Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Kembali ke dunia bawah


__ADS_3

Ze dan Jin hu akhirnya keluar dari negeri hewan roh suci diantar oleh Zili. Suho tidak ikut mengantar karena harus menjaga Doju juga membuat alat tes racun dari umbi tanaman api neraka.


Zili mengantar mereka ke dalam gua di negeri hitam tempat Ze bertemu Ruri sebelumnya dan beruntung karena saat mereka tiba di sana ternyata Ruri sudah menunggu mereka.


Ze tersenyum manis melihat kakak angkatnya yang juga tersenyum melihatnya. Ze langsung merangkul lengan Ruri dengan manja.


"Apakah kakak sudah lama menunggu kami di sini?" tanya Ze.


"Aku baru tiba di sini dan berencana untuk menunggu beberapa saat kemudian akan menyusul ke negeri hewan roh suci jika kalian belum juga muncul." jawab Ruri.


Jangan dikira kalau Ruri adalah kakak angkat Ze, Jin hu akan membiarkan Ze bersentuhan dengannya. Jin hu segera menarik pinggang Ze dan merangkulnya agar menjauh.


"Singkirkan rasa cemburu konyol itu. Dia kakakku jika kau lupa itu sayang." bisik Ze dengan nada yang sedikit kesal.


"Kalian hanya saudara angkat dan dia itu tetaplah seorang lelaki jika kau lupa juga istriku sayang." jawab Jin hu juga berbisik.


"Oh ya kakak, ini adalah suamiku. Sebelumnya dia harus bertapa makanya tidak bertemu dengan kakak waktu kita bertemu sebelumnya." ucap Ze.


"Jin hu, suami Ze." ucap Jin hu sembari mengulurkan tangannya.


"Ruri." saut Ruri menyambut uluran tangan Jin hu.


"Bukankah ini pemuda yang ikut menjemput kamu dari dunia naga sebelumnya?" tanya Ruri sambil menatap ke arah Ze saat jabatan tangan itu terlepas.


"Ya, kakak benar. Aku juga sudah ingat semua ingatan yang telah aku lupakan sebelumnya. Tidak hanya itu, aku bertemu dengan keluarga yang sangat menyayangi aku. Kakak harus bertemu dengan mereka saat kakak bisa mengunjungi dunia bawah nanti." jawab Ze.


"Baiklah, akan kakak usahakan untuk menjumpai mereka kelak. Ini ambil yang kau butuhkan (menyerahkan botol berisi darah naga) kakak harus mengurus beberapa hal jadi tidak bisa lama di sini." ucap Ruri.


"Terima kasih kak dan maaf telah merepotkan kakak." ucap Ze tulus.


"Dasar bodoh, tidak perlu ada kata terima kasih atau maaf untuk apa yang kakakmu lakukan untukmu. Itu adalah kewajiban bagi seorang kakak melakukan apa yang adiknya inginkan." ucap Ruri.


Ruri akhirnya pamit dan Ze memeluk tubuh kakak angkatnya itu sebelum dia pergi. Jin hu hanya dapat menahan rasa cemburunya mengingat bahwa pria itu adalah penyelamat Ze sebelumnya dan Ze menyayangi pria itu sebagai keluarganya.


"Sebaiknya kita kembali ke dunia bawah segera karena semua bahan yang dibutuhkan sudah terkumpul. Tapi sayang." ucap Ze lalu memanggil Jin hu.


"Ada apa sayang?" tanya Jin hu senang pasalnya sang istri terus memanggil sayang padanya.

__ADS_1


"Aku butuh beberapa batu sejati tingkat menengah untuk memanaskan air rendaman." jawab Ze.


"Berapa banyak?" tanya Jin hu.


"Sekitar 20 sampai 50 batu." jawab Ze.


"Kalau hanya 50 batu maka akan mudah dengan menukar satu batu sejati tingkat tinggi dengan batu sejati tingkat menengah. Kita akan mendapatkan setidaknya 1000 batu sejati tingkat menengah. Atau kalau terlalu banyak kita dapat menukarkan sisa batu sejati tingkat menengah dengan beberapa bahan obat, makanan juga keping emas." jelas Jin hu.


