Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Rencana putri Rou ruan gagal


__ADS_3

Raja Kai dan putri Rou ruan sengaja membiarkan paman Hong yang berbicara mewakili mereka agar Jin hu menatap matanya sebagai lawan bicaranya. Tujuannya agar paman Hong dapat mempengaruhi pikiran Jin hu atau dengan kata lain hipnotis agar Jin hu mau menuruti ucapannya.


"Walau tidak sengaja atau tidak ada niat untuk itu, anda tetap saja telah menyelamatkan putri berharga dari kerajaan kami. Maka kami harus berterima kasih. Untuk itu, kami mengundang yang mulia tuan Jin hu untuk menjadi tamu kehormatan dalam kompetisi alkemis yang 2 minggu lagi akan diadakan di kerajaan kami." ucap paman Hong.


"Kompetisi alkemis di kerajaan Kai? Aku baru dengar tentang itu." tanya Jin hu.


"Kompetisi ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun silam dan diadakan setiap 4 tahun sekali. Kompetisi ini merupakan kompetisi terbesar di kawasan kerajaan timur." jelas paman Hong.


Selama paman Hong menjelaskan Jin hu menatap ke arahnya dengan serius pura-pura sangat ingin tahu tentang kompetisi alkemis itu. Hal itu membuat Raja Kai dan putri Rou ruan tersenyum karena merasa rencana untuk menguasai Jin hu dengan sihir akan berhasil.


"Setelah ini kak Jin hu akan menjadi milikku. Uh aku sudah tidak sabar untuk bisa duduk di dekatnya dan memeluk langsung tubuhnya itu." batin putri Rou ruan.


"Sepertinya paman Hong akan dengan mudah menguasai pikiran Jin hu karena sejak tadi Jin hu itu selalu menatap mata paman Hong. Tampaknya keinginan putriku untuk memiliki pria idamannya akan terwujud dan kerajaan kami juga akan memiliki sumber daya yang besar jika itu terwujud. Ini adalah keuntungan berlipat ganda." batin Raja Kai sembari melirik putrinya yang sedang tersenyum tanpa henti menatap ke arah Jin hu.


"Apakah pemuda ini sudah berhasil aku kendalikan? Sepertinya aku harus mencobanya terlebih dahulu untuk mengetahuinya." batin paman Hong setelah merapal mantra dalam hati sambil menatap mata Jin hu.


"Apakah aku dapat membawa keluarga dalam kompetisi itu?" tanya Jin hu.


"Biasanya para Juri dan tamu tidak membawa mereka yang tidak memiliki kemampuan atau bakat seorang alkemis. Bahkan penonton hanya akan bisa ikut menyaksikan kompetisi jika mereka seorang alkemis." jawab paman Hong.


"Aku tidak bisa melakukan perjalanan jauh jika tidak mengikutsertakan istriku dalam perjalanan itu." ucap Jin hu.


"Ini saatnya aku menguji apakah sihir pengendali pikiran milikku berhasil terhadapnya atau tidak." batin paman Hong.

__ADS_1


"Bukankah istri anda itu bukan seorang alkemis? Maka tidak perlu melibatkan dia dalam perjalanan ini." ucap paman Hong.


"Istriku seorang alkemis atau bukan tidak menjadi alasan aku tidak membawanya. Jika memang istriku tidak bisa ikut, maka aku menolak untuk menerima tawaran menjadi tamu kehormatan dalam kompetisi itu." tolak Jin hu.


Paman Hong mengernyit bingung karena sihir mengendalikan pikiran yang dia tujukan untuk Jin hu tidak mempan terhadap Jin hu. Jin hu menolak dengan mudah saran darinya.


Ucapan Jin hu membuat tetua Fu dan beberapa Mentri sangat kesal. Mereka mengumpat dalam hati mengenai perilaku Jin hu yang mereka anggap sangat tidak sopan terhadap Raja besar seperti Raja Kai itu.


