
Huo nan menceritakan semua hal yang telah dialami putri Yin ying pada ayahnya. Mulai dari ibunya yang merusak wajahnya dengan racun agar dia tidak menjadi korban ayahnya hingga saat Ze menyembuhkan wajahnya sehingga bisa secantik sekarang dan tidak lupa dengan efek yang membuat putri Yin ying menjadi seperti anak kecil.
"Jadi, apakah kau ingin menikahi gadis ini sehingga kau membawanya pulang?" tanya Raja Rui.
"Ya, aku memang ingin menikahi gadis ini." jawab Huo nan.
"Apakah kau ingin menikahi gadis ini karena kau tertarik padanya atau hanya kasihan padanya?" tanya Raja Rui.
Huo nan diam mendapatkan pertanyaan seperti ini dari ayahnya. Dia juga masih belum paham dengan perasaannya terhadap gadis yang baru saja dia temui itu.
"Jika kau memang tertarik padanya, aku tidak perduli dengan kekurangan dia, aku akan setuju kalian menikah. Tapi, jika hanya karena kasihan, sebaiknya aku mengangkatnya sebagai anak saja dan kau bisa tetap menjaganya sebagai adik angkatmu." ucap raja Rui.
"Aku tidak ingin nantinya kau akan menyakiti hati wanita jika kau hidup dengan dia hanya karena kasihan semata. Bagaimana jika suatu saat kau menemukan seorang gadis yang sungguh-sungguh kau sayangi? Apa yang akan kau lakukan padanya?" tanya Raja Rui.
"Begini saja, Huo nan, aku bertanya padamu saat ini apa yang kau rasakan saat berdekatan dengan putri Yin ying?" tanya Hui tu.
"Aku merasa nyaman hanya dengan menatap wajahnya dan aku tidak tahu apa sebabnya." jawab Huo nan.
"Apakah kau akan merelakan jika ada pria lain yang bersedia menjaganya karena sungguh yakin telah jatuh hati pada putri Yin ying?" tanya Ze.
"Tidak, membayangkan saja kepalaku terasa mau meledak." jawab Huo nan setelah beberapa saat terdiam membayangkan putri Yin ying pergi dengan pria lain.
Mendengar jawaban dari Huo nan mereka semua tersenyum tidak terkecuali raja Rui. Raja Rui menoleh ke arah Ze lalu mengangguk dan dijawab anggukan kepala oleh Ze juga.
"Jika seperti itu, tunggu apa lagi. Kita akan adakan pesta pernikahan segera untuk kalian." ucap raja Rui.
"Ayah, sebaiknya untuk pesta kita tunda dulu hingga kondisi Yin ying lebih baik. Aku tidak ingin Yin ying menerima ucapan tidak layak jika kami mengadakan pesta di saat keadaannya masih seperti ini." ucap Huo nan.
"Bukannya malahan dia akan mendapatkan cibiran dari banyak orang jika menikah dengan seorang calon raja tapi tanpa pesta? Tidakkah orang akan berpikir karena keadaannya kau terpaksa menikah dengan dia makanya tidak ada pesta meriah yang terjadi saat pernikahan kalian berlangsung?" tanya Raja Rui mengajukan pendapatnya.
"Kondisi putri Yin ying ini tidak akan selamanya seperti itu paman Rui. Aku tahu apa yang paman khawatirkan tapi, sebaiknya pernikahan mereka diadakan sederhana saja sesuai keinginan ibu dari putri Yin ying. Saat kondisinya sudah kembali normal, paman bebas mengadakan pesta semeriah apapun juga." ucap Ze.
"Baiklah, jika itu sudah menjadi keputusan kalian maka aku akan setuju dengan kalian." ucap raja Rui akhirnya.
"Lalu kapan kau akan melaksanakan pernikahan mu dengan putri Yin ying?" tanya Raja Rui.
"Kita tunggu ibu dari putri Yin ying datang menyusul dengan paman dan sepupunya. Mereka tentu ingin melihat saat bersejarah yang akan terjadi pada putri mereka." jawab Huo nan.
"Apakah keluarga dari gadis itu sudah setuju dengan rencana pernikahan kalian?" tanya Raja Rui.
"Tentunya, tidak mungkin kami dapat membawa anak gadis orang tanpa ijin dari keluarganya." jawab Ze.
"Ya sudah, kalian beristirahat saja. Aku yakin pasti kalian sudah sangat lelah melakukan perjalanan dan juga pertarungan." ucap raja Rui.
