Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Gagal lagi


__ADS_3

Saat makanan sudah di depan mulut Jin hu, tiba-tiba saja peluit yang ada di dalam baju Jin hu tepatnya di dadanya terasa panas. Jin hu menaruh kembali sendok berisi makanan itu untuk memeriksa apa yang terjadi tapi rasa panas itu tiba-tiba saja hilang.


Melihat Jin hu batal melahap makanannya putri Rou ruan menghela napas kecewa namun tetap berharap Jin hu segera melahap makanan itu. Jin hu kembali akan menyuap makanan ke dalam mulutnya dan peluit itu kembali tasasa panas membakar dadanya.


"Apakah dalam makanan ini ada sesuatu yang serupa dengan sihir? Karena tampaknya peluit ini bereaksi setiap aku ingin memakan makanan ini." batin Jin hu.


Jin hu kembali mencoba untuk mendekatkan sendok berisi makanan itu ke mulutnya untuk memastikan apakah reaksi peluit itu masih sama dan hasilnya sama saja. Jin hu memilih untuk hanya meminum air putih di depannya saja dan hasilnya masih sama. Peluit itu juga bereaksi membuat Jin hu menghela napas untuk menahan emosinya.


"Bahkan air putih pun tidak lepas dari sihir? Apakah ini ulah dari mereka?" batin Jin hu sembari melihat ke arah tamu tak diundang itu.


"Ganti semua makanan dan minuman yang ada di atas mejaku ini segera." titah Jin hu pada akhirnya.


"Baik yang mulia." saut Kasim yang berada di dalam ruangan itu.


"Ada apa Jin hu?" tanya Luo yin.


"Aku tidak suka saja nenek. Ada serangga di dalamnya." jawab Jin hu beralasan.


"Oh, kalau begitu memang tidak bisa dimakan." saut Luo yin.


"Jangan menatap mata orang yang sedang menatapmu itu." ucap Liu yu memperingati Mei yin melalui telepati karena tahu kemampuan paman Hong melalui suara hati mereka.


"Aku berbicara melalui telepati. Tidak perlu menjawab setidaknya jangan menatap mata orang itu karena dia memiliki sihir yang dapat menguasai pikiran orang lain melalui matanya." tambah Liu ku.


Liu ku sebenarnya ingin mencongkel mata pria tua itu karena menatap tidak sopan terhadap Mei yin. Namun, mengingat rencana Jin hu, dia mencoba menahan emosinya dulu. Setidaknya dia hanya mencoba menjaga Mei yin dulu selama orang tua itu masih ada di istana itu.


Sementara paman Hong hanya fokus pada Mei yin dan berharap Mei yin menatap matanya walaupun hanya sebentar, putri Rou ruan dan Raja Kai merasa kecewa karena Jin hu memilih mengganti semua makanan yang ada di atas mejanya.

__ADS_1


Putri Rou ruan bahkan ingin menangis kala itu mengetahui rencananya sudah pasti gagal lagi. Mereka selesai dengan makan bersama dan tiba saatnya Raja Kai dan yang lainnya kembali ke istana mereka.


Mereka akan pergi bertepatan saat Ze tiba di depan istana. Jin hu tersenyum bahagia melihat kedatangan istrinya dan langsung mendekati kereta untuk menyambut Ze.


Jin hu membantu Ze turun dari kereta dengan senyuman yang tidak luntur sedikitpun dari bibirnya. Melihat itu putri Rou ruan sangat kesal dan jika bisa dia ingin menerjang Ze saat itu juga agar Ze musnah dari muka bumi dan Jin hu dapat menjadi miliknya.


"Apakah perjalananmu melelahkan? Kau tidak terluka kan sayang? Apa...."


"Satu satu jika ingin bertanya sayang." sela Ze.


"Aku baik-baik saja." jawab Ze sebelum Jin hu kembali bertanya.


