Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Tidur panjang


__ADS_3

Mereka tiba di depan gerbang istana lalu masuk segera ke dalam tanpa ada yang menahan mereka. Selain karena mereka bersama Doju dan Suho, Ze juga sudah dikenal sebagai bagian penting dari istana sehingga dia dapat dengan bebas keluar masuk istana.


"Sudah berapa lama beliau tidak sadarkan diri?" tanya Ze sambil berjalan.


"Sekitar 10 hari yang mulia." jawab Suho.


"Mengapa kalian baru mencari aku bukannya langsung mencariku dari awal?" tanya Ze.


"Putra mahkota berpikir itu bukan masalah besar karena selain tidak sadarkan diri tidak ada masalah lain yang terlihat dari tubuh kaisar." jawab Doju.


Mereka berjalan menuju ke kediaman kaisar hewan roh suci. Sepanjang jalan beberapa pengawal dan pelayan yang mereka lalui menunduk hormat kepada mereka.


Mereka memasuki kediaman kaisar tanpa ada yang menahannya karena perintah dari Zili agar penjaga membiarkan mereka langsung masuk jika telah tiba.


Di dalam kamar kaisar, Ze dapat melihat kaisar yang terbaring seperti orang yang sedang tertidur pulas sementara Zili duduk termenung di samping tempat tidur.


"Puk." Ze menepuk bahu Zili membuat pemuda itu tersentak.


"Anda sudah tiba yang mulia. Maaf aku tidak menyambut anda." ucap Zili.


"Ada apa denganmu? Mengapa ada masalah seperti ini kau tidak segera memberi tahu aku?" tanya Ze.


"Maaf yang mulia, aku tidak menyangka akan sampai seperti ini." ucap Zili.


"Biarkan aku memeriksa keadaannya." ucap Ze lalu Zili segera berdiri membiarkan Ze duduk di tempatnya.


Ze meraih tangan kaisar hewan roh suci lalu memeriksa denyut nadi pada pergelangan tangannya. Ze mencoba membuka mata kaisar untuk memeriksa pupil dari kaisar kemudian menghela napas panjang.


"Sepertinya aku harus menggunakan mata dewa untuk memastikan apa yang terjadi." gumam Ze.


Ze memegang tangan kaisar hewan roh suci lalu berkonsentrasi. Pupil matanya seketika berubah warna menjadi warna emas. Melihat itu Zili dan yang lainnya menatap serius ke arah Ze.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada ayah hamba yang mulia?" tanya Zili saat melihat pupil mata Ze kembali normal.


"Ayahmu hanya melalui tidur panjang yang memang harus dilalui oleh hewan roh suci yang memasuki usianya. Tidur panjang ini memang hal yang harus dilalui oleh hewan roh suci sekali dalam seumur hidup kalian." jelas Ze.


"Mengapa kau tidak mengetahui hal yang memang pasti terjadi pada ras kalian?" tanya Ze.

__ADS_1


"Selama beberapa ribu tahun ini hal yang disebut dengan tidur panjang itu tidak pernah terjadi lagi. Lagi pula, tidur panjang akan terjadi atas keinginan sang pemilik tubuh sehingga dia dapat memilih tempat yang aman dan melakukan persiapan seperti perlindungan untuk keamanannya. Sang kaisar tidur panjang secara tiba-tiba dan kami para tetua bahkan sudah lupa tentang masalah ini." jelas seorang tetua.


"Mengapa siklus wajib dalam kehidupan hewan roh suci itu bisa tidak terjadi selama beberapa ribu tahun?" tanya Ze.


"Kami juga tidak ada yang tahu penyebab hal itu terjadi hingga kami berpikir mungkin hal itu sudah dihapuskan oleh dewa dari garis kehidupan kami." jawab tetua itu.


"Hal itu ada kaitannya dengan hilangnya Dewa dan Dewi terkuat yang mengatur keselarasan kehidupan seluruh semesta. Keadaan mulai akan kembali seperti sebelumnya karena mereka sudah bereinkarnasi tapi, masih agak kacau karena mereka belum kembali pada posisi mereka sebelumnya." jelas roh pedang.


"Apakah itu mereka yang kau juga Silla sebutkan sebelumnya?" tanya Ze.


"Ya, kau hanya perlu tahu dan jangan ceritakan tentang hal ini pada mereka." jawab roh pedang.


"Apakah kami hanya membiarkan saja keadaan kaisar hewan roh suci seperti itu?" tanya Ze.


"Sebenarnya sebelum melalui tidur panjang para hewan roh suci harus melakukan beberapa persiapan agar saat terbangun mereka tidak akan mengalami masalah pada tubuhnya. Tapi karena dia tiba-tiba tertidur, kau coba lakukan sesuatu agar dia meminum campuran air suci dengan daun Yiyang yang sudah dihaluskan untuk menjaga kestabilan energi pada tubuh mereka." jawab roh pedang.


"Apakah kegunaan dari tidur panjang itu?" tanya Ze.