Mereka semua akhirnya pergi beristirahat. Awalnya putri Yin ying tidak ingin berpisah dengan Huo nan tapi setelah dibujuk oleh Ze dan yang lainnya akhirnya putri Yin ying pasrah tinggal di kamar yang berbeda dengan Huo nan.
Beberapa hari kemudian
Ibu dari putri Yin ying dan 5 keluarga kerajaan Ying sudah hadir di istana Beicheng. Pernikahan sederhana akhirnya dilaksanakan pada malam hari saat mereka tiba.
Pernikahan berlangsung dengan lancar dan tenang. Hanya dihadiri oleh keluarga putri Yin ying, kelompok Ze dan keluarga inti raja Rui.
Di dalam kamar pengantin putri Yin ying sedang duduk dengan bingung karena di paksa menggunakan pakaian yang sangat ribet menurutnya. Bagaimana tidak, dia harus menggunakan pakaian tebal yang sulit untuk bergerak terlebih wajahnya ditutupi kain yang hanya boleh dibuka oleh kakak tampannya.
"Huu hu hu hu hu. " tangisnya pelan karena merasa jenuh tapi takut kakak tampannya akan marah jika dia bergerak dari tempatnya.
"Kriet..." pintu kamar akhirnya dibuka oleh Huo nan.
"Hu hu hu hu hiks hiks hiks. " samar-samar Huo nan dapat mendengar suara isak tangis tertahan yang keluar dari mulut istrinya.
Huo nan menyibak kain yang menutupi wajah cantik istrinya untuk memastikan apakah pendengarannya tidak salah. Hatinya pilu mendapati ternyata istrinya memang sedang menangis.
"Mengapa kau menangis Yin kecil?" tanya Huo nan sambil mengangkat dagu sang istri agar dapat melihat wajah cantik itu dengan lebih jelas.
"Apakah kau menyesal karena mengikuti aku dan sekarang menikah denganku?" tanya Huo nan.
"Lalu kenapa kau menangis?" tanya Huo nan setelah putri Yin ying menggeleng.
"Yin bosan hanya duduk diam dengan wajah tertutup tapi, Yin takut kakak tampan akan marah dan meninggalkan Yin kalau Yin bergerak dan membuka kain itu." jelas putri Yin ying membuat Huo nan tersenyum.
Istrinya tampak lebih menggemaskan dengan wajah bersedih dan cara menjelaskan tentang perasaannya.
"Aku tidak akan marah dan meninggalkan Yin walaupun Yin berlarian di dalam kamar ini." ucap Huo nan sambil mengecup singkat kening istrinya.
"Benarkah? Kakak tampan tidak akan pernah marah pada Yin?" tanya putri Yin ying dengan wajah berbinar.
"Ya tapi dengan syarat. Yin tidak boleh meninggalkan kediaman ini kecuali dengan aku dan jangan panggil kakak tampan lagi." ucap Huo nan.
"Lalu Yin harus memanggil kakak tampan dengan panggilan apa?" tanya putri Yin ying bingung.
"Apakah Yin sayang dengan kakak tampan?" tanya Huo nan.
"Ya, Yin sayang kakak tampan." jawab putri Yin ying.
"Maka panggil sayang saja." ucap Huo nan.
"Jadi kalau Yin sayang sama kakak tampan Yin panggil sayang?" tanya putri Yin ying.
"Ya." jawab Huo nan.
"Jadi Yin juga panggil ibu dan yang lainnya juga sayang karena Yin sayang sama....
"Yin hanya bisa panggil sayang ke aku saja. Tidak boleh yang lainnya." sela Huo nan.
"Tapi....
"Tidak ada kata tapi, kalau Yin sayang kakak tampan maka tidak boleh panggil orang lain sayang. Siapapun itu, paham sayang?" tanya Huo nan.
"Ya Yin paham sayang." ucap Putri Yin ying membuat Huo nan langsung memeluk tubuh istri kecilnya itu.
"Mengapa sayang ingin memakan bibir Yin?" tanya putri Yin ying sambil mendorong tubuh Huo nan saat Huo nan mencium bibirnya karena tidak tahan dengan kecemasan istrinya itu.
__ADS_1
"Itu bukan memakan namanya sayang. Tapi, itu wujud sayang kakak sama Yin." jawab Huo nan.
"Tapi ingat jangan biarkan siapapun melakukan itu padamu selain aku." tambah Huo nan.
