Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Kebenaran yang terungkap 2


__ADS_3

Semua orang diam menyimak percakapan Jin hu dan orang tua yang tiba-tiba muncul itu.


"Ayahku bukan anak angkat. Saudarinya yang serakah itulah penyebab dia diasingkan." bantah penasehat kerajaan.


"Heh, ternyata kenyataan palsu seperti itu yang orang tua serakah mu beritahukan padamu. Tidakkah kau tahu bahwa ayah dan ibumu bersekongkol ingin membunuh tuan dan nyonya besar Jin kala itu membuat Nyonya besar Jin terbunuh. Tuan besar Jin yang berhasil selamat dan mengetahui kebenaran itu mengasingkan ayahmu beserta keluarga kecilnya. Itu juga mengingat dia dan mendiang istrinya telah lama menyayangi anak angkat durhaka itu makanya tidak menghukum mati mereka." jelas orang itu.


"Dalam darahmu itu tidak ada darah keturunan keluarga Jin. Itulah mengapa ayahmu mengorbankan nyawa gadis dengan angka kelahiran tertentu dan membutuhkan banyak darah dari keturunan keluarga Jin langsung untuk dapat menjadi penguasa negeri ini dan kau meneruskan usaha dia bukan." tambahnya.


"Bohong.... Kau pembohong." ucap penasehat kerajaan dengan emosi.


Seekor burung tiba-tiba terbang ingin menyerang orang itu namun berhasil ditangkap oleh Ze.


"Binatang ajaib ini lagi heh?" gumam Ze.


"Ini akan berguna untuk kakek mengingat dia sudah tidak berguna dalam keadaan hidup." gumam Ze.


Ze mengarahkan api sejati miliknya lalu membakar binatang ajaib berbentuk burung itu. Melihat itu penasihat kerajaan berteriak penuh kemarahan.


"Mengapa kau membunuh burung peliharaan milikku?" bentak penasehat kerajaan.


"Bukankah binatang itu telah lancang mencuri darah dari suamiku. Jadi pantas jika aku menghabisinya langsung dengan tanganku." ucap Ze santai.


"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya penasehat kerajaan.


"Apakah kau tidak penasaran bagaimana bisa beberapa kali terakhir darah yang dia curi tidak berhasil kau gunakan?" tanya Ze.


"Apakah itu ada hubungannya dengan dirimu?" tanya penasehat kerajaan.


"Benar sekali." jawab Ze.


Flash back on

__ADS_1


Malam pertama Ze menginap di istana negeri atas awan Ze merasakan sesuatu yang aneh. Ze membuka sedikit pintu kediaman untuk melihat apa yang terjadi.


"Sepertinya seseorang atau sesuatu melakukan hal yang membuat seluruh istana ini tertidur pulas." gumam Ze setelah melihat para penjaga tertidur dan dirinya juga dilanda kantuk yang tidak tertahankan.


Ze menggunakan tenaga dalamnya menolak pengaruh yang membuat dirinya mengantuk. Ze segera keluar dari kediamannya secara diam-diam dan tidak sengaja melihat seekor burung aneh terbang ke arah kediaman tempat Jin hu tinggal sementara sebelum mereka sah menikah.


"Binatang ajaib?" Ze menangkap burung itu lalu menggunakan kemampuan ilusinya pada burung itu.


"Kau akan melihat tuan mu sebagai Jin hu. Lakukan apapun yang seharusnya kau lakukan pada Jin hu pada tuan mu itu." ucap Ze lalu melepaskan burung itu.


Burung itu terbang ke arah lain dan Ze segera mengikuti arah terbang burung itu. Ternyata burung itu terbang ke arah kediaman penasehat kerajaan membuat Ze mengernyit heran.


"Bukankah itu kediaman penasehat kerajaan?" gumam Ze.


Saat burung itu memasuki kawasan kediaman itu, seluruh orang yang ada tiba-tiba saja tertidur di tempat mereka. Ze terus mengikuti burung itu yang terbang memasuki sebuah kamar. Ze melihat burung itu mengisap darah dari penasehat kerajaan setelah melukai pergelangan tangannya dengan patukan lalu bekas patukan itu menghilang tanpa bekas setelah dia selesai menghisap darah.


