Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Empat puluh


__ADS_3

Pemuda itu bangkit sambil memegang dadanya yang masih terasa sesak akibat tendangan yang dia terima.


"Apa kau sudah kehilangan otakmu itu karena sudah lama tinggal di tempat orang-orang yang bodoh?" tanya pria yang disebut sebagai wakil ketua itu dengan nada tinggi.


"A apa maksud wa wakil ketua?" tanya pemuda itu gagap karena takut melihat amarah pria di depannya.


"Bagaimana kau membiarkan mereka mengambil batu dimensi yang kau pegang dengan begitu saja? Apakah kau tidak memiliki kewaspadaan terhadap mereka?" tanya balik pria di depannya itu.


"Mereka hanya orang naif yang tidak akan mengambil milik orang lain tanpa ijin pemiliknya. Buktinya dia segera menyerahkan batu dimensi ini padaku setelah selesai mempelajari batu dimensi ini." jawab Pemuda itu dengan sangat yakin sembari menunjukkan batu dimensi yang dia pegang tanpa tahu bahwa batu dimensi yang dia pegang saat ini adalah batu dimensi palsu.


Dengan ragu pria itu mengambil batu dimensi palsu itu dari tangan Ming hui. Dia mengamati dan mulai menggenggam dan meremas batu itu dengan kekuatan penuh.


"Batu dimensi ini asli." ucap pria itu dengan tersenyum karena batu dimensi palsu di tangannya tidak hancur setelah di remas dengan kekuatan tenaga dalam.


"Kau aman karena batu dimensi itu asli. Kalau tidak, kau akan ma*i di tanganku detik ini juga." ucap pria itu membuat pemuda di depannya menghela napas lega.


"Syukurlah kekuatan orang itu masih di bawah kekuatan milikku. Kalau tidak, batu dimensi palsu itu akan hancur walaupun aku membuat tabir pelindung di sekitarnya." batin Zili.


Flashback on


Saat Ze dan yang lain akan keluar dari ruangan pribadi ayah Ze, Zili menggunakan tenaga dalam dan membuat tabir pelindung pada batu dimensi palsu di genggaman Ze.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Ze pada Zili karena menyadari apa yang Zili lakukan.


"Membuat langkah cadangan kalau mereka curiga batu dimensi itu palsu tentu cara paling mudah untuk mengeceknya adalah dengan berusaha menghancurkannya. Agar batu dimensi palsu itu tidak ketahuan maka harus dibuat kebal dengan kekuatan baik itu kekuatan fisik maupun serangan tenaga dalam." jawab Zili.


"Kerja bagus." puji Ze.


flashback off

__ADS_1


"Kau bilang tadi akan ada orang yang dapat membuka batu dimensi ini?" tanya pria itu.


"Benar wakil ketua." jawab Ming hui palsu itu.


"Hebat, setelah itu terjadi, keluarga song kita akan menjadi keluarga terkuat di Kerajaan api penyucian bahkan di seluruh negeri ini." ucap pria itu.


"Oh ada satu hal yang harus kita lakukan setelah batu dimensi ini utuh menjadi milik keluarga song." ucap pria itu sambil menatap Ming hui palsu.


"Apa itu wakil ketua?" tanya Ming hui palsu.


"Kita harus bisa membawa putri dari Ji liu ku itu hidup-hidup dan tanpa luka untuk orang itu." jawab pria itu.


"Mengapa harus menculik gadis itu? Itu akan sangat sulit untuk membawa dia hidup-hidup terlebih tanpa luka gores mengingat gadis itu sangat kuat dan bahkan obat bius yang sangat kuat tidak akan berguna untuk menyerangnya." tanya Ming hui palsu.


"Entahlah, itu bukan urusan kita untuk tahu tujuannya. Yang terpenting kita harus melakukan apa pun yang dia inginkan atau keluarga song kita akan lenyap dari muka bumi ini. Dia mampu membuat keluarga song kita kuat dan berjaya itu artinya dia juga sangat mampu untuk menghancurkan keluarga song kita." jawab pria itu.