"Kenapa harus begitu?" tanya putri Yin ying.
"Karena aku adalah suamimu dan kau adalah istriku. Hanya suami dan istri yang boleh melakukan itu." jawab Huo nan.
"Hoam....." putri Yin ying menguap lebar.
"Kau mengantuk?" tanya Huo nan dijawab anggukan oleh istrinya.
"Ayo kita tidur." ajak Huo nan.
"Tapi baju ini terlalu berat. Yin kepanasan memakainya." keluh putri Yin ying dengan wajah cemberut.
"Maka buka lapisan luar baju itu agar tidak terlalu tebal." ucap Huo nan.
Mereka tidur bersama setelah Putri Yin ying membuka lapisan luar bajunya. Putri Yin ying masuk ke dalam pelukan Huo nan dan langsung terlelap setelah itu.
"Sabar Huo nan, istrimu masih belum siap untuk melakukan hal itu. Jangan buat dia takut padamu jika kau memaksakan diri untuk menuntaskan hal itu." ucap Huo nan lalu tidak lama ikut terlelap setelah sebelumnya mengecup kening sang istri.
Kerajaan Beicheng akhirnyamemperluas wilayah kekuasaan karena kerajaan Xin telah menjadi wilayah tanpa pemimpin. Ze , Jin hu dan Hui tu membantu Huo nan merekrut dan melatih prajurit baru sebelum akhirnya meninggalkan kerajaan Beicheng.
Mereka baru tiba di sebuah desa saat tiba-tiba Hui tu mendengar suara istrinya memanggilnya. Dia segera memasuki batu dimensi setelah meminta ijin pada Ze.
"Apakah itu kau yang memanggil aku sayang?" tanya Hui tu.
"Ya." jawab Wei guo.
"Apakah kau cukup kuat kini untuk memindahkan jiwamu ke dalam tubuh lainnya?" tanya Hui tu.
"Ya, energi yang aku serap sebelumnya sangat kuat sehingga aku sudah mampu untuk memindahkan jiwa milikku ke dalam tubuh lainnya." jawab Wei guo.
"Baiklah, aku akan memberitahukan kepada si wanita bodoh itu agar rencananya segera dilaksanakan." ucap Hui tu.
"Teruslah bermeditasi sampai kami mendapatkan tubuh yang sesuai untuk kau tempati." ucap Hui tu.
"Baiklah." ucap Wei guo.
Hui tu keluar dari batu dimensi dengan wajah bahagia membuat Ze heran.
"Ada apa? Apakah ada kabar bahagia sehingga kau sangat bahagia?" tanya Ze.
"Wei guo sudah bisa mencari tubuh baru." jawab Hui tu.
"Oh, kalau begitu kita pergi ke negeri Nansi." ucap Ze.
"Apa rencana yang akan kau lakukan?" tanya Hui tu.
"Gadis itu memasang mata-mata yang terus mengawasi pergerakan kita. Dia pasti akan melakukan sesuatu saat mata-mata yang dia utus melaporkan bahwa kita memasuki negeri Nansi." jawab Ze.
"Aku memiliki cara membuat dia meninggal seketika dan tanpa rasa sakit sedikitpun. Setelah itu, tuan Wu jin tidak akan curiga jika putrinya telah berganti menjadi jiwa orang lain." jelas Ze.
"Oh, pantas saja kau membiarkan orang itu terus mengikuti kita tanpa curiga bahwa kehadirannya telah di ketahui oleh kita dari awal." ucap Hui tu.
"Apakah ada alasan lain yang lebih tepat? Aku sengaja menyimpan nyamuk itu untuk tujuan yang pasti." ucap Ze.
Mereka akhirnya merubah rute menuju kerajaan Nansi. Selama beberapa hari mereka membiarkan beberapa orang itu mengikuti mereka. Saat yakin orang yang mereka ikuti menuju negeri Nansi, satu dari mereka segera memisahkan diri untuk melaporkan itu kepada Sia wu.
"Mengapa kau tiba-tiba datang menemui aku? Apakah ada berita yang menarik dari pangeran impianku?" tanya Sia wu saat melihat orang suruhannya itu sebelum orang itu sempat mengucapkan apapun.
"Mereka dalam perjalanan menuju ke negeri Nansi ini putri." jawab orang itu.
"Bagus, cari tahu penginapan apa yang akan mereka tempati. Aku akan memesan kamar tepat disebelah kamar mereka." ucap Sia wu penuh semangat.
