
Ze memindahkan tubuh permaisuri Xin ke tempat tidur tanpa menyentuh tubuhnya sama sekali. Ze menghela napas panjang melihat keadaan putri dan ibu itu.
"Dia sungguh luar biasa kuat karena masih dapat bertahan hidup di tengah siksaan setiap harinya." gumam Ze menatap kasihan tubuh lemah di depannya.
"Permaisuri hanya terlalu terkejut sehingga tidak sadarkan diri. Dia akan baik-baik saja setelah sadarkan diri. Sekarang tugasmu adalah membersihkan tubuh putri itu agar aku dapat melanjutkan proses pengobatan pada putri itu." ucap Ze.
Pelayanan itu segera membersihkan tubuh putri Yin ying tanpa rasa jijik sedikitpun. Setelah selesai, pelayan itu menutupi tubuh polos putri Yin ying dengan sehelai kain.
"Bantu putri itu menelan pil ini." ucap Ze.
Pelayan itu membantu memasukkan pil pada bibir putri Yin ying yang memang masih sadar walaupun sangat lemah.
"Tolong telan pil ini putri." pinta pelayan itu.
Putri Yin ying perlahan membuka mulutnya dan dengan susah payah menelan pil itu dibantu seteguk air suci pemberian Ze.
"Bantu putri...
"Nama putri kami adalah putri Yin ying yang mulia ratu Jin." ucap pelayan itu.
"Ah, baiklah bantu putri Yin ying untuk duduk karena aku akan mengalirkan tenaga dalam pada punggungnya untuk membantu mengeluarkan seluruh racun yang masih tersisa di dalam tubuhnya." ucap Ze.
Pelayan itu membantu putri Yin ying bangun lalu Ze segera duduk bersila di belakang putri Yin ying. Ze mengumpulkan energi berupa cahaya hijau di antara kedua telapak tangannya lalu mengarahkan cahaya itu ke punggung putri Yin ying.
Perlahan tubuh putri Yin ying terangkat dan bergetar kuat. Dari permukaan kulitnya keluar asap hitam tipis dan keringat sudah keluar membasahi seluruh tubuhnya.
"Akh....." pekik putri Yin ying membuat pelayan menatap kasihan ke arahnya.
"Itu memang menyakitkan. Tapi, tolong tahan sedikit karena ini adalah proses detoksifikasi racun yang sudah mengendap terlalu lama pada tubuhmu." ucap Ze.
Perlahan tubuh putri Yin ying kembali terduduk di tempat tidur dan asap hitam tipis itu sudah tidak lagi terlihat. Ze menggerakkan telapak tangannya dari bawah hingga ke atas lalu menepuk punggung putri Yin ying.
"Huek huek uhuk uhuk uhuk. " Putri Yin ying memuntahkan cairan berwarna hitam pekat dengan aroma busuk yang sangat kuat.
"Minum air suci ini." ucap Ze yang langsung dilakukan oleh putri Yin ying.
Perlahan kulit di wajah putri Yin ying yang membusuk itu terkelupas. Ze tersenyum melihat pengobatannya berhasil.
__ADS_1
"Telan pil roh ini agar kau memiliki tenaga." ucap Ze dan lagi-lagi putri Yin ying melakukan perintah Ze tanpa ragu.
"Bantu putri Yin ying mandi dan gantikan bajunya. Setelah itu bawa dia menemui aku di luar. Aku harus mengurus keluarga Ying yang lain." ucap Ze lalu keluar dari ruangan itu.
"Bagaimana kakak ipar?" tanya Huo nan yang melihat Ze keluar dari kamar itu.
"Racun pada tubuhnya sudah hampir keluar sepenuhnya dari tubuh putri Yin ying. Tapi,....
"Tapi? Apa yang terjadi dengan keponakan hamba yang mulia?" tanya seorang pria khawatir.
"Anda merupakan orang istana, tidak pantas menggunakan kata hamba untuk menunjuk diri anda." protes Ze.
"Tapi, kerajaan Ying sudah lama hancur dan menghilang." ucap pria itu.
"Tidak, wilayah kerajaan Ying yang berubah menjadi kabupaten Ying akan diubah kembali dengan nama kerajaan Ying dan akan aku serahkan pada kalian yang memang berhak untuk itu." ucap Huo nan.
"Terima kasih yang mulia putra mahkota." ucap 5 orang keluarga kerajaan Ying itu.
"Aku akan membantu untuk membentuk kembali dantian kalian agar dapat berkultivasi kembali. Tapi, percepatan peningkatan pencapaian kalian itu bergantung pada kemampuan kalian." ucap Ze.
"Terima kasih banyak yang mulia." ucap mereka.
