Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
An wei lan?


__ADS_3

"Apakah itu artinya walaupun ada sihir ataupun benda sihir selama itu tidak menyerang kakak ke 2 maka peluit itu tidak akan menimbulkan reaksi apapun?" tanya Huo nan.


"Ya, benar sekali." jawab Zili.


Mendengar jawaban Zili, Jin hu mengambil sumpit lalu mengambil salah satu dari makanan itu untuk dimakannya. Saat akan menyuap makanan itu ke dalam mulutnya, tiba-tiba reaksi yang sama saat menjamu raja Kai dan putri Kai palsu kembali dia rasakan. Peluit itu tiba-tiba saja menimbulkan rasa panas membuat Jin hu meletakkan kembali sumpit yang dipegangnya.


"Memang benar, ada mantra sihir pada semua makanan ini. Peluit ini menunjukkan reaksi yang sama saat aku menjamu tamu dari kerajaan Kai waktu itu." ucap Jin hu.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Huo nan.


"Tunggu saja dan lihat. Apa yang akan mereka lakukan setelah ini?" jawab Ze.


Setelah beberapa saat di luar ruangan itu terdengar derap langkah dari beberapa orang mengarah ke arah ruangan mereka.


"Buka pintunya." terdengar suara seorang wanita dan tidak lama pintu ruangan itu dibuka.


Ze hanya duduk santai sambil melihat ke arah pintu. Saat mereka masuk ke dalam ruangan itu, mereka terkejut karena semua orang dalam ruangan itu masih duduk santai dan makanan di atas meja masih utuh.


"Sepertinya mereka sudah tahu soal makanan itu kakak Fei ya." ucap seorang gadis.


"Jika seperti itu, maka kita harus menangkap dan membawa mereka untuk dibawa ke tempat pimpinan." ucap wanita yang disebut Fei ya itu.


"Ingin menangkap kami heh? Apa kalian memiliki kemampuan untuk itu?" tanya Ze dengan senyum mengejek dan tatapan sinisnya.


"Kami jauh dari mampu untuk melakukan itu." jawab seorang gadis.


"Huo nan, sebaiknya kau saja yang melawan mereka. Ingat untuk menyisakan satu orang untuk dijadikan pusat informasi untuk kita." ucap Ze.


"Mengapa aku yang harus melawan mereka kakak ipar? Aku sangat tidak nyaman melawan wanita." protes Huo nan.


"Dalam pertarungan nyata tidak ada yang namanya wanita atau pria. Kau harus menganggap mereka adalah lawan yang harus dilawan dan ditaklukkan." ucap Ze.


"Lagi pula, apakah kau ingin salah satu dari kami yang melawan orang-orang lemah seperti mereka? Itu tidak pantas." tambah Ze.


"Kurang ajar....! Serang mereka. " seru Fei ya dan semua rekannya segera menerjang ke arah mereka.


Huo nan langsung maju menangkis serangan mereka satu persatu. Huo nan dengan cepat menangkis setiap serangan dari lawannya.


"Jangan terlalu lama. Cukup buat mereka semua tumbang dengan satu serangan." ucap Ze.

__ADS_1


"Baik kakak ipar." saut Huo nan dan langsung menggunakan kekuatan tenaga dalam yang disalurkan pada telapak tangannya.


Huo nan memberikan tekanan roh sehingga mereka semua jatuh berlutut karena tidak dapat menahan serangan tenaga dalam yang sangat kuat untuk mereka dari Huo nan. Huo nan akan mengarahkan kekuatan tenaga dalam untuk menyerang mereka dengan satu serangan.


Melihat itu Ze melindungi Fei ya dengan tabir agar bisa mendapatkan informasi dari wanita itu nanti. Huo nan mengerahkan serangan tenaga dalam ke arah mereka dan seketika mereka semua selain Fei ya memuntahkan darah lalu mati.


"Kau mengabaikan perintah untuk menyisakan satu orang dari mereka. Untung aku cepat memberikan tabir pada satu dari mereka." ucap Ze.


"Maaf kakak ipar, aku lupa dengan itu. Aku hanya fokus pada perintah untuk menyelesaikan mereka dengan satu serangan saja." ucap Huo nan.


