Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Tidak bisa mati?


__ADS_3

"Sepertinya orang itu adalah penghuni dunia atas juga." ucap salah satu dari laba-laba itu.


"Benar, dia juga lebih kuat dari kita berlima." saut yang lainnya.


"Sebaiknya kita pikirkan bagaimana caranya untuk pergi dari sini. " saran yang lainnya.


"Tidak ada gunanya kita kabur. Seberapa pun hebatnya mereka, mereka tidak akan pernah bisa membunuh kita bukan." tolak yang lain.


"Ucapan kakak pertama memang benar. Mereka pasti memiliki batas kemampuan untuk terus bertarung. Kita buat tenaga mereka habis lalu musnahkan mereka saat sudah kelelahan melawan kita. " ucap laba-laba yang lainnya.


Mereka memperkuat serangan tenaga dalam ke arah Zili. Benturan kekuatan antara Zili dan ke 5 laba-laba itu sangat kuat menyebabkan gelombang yang sangat kuat bahkan dapat membuat tanah sekitar berguncang hebat.


Ze akhirnya membantu Zili menyerang menggunakan tenaga dalam. Zili memperkuat serangan tenaga dalam ke arah para laba-laba itu membuat mereka terhempas jauh. Tubuh mereka bahkan hancur karena serangan kuat dari Ze dan Zili.


Setelah beberapa saat Ze dan yang lainnya mengernyit heran melihat tubuh laba-laba yang sudah berserakan kembali menyatu.


"Bukankah seharusnya mereka sudah tidak bisa lagi untuk bangkit?" tanya Hui tu.


"Apakah ras mereka memiliki kemampuan untuk bangkit kembali setelah kematiannya?" tanya Ze.


"Sejauh yang aku ketahui mereka tidak memiliki kemampuan untuk bangkit kembali setelah kematiannya." jawab Zili.


"Lalu, mengapa mereka kali ini bangkit kembali? " tanya Hui tu yang mulai bersiap untuk kembali bertarung saat laba-laba itu mulai kembali menyerbu ke arah mereka.


Mereka kembali saling adu tenaga dalam. Karena Ze dan Hui tu ikut mengerahkan kekuatan tenaga dalam mereka, mereka dapat dengan mudah mengalahkan para laba-laba itu.


"Satu-satunya jawaban yang aku bisa tebak adalah persembahan untuk menitipkan kehidupan." jawab Zili setelah kembali berhasil membuat para laba-laba itu hancur.


"Mereka kembali akan bangkit dari kematian. Jika terus seperti ini, kita akan kalah karena kehabisan tenaga. " ucap Hui tu.


"Adakah cara untuk benar-benar memusnahkan mereka? " tanya Ze.

__ADS_1


"Aku sungguh jijik dan ingin muntah melihat bagian tubuh mereka yang penuh lendir itu bergerak untuk saling menyatu seperti itu." tambahnya.


"Kita harus segera menemukan binatang atau manusia yang menjadi wadah kehidupan mereka lalu menghancurkantubuhnya .Dengan seperti itu, mereka akan mati dengan sendirinya." jawab Zili.


"Bagaimana cara kita menemukan wadah kehidupan mereka itu? " tanya Ze.


Mereka kembali bertarung melawan laba-laba yang kembali bangkit dari kematian itu. Lagi-lagi para laba-laba itu kalah dan tubuh mereka kembali hancur.


"Masukkan kereta ke dalam batu dimensi sekarang juga yang mulia. " ucap Zili dan segera dilakukan oleh Ze.


Zili segera menggunakan kemampuan teleportasi membawa Ze dan Hui tu pergi dari tempat itu sebelum para laba-laba itu kembali bangkit dari kematian semu mereka.


"Kita ada di mana sekarang?" tanya Hui tu.


"Seharusnya dekat dari wadah kehidupan dari para laba-laba itu. Karena aku menyerap sebagian energi dari mereka untuk melacak keberadaan wadah kehidupan dari mereka sebelum kita berpindah tempat. " jawab Zili.


"Bagaimana bisa mahluk dunia atas menitipkan kehidupan pada mahluk yang mereka anggap rendah?" tanya Ze.


"Apakah hanya itu keuntungan yang mereka dapatkan?" tanya Hui tu.


