku sungguh tidak menyangka akan sekuat itu." jawab yang lain.
"Riu ji benar. Pasti gadis itu yang membuat tabir itu." ucap wakil ketua Song ikut dalam percakapan itu.
"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya paman?" tanya He lu.
"Selain mengikuti apa yang orang itu katakan, apa lagi yang mampu kita lakukan? Orang sekuat orang itu saja dapat terluka tentu kita tidak akan sanggup menghadapi tabir pelindung itu." jawab wakil ketua Song.
...****************...
__ADS_1
Sementara penyerangan itu berlangsung, di dalam kediaman Liu ku mereka para murid dan guru sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing.
"Duar....." suara ledakan yang besar membuat fokus mereka buyar dan mulai beralih fokus pada asal suara.
"Suara ledakan yang lebih besar dari kemarin." gumam Tang biu hu.
Karena penasaran master Tang berjalan dengan cepat ke arah suara ledakan tadi di ikuti oleh para murid yang juga penasaran.
"Ya dewa.... Api apa itu?" seru seorang murid melihat kobaran api yang sangat besar membentuk sosok ular raksasa.
"Apakah aku tidak salah lihat, wujud dari api itu menyerupai seekor ular yang sangat besar?" tanya murid lainnya.
"Sepertinya api itu adalah bentuk energi yang sangat kuat." ucap Tang biu hu.
"Ya, dan tampaknya energi itu ditujukan untuk menyerang tabir pelindung yang melindungi kita agar mereka dapat masuk ke dalam kediaman ini." sahut Tang hui bi.
"Apakah kekuatan itu akan mampu menghancurkan tabir pelindung dari jimat segel buatan putri Ze, guru?" tanya seorang murid membuat murid yang lainnya menatap penuh tanya pada master Tang.
"Kekuatan serangan orang di luar itu sangat kuat. Aku tidak bisa memastikan bahawa mereka akan gagal atau berhasil menghancurkan segel pelindung itu." ucap Tang hui bi.
"Sebaiknya kita ikuti aturan yang telah diatur oleh Ze, si pembuat segel pelindung. Kita tidak bisa pastikan bahwa itu akan berguna atau justru mengacaukan segel pelindung itu sendiri jika kita melanggar aturan." ucap Tang hui bi.
"Kita percaya saja kalau segel pelindung itu mampu melindungi kita hingga Ze datang untuk menyingkirkan mereka nanti." tambahnya.
"Aaaaaa aaaaa." seru beberapa orang murid yang terkejut melihat kobaran api yang berbentuk ular raksasa itu seperti hendak menerkam ke arah mereka.
"Duar......" suara ledakan yang sangat besar membuat mereka semakin takut.
"Huft segelnya berhasil menangkal serangan yang sangat kuat itu." ucap lega Tang biu hu.
"Wah guru segel pelindung itu menyerang balik orang itu." seru seorang murid.
__ADS_1
"Yeah..... Segel pelindung kita berhasil menyerang balik orang itu." seru beberapa orang murid.
"Sudahlah, kembali saja pada kegiatan kalian. Orang itu tidak akan menyerang lagi untuk saat ini melihat keadaannya yang terluka. Ingat besok kalian bertugas untuk menanam segel pelindung baru." ucap Tang hui be.
"Baik guru." jawab mereka kompak dan kembali bubar kembali pada kegiatan masing-masing.
"Aku rasa untuk sementara waktu kita akan tetap aman mengingat ada banyak segel cadangan yang Ze buat." ucap Tang biu hu saat tidak ada lagi murid mereka yang berkumpul di dekatnya.
"Semoga saja memang benar seperti itu. Kita hanya sanggup berharap segel itu cukup kuat untuk menahan serangan-serangan yang mungkin akan lebih kuat lagi nantinya dan semoga Ze datang menyingkirkan mereka saat segel itu tidak lagi dapat melindungi kita." ucap Tang hui bi.
"Ya kau benar." sahut Tang biu hu.
Mereka berusaha keras untuk tetap percaya bahwa mereka akan baik-baik saja dan tidak akan ada yang mampu menembus segel pelindung buatan Ze.
...****************...
Sementara itu di dunia atas
Setelah cukup lama di dunia atas untuk mencari tahu tentang siluman ular yang menginginkan Ze, Zili akhirnya berhasil mendapatkan jawaban yang dia inginkan.
"Ternyata paman Ziong dan putranya Ziqi adalah alasan di balik kekuatan ular siluman itu. Rupanya mereka masih menginginkan tahta ayah dan lebih parahnya lagi mereka menginginkan kekuasaan atas seluruh semesta di seluruh dimensi." ucap Zili kesal.
"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya pangeran?" tanya Doju.
"Kita harus membantu putri mengatasi ular siluman itu dulu. Setelah itu baru kita akan mengatasi kedua ayah dan anak yang licik itu." jawab Zili.
"Apakah kita tidak akan memberitahu pada paduka kaisar tentang niat buruk saudaranya itu?" tanya Suho.
"Untuk saat ini sebaiknya jangan dulu. Kita tidak memiliki bukti yang kuat untuk mengungkapkan niat jahat mereka." jawab Zili.
"Apakah itu tidak akan berdampak buruk pada paduka kaisar jika beliau tidak tahu niat buruk paman juga sepupu anda itu?" tanya Suho.
__ADS_1
"Ada banyak pengawal kepercayaan yang menjaga ayahanda. Karena mereka pernah berbuat curang, ayahanda tentu tidak akan mudah kembali mereka perdaya. Jangan biarkan musuh jadi waspada karena tahu kita mengawasi mereka biarkan mereka menunjukkan wujud asli mereka sendiri pada saat nya nanti." jawab Zili.
Selamat membaca dan jangan lupa berikan dukungan pada author yang pelit ini agar tidak pelit lagi^_^