"Apakah ada tamu?" tanya Ze.


"Iya sayangku, mereka adalah Raja dari kerajaan Kai dan orangnya yang datang untuk mengundang kita untuk menghadiri kompetisi alkemis di kerajaannya." jawab Jin hu.


"Wajar saja kalau Jin hu itu sangat menyayangi isterinya itu. Ternyata isterinya secantik dewi. Bahkan gadis yang datang bersamanya juga tak kalah dari putriku cantiknya." batin Raja Kai.


"Apakah wanita-wanita di kerajaan ini semuanya titisan dewi kecantikan? Bahkan istri dari yang mulia ini sangat cantik melebihi kecantikan normal wanita di dunia ini." batin pengawal pribadi Raja Kai.


"Wah apakah isteri tuan Jin hu ini seorang Dewi? Pantas jika dia sangat menyayangi istrinya itu. Bahkan para selir Raja Kai tidak ada yang dapat bersaing dengan kecantikan itu." batin paman Hong.


"Aku bisa memilikinya sebagai selirku saat Jin hu berhasil bertekuk lutut di hadapan putriku. Walaupun tidak memiliki kemampuan dalam kultivasi atau alkemis jika secantik ini, dia akan menjadi selir kesayangannya milikku nantinya." batin Raja Kai lagi.


"Apakah mereka akan kembali ke istana kerajaan Kai sekarang?" tanya Hui tu dengan suara tinggi mengejutkan lamunan Raja Kai juga paman Hong dan pengawalnya.


"Kau lupa menutupi aura kecantikan milikmu gadis bodoh." tegur Hui tu pada Ze melalui telepati.

__ADS_1


"Aku lupa karena tidak berpikir bahwa akan ada tamu pria mesum seperti mereka." saut Ze.


Lalu memeluk suaminya untuk menutupi wajahnya. Jin hu yang tidak menyadari apa yang terjadi hanya menganggap istrinya sedang manja saja.


"Ada apa sayang?" tanya Jin hu.


"Aku hanya lelah." jawab Ze.


"Antar pergi tamu kita lalu antar aku kembali ke kamar untuk istirahat karena aku sangat lelah." ucap Ze


"Baik sayangku." saut Jin hu lalu mengangkat tubuh kecil istrinya.


Ze mengalungkan tangannya di leher suaminya sedangkan wajahnya disembunyikan di dada suaminya. Akan sangat aneh jika tiba-tiba saja dia menutupi aura kecantikannya dan membuat penampilan dirinya berubah seketika. Sehingga Ze memutuskan menutupi wajahnya saja.


Ze selama ini memang selain menutupi tingkat pencapaian miliknya juga menutupi aura pesona kecantikan yang dia miliki agar tidak menimbulkan masalah yang akan membuat dirinya semakin susah.


"Aku hanya bisa mengantar kalian sampai di sini saja karena istriku baru tiba dan sedang kelelahan. Aku harus mengantar dia untuk beristirahat di dalam." ucap Jin hu.


"Kecan... ah iya tidak masalah." saut Raja Kai yang hampir mengeluarkan kekagumannya terhadap kecantikan Ze.


Beruntung dia mengingat kalau Jin hu sangat protektif terhadap istrinya dan tidak ingin gagal hanya karena keceplosan dan membuat Jin hu murka.


"Bagaimana ini ayahanda? Rencana kita gagal total. Lalu, mengapa kita membiarkan kak Jin hu membawa isterinya itu sebagai tamu dalam kompetisi alkemis itu?" tanya putri Rou ruan dengan wajah sedihnya.


"Jangan bersedih sayang, kita masih ada satu cara lagi dan dengan adanya istrinya di saat itu, akan memudahkan kita dengan tujuan itu." jawab Raja Kai.


"Apa rencana kalian lagi? Apakah yakin tidak akan kembali gagal?" tanya putri Rou ruan.

__ADS_1


__ADS_2