Burung itu kembali terbang ke arah kediaman tempat Jin hu dan Ze segera menghapus pengaruh ilusinya pada burung itu. Burung itu terbang kembali ke arah kediaman penasehat kerajaan dengan membawa darah penasehat kerajaan yang dianggap darah dari Jin hu. Sejak saat itu Ze selalu waspada dan melakukan hal yang serupa untuk mencegah burung itu mencuri darah Jin hu.


"Kalau kau sudah tahu masalah ini, mengapa kau tidak memberitahu kami semua?" tanya Hui tu setelah mendengar cerita Ze.


"Aku belum tahu tujuan dari orang itu dan mengingat dia masih melakukan tugasnya dengan sempurna, aku ingin menyelidiki tujuannya dulu. Aku takut salah paham dan ikut membuat yang lain salah paham jika memberitahu tanpa kejelasan." jawab Ze.


"Sekarang jelas bukan? Jika dalam darahmu ada darah dari keluarga Jin, maka darah itu tetap akan berguna untuk ritual yang kau lakukan." ucap Ze pada penasehat kerajaan yang masih tidak bisa percaya mendengar penjelasan tentang jati dirinya yang sebenarnya.


"Berarti selama ini rasa baktiku sebagai anak hanya ayah manfaatkan untuk mencapai tujuan keserakahannya? Dia membuat aku berjanji untuk menegakkan keadilan untuk dirinya yang kehilangan kekuasaan yang ternyata memang bukan miliknya." ucap penasehat kerajaan dengan lirih menandakan rasa kecewanya.


Pria itu terduduk seketika sambil memegang dadanya yang terasa sesak akibat rasa kecewa yang dalam. Dia membaktikan diri untuk memberikan keadilan palsu untuk orang tuanya.


"Anak berbakti yang malang." ucap Hui tu.


Ze menatap aneh pada tubuh penasehat kerajaan yang sudah tidak bergerak lagi. Ze menyentuhnya dan ternyata penasehat kerajaan itu hampir mati karena racun yang ditelannya.

__ADS_1


Ze segera memberikan penawar racun pada pria itu. Membuat semua orang heran dengan tindakan Ze yang menolong musuhnya itu.


"Mengapa kau menolong aku?" tanya penasihat kerajaan pada Ze setelah merasa lebih baik.


"Kau hanya korban dari keserakahan orang tuamu. Kau berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua untuk menjalankan hidup sesuai keinginan dirimu. Bakti sebagai anak telah berakhir dengan kematian yang tertunda itu dan kau sekarang bebas menjalankan hidup yang lebih baik." jawab Ze.


"Kau bebas pergi dan menjalankan hidupmu. Jangan biarkan aku mendapatkan dirimu sebagai pribadi yang lebih buruk kedepannya atau aku sendiri yang akan menghabisi dirimu." tambah Ze.


"Terima kasih yang mulia Ratu. Kau adalah Ratu paling istimewa dan terbaik diseluruh semesta." ucap penasehat kerajaan.


Setelah itu penasehat kerajaan menyebutkan siapa saja yang menjadi bawahan yang ikut dalam tindakannya mengkhianati negeri atas awan. Mereka semua di berikan hukuman pengusiran dan penjara sesuai dengan kejahatan yang mereka lakukan. Penasehat kerajaan berpamitan membawa keluarga kecilnya setelah mengucapkan maaf pada Jin hu dan yang lainnya.


"Banyak posisi yang kosong dan kita tidak memiliki orang yang berkemampuan untuk menggantikan posisi penasehat kerajaan." keluh Jin hu.


"Aku memiliki seseorang yang tepat untuk kedudukan itu." ucap Ze.


"Oh siapa?" tanya Jin hu.


Ze memejamkan mata lalu tidak lama setelahnya Zili muncul dari balik cahaya keemasan.


"Apakah dia yang kau maksud?" tanya Hui tu sambil menatap Ze.


"Bukan, tapi dia bisa membawa kita menjemput orang itu dalam waktu singkat." jawab Ze.


"Ada apa nyonya memanggilku?" tanya Zili.


"Aku butuh bantuanmu tentunya." jawab Ze.


"Bantuan apa Nyonya?" tanya Zili.


"Antar aku ke kekaisaran Doucheng." jawab Ze.

__ADS_1


__ADS_2