"Baik putri." saut orang itu lalu segera pergi setelah menerima kibasan tangan dari Sia wu.
"Ah, sebentar lagi aku akan melancarkan rencana. Padahal aku berencana untuk melakukan hal itu di kerajaan lain tapi keberuntungan berada di pihakku sehingga pangeran impianku memilih kembali ke negeri Nansi." ucap Sia wu penuh dengan kegembiraan.
"Aku harus merawat diri agar saat bertemu dengan pangeran impianku, aku sudah tampil jauh lebih cantik dan menggoda." ucap Sia wu lalu segera pergi.
Mereka sudah kembali ke negeri Nansi dan kembali memesan kamar yang sama yang mereka pesan sebelumnya. Hanya dua kamar yang mereka pesan dan sesuai rencana dari Sia wu, gadis itu sudah menempati kamar pas di sebelah kamar Jin hu dan Ze.
"Gadis itu sudah ada di kamar sebelah dengan ramuan cinta dan obat tidur untuk menjebak kak Jin hu." ucap Ze.
"Dia sungguh nekat." ucap Hui tu.
"Sekarang saatnya dia merelakan tubuhnya ditempati oleh jiwa lainnya yang lebih pantas hidup. Orang licik seperti dia sebaiknya dikurangi agar tidak mengotori semesta dengan kelakuannya itu." ucap Ze.
Ze membuat lubang kecil pada dinding kamar yang menjadi sekat antara kamarnya dengan kamar Sia wu. Ze membakar sebuah benda kecil lalu melempar ke dalam lubang lalu segera menutupi lubang itu menggunakan sebuah kain.
"Bruk." terdengar suara orang terjatuh dari kamar sebelah membuat Ze tersenyum.
"Dia telah selesai aku tangani. Sekarang bawa istrimu ke kamar sebelah untuk melakukan perpindahan jiwa." ucap Ze.
"Bagaimana bisa dia mati begitu saja? Apakah tidak akan berpengaruh terhadap orang lain di penginapan ini?" tanya Hui tu.
"Tenang, itu adalah asap iblis buatanku yang hanya akan membunuh orang yang menghirup asap yang hanya bertahan sebentar saja di udara. Saat asap itu tidak terhirupdalam waktu singkat racun nya akan menguap di udara dan hilang tanpa bekas." jawab Ze.
"Baiklah, aku akan segera kembali ke kamar sebelah." ucap Hui tu.
"Singkirkan dulu tubuh yang lainnya agar jiwa istrimu tidak salah memasuki tubuh." ucap Ze sambil menyerahkan cairan peleburan miliknya.
Sementara Hui tu pergi ke kamar Sia wu, Ze segera mengajak Jin hu ke dalam batu dimensi.
"Saatnya membuka segel tahap kedua." ucap Ze sebelum Jin hu berbicara.
"Telan pil roh ini sebelum aku melakukan jurus penghancur segel tahap kedua." ucap Ze.
Jin hu segera melakukannya dan Ze segera melakukan gerakan seolah sedang menari mengelilingi tubuh Jin hu. Dia sesekali akan mentotok tubuh Jin hu. Setelah selesaitubuh Jin hu tiba-tiba mengeluarkan cahaya terang berwarna putih.
__ADS_1
"Sebaiknya aku keluar dan membiarkan kak Jin hu bermeditasi." gumam Ze.
Ze segera keluar dari batu dimensi dan menemui Hui tu setelah itu. Di sana Hui tu sedang berbincang dengan tubuh Sia wu yang sudah dikuasai oleh jiwa Wei guo.
"Sebaiknya istrimu kembali ke kediaman tuan Wu jin agar dapat meminta ayahnya untuk menjodohkan dirinya dengan dirimu." ucap Ze.
"Apakah tuan Wu jin tidak akan curiga jika putrinya tiba-tiba berubah pikiran?" tanya Wei guo.
"Ucapkan saja bahwa kau kini tertarik pada pemuda pendiam di dekat Jin hu yang sama sekali tidak tertarik padanya padahal kalian tidak sengaja bertemu sebelum ini. Pria itu tampak lebih gagah dari Jin hu di matamu." jelas Ze.
"Mengingat tuan Wu jin yang sangat menyayangi putrinya tanpa mempermasalkan kesalahan apapun yang putrinya itu lakukan, dia justru akan senang mewujudkan impian putrinya." ucap Ze.