"Tidak yang mulia, dengan menyelamatkan kami dan mengobati luka luar dan dalam pada tubuh kami yang sangat menyiksa kata terima kasih saja tidak cukup. Sekarang anda bahkan ingin memulihkan dantian kami. Selama seumur hidup ini kami akan berhutang budi kepada anda yang mulia." ucap seorang pria yang terlihat paling tua dari ke 5 orang itu.
"Ya, kami akan berhutang budi seumur hidup pada yang mulia dan akan melakukan apapun untuk membalasnya." ucap 4 orang yang lainnya serempak.
"Kalian cukup kembali menjalankan pemerintahan yang bijaksana. Pimpin dan jaga rakyat serta tidak semena-mena dan jangan mengikuti langkah kaisar kejam yang sudah tiada itu. Itu sudah cukup sebagai ucapan terima kasih untuk kami." ucap Ze.
Ze akhirnya mengobati mereka satu persatu dan memberikan pil roh pada mereka. Ze bahkan membiarkan para serigala menjaga selama 5 orang itu berkultivasi kembali.
Putri Yin ying sudah keluar dari ruangan itu bersama pelayan dan ibunya. Sudah tidak ada lagi wajah buruk penuh luka itu. Yang ada adalah gadis yang sangat cantik dengan wajah mungil, bibir tipis dengan warna merah muda alami dan bulu mata lentik dengan pupil mata berwarna hitam.
"Apakah ada yang aneh?" tanya Ze melihat wajah bingung permaisuri.
"Yin ying, dia....
"Ya, karena pengaruh racun pada tubuhnya yang sudah mencapai otaknya, dia menjadi seperti anak kecil." sela Ze.
__ADS_1
"Keadaan ini jauh lebih baik karena, sesungguhnya jika saja kita terlambat sedikit lagi maka putri Yin ying tidak akan dapat diselamatkan." ucap Ze.
"Aku akan menerima dan menyayangi Yin ying apapun yang kondisinya. Dia adalah putri berhargaku." ucap permaisuri sambil mengelus sayang kepala putrinya.
"Tenang, dia akan kembali normal setelah melakukan pengobatan. Aku akan memberikan beberapa ramuan untuk mengeluarkan secara bertahap racun pada kepala putri Yin ying." ucap Ze.
"Kakak tampan temani Yin kecil main." ucap putri Yin ying dengan nada bicara seperti anak kecil sambil bergelayut manja di lengan Huo nan membuat Huo nan terkejut.
"Ha ha ha ha ha ha ha, kau bahkan sudah berkeringat dingin hanya karena gadis yang memiliki pemikiran polos anak kecil." ledek Ze karena melihat wajah pucat Huo nan yang terkejut.
"Yin ying sayang, jangan ganggu yang mulia putra mahkota ya? Mari bermain dengan ibu saja." ucap penuh sayang ibunya.
"Yin kecil hanya mau main sama kakak tampan saja." tolak putri Yin ying dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Sebaiknya kau turuti saja keinginannya. Dia hanya ingin menikmati masa kecil yang seharusnya dia lalui dengan bermain sesuka hati. Bukankah kau tertarik pada wajah cantiknya? " bisik Ze.
"Tapi, kakak ipar aku....
"Biarkan saja putri Yin ying bersama dengan Huo nan jika itu yang putri Yin ying inginkan. Dengan membuat putri Yin ying senang akan mempercepat penyembuhannya." ucap Ze.
"Itupun jika kalian mempercayai adik iparku yang konyol ini." tambah Ze.
"Apakah Yin ying tidak akan merepotkan?" tanya ibu Yin ying.
"Huo nan yang masih kekanak-kanakan seharusnya terbantu jika belajar mengurus anak kecil yah walaupun dengan tubuh gadis remaja yang akan beranjak dewasa." ucap Ze.
Ze tersenyum melihat Huo nan yang tersenyum menghibur putri Yin ying. Melihat putrinya yang melompat kegirangan karena Huo nan mau menemaninya ibu dari putri Yin ying hanya tersenyum.
"Baiklah, demi kebahagiaan putri kecilku aku rela untuk membiarkan yang mulia putra mahkota menjaganya." ucap ibu putri Yin ying.
"Tapi, mengingat walaupun pikiran putri Yin ying masih seperti anak kecil mengingat putri Yin ying tetap sudah tidak layak hidup dengan pria lain tanpa status bagaimana dengan menikahkan mereka saja?" tanya Ze membuat Huo nan terbatuk.
"Kakak ipar tap...
"Aku hanya tidak ingin kau melakukan kesalahan dan menjadi pria breng*ek nantinya." ucap Ze.
"Apakah kau tidak memiliki rasa kasihan pada putri Yin ying itu?" tanya Ze.
__ADS_1
"Baiklah, jika keluarga dari putri Yin ying tidak keberatan aku akan menuruti keinginan kakak ipar." ucap Huo nan sambil melihat wajah tersenyum putri Yin ying yang menatap ke arahnya.