
Semua orang menatap serius pada percakapan Ze dan orang yang masih terikat itu.
"Dia adalah pe......."
Tiba-tiba seseorang datang menyerang dan hendak menghantam tubuh orang itu namun berhasil ditepis oleh Ze tidak hanya menepis Ze berhasil menghempaskan tubuh orang itu. Ze melemparkan jimat segel pada semua orang di dalam ruangan itu agar tidak ada yang dapat beranjak dari tempatnya dan untuk menghindari mereka diserang orang lain.
Orang yang tiba-tiba datang menyerang itu kembali bangkit dan menyerang Ze dengan gerakan yang sangat cepat. Ze menangkis setiap serangannya sambil tersenyum.
"Lawan yang lumayan." gumam Ze.
"Bak buk bak buk." suara baku hantam keduanya.
Mereka yang ada di dalam ruangan tidak dapat untuk tidak menatap kagum pada Ratu mereka yang masih terlihat santai menanggapi serangan lawan yang begitu lincah.
"Ternyata rumor dari perbatasan itu bukan hanya sekedar rumor belaka. Ratu memang sangat kuat." batin Duan xi.
"Ratu sungguh sangat kuat, bahkan di saat menghadapi lawan dia masih sempat membuat kami semua tertahan di tempat. Beruntung negeri ini mendapatkan Ratu yang kuat dan bijaksana." batin Guan yu.
Masih banyak lagi yang membatin memuji kehebatan Ze. Jin hu hanya bisa membiarkan istrinya bersenang-senang dengan lawannya. Melihat istrinya yang tersenyum santai bermain-main dengan lawannya, Jin hu ikut tersenyum.
"Apakah kau hanya dapat terus menghindar dan menangkis serangan saja?" tanya lawan tarung Ze yang sudah kesal merasa dipermainkan oleh Ze.
"Oh, kau ingin aku bersungguh-sungguh melawanmu? Baiklah kau yang minta sendiri. Sudah cukup pemanasannya kalau begitu." ucap Ze sambil tersenyum smirk.
Ze tidak lagi hanya menangkis dan menghindari serangan. Dia mulai bergerak dengan lincah menyerang lawannya membuat semua termasuk lawannya terkejut melihat gerakannya yang sangat gesit.
"Buk bak buk duak." dalam pukulan ke 3 Ze berhasil menendang perut lawannya hingga tersungkur.
Tiba-tiba 3 orang datang menyerang Ze membantu rekannya itu. Melihat itu Jin hu, ular api juga Hui tu ikut membantu Ze melawan mereka. Terjadi pertarungan lumayan seru dari mereka berempat beserta lawan masing-masing.
__ADS_1
Setelah cukup lama bertarung lawan mereka kalah semua. Karena kesal dapat dikalahkan dengan mudah, mereka semua berubah wujud menjadi binatang kelabang yang berukuran besar membuat semua orang kecuali mereka berempat terbelalak melihat itu.
"Apakah itu artinya aku menjadi budak dari siluman kelabang selama ini?" batin seseorang dengan mata terbelalak melihat perubahan wujud orang yang dia turuti selalu keinginan nya agar tujuannya menguasai negeri atas awan berhasil.
"Oh, lagi-lagi mahluk dari negeri siluman dan negeri hitam yang datang menantang aku." ucap Ze.
Mereka semua mulai kembali bertarung dengan Ze dan rekaannya harus melompat tinggi untuk menyerang lawannya sehingga terlihat seperti sedang terbang. Beruntung ruangan persidangan itu cukup besar sehingga bangunan itu tidak hancur dengan keberadaan hewan jelmaan siluman itu.
Ze melirik ke arah suaminya yang terlihat aneh. Dia segera mengeluarkan tenaga dalamnya menyerang 4 siluman itu bersamaan dan seketika itu 4 siluman itu hancur membuat Hui tu menampakkan wajah cemberut karena lawannya diambil alih oleh Ze.
Belum sempat Hui tu protes Ze terlihat menghampiri Jin hu lalu segera mentotok tubuh Jin hu. Ze segera memperbarui segel di tubuh suaminya itu tanpa perduli lagi kalau banyak yang melihat itu karena segel penghancur pada tubuh Jin hu kembali aktif dan hampir meledakkan tubuhnya.