"Umumnya mereka yang berhasil melalui tidur panjang tanpa gangguan, mereka akan naik tingkat pencapaian karena sebelum melakukan tidur panjang mereka biasanya akan sulit menembus tingkat mulia dan sebagian kecil dari mereka yang sangat beruntung akan menjadi hewan roh surgawi." jawab roh pedang.


"Roh surgawi artinya hewan roh itu telah mencapai kesempurnaan tingkatan. Dia akan memiliki jiwa dan tubuh yang sempurna dan dapat berdiri sejajar dengan dewa." jelas roh pedang.


"Tapi, hal itu hampir mustahil terjadi. Dalam ratusan juta tahun berlalu, hanya satu dari hewan roh suci yang mendapatkan anugerah sebagai hewan roh surgawi." ucap roh pedang.


"Bantu aku menghaluskan beberapa lembar daun Yiyang lalu larutkan dalam air suci ini." ucap Ze sambil menyodorkan kantong air suci miliknya.


"Biar hamba yang mengambil daun Yiyang nya yang mulia." tawar Doju lalu pergi setelah mendapat anggukan kepala oleh Zili.


"Larutan air suci dan daun Yiyang sudah siap yang mulia." ucap Suho sembari memberikan sebuah wadah berisi air yang dia maksud.


Ze membuka mulut kaisar hewan roh suci lalu membuat cairan itu bergerak seperti melewati selang kecil memasuki mulut kaisar hewan roh suci itu.


"Aku akan membuat segel pelindung di sekitar tempat ini. Tidak perlu ada yang mendekat ke dalam kamar ini karena akan sangat berbahaya bagi siapapun itu. Karena segel yang aku buat akan menghancurkan siapapun yang mendekati kaisar hewan roh suci." ucap Ze.


"Baik yang mulia." ucap Zili.


"Kalian keluarlah, aku akan membuat segel sekarang juga." ucap Ze mereka segera keluar dari kamar itu.

__ADS_1


Ze keluar dari kamar dan segera bergabung dengan mereka yang sedang menunggunya.


"Kami harus segera kembali ke dunia bawah." ucap Ze.


"Biarkan a....


"Kau adalah putra mahkota yang harus menggantikan peran kaisar selama beliau belum bangun dari tidur panjang itu. Sebaiknya kau tetap tinggal di dunia atas." Sela Ze.


"Biarkan kami yang mengantar saja yang mulia." tawar Doju.


"Baiklah, kalian ikut saja dalam perjalanan yang mulia. Aku akan lebih tenang jika kalian melakukan itu selama aku tidak bisa menjaga yang mulia." ucap Zili.


Mereka kembali ke dunia bawah diantar oleh Doju dan Suho. Mereka langsung diantar ke kerajaan Beicheng atas perintah Ze. Doju dan Suho tidak tinggal di sisi Ze karena Ze berpendapat bahwa Zili jauh lebih membutuhkan mereka dalam kesibukannya selama menjadi kaisar dadakan sementara.


"Ternyata kau mengajak kami menuju kerajaan Beicheng hanya untuk makan kue bulan dari kedai ini?" tanya Hui tu tidak percaya.


"Ya, aku sebelumnya pernah dengar kalau kue bulan di sini paling enak. Aku tidak sempat untuk mencobanya sebelum ini karena ada banyak hal yang terjadi secara berturut-turut. Sekarang aku memiliki banyak waktu sebelum istrimu selesai dengan tapanya itu jadi, aku menyempatkan diri untuk mencobanya langsung." ucap Ze sambil tersenyum melihat beberapa piring yang tersaji berbagai macam kue manis dengan tampilan yang sangat menggiurkan.


"Kau sung....


"Berhentilah mengoceh di depan makanan enak. Aku ingin makan dengan tenang semua makanan manis dan imut ini." ucap Ze lalu segera melahap satu persatu makanan itu.


"Ah aku sangat kenyang." ucap Ze.


"Kau bagaimana tidak kenyang, semua makanan yang tersaji hampir seluruhnya kau yang memakannya." ucap Hui tu dengan wajah heran.


"Kau akan menjadi bola jika porsi makanmu seperti ini terus." tambahnya.


"Istriku memang membutuhkan banyak makanan agar lebih berisi. Aku merasa bersalah karena ini karena tubuhnya terlalu kurus. Bisa saja orang akan mengira aku tidak bisa memberikan makanan yang baik untuk istriku." ucap Jin hu.


"Terserah, sekarang kita akan kemana? Apakah langsung kembali ke istana atas awan?" tanya Hui tu.


"Kita menemui Huo nan dulu. Aku penasaran apa yang dia lakukan pada ibu dan adik tirinya sehingga dia mengatakan bahwa mereka tidak dapat melakukan apapun selama dia ikut dengan kita sebelumnya." jawab Ze.


"Aku setuju, aku juga penasaran dengan ulah si pangeran konyol itu." ucap Hui tu.


"Apapun yang istriku inginkan maka akan aku ikuti." ucap Jin hu.

__ADS_1


__ADS_2