Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
rencana putri Rou ruan 3


__ADS_3

Di dalam istana saat makan malam semua berkumpul di ruang perjamuan.


"Mengapa Ze harus menjemput master Tang? Bukankah di sana mereka sudah aman?" tanya Mei yin saat mereka telah selesai makan malam.


"Iya, aku juga ingin menanyakan hal itu. Apakah telah terjadi sesuatu pada mereka sebelumnya?" tanya Luo yin.


Jin hu menatap mereka satu persatu dia seolah sedang berpikir. Jin hu bingung antara harus memberitahu mereka tentang masalah yang terjadi atau tetap membuat mereka tidak tahu.


"Sepertinya aku sudah harus menceritakan apa yang terjadi. Kalau tidak, ibu juga nenek tidak akan berhenti untuk bertanya." batin Jin hu.


"Kalian semua keluar dan tutup pintunya." ucap Jin hu pada para pelayan yang masih berada di ruangan.


"Baik yang mulia." saut mereka lalu keluar dari ruangan itu tak lupa menutup rapat pintu setelahnya.


"Tolong buat pelindung agar tidak ada yang dapat mendengar perbincangan kita baik sengaja ataupun tidak." ucap Jin hu menatap ke arah ular api.


"Baik tuan." saut ular api lalu melakukan apa yang Jin hu minta.


"Sebenarnya sebelum kami kembali kediaman ayah di gunung Jiuli menerima serangan yang cukup besar dari musuh tapi dapat dihalau oleh Ze." jelas Jin hu saat ular api mengangguk menandakan dia telah selesai membuat pelindung.


"Jika sudah dapat dihalau lalu apa masalahnya?" tanya Luo yin.


"Iya a ....."


"Kalian biarkan Jin hu menjelaskan semua dulu. Jika kalian terus bertanya kapan Jin hu akan selesai menceritakan pada kita masalah yang terjadi?" tegur Jeong nam.


"Maaf, kami hanya terlalu bersemangat." ucap Mei yin.


"Iya benar kami terlalu bersemangat ingin tahu." ucap Luo yin.


"Lanjutkan apa yang ingin kau katakan." tambahnya.

__ADS_1


Jeong nam hanya geleng kepala melihat tingkah anak dan isterinya sedang yang lain hanya tersenyum melihat itu.


"Masalahnya adalah seseorang berhasil masuk ke dalam kediaman dan meracuni kedua master Tang bahkan dengan racun yang sangat kuat dan langka. Bahkan pil penawar segala racun tidak berguna untuk racun itu." jelas Jin hu lagi.


Mereka mulai serius mendengarkan apa yang Jin hu ucapkan. Jin hu menceritakan semuanya pada mereka termasuk tentang dia dan Ze yang harus ke dunia atas untuk mendapatkan bahan untuk obat master Tang.


"Oh ya Dewa....! Ternyata ada masalah sebesar itu dan kami tidak mengetahuinya." ucap Luo yin.


"Mereka hanya tidak ingin kalian terlalu khawatir." ucap Liu ku.


"Tapi....."


"Semua masalahnya telah diselesaikan oleh Ze. Dia juga hanya akan menjemput gurunya tidak akan ada masalah lain lagi. Sebaiknya kita dukung mereka dan mendoakan yang terbaik untuk mereka saja bukannya membuat mereka bingung dengan kekhawatiran kalian." ucap Jeong nam.


"Bingung kenapa?" tanya Luo yin.


"Apakah mereka tidak akan bingung jika harus melakukan sesuatu dan kalian melarang karena khawatir?" tanya Jeong nam balik Mei yin dan Luo yin hanya diam.


"Kalian cukup mendukung dan mendoakan mereka. Ze adalah wanita kuat yang tidak akan mudah ditumbangkan oleh musuhnya. Kita harus percaya itu." ucap Jeong nam.


...----------------...


Mereka saat ini sedang berada di salah satu kediaman di istana Huang Zhong. Raja Zhong mendukung putri Rou ruan untuk memiliki Jin hu karena berharap mendapatkan keuntungan jika rencana itu berhasil.


