Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Lima puluh tujuh


__ADS_3

Ze memandang sekeliling tempat dia berpijak saat itu dan yakin kalau dia sudah berada di dalam batu dimensi.


"Silla.....!" panggil Ze.


"Tidak perlu memanggil dengan suara keras." tegur Silla.


"Apa yang membuat dirimu gusar?" tanya Silla menyadari kegelisahan Ze.


"Adakah cara untuk menyelamatkan orang yang terkena racun pembusuk?" tanya Ze langsung.


"Bukankah racun itu adalah racun yang sangat ganas dan sudah musnah sejak beberapa abad lalu?" tanya Silla.


"Apakah ada obat untuk racun itu?" tanya Ze tanpa menjawab pertanyaan Silla.


"Untuk apa kau mencari obat untuk racun itu sedangkan racun itu sudah tidak ada lagi?" tanya Silla.


"Guruku meminum racun yang kau katakan sudah tidak ada lagi itu." jawab Ze.


"Dari mana mereka mendapatkan jenis racun itu? Racun itu hanya ada di dunia atas saja bahkan hingga dimusnahkan racun itu tidak pernah ada di dunia bawah." tanya Silla.


"Aku tidak tahu dari mana mereka bisa mendapatkan racun ganas itu. Itu merupakan urusan belakangan untuk mencari tahu yang terpenting adalah bagaimana cara untuk menyelamatkan mereka." ucap Ze.


"Hanya ada satu cara mudah tapi juga susah dan tentunya cepat untuk menyelamatkan mereka." jawab Silla.


"Apa itu?" tanya Ze bingung.


"Jika kau berhasil menemukan orang yang memberikan racun itu, maka akan mudah karena dia pasti memiliki penawarnya dan penawar racun itu sangat cepat menghilangkan efek racunnya asalkan kau memiliki pil regenerasi maka orang itu akan selamat." jawab Silla.


"Aku pikir itu bukan hal yang mudah karena guruku sudah tidak sanggup untuk berkomunikasi. Sedangkan hanya mereka berdua yang tahu asal usul racun itu." ucap Ze.


"Tidak adakah cara lain?" tanya Ze.


"Ada satu cara dan itu akan sangat menyakitkan bagi mereka karena seluruh tubuhnya akan diperbaharui dengan cara ini dan juga...." jawab Silla menggantung kalimatnya.


"Dan juga apa?" tanya Ze.


"Akan sangat sulit mendapatkan beberapa bahannya." jawab Silla.


"Katakan saja apa yang diperlukan untuk menyelamatkan guruku. Apapun itu dan sesulit apapun itu akan aku cari demi keselamatan mereka." ucap Ze.

__ADS_1


"Cara ini disebut rendaman penyucian jiwa raga ada juga yang menyebutnya sebagai rendaman siksaan neraka karena dalam prosesnya akan sangat menyakitkan." jelas Silla.


"Kau memiliki banyak air suci dan tentunya kau memiliki pil regenerasi karena kau mampu membuat pil itu. Kau juga bisa memetik beberapa lembar daun pohon jiwa sebagai bahan baku rendaman itu juga kau memiliki api sejati sedangkan untuk batu sejati kau pasti dapat mendapatkannya dengan mudah. Yang harus dikhawatirkan adalah......"


"Apa yang harus dikhawatirkan?" tanya Ze tidak sabaran.


"Dapatkah kau memperoleh daun dari tanaman api neraka, darah naga, dan darah dari merak api karena itu adalah bahan yang sangat dibutuhkan." jawab Silla.


"Dimana aku bisa mendapatkan semua itu?" gumam Ze.


"Semua itu hanya ada di dunia atas dan cukup sulit untuk mendapatkan itu." jawab Silla.


"Tunggu, apakah kau tadi ada menyebutkan tentang darah naga?" tanya Ze yang baru menyadari tentang kata darah naga.


"Iya, aku mengatakan darah naga adalah salah satu bahan untuk mengatasi racun pembusuk." jawab Silla.


"Berapa banyak yang dibutuhkan?" tanya Ze.


"Aku hanya memastikan bahwa itu tidak akan membuat naga itu ma*i jika aku mengambil jumlah darah yang dibutuhkan." Tamba Ze.


"Kau hanya perlu mengumpulkan sepuluh tetes saja darah naga dan 15 tetes darah merak api." jawab Silla.


"Ya, jenis apapun asalkan itu hewan naga." jawab Silla.


"Apakah hanya dicampur dan direndam saja?" tanya Ze.