"Aku tidak memiliki batu sejati tingkat tinggi. Aku hanya memiliki batu sejati tingkat istimewa dan istimewa tingkat tinggi." ucap Ze.


"Bukankah kau masih memiliki suamimu ini? Mengapa kau harus kesulitan memikirkan hal kecil seperti itu?" tanya Jin hu.


"Jika hanya batu sejati tingkat tinggi, suamimu masih memilikinya. Terlalu berlebihan jika kita menggunakan batu sejati tingkat istimewa untuk menukar dengan batu sejati tingkat sedang saja. Biar nanti Wen Yuan yang akan aku tugaskan untuk menukar batu sejati di pasar batu sejati." tambah Jin hu.


"Apakah kau lupa bahwa Wen Yuan dan Lui yu ada di istana atas awan?" tanya Ze.


"Ah iya, kalau begitu biar aku saja yang melakukan tugas itu." jawab Jin hu.


"Pasar batu sejati? mengapa aku belum pernah mendengar ada tempat itu?" tanya Ze.


"Itu seperti pasar pada umumnya yang juga menjual berbagai macam barang dan jasa hanya saja, ada lebih banyak pedagang batu sejati dan hampir semua jenis batu sejati ada di jual di sana hingga orang-orang menyebutnya pasar batu sejati." jelas Jin hu.


Mereka akhirnya kembali ke dunia bawah dengan bantuan Zili tentunya. Zili langsung mengantar mereka ke kediaman Ji liu ku.


"Terima kasih Zili." ucap Ze.


"Tidak perlu sungkan putri." ucap Zili.


"Karena ini bukan area istana lagi, panggil istriku dengan sebutan nyonya Jin." ucap Jin hu.


"Baik akan saya ingat." saut Zili.


"Kau sebaiknya segera kembali untuk membantu dan melindungi keluargamu di dunia atas. Ingat untuk tetap hati-hati karena kekuatan di balik mereka sangat besar dari apa yang dapat aku lihat dengan mata dewa sebelumnya." ucap Ze.


"Baik nyonya Jin." ucap Zili dan setelah itu Zili segera pergi dari tempat itu.


Ze Dan Jin hu memasuki kediaman Ji liu ku dan segera berlari ke arah ruangan master Tang berada.

__ADS_1


"Nyonya Jin." Sapa ular api dan ceri emas.


"Bagaimana keadaan guruku?" tanya Ze.


"Master Tang makin melemah dari yang kami lihat." jawab ceri emas.


"Dimana Hui tu?" tanya Ze.


"Dia pergi ke pasar batu sejati karena katanya nyonya membutuhkan beberapa batu sejati tingkat tinggi." jawab ular api.


"Dari mana dia bisa tahu bahwa aku akan memerlukan itu?" tanya Ze.


"Kami juga tidak tahu." jawab kompak ceri emas dan ular api.


"Tolong sediakan dua bak besar untuk merendam tubuh guru. Aku akan masuk ke dalam batu dimensi untuk mengambil bahan yang kurang." ucap Ze.


"Baik nyonya Jin." saut keduanya kompak lagi.


"Bisakah aku ikut ke dalam batu dimensi itu?" tanya Jin hu.


"Aku belum pernah membawa siapapun dan belum bertanya pada Silla apakah selain hewan dan tumbuhan roh, aku dapat membawa orang lain bersamaku." jawab Ze.


"Akan aku tanyakan pada Silla dan jika memang boleh kau boleh masuk bersamaku lain kali." tambah Ze.


"Baiklah aku akan tinggal di sini melakukan hal yang lain." ucap Jin hu.


"Ah, kau bantu aku mengiris tipis umbi tanaman api neraka saja." ucap Ze.


"Baiklah istriku sayang." saut Jin hu.


Ze memberikan Jin hu umbi tanaman api neraka dan segera masuk ke dalam batu dimensi saat Jin hu sudah menerima umbi itu dari tangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kalau author banyak cuap-cuap seperti ini memangnya terkesan murahan ya?


Ya sudahlah padahal hanya untuk sapa 2 para pembaca sih dan untuk ucapan love, salam sayang itu hanya agar lebih akrab aja sih gak maksud bilang love dalam artian yang beda.

__ADS_1


Love, eh gak jadi deng


selamat membaca aja deh


__ADS_2