Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Tiga puluh dua


__ADS_3

"Dengan kata lain, jika ingin membebaskan Jin hu dari segel itu seutuhnya, kau harus mempelajari dan segera menguasai jurus itu?" tanya Hui tu.


"Ya, kau benar sekali." jawab Ze.


"Aku telah selesai dengan ini, ayo kita masuk ke dalam gua Si Hui tu dengan cepat." ucap Ze dan Zili segera membawa mereka turun dengan lebih cepat.


"Kita telah sampai kalian dapat turun dari punggungku." ucap Zili.


"Dimana tanaman guang itu tumbuh?" tanya Ze.


"Arah sana." jawab Hui tu dan Zili bersamaan sambil menunjuk ke arah sebuah pintu.


Ze memasuki ruang yang Zili dan Hui tu maksud dan dapat dia lihat ada banyak tanaman yang dia cari tumbuh di sana.


Ze mencabut beberapa tanaman itu dengan semangat.


"Bukankah yang kau butuhkan hanya daunnya?" tanya Hui tu.


"Ya." jawab Ze.


"Lalu, mengapa kau harus mencabutnya hingga ke akar?" tanya Hui tu.


"Aku tidak tahu kapan aku dapat menguasai jurus penghancur segel itu. Selama jurus itu belum aku kuasai, aku membutuhkan banyak daun dari tanaman ini. Tidak mungkin untuk kita terus menerus datang ke sini untuk memetik daun guang ini bukan." jawab Ze.


"Jalan satu-satunya adalah..... "


"Menanam tanaman ini di dalam batu dimensi yang dapat putri bawa kemanapun putri pergi." tebak Zili menyambung kalimat Ze.


"Betul sekali." ucap Ze.


"Tumben kau menggunakan otak jenius milikmu dengan tepat." ucap Hui tu.


"Terserah kau mau bilang apa." ucap Ze yang langsung melemparkan tanaman itu ke dalam batu dimensi.


"Tanam tanaman guang itu dengan baik karena aku membutuhkan itu untuk nanti." ucap Ze pada ular api.


"Sekarang, ada berapa banyak akar rumput jingshen yang kau miliki?" tanya Ze pada Zili.

__ADS_1


"Aku hanya memiliki 7 ikat." jawab Zili seraya menyerahkan akar rumput jingshen pada Ze.


"Itu ada banyak di negri hewan roh Suci. Kita dapat mengambilnya lebih banyak nanti karena akar rumput jingshen ini dapat diawetkan dengan dikeringkan seperti ini." ucap Zili.


"Berbeda dengan daun tanaman guang yang hanya bisa digunakan dalam keadaan segar saja." tambahnya.


"Kau benar sekali." ucap Ze.


"Ayo kita keluar dari gua ini." ajak Ze.


"Kita dapat keluar melewati pintu tempat kau di dorong keluar oleh gadis ular waktu itu." ucap Hui tu.


"Pintu itu dapat terbuka kapanpun? Lalu, kenapa kita tidak masuk lewat pintu itu?" tanya Ze.


"Pintu itu hanya memiliki tuas di dalam sini. Hanya sebagian kecil saja orang yang tahu tentang tuas dan pintu itu. Karena hanya ada satu tuas dan letaknya di dalam, maka pintu itu hanya bisa digunakan untuk keluar dari gua ini tidak untuk masuk." jawab Hui tu.


Mereka bertiga jalan menuju ke arah pintu yang dimaksud. Hui tu menekan tuas dan pintu terbuka dengan segera.


"Ternyata memang bisa dibuka dari dalam." gumam Ze sembari melangkah ke luar dari gua.


"Itu artinya kejadian aku terjebak di hutan ini memang benar adalah rencana dari gadis itu dan keluarganya. Aku masih berfikir kalau mereka hanya melakukan itu karena melihat keadaan yang memungkinkan mereka untuk menyerang aku dengan mudah tanpa adanya perlindungan siapapun." ucap Ze.