Mereka akhirnya melakukan sesuai arahan Ze. Benar saja, tuan Wu jin langsung mengundang mereka untuk bertemu dan langsung meminta Hui tu menikah dengan putrinya. Karena status Hui tu yang dia tahu hanya pemuda biasa, tuan Wu jin yakin Hui tu tidak akan menolak putrinya dengan latar belakang yang luar biasa menurut dia.
Tanpa menunggu lama Hui tu menyetujui perintah tuan Wu jin dan itu berhasil membuat tuan Wu jin senang. Dia bahkan merencanakan pernikahan secepatnya agar putrinya tidak lagi berubah pikiran dan menyusahkan dirinya dengan keinginan yang lainnya yang tidak masuk akal.
"Akhirnya sebentar lagi satu masalah akan teratasi dan masalah Kak Jin hu juga tinggal sedikit lagi terselesaikan." gumam Ze.
"Apakah aku harus tinggal di akademi tangga langit akhirnya?" keluh Hui tu.
"Kau cukup pikirkan cara agar tidak tertahan di akademi itu jika kau tidak ingin tinggal. Bukankah istrimu adalah putri kesayangan yang akan dituruti segala keinginannya?" tanya Ze.
"Kau cukup jenius kali ini." puji Hui tu.
"Aku memang selalu jenius." ucap Ze bangga.
Di dalam batu dimensi Jin hu tanpa siapapun yang sadar ternyata pencapaian miliknya sudah setara Ze. Ajaibnya dalam menembus Jin hu tidak menimbulkan tanda apapun yang menarik perhatian dari penghuni dunia atas.
Mereka kembali ke istana atas awan tanpa Hui tu yang masih tertahan di akademi tangga langit. Di sana akhirnya Ze memberi kabar bahwa dia hamil membuat semua orang bahagia. Bahkan Jin hu sampai menangis sangking senangnya.
Setelah beberapa bulan Ze akhirnya melahirkan 2 orang anak kembar laki-laki dan perempuan. Ze membiarkan Zili, ular api dan ceri emas mengikuti putranya menjadi hewan roh dari putranya. Dia hanya memberikan mereka pada sang putra karena putrinya sudah memiliki sang penjaga untuk melindungi dirinya.
istana atas awan semakin ramai dan pasangan tua Shi Jeong nam dan Mu Luo yin serta Ji liu ku dan Mei yin menjadi tidak bosan lagi untuk menetap dalam istana. Bagaimana tidak, sudah ada 5 orang anak kecil yang meramaikan istana termasuk anak Wen yuan dan keturunan keluarga Ouyang.
Beberapa bulan kemudian Ze betul-betul berhasil menghancurkan segel pada tubuh Jin hu. Jin hu harus bertapa untuk memulihkan tubuhnya dan saat itu Ze harus melawan para klan peri yang murka karena Jin hu akhirnya bebas dari segel mereka.
Mati-matian Ze melawan klan itu hingga akhirnya Ze kalah dari klan itu. Roh pedang tidak bisa melindungi Ze juga karena ternyata klan peri yang mengetahui keberadaannya menyegel batu dimensi agar tidak dapat terbuka.
"Kau harus ma*i Karena telah mengganggu urusan kami. Kau merusak segel yang seharusnya tetap ada pada tubuhnya." ucap geram seorang wanita.
Ze yang seluruh tubuhnya sudah penuh luka masih saja tersenyum tidak memperlihatkan bahwa dia lemah membuat klan peri sangat murka.
Mereka berhasil menargetkan Ze karena mereka menyibukkan sang penjaga dalam tugas lainnya untuk kekacauan yang mereka buat.
"Kalian hanya sedang ketakutan bukan. Aku tidak takut ma*i tapi, tunggu kak Jin hu selesai dan klan kalian akan musnah." ucap Ze sambil tersenyum.
"Sudah mau ma*i kau masih bisa angkuh." ucap geram salah satu dari mereka dan segera menyerang Ze.
"Duar...." Ze yang sudah lemah tidak lagi mampu menghindari serangan dan akhirnya terkena serangan kuat itu.
Tubuh terhuyung Ze akhirnya berhasil di tangkap oleh sepasang tangan. Wajah orang itu penuh cahaya dan semakin terlihat agung.
"Sayang, bertahanlah aku akan menyelamatkan dirimu." ucap orang itu yang adalah Jin hu yang sudah memiliki kembali semua kekuatan asli tubuhnya dan ingatan masa lalunya.