"Untuk membawa gadis itu dengan mudah orang itu telah memberikan ini." ucap pria itu sembari menyerahkan sebuah bungkusan pada Ming hui palsu yang segera dia terima.


"Kembalilah segera sebelum mereka curiga padamu karena menghilang terlalu lama." ucap pria itu.


"Baik wakil ketua." saut Ming hui palsu lalu segera pergi dari tempat itu.


"Aku harus menemui orang itu karena ada hal yang harus kami bahas. Kau kembalilah ke kediaman utama lebih dulu." ucap pria itu pada pemuda yang datang bersamanya.


"Baik paman." jawab pemuda itu lalu pergi dari tempat itu juga.


Mendengar kalau pria itu akan menemui orang yang telah melindungi dan membantu keluarga song selama ini, Zili memutuskan untuk mengikuti pria itu.


"Putri sangat ingin tahu siapa orang kuat di balik keluarga song dan malam ini pria itu ingin menemui orang itu. Aku harus membuntuti pria itu untuk mencari tahu siapa orang itu dan seberapa besar kekuatan yang orang itu miliki." gumam Zili.

__ADS_1


Zili segera mengikuti langkah cepat pria itu dengan sangat hati-hati karena tidak ingin ketahuan dan gagal memperoleh informasi yang dia ingin dapatkan.


"Mengapa jalan yang dia tempuh mengarah ke gua Si hui tu?" gumam Zili.


Zili tetap mengikuti langkah pria itu dengan penuh tanda tanya. Beberapa saat setelah itu pria itu mengambil arah lain dan ternyata tujuannya adalah hutan belakang gua Si hui tu. Tempat dimana Ze sebelumnya pernah terluka parah akibat serangan Liu sia.


"Apa yang dia ingin lakukan dengan berdiri menoleh kiri kanan seperti itu di dinding tebing itu?" tanya Zili dalam gumam nya.


Tidak lama setelah merasa aman pria itu menyibak tumbuhan rambat yang sangat lebat di dinding tebing. Di balik tumbuhan rambat itu ternyata ada lubang yang cukup besar untuk seseorang bisa masuk kedalam.


"Apakah orang yang dia maksud bersembunyi di dalam gua itu?" gumam Zili.


Zili mulai mengendap-endap mendekati gua tempat pria itu masuk dan ternyata di dalam ada ruangan yang cukup luas.


"Apakah gadis itu sudah tiba di tempat itu?" sebuah suara terdengar dari balik dinding yang menjadi sebuah sekat di dalam gua itu.


Gua itu seperti sudah dirombak di dalamnya sehingga memiliki ruangan yang bersekat. Zili segera mendekat ke dinding itu dan menguping menguping pembicaraan mereka.


"Sudah tuan." jawab pria itu sopan.


"Apakah yang kalian inginkan dari tempat itu sudah kalian dapatkan?" tanya suara lain di tempat itu yang dari suaranya terdengar seperti suara seorang pria dewasa.


"Belum tuan. Tapi, menurut informasi dari orang suruhan kita tidak lama lagi akan ada orang yang akan memberitahu kami bagaimana cara membuka batu dimensi." jawab pria itu.


"Cih, sangat lambat." decihnya.


"Ingat untuk membawa gadis itu dengan keadaan utuh padaku. Tanpa lecet sedikitpun atau tidak...... " ucap orang yang bersama wakil ketua song lalu mengeluarkan aura yang sangat mencekam.


Mohon maaf atas keterlambatan up episode ini. Mungkin kedepannya masih akan lambat seperti ini karena author sedang tidak sehat. Untuk menulis satu episode author harus membuat beberapa kali dengan mencicil per seratus kata saat sudah tidak sanggup maka akan istirahat lagi makanya lama. Harap maklum author juga manusia yang juga dapat sakit 🙏

__ADS_1


Selamat membaca🤗


__ADS_2