Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Penyambutan?


__ADS_3

Di perbatasan Raja Kai beserta rombongan masih menunggu kabar dari prajurit penjaga perbatasan yang pergi melapor pada Jin hu mengenai kedatangannya dan tujuan kedatangannya ke istana atas awan.


"Mengapa sudah selama ini kita menunggu masih belum juga ada yang datang menyambut kedatangan kita ayah? Apakah kak Jin hu tidak percaya dengan alasan tujuan kita berkunjung di istana miliknya?" tanya putri Rou ruan yang mulai bosan.


"Sabarlah sebentar lagi. Perjalanan prajurit yang pergi melapor itu tidaklah dekat. Jadi wajar jika dia memerlukan waktu yang cukup lama untuk tiba di istana. Begitu juga dengan mereka yang menyambut kedatangan kita tentu membutuhkan waktu yang lama juga untuk tiba di tempat ini." ucap Raja Kai berusaha menenangkan puterinya.


"Ayahanda memang benar, tapi aku sudah tidak sabar ingin melihat wajah kak Jin hu lagi. Aku harap aku bisa melihat kak Jin hu dari jarak yang sangat dekat. Agar dia juga bisa menyadari keberadaan aku dan bisa melihat betapa mempesonanya aku." ucap putri Rou ruan.


"Hari itu pasti akan tiba untukmu. Dimana dia hanya akan menatap dirimu seorang sebagai wanita istimewa disisinya." ucap Raja Kai.


"Prajurit itu telah kembali Yang mulia Raja." lapor pengawal Raja Kai.


"Mengapa dia hanya kembali seorang diri? Apakah kedatangan kita tidak di terima sehingga tidak ada orang istana yang menyambut kedatangan kita ayahanda? " tanya Putri Rou ruan kepada ayahnya dengan wajah sendunya.


"Ayah juga tidak tahu Ruan ruan, tapi jangan terlalu cepat putus asa. Mungkin saja rombongan Jin hu menyusul di belakang dan prajurit itu diutus untuk segera menyampaikan pada kita agar lebih bersabar untuk menunggu kedatangan mereka." jawab Raja Kai.


"Ya, ayahanda memang benar. Aku harus lebih bersabar untuk masalah kak Jin hu jika ingin memiliki dirinya utuh hanya untukku." saut putri Rou ruan dan senyum kembali terbentuk di bibirnya.


Prajurit itu perlahan mendekat dengan kudanya dan berhenti tepat di depan rombongan Raja Kai. Dia turun dari kuda lalu melangkah ke arah mereka.


"Titah yang mulia tuan Jin hu hanya ada 4 orang dari rombongan Raja Kai yang diijinkan untuk melewati tabir dan memasuki istana negeri atas awan ini." ucap prajurit itu langsung tanpa melakukan hormat terlebih dahulu.


Ucapan dari prajurit itu membuat wajah Raja Kai dan rombongan tegang dengan warna merah padam menahan marah. Dengan hanya mengirim seorang prajurit untuk menyampaikan pesan dan menyambut mereka, sama halnya dengan Jin hu tidak menghargai kerajaan mereka.

__ADS_1


"Dasar anak muda kurang ajar. Dia bahkan membiarkan seorang prajurit rendahan menyampaikan pesan kepada kami. Jika bukan karena putriku dan sumber daya yang berlimpah dari negeri kecil ini, aku akan memenggal kepala prajurit itu dan mengirimkan langsung pada pemuda sombong itu." batin Raja Kai.


"Kau bisa saja bersikap dingin seperti ini terhadapku kak Jin hu. Tapi, aku akan pastikan saat kau terjerat oleh pesonaku yang tidak dapat ditolak oleh siapapun, kau akan bertekuk lutut di hadapanku dan selalu bersikap hangat padaku." batin Rou ruan sambil tersenyum melirik paman Hong yang akan menjadi kunci suksesnya memiliki Jin hu menurutnya.


"Apakah tidak ada lagi pejabat tinggi di dalam istana sehingga hanya memerintahkan seorang prajurit biasa untuk menyambut kami?" tanya orang bernama paman Hong.