"Huft, hampir saja aku terlambat." gumam Ze sembari menghela nafas lega setelah berhasil menekan kembali segel penghancur dalam tubuh Jin hu.
"Apakah segelnya kembali aktif?" tanya Hui tu pada Ze melalui telepati.
"Kenapa jarak aktifnya semakin dekat setiap waktunya?" tanya Hui tu.
"Mungkin karena Jin hu hampir menembus pencapaian baru. Segel itu bukankah memang ditujukan untuk menekan kekuatan Jin hu agar tidak berkembang semakin tinggi. Maka, peningkatan pencapaian Jin hu sudah pasti memicu segel semakin kuat." jawab Ze.
"Aku setuju dengan itu. Lalu, apa lagi yang akan kau lakukan untuk mengatasi itu?" tanya Hui tu.
"Aku akan menghancurkan segel itu segera setelah urusan di negeri Kai selesai." jawab Ze.
"Apakah kau telah menguasai jurus itu?" tanya Hui tu.
"Hampir semua, aku butuh waktu beberapa hari lagi untuk menguasai itu sepenuhnya. Aku akan melatih jurus itu di dalam batu dimensi setelah semua selesai." jawab Ze.
"Sekarang katakan padaku siapa dalang dari semua ini sebelum aku muak dengan bau Pesing pada tubuhmu dan membuat aku memusnahkan seluruh kemampuan tubuhmu membuat dirimu menjadi sampah?" ancam Ze pada orang yang masih setia berlutut dengan tangan terikat itu.
__ADS_1
"Dia...... "
"Katakan segera." bentak Ze.
"Penasehat kerajaan." jawab refleks orang itu membuat banyak mata menatap tidak percaya ke arahnya.
Penasehat kerajaan hanya mampu menutup matanya karena marah dan takut. Marah karena ketahuan sebelum rencananya berhasil dan takut dengan bagaimana Ze akan mengatasi dirinya.
"Aku dan mendiang kakekku sangat percaya padamu dan kau ternyata tidak lebih dari sekedar pengkhianat?" ucap lemah Jin hu karena tubuhnya yang masih lemah karena segel pada tubuhnya yang hampir aktif sebelumnya.
"Kau tidak tahu apa-apa." tukas penasehat kerajaan.
"Apa yang tidak aku ketahui?" tanya Jin hu.
"Aku adalah keturunan langsung yang seharusnya menguasai negeri ini. Tapi, karena keserakahan orang tua itu membuat aku dan keluargaku menjadi sampah di pengasingan." jawab penasehat kerajaan.
"Bagaimana mungkin seorang pengkhianat yang telah menghabisi nyawa orang tua angkatnya memiliki hak untuk berkuasa di negeri ini?" sarkas seseorang tiba-tiba.
"Ayahku bukan pembunuh dan dia bukan anak angkat." sanggah penasehat kerajaan.
"Oh ya, dia aku sendirian yang memungutnya di jalanan dan diangkat menjadi anak langsung oleh nenek dan kakek Jin hu karena mereka belum memiliki anak saat itu. Mereka merawatnya dan menyayangi dirinya layaknya anak kandung bahkan setelah mereka memiliki anak sendiri kasih sayang itu tidak pernah berkurang." ucap orang itu.
"Maaf menyela, tapi anda ini siapa?" tanya Jin hu.
"Aku adalah sepupu dari mendiang nenekmu yang sering ikut dengan mereka sebelum mendiang nenekmu wafat." jawab orang itu.
"Lalu, kemana anda selama ini sehingga aku tidak pernah mengenali anda?" tanya Jin hu lagi.
"Karena serangan dari ayah orang itu (menunjuk penasihat kerajaan) aku harus melindungi kakek dan nenekmu sehingga aku terluka parah membuat aku harus mengasingkan diri untuk memulihkan tubuh juga kekuatanku. Aku sebenarnya sudah tidak ingin berurusan dengan urusan negeri ini semenjak sepupuku meninggalkan tapi, saat aku melihat pria itu dalam wajah orang yang aku yakini adalah anaknya itu, aku mengawasi dia dan sekarang aku tahu dia memiliki tujuan yang sama dengan ayahnya yang serakah." jelasnya.
__ADS_1