Jin hu mengalirkan energi pada kening Ze membuat wajah pucatnya sedikit membaik. Jin hu segera memberikan lingkaran pelindung di sekitar Ze lalu menatap ke arah beberapa orang dengan tampilan yang sangat cantik dengan tubuh bergetar ketakutan karena mereka sadar bahwa itu adalah kaisar dewa cahaya yang telah bangkit kembali.
"Karena telah mencelakakan istriku yang paling berharga, kalian harus musnah tanpa bisa bereinkarnasi kembali hingga akhir." ucap Jin hu.
Jin hu mengumpulkan kekuatan yang berupa kilatan cahaya putih lalu mengarahkan pada beberapa orang klan peri yang tidak lagi mampu bergerak. Kaisar dewa cahaya langsung mengarahkan kilatan cahaya pada mereka membuat tubuh mereka hancur bahkan jiwa mereka ikut hancur dengan serangan itu.
Kaisar dewa cahaya langsung mengangkat tubuh lemah Ze kemudian mengecup kening Ze. Ada penyesalan dari matanya karena tidak tiba tepat waktu untuk menyelamatkan Ze.
"Lagi-lagi aku menjadi tidak berguna karena selalu terlambat menyelamatkan kau sayang." ucap Kaisar dewa cahaya.
"Aku akan menyelamatkan dirimu apapun itu. Kau harus tetap berada disini di sisiku selamanya. Aku tidak perduli di kehidupan sebelumnya hatiku milik siapa. Kehidupan kali ini aku akan tetap bersama dirimu dan ma*i bersamamu karena hanya kau istri yang aku miliki di Kehidupan kali ini." ucap kaisar dewa cahaya.
"Tolong jaga putra dan putri kami. Aku harus menyembuhkan istriku di semesta tertinggi." ucap Jin hu pada sang penjaga yang baru tiba setelah menyelesaikan masalah yang klan peri buat.
Jin hu meletakkan tubuh Ze di atas sebuah benda berbentuk seperti awan yang melayang. Dia lalu memeluk satu persatu tubuh kedua buah hatinya yang masih bayi lalu kembali menyerahkan mereka pada mertuanya.
"Maaf karena lagi-lagi dia terluka karena aku." ucap kaisar dewa cahaya pada Liu ku.
"Kau sudah melakukan yang terbaik. Dia juga rela melakukan itu demi dirimu." ucap Liu ku yang sebenarnya sangat hancur melihat tubuh lemah putrinya.
"Aku harus kembali ke dunia teratas untuk menyembuhkan dia. Tapi, perbedaan waktu antara semesta ini dan semesta teratas sangat jauh. Jadi mungkin butuh bertahun-tahun waktu kalian untuk kami dapat kembali." ucap Kaisar dewa cahaya.
"Maafkan ayah nak, karena ketidak mampuan ayah kita harus berpisah lama." ucap Kaisar dewa cahaya sambil mengelus sayang kepala putra putrinya.
"Kau pergilah, mereka pasti akan mengerti." ucap Mei yin dengan air mata mengalir di wajahnya.
Mereka semua semakin sedih karena tidak bisa menyentuh tubuh Ze yang terluka sangat parah. Kaisar dewa cahaya memberikan masing-masing sebuah kalung pada anak kembarnya lalu menghilang bersama tubuh Ze.
End
Untuk novel pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas s 2 sudah end. Yang mau tanya soal s 3 itu nanti dulu ya.
Author harus selesaikan novel lainnya dulu soalnya.
Author kali ini ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung novel pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas s 2 hingga tamat.
Jangan lupa baca novel reinkarnasi permaisuri tangguh menjadi istri terabaikan karena author akan kembali menggarap novel itu hingga tamat.
Terima kasih bagi yang selalu memberikan like tanpa pikir panjang.
Terima kasih bagi yang selalu memberikan vote buat novel ini.
Terima kasih atas semua saran dan komentar yang selalu memacu agar author semangat untuk menulis setiap bab dalam novel dan mohon maaf bagi yang kecewa atas kekurangan novel ini karena sekali lagi author sebut bahwa author masih tahap belajar menulis novel. Author bukan mereka yang memang ahli dalam sastra dan bahasa sehingga mampu melahirkan tulisan yang berbobot.
Akhir kata saya Neneng Selfia mengucapkan banyak terima kasih juga maaf kepada seluruh pembaca novel ini.
wassalam
__ADS_1