"Semua harus di campur di dalam sebuah wadah besar kecuali pil regenerasi, batu sejati dan api sejati tentunya. Biarkan mereka berendam di dalam rendaman itu lalu bakar batu sejati menggunakan api sejati hingga membara lalu letakkan batu yang membara ke dalam air rendaman itu. Mereka akan merintih bahkan berteriak kesakitan dan itu adalah pertanda baik. Lakukan memasukkan batu sejati panas hingga mereka tidak lagi merasa kesakitan. Setelah itu berikan mereka pil regenerasi." jelas Silla.


"Kau memiliki waktu 2 Minggu untuk mengumpulkan semua bahan itu karena walaupun dengan darahmu itu, tubuh mereka tetap akan melebur dalam waktu 2 Minggu." Tamba Silla.


"Berapa lembar daun pohon jiwa yang harus aku petik sekarang?" tanya Ze.


"Daun yang dibutuhkan adalah yang segar jadi, kau akan kembali ke sini untuk memetik 7 lembar daun muda dan 11 lembar daun tua dari pohon jiwa saat semua bahan sudah siap." jawab Silla menjelaskan.


"Baiklah, aku akan mengumpulkan semua bahan yang dibutuhkan dan segera kembali ke sini untuk mengambil air suci juga daun pohon jiwa." ucap Ze lalu keluar dari batu dimensi.


"Bagaimana?" tanya Jin hu, Hui tu, ular api, ceri emas, Zili juga Suho bersamaan saat Ze muncul di depan mereka.


"Aku harus mengumpul beberapa bahan yang berada di dunia atas untuk menyelamatkan mereka." jawab Ze.

__ADS_1


"Tidakkah itu membutuhkan banyak waktu? Apakah master Tang sanggup menunggu?" tanya Hui tu.


"Menurut Silla aku masih memiliki waktu 2 Minggu untuk mengumpulkan semua bahan dan mengobati guru." jawab Ze.


"Tolong bawa guru ke dalam ruangan dulu." pinta Ze dan mereka segera membopong tubuh master Tang ke dalam ruangan.


"Hui tu, ular api dan Cece aku ingin kalian tinggal di sini menjaga guru." ucap Ze saat mereka telah selesai memindahkan master Tang.


"Jin hu tidak bisa lepas dari pantauan aku untuk saat ini, Zili harus mengantar aku ke atas sedangkan Suho tidak bisa berpisah dari Zili karena tugasnya adalah mendampingi Zili. Aku butuh kalian untuk tetap tinggal menjaga mereka karena hanya tinggal kalian yang aku dapat harapkan." Tamba Ze memberi penjelasan sebelum ada yang protes.


"Baiklah, kami akan tinggal menjaga dan merawat master Tang." pasrah Hui tu dan diangguki oleh ceri emas dan ular api.


Ze, Jin hu, Suho dan Zili berangkat menuju dunia atas tepatnya di dunia hitam karena Ze sempat bertemu dengan merak api di sana dan beruntungnya dia tidak bertarung dengan merak api itu atau bisa dipastikan bahwa saat ini merak api itu sudah lama tiada.


"Mari kita berpencar saja. Saat ada yang menemukan keberadaan merak api itu segera panggil yang lain melalui telepati." saran Ze.


"Baik tapi karena hanya aku dan putri yang mampu melakukan telepati walaupun jarak jauh, sebaiknya kita tidak berpencar satu satu. Kita bagi dua kelompok saja." saran Zili.


"Hm Zili ada benarnya juga." ucap Ze.


"Kalau seperti itu aku bersama ISTRIKU dan kalian bersama." ucap Jin hu dengan menekankan kata istri karena jengkel mereka terus hanya memanggil Ze dengan sebutan putri saja.


Jin hu sudah kesal dari awal namun dia tahan mengingat keadaan yang tidak tepat. Jin hu selalu merasa bahwa status pernikahan mereka tidak diakui jika Ze hanya digelari panggilan putri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yuk kita kembali menjawab komentar salah satu dari kalian.


readers "Kak kok Ze tidak balas dendam atas kematian orang tua kandungnya?"


jawabnya adalah......


Author yang kece badai (tetap narsis/PD abis)


"Yang nanya gini pasti bacanya lompat lompat deh. Kalau bacanya lengkap kalian pasti baca eps 14 pertemuan pertama dan terakhir dengan Jo hingga eps 15 balas dendam di season 1. Di eps itu Ze sudah balas dendam."


readers yang lengkap bacaannya


"Makanya baca dengan sabar jangan langsung loncat" (canda)

__ADS_1


author " silahkan cek kembali"


__ADS_2