"Yang mulia tuan Jin hu berkata, jika para tamu menanyakan penyambutan." prajurit itu membuka selembar kertas yang diberikan oleh Jin hu sebelum prajurit itu pergi.


Dalam surat itu tertulis


Penyambutan tamu dilakukan untuk tamu yang diundang atau yang menyampaikan kedatangan mereka sebelum tamu itu datang. Walaupun negeri kami kecil tidak seperti negeri Kai yang besar, kami juga memiliki kesibukan yang tidak dapat langsung ditinggalkan untuk menyambut tamu yang datang tiba-tiba.


Jika masih memiliki niat memasuki istana kecil kami terima pengaturan yang telah diputuskan oleh aku selaku pemimpin negeri kecil ini. Jika tidak, silahkan kembali ke negeri besar kalian yang sangat berkuasa itu.


"Yang mulia mengirim kertas berstempel yang membebaskan siapapun untuk satu kali memasuki negeri ini. Masing-masing satu kertas hanya untuk satu orang dan yang mulia hanya memberikan 4 kertas saja." jelas prajurit itu.


"Sekarang terserah keputusan dari Raja Kai ingin menerima atau tidak." tambahnya.


"Serahkan kertas itu pada kami." ucap seorang pengawal setelah mendapat anggukan dari Raja Kai.


"Kalian semua tunggu kami di sini." ucap Raja Kai pada pengawalnya yang tidak bisa ikut memasuki tabir setelah dia memutuskan siapa saja yang akan ikut.


Raja Kai memutuskan hanya Dia, putri Rou ruan, paman Hong dan seorang pengawal yang akan masuk ke dalam negeri atas awan. Mereka semua memasuki tabir menggunakan satu kereta yang dikendalikan oleh pengawal yang ikut karena tidak ada kusir yang boleh ikut.

__ADS_1


...----------------...


Jin hu beserta Liu ku, Jeong nam, ular api dan Liu yu sedang berbincang layaknya keluarga di aula. Tiba-tiba tetua Fu datang menyela perbincangan mereka.


"Orang tua ini meminta waktu anda untuk membicarakan sesuatu yang mulia." ucap tetua Fu yang terdengar seperti seorang yang sedang menahan amarahnya.


"Katakan." ucap Jin hu.


"Mereka adalah keluargaku dan mereka adalah bagian dari istana ini sekarang. Tidak ada rahsia dariku untuk mereka jadi, katakan sekarang atau pergi saja." ucap Jin hu setelah melihat tetua Fu menatap satu persatu orang di aula seolah ragu untuk berbicara.


"Raja dari kerajaan Kai berada di perbatasan." ucap tetua Fu.


"Kami semua tahu itu. Lalu?" tanya Jin hu.


"Lalu? Bukankah seharusnya untuk menghargai tamu yang terhormat seperti beliau anda sebagai tuan rumah seharusnya menyambut mereka?" tanya tetua Fu geram.


"Dia datang tanpa pemberitahuan sebelumnya. Dia pikir aku sangat senggang sehingga tidak butuh diminta ijin untuk bertamu di wilayahku?" hanya pertanyaan lain tanpa jawaban yang Jin hu ucapkan.


"Tapi,........"


"Bukankah kau telah melewati batas dirimu tetua Fu? Jin hu adalah pemimpin disini bukan dirimu. Bukan tempat untuk dirimu mempertanyakan keputusan yang dia putuskan." ucap Liu ku dengan nada tinggi.


Ji liu ku yang sangat tidak suka dengan kelakuan tetua Fu semakin geram lalu menatap tajam tetua Fu membuat nyali orang tua itu ciut.

__ADS_1


"Sebaiknya kau pergi dari aula ini dan persiapkan sambutan jika kau ingin menyambut kedatangan mereka. Jangan mengganggu kami dan membuat kami tidak bisa mengontrol emosi yang akan membuat dirimu berakhir dengan tidak baik." saran Jeong nam yang juga hampir kehilangan kendali melihat kelakuan orang tua itu.


__ADS_2