Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Extra part 4 Rongsu/ Silla dan Hewan roh dewa naga/Dili


__ADS_3

Rongsu atau yang dikenal dengan nama Silla oleh Ze adalah hewan roh dewa jenis Elang. Dia memiliki pencapaian kultivasi yang sangat tinggi karena memperoleh metode kultivasi yang sangat bagus dari seorang petapa.


"Wah dalam waktu singkat aku sudah kembali menembus pencapaian baru." puji Rongsu sambil melihat ke arah kedua tangannya.


"Ternyata orang tua itu tidak membual soal kehebatan buku kultivasi yang dia berikan padaku sebagai ucapan terima kasih itu." ucapnya lagi.


Dia kemudian berdiri lalu merubah wujudnya menjadi wujud aslinya yaitu seekor burung elang dengan mahkota di kepalanya yang menandakan dia adalah raja dari ras nya.


"Sebaiknya aku menjumpai si cerewet Dili untuk menunjukkan padanya bahwa dia sudah tidak perlu terlalu khawatir padaku lagi. Sekarang pencapaian yang aku miliki sudah jauh lebih tinggi dalam waktu singkat." ucapnya girang lalu terbang menuju tempat dewa naga yang menjadi teman dekatnya.


Karena ras elang adalah bagian dari ras hewan roh dewa yang lemah, Dili selalu khawatir dan menjaga temannya itu. Karena itu pula tekat Rongsu untuk menjadi lebih kuat semakin besar. Dia tidak ingin sahabatnya itu selalu mengkhawatirkan dirinya.


Tidak butuh waktu lama untuk Rongsu tiba di tempat sahabatnya itu. Menyadari kedatangan sahabatnya, Dili segera menyambutnya dengan senyum mengembang. Saat Rongsu sudah merubah wujudnya menjadi wujud manusia dan berdiri tepat didepan sahabatnya itu.


"Tuk." sebuah pukulan mendarat di kepalanya.


"Akh sakit, mengapa kau memukul ku?" keluh Rongsu sambil mengelus kepalanya.


"Dari mana saja kau?" tanya Dili dengan tatapan menyelidik.


"Aku berlatih di tempat yang jauh agar lebih kuat." jawab Rongsu.


"Kau berlatih bukan dengan cara yang salah bukan?" selidik Dili dengan wajah khawatir menatap sahabatnya.


"Kau selalu saja curiga. Aku tentu tidak akan melakukan hal yang salah yang akan merugikan diriku." jawab Rongsu sambil cemberut.


"Aku bukan curiga, aku hanya khawatir jika kau kenapa-kenapa. Aku lihat kekuatan yang kau miliki meningkat pesat bahkan terlalu jauh dari sebelumnya. Aku takut kau menggunakan cara latihan yang berbahaya bagi dirimu untuk mencapainya." ucap Dili.


"Tenang, aku memiliki cara yang aman dan tidak akan melukai diriku sendiri." ucap Rongsu meyakinkan Dili.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan percaya dan aku merasa lebih tenang sekarang karena kau sudah lebih kuat. Ingat, apapun hal buruk yang terjadi segera beritahu aku. Aku akan selalu membantu sebisaku untuk dirimu." ucap Dili.


"Pasti." saut Rongsu.


"Aku ingin menghadap pada kaisar dewa cahaya. Apakah kau ingin ikut mengunjungi istana beliau?" tanya Dili.


"Aku masih memiliki urusan lain. Aku tidak ikut kali ini." jawab Rongsu.


"Tidak biasanya kau menolak untuk berkunjung ke istana kaisar dewa cahaya. Biasanya kau selalu menawarkan diri untuk ikut saat aku hendak ke sana." ucap Dili tampak heran.


"Aku sebenarnya sangat ingin ikut. Tapi, aku sungguh tidak bisa karena memiliki urusan lainnya." jawab Rongsu.


Akhirnya Dili tidak lagi mempertanyakan apa pun lagi pada sahabatnya itu dan membiarkannya pergi menyelesaikan urusannya.


Rongsu kembali berlatih menggunakan metode yang baru dia kuasai beberapa waktu itu. Dia hanya mengunjungi sahabatnya sebentar agar dia tidak khawatir dengan dirinya sekarang.


