
"Ta tapi..... "
"Aku tidak akan mencelakai ayahmu jadi, kau tidak perlu mengawasi kami selama proses pemulihan beliau. Kau hanya akan menjadi pengganggu saja jika kau berada di sini." ucap Ze.
"Aku..... "
"Kau itu calon pemimpin yang harus tahu mana yang harus kau utamakan. Keluarga memang penting tapi, saat ini paman Rui tidak membutuhkan kau untuk tetap di sini. Tugasmu sudah menanti dirimu di luar sana. Aku baru saja menerima beberapa orang untuk membantu tugas dari kelompok Cheng duan dan aku ingin kau mampu mendapatkan kepercayaan dari mereka agar dapat berada di sisimu. Mereka sangat mampu untuk di andalkan."ucap Ze.
"A... "
"Berhenti untuk berusaha mendebat kakak ipar mu ini. Kau masih jauh dari mampu untuk menang melawannya." ucap Jin hu.
"Baiklah, aku akan lakukan sesuai keinginan kakak ipar." ucap Huo nan.
"Hei gadis bodoh." panggil Hui tu seperti biasa masih berbicara dengan bahasa batin walaupun dia saat ini berada di dalam satu ruangan dengan Ze.
"Berhenti memanggilku seperti itu." protes Ze.
"Sejenius apa pun dirimu itu di mata semua orang, kau tetaplah gadis bodoh dan ceroboh di mataku." ucap Hui tu.
"Terserah dirimu saja kakek tua." ucap Ze malas mendebat Hui tu.
"Berhenti memanggilku kakek tua. Tubuh yang aku dapatkan adalah tubuh pemuda yang berusia tidak jauh darimu." protes Hui tu.
"Semudah apapun penampilanmu itu kakek tua, Kau tetap akan menjadi kakek tua di mataku. Jangan lupa bahwa usiamu itu bahkan jauh lebih tua dari kakekku." ucap Ze sambil tersenyum penuh kemenangan karena berhasil membalas untuk mengatai Hui tu.
"Terserah padamu gadis bodoh. Aku hanya mengingatkan kamu untuk segera menyerap energi yang kau dapat dari pembakaran tubuh hewan ajaib itu. Energi yang didapatkan dari tubuhnya memang sangat kuat bahkan lebih kuat dari binatang ajaib sebelumnya. Tapi.... "
"Tapi apa?" tanya Ze.
"Tapi, energinya tidak stabil dan akan menyusut hingga menghilang jika tidak segera kau serap." ucap Hui tu.
"Baiklah kakek tua, setelah selesai akupuntur ini, aku akan melakukan tapa untuk menyerap energi dari Ratu parasit itu." ucap Ze.
"Hm kau harus lebih kuat lagi sebelum kita meninggalkan istana Beicheng ini. Musuh yang akan kita hadapi nantinya di tempat keturunan aku berada tidak dapat kita anggap remeh. Aku khawatir kalau kita akan langsung menghadapinya nantinya." ucap Hui tu memperingati.
__ADS_1
"Tenanglah kakek tua, sekarang kita jauh lebih kuat walaupun masih jauh dari pencapaian yang aku harapkan tapi, kita sudah cukup kuat untuk menghadapi segala masalah yang menanti kita nantinya." ucap Ze.
"Kau tidak dapatkah untuk sedikit merendah? Selalu saja kau menjadi seseorang yang merendahkan segala pencapaian yang hampir mustahil orang lain capai." ucap Hui tu kesal.
"Aku tidak sedang mengatakan hal yang salah. Pencapaian yang aku peroleh saat ini masih bukan targetku." ucap Ze.
"Kalau para master di dunia kita ini mendengar perkataan mu saat ini, mereka akan memotong lidah orang yang menyebut diri mereka master." ucap Hui tu.
"Mengapa demikian?" tanya Ze tidak paham maksud Hui tu.
"Mereka akan malu untuk menerima gelar master disaat ada orang dengan pencapaian di atas mereka dan masih menganggap kalau pencapaian yang kau dapatkan masih jauh dari harapan." jelas Hui tu.