Tentunya jika putri Rou ruan menguasai dan mengontrol Jin hu, dia yang berjasa akan diberikan keuntungan oleh putri Rou ruan setidaknya kerajaan miliknya dapat memiliki sumber daya yang berlimpah dari istana atas awan.


"Besok kita akan berkunjung ke negeri atas awan dengan alasan kunjungan antar kerajaan. Atau bisa juga gunakan alasan kompetisi antara alkemis yang akan diadakan di negara kita nanti." jawab Raja Kai.


"Maksudnya?" tanya putri Rou ruan.


"Kita bisa gunakan alasan bahwa ayah mengundang langsung Jin hu sebagai tamu kehormatan dalam acara itu dan berharap rakyat negeri atas awan bisa ikut serta menjadi peserta dalam kompetisi itu." jawab Raja Kai.

__ADS_1


"Ayah memang jenius." puji putri Rou ruan.


"Lalu bagaimana dengan paman Hong? Apakah paman Hong sudah setuju dengan rencana kita untuk memutuskan pengaruh wanita itu dari pikiran kak Jin hu dan merubah pikiran kak Jin hu menjadi selalu tertuju padaku?" tanya putri Rou ruan.


"Tentu saja paman Hong akan setuju. Kita hanya perlu membiarkan paman Hong berbicara terus dengan pemuda impianmu itu hingga pemuda itu menatap matanya. Jika berhasil maka kita tinggal membuat agar dia meminum ramuan yang paman Hong buat. Maka setelah itu, kau bebas melakukan apa saja terhadap pemuda itu. Dia akan menjadi milikmu seutuhnya." jelas Raja Kai.


"Aku tidak sabar lagi menunggu hari esok tiba." ucap putri Rou ruan semangat.


"Maka tidurlah lebih awal agar waktu tidak terasa berlalu hingga pagi. Kau juga harus berpenampilan menarik bukan? Jika kau kurang tidur, wajahmu akan terlihat pucat nantinya." ucap Raja Kai.


"Ayah benar. Aku kembali ke kamar kalau begitu." ucap putri Rou ruan.


Raja Kai hanya mengangguk dan mengelus sayang kepala puterinya itu. Putri Rou ruan keluar dari kamar sang ayah dan segera menuju kamarnya untuk segera tidur dan berharap bisa bermimpi bertemu dengan pria impiannya.


"Selamat malam kak Jin hu sayang. Semoga kau bisa menemui aku di dalam mimpiku malam ini." ucapnya dengan senyum lalu memejamkan mata.


...----------------...


Ze sedang dalam perjalanan menuju gunung Jiuli. Dia sudah hampir tiba di gunung Jiuli namun memutuskan untuk istirahat sejenak karena kasihan pada kuda naga terbang jika memaksa berangkat tanpa istirahat.


"Minum air suci ini untuk memulihkan tenagamu." ucap Ze sembari mengarahkan wadah berisi air suci pada kuda naga terbang.


Hewan roh itu segera meminumnya hingga tandas tanpa sisa. Ze duduk memakan bekal yang sengaja dia bawa agar tidak kesulitan mencari makanan lagi.


"Ular api juga ceri emas sudah dapat berubah menjadi manusia. Mengapa kau tidak bisa ya?" tanya Ze.


"Ah bodoh juga jika aku bertanya padamu. Kau tidak bisa berbicara untuk aku dengar jawabannya." ucapnya lagi.


"Sebaiknya kita istirahat dulu di sini malam ini. Besok pagi baru kita melanjutkan perjalanan." putus Ze.


"Kau ingin beristirahat di dalam batu dimensi?" tanya Ze dan segera hewan roh itu mengangguk.

__ADS_1


Ze membawa kuda naga terbang ke dalam batu dimensi setelah memastikan tidak ada siapapun di sana. Ze meninggalkan kuda naga terbang dan kembali ke kereta untuk tidur setelah sebelumnya membuat tabir pelindung agar tidak ada yang mendekati dirinya selama dia tertidur.


Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian semua


__ADS_2