"Sudahlah, bawa wanita itu ke sini." ucap Ze setelah melemparkan jarum berlumuran racun pelumpuh dan mengenai tubuh Fei ya yang hendak kabur.


Huo nan tidak lagi mengatakan apapun lalu menyeret tubuh wanita itu kemudian mendudukkannya dengan posisi bersandar pada dinding. Fei ya hanya terbelalak menatap horor pada mereka semua karena tidak dapat menggerakkan tubuhnya bahkan mulutnya pun tidak dapat dia gerakkan.


Ze tersenyum membuat Huo nan merinding. Dia tidak berani menebak maksud dari senyuman Ze yang selalu dia anggap menyeramkan itu. Ze mentotok beberapa bagian tubuh atas wanita itu.


"Si siapa sebenarnya ka kalian? Apa yang akan kalian lakukan padaku?" tanya Fei ya.


"Kau tidak perlu tahu siapa kami. Aku hanya ingin tahu apa yang terjadi pada desa ini terutama pada penduduk pria desa ini." ucap Ze.


"Aku tidak akan mengatakan apapun pada kalian walaupun kalian membunuh aku." tolak Fei ya.


"Ti tidak...... Ja jangan lakukan itu." ucap Fei ya ketakutan.


"Maka, beritahu kami apa yang ingin kami ketahui." ucap Ze.


"Sret.... Akh....!" Ze mengiris lengan atas Fei ya membuat dia memekik kesakitan.


"Jika aku menunggu lebih lama lagi, maka luka berikutnya akan ada di pipimu." ucap Ze sambil menaruh pisau pada pipi Fei ya.


"Ja jangan aku katakan aku katakan. " ucap Fei ya.


"Aku sedang menunggu." ucap Ze.


"Para pria disekap di sebuah gua di dalam hutan." ucap Fei ya.


"Mengapa mereka semua disekap?" tanya Ze.


"Untuk dijadikan tumbal dalam ritual darah yang selalu dilakukan pemimpin kami sebulan sekali." jawab Fei ya.

__ADS_1


"Ritual darah untuk apa?" tanya Huo nan.


"Untuk membuat senjata tingkat tinggi dan untuk hidup abadi." jawab Fei ya.


"Apakah ritual darah artinya menguras seluruh darah didalam tubuh tumbal?" tanya Hui tu.


"Iya." jawab Fei ya.


"Apakah tumbalnya harus laki-laki atau apakah ada alasan lainnya sehingga harus laki-laki yang menjadi tumbal ?" tanya Ze.


Fei ya diam sejenak bingung harus menjawab pertanyaan Ze. Ze memilih membuat Fei ya menelan pil kejujuran agar mendapatkan jawaban yang pasti untuk setiap pertanyaan.


"Apa yang kau berikan padaku? Bukankah aku telah menjawab pertanyaan kalian?" tanya Fei ya ketakutan.


"Hanya sesuatu yang memastikan setiap yang keluar dari mulut mu itu adalah kebenaran." jawab Ze.


"Siapa pemimpin kalian?" tanya Ze.


"Seorang wanita bernama An wei lan." jawab Fei ya.


"An wei lan, jika itu dia maka dendam masa lalu akan kembali diungkit." gumam Ze.


"Mengapa tumbal kalian harus seorang laki-laki?" tanya Ze.


"Karena pemimpin kami sangat membenci laki-laki. Baginya laki-laki adalah seorang bajingan yang harus dimusnahkan." jawab Fei ya.


"Untuk apa dia membuat senjata yang sangat kuat?" tanya Ze.


"Untuk balas dendam pada saudara tirinya yang sudah membuat hidupnya sengsara. Karena dari berita yang dia dapatkan saudara tirinya itu dilindungi seorang yang kuat." jawab Fei ya.


"Itu benar kamu. Akhirnya kita kembali akan bertemu Wei lan." ucap Ze menyeringai .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terima kasih atas dukungan kalian


Author akan usahakan selama beberapa hari ini up lebih banyak dari biasanya.


Selamat membaca dan jangan lupa untuk berikan vote, like dan komentarnya.

__ADS_1


__ADS_2