"Itu masalah mereka. Aku tidak akan merendah untuk mereka. Merendah hanya untuk mereka yang tidak percaya diri." ucap angkuh Ze membuat Hui tu kehilangan kata-kata.
"Berhenti mengganggu, aku butuh fokus untuk titik terakhir yang harus aku tusuk." ucap Ze.
Ze selesai dengan akupuntur untuk kaisar Beicheng dan dia kembali meminta beliau untuk mencoba menggenggam tongkat lalu mengangkatnya.
"Coba genggam kembali tongkat itu dan angkat perlahan paman." ucap Ze.
Beliau menggenggam tongkat lalu mengangkat tangannya. Tongkat berhasil terangkat memunculkan senyum di wajah kaisar Beicheng.
"Tuk... " tongkat kembali terlepas dari genggaman kaisar Beicheng membuat beliau kecewa.
"Itu bukanlah hal buruk paman Rui. Itu menunjukkan kemajuan dan perlahan paman akan mampu menggunakan tangan paman seperti sedia kala." ucap Ze.
"Paman istirahat dulu saja. Jangan memaksakan diri karena akan merugikan tubuh paman Rui." ucap Ze.
"Besok pasti akan ada kemajuan jika paman dapat menjaga kondisi tubuh paman agar tidak kelelahan." ucap Ze.
"Baiklah." pasrah kaisar Beicheng.
"Aku harus pergi karena aku harus melakukan sesuatu dulu. Hui tu akan menjaga paman Rui di sini selama aku pergi." ucap Ze.
"Baiklah kau sibuk saja dulu." ucap kaisar Beicheng.
__ADS_1
Ze segera keluar dari kamar kaisar Beicheng bersama Jin hu. Mereka saat ini sudah menempati kamar lain untuk menghindari protes dari yang lainnya jika banyak yang menyebarkan kalau mereka menempati kamar permaisuri.
"Aku harus bertapa di dalam batu dimensi untuk segera menyerap energi yang aku dapat dari pembakaran Ratu parasit sebelumnya." ucap Ze.
Ze memilih bertapa di dalam batu dimensi untuk menghemat waktu karena seperti yang dijelaskan bahwa 1 hari di dalam batu dimensi itu sama dengan 10 hari di dunia luar.
"Bertapa lah dengan tenang di dalam sana. Aku akan berjaga di sini selama kau bertapa di dalam batu dimensi." ucap Jin hu.
"Tunggu dulu." cegah Jin hu saat Ze akan memasuki ruang dalam batu dimensi.
"Ada apa?" tanya Ze heran.
"Kau tidak melupakan sesuatu?" tanya Jin hu balik.
"Tidak ada yang terlupakan seingat ku." jawab Ze sambil menggelengkan kepalanya pura-pura tidak tahu maksud sang suami.
"Huft ya sudah, pergilah bertapa." ucap Jin hu dengan wajah sedih.
"Cup..... Aku hanya bercanda." ucap Ze setelah mengecup pipi Jin hu.
"Cukup?" tanya Ze.
"Masih belum." ucap Jin hu lalu menarik tengkuk Ze dan mencium bibir Ze.
Tidak hanya ciuman yang hanya menempelkan bibir dengan bibir tapi, ciuman disertai lu*atan lembut yang menghanyutkan cukup lama hingga Ze menepuk pelan dada Jin hu pertanda jika dirinya sudah hampir kehabisan napas.
"Aku tidak dapat melihatmu untuk waktu yang cukup lama. Hanya kecupan singkat tidak akan cukup." ucap Jin hu memberi alasan sebelum istrinya protes.
"Aku hanya beberapa jam di dalam batu dimensi untuk waktu di luar sini. Kau mengatakannya seolah aku akan pergi untuk waktu berbulan-bulan lamanya." ucap Ze.
"Jika waktu berbulan-bulan maka aku tidak akan memberikan kau izin untuk pergi. Aku akan ma*i karena rindu sebelum kau kembali dari perjalan mu itu." ucap Jin hu sambil memeluk istrinya.
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak setelah selesai membaca.
Salam hangat penuh sayang dari Author😘
__ADS_1