Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Tiba di istana atas awan


__ADS_3

"Baik, aku akan berhati-hati. Tolong jaga Yang ruo selama aku pergi." ucap Hui tu.


"Tenang saja kakek tua, keluarga dari orang yang kami anggap keluarga adalah keluarga kami juga. Tanpa kau pinta pun aku akan menjaga dia." ucap Ze.


"Aku pergi." ucap Hui tu lalu melompat turun dari kereta.


Huo nan segera duduk di luar setelah Hui tu pergi. Dia setidaknya merasa bebas dari beban setelah bisa tidak lagi satu ruangan dengan pasangan yang selalu kasmaran itu.


Sementara Ze dan yang lainnya melanjutkan perjalanan, Hui tu mengambil jalan lain menuju kerajaan matahari. Dia menggunakan kemampuan terbangnya agar lekas sampai di tempat tujuan.


Tidak butuh waktu lama Hui tu tiba di kerajaan matahari dan tempat pertama yang dia cari adalah kediaman keluarga Ouyang. Hui tu melihat gerbang tinggi dan megah itu yang masih berdiri kokoh serta tertutup dengan rapat di depannya.


"Dari luar tidak akan ada yang tahu kalau keluarga ini telah hancur dalam semalam." gumam Hui tu.


Sepanjang perjalanan dia mempertanyakan kedua keluarga Ouyang, sepanjang jalan itu pula tidak ada yang menyebut bahwa keluarga besar itu telah hancur.


Mereka hanya menunjukkan arah dan jika ditanya mengenai bagaimana keluarga Ouyang itu, penduduk hanya menjawab bahwa keluarga Ouyang adalah salah satu dari 5 keluarga terkaya di kerajaan matahari tanpa ada pembahasan tentang penyerangan terhadap keluarga itu.


"Apa tujuan mereka menyembunyikan kehancuran keluarga Ouyang yang mereka telah bantai hingga hampir habis dalam semalam?" tanya Hui tu berupa gumaman.


"Untuk lebih aman aku sebaiknya masuk lewat tembok belakang saja." gumam Hui tu lagi sambil berjalan mengitari kediaman besar itu.


Hui tu melompat ke atas tembok tinggi itu dan mengamati dari atas sana. Dia dapat melihat beberapa orang penjaga yang berlalu lalang dan beberapa orang sibuk memperbaiki bangunan yang sempat rusak mungkin akibat serangan terhadap keluarga Ouyang sebelumnya.


"Sebenarnya apa tujuan mereka menutup rapat peristiwa penyerangan itu dan memperbaiki semua yang rusak di dalam sana? Apakah mereka ingin hidup sebagai keluarga Ouyang itu?" tanya Hui tu berupa gumaman.


"Sebaiknya aku berhenti mengawasi tempat ini untuk saat ini. Tidak aman untuk mengintai disaat terang. Aku akan kembali saat malam saja." gumam Hui tu lalu turun dari tembok tinggi itu.


...----------------...


Sementara di tempat Liu ku


Liu ku kembali menerima surat dari tuan Wu jin yang menginginkan untuk bertemu dengannya. Dia menatap lama surat dalam genggaman yang selesai dia baca.


"Sebenarnya apa tujuan dia begitu ingin menemui aku?" tanya Liu ku sambil terus menatap surat itu.


"Aku merasa ada yang janggal dengan dia yang memaksakan diri untuk dapat segera menemui aku bahkan sampai datang jauh-jauh ke kerajaan tetangga. Tapi, jika sudah tiba di dekat kerajaan ini, mengapa tidak sekalian mengunjungi istana ini?" gumam Liu ku masih terus menatap surat itu.

__ADS_1


"Puk. " tiba-tiba sebuah tepukan di punggungnya membuat dia terkejut.


"Ada apa sayang?" tanya Liu ku setelah mengetahui bahwa istrinya yang sudah menepuk pundaknya.


"Apa yang sedang kau pikirkan sehingga melamun? Aku sudah memanggil beberapa kali dan tidak kau tanggapi." tanya balik Mei yin.


"Oh, maaf aku sedang membaca surat dari saudara seperguruanku yang baru dia kirimkan kembali." jawab Liu ku.


"Apakah ada masalah?" tanya Mei yin.


"Dia hanya meminta bertemu di perbatasan kerajaan ini." jawab Liu ku.


"Lalu apa masalahnya?" tanya Mei yin.


"Tidak ada, aku hanya merasa tidak nyaman meninggalkan istana ini selama Jin hu dan Ze belum kembali." bohong Liu ku.


"Bukankah hanya di perbatasan kerajaan ini saja? Masih ada cece dan Xiao wang yang bisa sementara menjaga keamanan istana ini menggantikan dirimu. Lagi pula, apa yang bisa terjadi di dalam kerajaan yang tidak bisa ditembus oleh orang yang berniat buruk dalam waktu singkat? Kau bukan akan pergi selama berbulan bulan jadi, apa lagi yang kau ragukan?" tanya Mei yin.