"Bukankah memang sebaiknya anda tidak membawa nyonya Jin dalam perjalanan yang tidak..... Akh...." Tetua Fu yang tidak bisa menerima penolakan Jin hu ingin protes namun ucapnya tidak lagi dapat diteruskan karena Jin hu menebas lehernya dengan kekuatan tenaga dalam yang membuat angin bahkan dapat menjadi senjata tajam.


Tubuh orang tua itu tumbang seketika dengan kepala yang sudah tidak lagi menyatu dengan tubuh itu. Mereka yang ada di ruangan itu membelalakkan matanya terkejut melihat nasib naas yang menimpa tetua Fu.


"Sangat lancang, berbicara tanpa diberi ijin dan berani meragukan keputusan aku. Satu lagi aku tidak suka orang menyebut tidak hormat istriku dalam istana ini. Istriku adalah ratu dalam istana ini bukan hanya seorang nyonya dalam kediaman keluarga biasa." ucap Jin hu.


"*Malang benar nasib tetua Fu ini. Siapa suruh dia terlalu lancang di depan yang mulia." batin pejabat lainnya.


"Anak muda yang tegas dan tanpa ampun seperti ini memang pantas menjadi pendamping putriku. Dia akan menjadi seorang dengan kekuasaan besar suatu saat nanti*." batin Raja Kai.


"Ah dengan wajah murka saja dia semakin menawan. Aku sungguh harus memiliki dirimu kak Jin hu. Harus....! Aku tidak perduli dengan cara apapun kau harus menjadi milikku." batin putri Rou ruan.


Ada lebih banyak lagi yang membatin tentang nasib tragis dari tetua Fu namun tidak ada yang berani mengutarakan langsung. Jangankan protes terhadap tindakan Jin hu, mempertanyakan mengapa Jin hu langsung membunuh bukannya hanya menghukum orang tua itu saja mereka tidak berani. Lidah mereka semua terasa kaku untuk berbicara.


"Bawa pergi tubuh itu dari sini." ucap Jin hu dan dengan segera beberapa prajurit yang berjaga di luar masuk membawa tubuh kaku serta kepala tetua Fu keluar dari aula itu.

__ADS_1


"Jika memang anda harus membawa istri anda, tidak akan keberatan. Tidak ada yang pernah membawa bukan berarti tidak boleh. Hanya saja mereka tidak ingin membawa serta keluarga mereka." putus Raja Kai akhirnya setelah mendapatkan bisikan dari paman Hong bahwa sihirnya tidak mempan.


"Jika seperti itu maka aku akan setuju untuk hadir dalam kompetisi alkemis itu sebagai tamu." ucap Jin hu.


"Karena hari sudah mulai gelap, dapatkah kami menginap di istana ini dan kembali ke kerajaan kami esok pagi?" pinta paman Hong.


"Tidak masalah, suruh beberapa pelayan menyediakan kamar untuk para tamu dan melayani kebutuhan mereka." ucap Jin hu pada seorang pejabat di sebelahnya.


"Baik yang mulia." saut pejabat itu tanpa berani protes karena diberikan tugas rendahan menurutnya.


"Aku berharap tidak ada kasus pelayan dicaci, dihina atau diperlakukan kasar dalam istanaku ini." ucap Jin hu mengingat bahwa para tamunya menganggap sampah orang-orang tanpa kedudukan.


"Itu tidak akan terjadi yang mulia." saut putri Rou ruan dengan nada lembut.


"Aku akan beristirahat, jika tidak ada lagi yang harus dibahas." ucap Jin hu.


"Tidak ada yang mulia." saut paman Hong.


Mereka semua ditempatkan dalam satu kediaman dengan beberapa kamar terpisah. Mereka berbincang sebentar membahas rencana yang gagal.


"Mengapa kak Jin hu masih belum bisa aku miliki saat ini?" tanya putri Rou ruan.


"Dia tidak mempan dengan sihir yang aku gunakan. Jalan lain yang harus kita coba adalah memasukkan ramuan sihir pada makanan atau minuman miliknya. Makanya aku meminta agar kita bisa menginap agar dapat memasukkan ramuan dalam makanan dia pagi nanti" jawab paman Hong.

__ADS_1


__ADS_2