Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Dua puluh lima


__ADS_3

Mereka bertiga kini sudah keluar dari kawasan istana Beicheng. Ze merasa gelisah tanpa sebab semenjak keluar dari istana Beicheng.


"Kalian berdua waspada di sini. Aku merasakan sesuatu yang tidak baik akan terjadi namun aku sendiri juga tidak tahu apa itu." ucap Ze.


"Kau mau melihat keadaan suamimu?" tanya Hui tu.


"Ya, aku harus memastikan bahwa keadaannya sudah lebih baik di dalam batu dimensi." jawab Ze.


"Pergilah, kami akan berjaga di sini." ucap Hui tu.


"Benar, putri silahkan saja anda masuk ke dalam batu dimensi untuk melihat keadaan suami anda. Ada kami yang akan memantau di luar sini." ucap Zili.


Ze segera memasuki batu dimensi dan untuk berjaga-jaga, Zili segera mengantongi batu dimensi milik Ze setelah Ze memasuki batu dimensi itu.


"Tuan." sapa ular api dan ceri emas berbarengan.


"Bagaimana kondisimu?" tanya Ze pada ceri emas.


"Sudah jauh lebih baik tuan." jawab ceri emas.


"Bagaimana dengan rekanmu?" tanya Ze pada Suho.


"Dia sudah lebih baik putri. Tapi, sepertinya keadaan dia sebelum ini yang mempertaruhkan hidup dan matinya yang menempatkan dirinya diambang kema*ian membuat pencapaiannya meningkat dan dia akan menembus sebentar lagi." jawab Suho.


"Itu bagus untuknya." ucap Ze lalu melangkah menuju ke tempat Jin hu bertapa.


"Dia akan menembus." gumam Ze saat melihat kumpulan energi dari dalam tubuh Jin hu.


"Woah tuan akan menembus tingkat kultivasi yang lebih tinggi juga." ucap ular api.


"Mengapa energinya terasa sangat berbeda? Alirannya terlihat sedikit kacau." ucap ceri emas.

__ADS_1


"Kau juga merasakannya?" tanya Ze dijawab anggukan oleh ceri emas.


"Aku kira itu hanya dugaan ku saja sebelumnya, tapi kalau kau juga merasakan aliran energinya kacau maka..... "


"Ada sesuatu di dalam diri tuan yang mengacaukan aliran energinya." ceri emas. menyambung kalimat Ze yang terputus.


"Kau benar. Aku akan memeriksanya." ucap Ze.


"Sebaiknya tuan berhati-hati, energi yang kacau dari tubuh tuan Jin hu terlihat sangat kuat dan saling beradu. Jangan sampai energi itu melukai tuan nantinya." ucap ceri emas saat Ze akan mendekati Jin hu.


"Hm." hanya itu tanggapan Ze.


Ze perlahan mendekati Jin hu. Ze sangat berhati-hati mendekati Jin hu karena sesekali energi yang saling beradu dari tubuh Jin hu akan menimbulkan percikan energi yang menyambar sekitarnya.


Saat Ze sudah dekat dengan Jin hu, Ze membentengi dirinya dengan tabir pelindung. Ze konsentrasi menggunakan energinya agar dapat melihat apa yang terjadi dalam tubuh Jin hu.


"Segel?" ucap Ze saat dia membuka matanya.


Ze segera menotok punggung Jin hu membuat Jin hu tidak sadarkan diri. Melihat itu ceri emas juga ular api terbelalak.


"Biasanya memang seperti itu. Tapi, aku pikir pasti tuan memiliki alasan untuk melakukan itu pada suaminya." jawab ular api.


"Kau benar, walau bagaimana pun tuan sangat mencintai dan perduli pada suaminya. Tuan tidak akan mungkin sengaja melukai atau mencelakai suaminya sendiri." ucap ceri emas.


"Mengapa Anda menghentikan tapanya disaat-saat terpenting dari tapanya?" tanya Suho.


"Bukankah dengan seperti itu pencapaian yang telah dia raih akan hancur?" tambahnya.