"Kita ke mana setelah ini?" tanya Zili.


"Ke gunung Jiu li tempat guru Tang berada. Ming hui pasti masih berada di sana untuk berlatih." ucap Ze.


"Ya, terakhir kali kau menyuruh dia untuk berlatih dan menunggumu di sana untuk dapat membalas dendam pada keluarga Song." ucap Hui tu.


"Ayo kita ke sana segera!" ajak Ze.


Mereka segera berjalan menuju kereta mereka yang dijaga oleh Suho dan Doju lalu segera menaiki kereta itu.


"Kita hanya akan menjemput Ming hui dan membawa dia ke negeri atas. Dengan kekuatan yang dia miliki sangat sulit baginya untuk ikut melawan keluarga Song yang sepertinya memiliki kekuatan besar di belakangnya." jelas Ze.


"Apakah ini bukan masalah jika kita membawa orang lain lagi ke negri hewan roh Suci?" tanya Ze pada Zili.


"Biarkan aku melihat orangnya dulu dan melihat apakah dia pantas untuk kita ikut sertakan dalam perjalanan kita ke negri hewan roh Suci. Setelah itu baru kita putuskan untuk membawa dia atau tidak." ucap Zili.

__ADS_1


"Baiklah." ucap Ze.


"Aku lapar bahkan sangat kelaparan saat ini." ucap Ze.


"Ya, aku juga sejujurnya lapar." sahut Hui tu.


"Wajar jika lapar karena kita belum makan dalam waktu yang cukup lama. Sebelumnya kita singgah di desa kita hanya membantu orang-orang di desa itu dan tidak ada yang dapat kita makan karena tidak ada kedai makan yang buka." ucap Zili.


"Ayo cari hewan atau buah saja di hutan ini. Mampir di desa lain masih cukup jauh dan jika ada masalah lagi kita akan ma*i kelaparan hanya untuk membantu orang dan tidak sempat mengisi perut kita." saran Hui tu.


"Ide yang bagus." puji Ze.


Mereka akhirnya berpencar untuk mencari sesuatu untuk mengisi perut. Bukan semua sih hanya Hui tu, Suho dan Doju saja yang pergi sedangkan Zili sibuk membuat api untuk memanggang hewan yang mungkin akan dibawa oleh salah satu dari 3 orang itu.


Ze hanya fokus untuk mempelajari apa yang dia baru dapat di dinding lorong menuju Gua Si Hui tu sebelumnya.


"Makanannya sudah siap putri sebaiknya kita segera makan dan melanjutkan perjalanan." ucap Zili.


Mereka semua makan bersama dan segera melanjutkan perjalanan menuju gunung Jiu li tempat Ming hui yang mereka cari kemungkinan berada saat ini. Hui tu dan Zili di dalam kereta, Suho dan Doju menjadi kusir di depan sedangkan Ze kembali ke dalam batu dimensi untuk berlatih.


"Kita telah tiba di tempat yang putri maksud pangeran." lapor Suho pada Zili.


"Hm, aku akan memanggil putri di dalam batu dimensi." ucap Zili.


"Tidak perlu masuk, biar aku yang memanggilnya." ucap Hui tu.


"Silahkan." sahut Zili.


"Gadis bodoh....!" panggil Hui tu.


"Ada apa kakek tua?" tanya Ze.


"Kita telah tiba di gunung Jiu li dan sudah berada di depan gerbang tempat gurumu itu." ucap Hui tu.


"Baiklah aku akan segera keluar." ucap Ze.


Ze keluar dari batu dimensi dan mereka segera masuk ke dalam kediaman ayah Ze yang saat ini ditempati oleh master Tang bersaudara.

__ADS_1


Mereka yang menjaga gerbang segera membuka pintu gerbang saat melihat Ze dalam rombongan yang akan memasuki kediaman itu.


selamat membaca😊


__ADS_2