"Di luar tabir masih terlalu berbahaya untuk kau ikut aku. Tapi, aku tidak ingin jauh dari mu istriku sayang." ucap Liu ku membuat wajah Mei yin tiba-tiba memerah karena malu mendengar ucapan Liu ku.


"Ish, apa yang kau katakan. Kau tidak akan pergi jauh dan hanya sebentar. Jangan mengucapkan kata-kata seperti itu di depan orang lain. Sangat memalukan untuk didengar." ucap Mei yin.


"Baik, aku akan terus berada di dalam istana selama kau pergi." ucap Mei yin.


"Semoga Wu jin dan putrinya bukan karena memiliki niat buruk sehingga tidak ingin bertemu di dalam kerajaan atas awan ini." batin Liu ku.


Liu ku memanggil Cece dan ular api menggunakan telepati untuk memberikan tugas menjaga istana selama dia meninggalkan kerajaan atas awan. Dia juga berpamitan kepada ayah dan ibu mertuanya lalu pergi ke perbatasan menggunakan kuda tanpa seorang pengawal pun yang mengikutinya.


Tiba di perbatasan kerajaan istana atas awan Liu ku tidak sengaja bertemu dengan rombongan Ze yang baru tiba di perbatasan.


"Ayah hendak kemana?" tanya Ze dan Jin hu yang keluar dari kereta setelah mendapat laporan dari Huo nan bahwa di luar ada Liu ku.


"Saudara seperguruan ayah meminta untuk bertemu di dekat perbatasan ini. Ayah tidak enak karena sudah sekali menolak bertemu karena tidak bisa meninggalkan istana terlalu jauh dan lama." jawab Liu ku.


"Apakah paman Wu jin dan putrinya?" tanya Ze dengan telepati.


"Bagaimana kau tahu? Apakah kau juga tahu tujuannya?" tanya Liu ku balik.

__ADS_1


"Aku tahu tujuannya adalah suamiku. Tapi, tolong jaga emosi ayah jangan sampai menghabisi mereka terutama putrinya itu karena aku memiliki rencana jangka panjang untuk mereka." ucap Ze.


"Jika itu keinginan putri ayah, maka ayah hanya bisa ikuti saja." ucap Liu ku.


"Ayah memang yang terbaik." ucap Ze.


"Kau membawa siapa dalam rombongan kereta itu?" tanya Liu ku tidak lagi dengan telepati.


"Mereka bagian keluarga Ouyang. Ceritanya panjang dan kita tidak memiliki waktu banyak untuk bercerita sekarang. Nanti akan aku ceritakan." jawab Ze.


"Baiklah, ayah harus segera menemui orang itu." ucap Liu ku.


"Baiklah ayah, tolong lebih berhati-hati karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi." ucap Ze.


"Ya." saut Liu ku.


"Mengapa ucapan kakak ipar seolah menyiratkan bahwa grand master Ji sedang menghadapi masalah serius?" tanya Huo nan.


:Di luar masih banyak musuh yang belum aku ketahui siapa, seberapa kuat dan apapun tujuannya menyakiti keluarga dan orang disekitar aku. Jadi, wajar saja jika aku mengkhawatirkan ayahku bukan?" jawab Ze.


"Aku mengerti kakak ipar. Setelah apa yang terjadi wajar bagi kakak ipar lebih waspada terutama untuk keselamatan keluarga kakak ipar." ucap Huo nan.


Mereka memasuki tabir dan mengamati kereta di belakang mereka. Kereta itu ikut masuk ke dalam melewati tabir tanpa hambatan membuat mereka menghembuskan napas lega. Bukan terlalu curiga tapi mereka hanya tidak ingin tertipu mengingat keluarga Ouyang adalah nama asing bagi mereka walaupun menyebut diri mereka adalah kerabat Jin hu dari kakeknya.


"Berarti mereka tidak menipu dan tidak memiliki niat buruk." ucap Huo nan.


"Bagaimana anda bisa yakin pangeran?" tanya Yang ruo yang masih tidak tahu masalah apapun tentang istana atas awan.


"Kerajaan ini memiliki beberapa tabir pelindung yang tidak dapat dilewati oleh orang dengan niat buruk. Kereta mereka berhasil melewati tabir itu artinya mereka tidak memiliki niat buruk." jawab Huo nan.


"Wah sungguh ajaib. Aku baru mendengar tentang hal seperti ini." ucap Yang ruo takjub.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hayo rencana jangka panjang apa yang dimaksud Ze untuk putri tuan Wu jin?


Pasti sudah banyak yang bisa tebak asal gak loncat kayak kodok bacanya (canda kodok)

__ADS_1


Jangan lupa beri dukungan author dengan Vote, like dan komentarnya 😊


Selamat membaca 😁


__ADS_2