Waktu berlalu begitu saja dan Rongsu sudah semakin kuat. Dia bahkan beberapa kali bertarung dengan beberapa petarung yang terkenal kuat dan dia dapat dengan mudah mengalahkan mereka. Dengan memenangkan pertarungan dia juga memiliki area kekuasaan yang lebih luas.


"Dalam kitab ini, ada satu metode terakhir yang dapat meningkatkan kekuatan dengan sangat cepat. Bahkan aku dapat menjadi yang terkuat di seluruh dimensi." gumamnya sambil menatap lembar terakhir dari kitab yang dia pegang.


"Tapi, resikonya lumayan besar. Aku dapat merusak tatanan seluruh dimensi karena pelatihan ini memerlukan energi yang sangat besar." gumamnya lagi.


"Apakah aku harus menggunakan cara latihan itu?" ucapnya ragu.


Rongsu kembali teringat saat sahabatnya Dili terluka parah karena harus melindungi dirinya yang terlalu lemah.


"Tidak, aku harus lebih kuat agar tidak ada lagi yang dapat mengalahkan aku. Aku akan menguasai seluruh semesta ini dan segala hal yang aku inginkan akan aku dapatkan." ucapnya penuh keyakinan.


Tanpa dia sadari seseorang sedang tersenyum licik sambil menatapnya dari jarak yang cukup jauh.

__ADS_1


"Ya, lakukan itu agar rencana ku menyingkirkan Dewi pelindung semesta semakin mudah." gumam orang itu lalu menghilang entah kemana.


Rongsu akhirnya melakukan pelatihan itu yang menyebabkan banyak kekacauan di segala tempat. Karena kekuatan besar yang tidak bisa dia kuasai, akhirnya Rongsu dikuasai oleh kekuatan itu dan mengamuk menyerang siapapun yang dia temui.


Demi keamanan semesta, akhirnya kaisar dewa cahaya, dewi pelindung semesta dan sang penjaga kompak melawan Rongsu. Rongsu semakin tidak terkendali, bahkan saat bergerak pun tubuhnya menyerap energi kehidupan dari semesta membuat banyak mahluk yang mati karena kehabisan energi.


"Sebaiknya kau menyegel seluruh pintu dimensi agar kekacauan tidak semakin menyebar, urusan disini serahkan pada kami." ucap kaisar dewa cahaya pada sang penjaga.


"Baiklah." ucap sang penjaga lalu segera pergi dari tempat itu.


"Dia semakin tidak bisa dikontrol, hanya ada satu cara untuk menyelamatkan semesta ini." gumam dewi pelindung semesta.


"Jangan konyol." ucap kaisar dewa cahaya yang tahu maksud dari dewi pelindung semesta.


"Aku harus melakukan itu agar semesta ini aman." ucapnya lalu segera melakukan tujuannya.


"Tidak......." seru kaisar dewa cahaya.


Demi kebaikan semuanya akhirnya Dewi pelindung semesta membakar jiwa dan tubuhnya untuk menghancurkan Rongsu dan jiwanya.


Rongsu akhirnya berhasil dihentikan berkat pengorbanan Dewi pelindung semesta. Tak rela kekasihnya hilang tanpa bisa bereinkarnasi kembali, akhirnya kaisar dewa cahaya menggunakan energi kehidupan miliknya untuk menyelamatkan jiwanya agar dapat bereinkarnasi kembali.


Tanpa Rongsu ketahui, jiwanya juga dapat kembali terbentuk walaupun butuh waktu sangat lama karena Dili mengorbankan hidupnya agar jiwanya tidak musnah.


Melihat kekacauan itu, seseorang datang dan menghabisi kaisar dewa cahaya yang sudah lemah.


"Ha ha ha ha, akhirnya dendam yang aku miliki ini terbalas. Dasar mahluk rendahan yang serakah. Karena dirinya semua rencana balas dendam yang aku inginkan akhirnya tercapai. Dewi pelindung semesta dan kaisar dewa cahaya akhirnya binasa." ucapnya.


Author kembali menyapa dengan sedikit kisah tentang Silla dan roh pedang semoga dapat sedikit menghibur kalian yang sudah merindukan kelanjutan novel kesayangan kita ini.

__ADS_1


Untuk s3 mungkin akan author up selesai lebaran kalau tidak ada halangan dan itu akan author buat dalam judul baru yang terpisah.


salam hangat penuh sayang


__ADS_2