"Tidak, mereka akan hidup kekal selama wadah kehidupan mereka utuh." jawab Zili.


"Apa yang wadah itu dapatkan? " tanya Ze.


"Wadah itu tidak mendapatkan apapun. Bahkan dia akan hidup seperti patung yang bahkan tidak dapat menggerakkan satu jari miliknya. Yang mendapatkan untung adalah mereka yang menyediakan wadah yang dibutuhkan oleh para mahluk hitam itu. " jawab Zili.


Mereka bertanya jawab sambil terus berjalan mengikuti langkah Zili yang dapat melacak keberadaan wadah kehidupan yang mereka cari.


"Apakah itu artinya wadah itu sudah mati? " tanya Hui tu.


"Tergantung dari berapa lama tubuhnya digunakan sebagai wadah dan seberapa kuat energi kehidupan dari tubuhnya. " jawab Zili.

__ADS_1


"Apakah satu-satunya cara memusnahkan mereka adalah dengan menghancurkan tubuh dari wadah kehidupan mereka?" tanya Ze.


"Tidak dapatkah kita melakukan sesuatu yang lainnya agar tumbal itu dapat selamat andai dia masih hidup?" tanya Ze lagi.


"Ada satu cara, aku akan menyerap energi kehidupan dari para laba-laba itu dari tubuh manusia itu. Itu jika dia masih hidup. Tapi, jika dia sudah mati maka kita cukup menghancurkan tubuhnya saja." jawab Zili.


"Bagaimanapun menyerap energi kehidupan membutuhkan waktu dan energi yang cukup banyak. Sedangkan, sudah pasti disekitar tubuh itu akan ada banyak pengikut yang menjaganya belum lagi jika ke 5 laba-laba itu berhasil menyusul kita, kemungkinan untuk berhasil adalah sangat kecil. " tambah Zili.


"Bagaimana bisa manusia biasa mengetahui keberadaan mahluk dunia atas dan bekerjasama dengan mereka?" tanya Ze.


"Sama halnya dengan para pengikut iblis, mereka semua melakukan ritual menyembah iblis untuk meminta sesuatu yang mereka sangat inginkan. Beberapa dari ritual itu menarik perhatian para penghuni negeri hitam karena merasakan tubuh tumbal yang sesuai untuk wadah kehidupan bahkan menjadi tubuh miliknya jika mahluk dunia hitam itu hanya berupa roh tanpa tubuh. " jawab Zili.


"Apakah itu artinya para penyembah mereka tidak tahu bahwa yang mereka sembah adalah mahluk dunia atas? " tanya Hui tu.


"Benar, mereka hanya tahu bahwa mereka hanya menyembah iblis." jawab Zili.


Zili menghentikan langkahnya lalu bersembunyi di balik sebuah batang pohon besar. Ze dan Hui tu segera mengikuti Zili bersembunyi.


"Sepertinya kita berada di sebuah kerajaan yang tidak pernah kita datangi. " ucap Hui tu.


"Benar dan di depan kita adalah sebuah istana sialnya lagi karena tubuh yang kita cari ada di dalam sana." ucap Zili.


"Kerajaan besar mana yang belakang istananya hanya berupa hutan tanpa penjagaan ketat seperti ini?" tanya Hui tu.


"Sepertinya kaisar atau raja mereka adalah pengikut dari para laba-laba itu, karena hanya orang berkuasa yang memiliki kemampuan untuk membiarkan tanah belakang istana menjadi hunian yang nyaman untuk para laba-laba api." ucap Zili.


"Bisa jadi menjadi kaisar adalah permintaan dari orang itu dalam ritualnya menumbalkan orang lain untuk iblis yang dia yakini itu." ucap Ze.


"Sepertinya, tapi apa kita pernah bersinggungan dengan orang istana ini? Mengapa penjaga mereka meninggalkan sarang hanya untuk menyerang kita? " tanya Zili.


"Aku tidak tahu ini kerajaan apa tapi bisa jadi kaisar atau keluarganya memiliki dendam terhadap salah satu dari kita. " jawab Ze.

__ADS_1


"Bagaimana cara kita masuk ke dalam istana tanpa menimbulkan keributan agar dapat dengan mudah menemukan keberadaan pasti tubuh yang kita cari?" tanya Hui tu.


__ADS_2