"Jika aku tidak menghentikan tapanya segera, tubuhnya bisa hancur berkeping-keping dan pencapaiannya akan musnah." ucap Ze.


"Mengapa bisa demikian?" tanya Suho sedangkan ular api dan ceri emas hanya menyimak saja.

__ADS_1


"Di dalam dirinya terdapat sebuah segel yang mengurung sebuah kekuatan yang sangat besar dan mencegah dia untuk berkembang lebih dari sekarang. Jika itu terjadi maka segel itu akan menghancurkan dirinya beserta tubuh Jin hu." ucap Ze.


"Aku tidak tahu apa tujuan orang itu menyegel kekuatan besar itu di dalam tubuh Jin hu. Aku juga tidak tahu pasti kekuatan besar apa itu dan dari mana asalnya. Apakah itu dari luar atau itu adalah kekuatan asli Jin hu yang tersegel." ucap Ze.


"Jika itu adalah kekuatan milik Jin hu maka akan ada yang muncul untuk menyerang saat tahu segel nya ada yang mengusik." ucap Hui tu dengan telepati karena ternyata dia menyimak apa yang terjadi di dalam batu dimensi.


"Biarkan Jin hu dalam keadaan tidak sadar seperti itu untuk sementara. Orang itu akan sulit menemukan keberadaannya jika kau membentengi dirinya dengan tabir pelindung dan dia tetap dalam keadaan tidak sadarkan diri." ucap Hui tu.


Ze segera memasukkan daun yiyang yang sudah dia hancurkan kedalam mulut Jin hu lalu memasukkan air kedalam mulutnya sendiri. Ze segera menyatukan bibirnya dengan bibir Jin hu dan membuat Jin hu menelan daun yiyang beserta air itu.


"Setidaknya tubuhmu akan baik-baik saja dalam keadaan seperti ini sebelum aku mendapatkan solusi untuk masalah ini." ucap Ze.


Ze menempelkan bibirnya lama pada kening Jin hu. Ze kemudian membungkus tubuh Jin hu dengan tabir pelindung yang transparan.


"Aku akan merindukan kekonyolan darimu untuk beberapa saat ini. Aku berjanji ini tidak akan lama karena aku akan menemukan jalan keluar segera untuk dapat menyelamatkan dirimu." gumam Ze lalu segera melangkah ke luar dari batu dimensi.


Ze ke luar dari batu dimensi tanpa sepatah katapun pada ular api, ceri emas ataupun Suho. Pikirannya saat ini sedang kacau dan mereka memaklumi itu.


"Apakah ada cara untuk mematahkan segel kekuatan dari dalam tubuh Jin hu?" tanya Ze.


"Bukankah ras kalian tahu segalanya? Kalian tentu tahu bagaimana cara untuk membuka segel kekuatan dari tubuh suamiku." ucap Ze menatap Zili penuh harapan.


"Ya, ada satu cara dan itu bukanlah hal yang sangat mudah." ucap Zili.


"Apapun caranya dan apapun resiko yang akan aku terima untuk membuka segel itu, akan aku lakukan." ucap Ze.


"Ada banyak jenis segel kekuatan yang ada dan yang ada di dalam tubuh suami putri adalah yang paling kuat diantara segel kekuatan yang ada. Aku dapat pastikan bahwa segel itu bukan berasal dari dunia bawah ini mengingat betapa kuatnya segel itu." ucap Zili.


"Ini adalah buku mengenai segala segel dan cara menanganinya yang aku dapatkan dari seorang tua yang berasal dari negri segel. Aku tidak bisa mempelajarinya karena bahasanya sangat asing tapi aku yakin putri akan bisa membacanya dan mempelajarinya." ucap Zili sembari menyerahkan sebuah buku pada Ze yang langsung di ambil oleh Ze.


Ze membuka halaman pertama buku itu dan terbelalak melihat tulisan didalamnya. Ze menatap Zili lalu menatap tulisan dari dalam buku itu.

__ADS_1


"Tulisan ini...... "


Hayo tulisan apa yang Ze baca sampai bikin Ze terkejut seperti itu? 🤔🤔🤔🤔🤔


__ADS_2