Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Menghapus kerajaan Xin


__ADS_3

Aku takut akan disebut seorang jahat yang menindas orang lemah." sambung Huo nan membuat kaisar itu kesal sekaligus senang.


Kesal karena disebut lemah tapi senang karena dengan begitu dia memiliki kesempatan untuk melawan Huo nan secara langsung dan dapat memb*nuh Huo nan dalam duel mereka.


"Jika tidak takut tunggu apa lagi? Jangan banyak alasan segera lawan aku satu lawan satu." tantang kaisar Yue dengan senyum licik mengabaikan bahwadirinya sedang dalam belitan ular api.


Dia sadar bahwa akan percuma saja berusaha melepaskan diri dari belitan ular api yang kuat itu. Sehingga, dia memaksa agar Huo nan terpancing untuk membuat ular api melepaskan dirinya agar dapat melakukan duel yang dia yakini akan dengan mudah dia menangkan.


Kaisar Yue tersenyum penuh kemenangan karena merasa Huo nan telah termakan ucapannya.


"Lepaskan dia, biarkan aku yang menyelesaikan dia sendiri. Tugas kalian adalah mengumpulkan para prajurit pecundang itu lalu memusnahkan pencapaian mereka." ucap Huo nan membuat ular api melepaskan belitan pada pinggang pria itu dan membiarkan tubuh pria itu terjatuh begitu saja.


"Uhuk uhuk uhuk, aku sungguh tidak menyangka bahwa putra mahkota dari kerajaan kecil yang terkenal hidup sebagai bayangan dari saudara seperguruan nya bisa menaklukkan para hewan roh yang sangat kuat." ucap kaisar Yue.


"Kau sudah merasa berada di atas angin sehingga terlalu meremehkan lawanmu. Sekarang, aku akan memberikan kau kesempatan untuk menyerang lebih dulu. Jika kau dapat mengalahkan aku dalam tiga kali serangan maka aku akan melepaskan dirimu tapi, jika tidak, maka bersiap untuk menjadi sampah dan kerajaan Xin akan menjadi kenangan saja." ucap Huo nan.


"Jangan terlalu meremehkan kaisar ini. Kau hanya menang karena bantuan para hewan roh itu. Jika tidak, kau sudah hancur dari awal." ucap kaisar Yue.


"Tidak perlu terlalu banyak bicara. Aku tidak butuh bualan dari sampah tidak berguna seperti dirimu." ucap Huo nan membuat kaisar Yue terpancing emosi.


Pria itu menyerang Huo nan dengan pukulan yang disertai kekuatan tenaga dalam yang dia sebutkan dengan pukulan peruntuh gunung. Huo nan menangkap serangan dari kaisar Yue dengan satu tangan dengan santai.


"Hanya seperti ini saja kemampuan dari kaisar kerajaan Xin yang besar? Aku kecewa karena terlalu meninggikan kemampuanmu yang ternyata sangat lemah ini." ucap Huo nan sambil tersenyum dengan tatapan meremehkan ke arah kaisar Yue.


"Jangan senang dulu, aku hanya terlalu meremehkan dirimu sehingga tidak menggunakan seratus persen kekuatan yang aku miliki." ucap Kaisar Yue.


"Jika ada 1000 persen maka kerahkan seluruh kemampuan yang kau miliki. Aku sudah jenuh menghadapi sampah." ucap Huo nan lalu menguap membuat kaisar Yue semakin dipenuhi amarah.


Tubuh pria itu seketika mengeluarkan aura kekuatan yang terlihat seperti kobaran api yang keluar dari tubuhnya. Angin kencang berhembus dari arahnya. Tangannya mengumpulkan energi yang cukup besar lalu segera mengarahkan energi itu ke arah Huo nan sambil menyerukan nama jurusnya yaitu tinjauan naga melahap dunia.

__ADS_1


Huo nan menggunakan tameng menggunakan energi yang dia padatkan membuat serangan dari kaisar Yue tidak berdampak apapun padanya.


"Aku baru dengar orang menghantam sambil menyerukan nama jurus yang terdengar sangat kuat tapi bahkan tidak dapat merontokkan selembar rambut pun dari tubuhku." ejek Huo nan.


Kaisar Yue semakin tersulut emosinya. Dia mengeluarkan sebutir pil lalu segera menelan pil itu. Seketika aura yang keluar dari tubuhnya semakin kuat. mata dan bibirnya nya tiba-tiba menghitam keseluruhan kuku pada jarinya tumbuh memanjang dengan warna hitam juga.


"Kau harus senang karena sudah berhasil memaksaku melakukan pengorbanan demi menghabisi dirimu." ucap kaisar Yue dengan suara yang terdengar berbeda.


"Hati-hati putra mahkota, pria itu menelan pil darah iblis." ucap Doju dengan telepati.


"Pil itu dapat meningkatkan kekuatan pemiliknya menjadi berkali lipat tapi juga membakar tingkat pencapaian orang yang menelannya setelah efeknya berakhir, mereka yang menelannya akan mengalami penurunan tingkat pencapaian kultivasi miliknya." jelas Doju.


Huo nan segera mengumpulkan energi yang lebih besar untuk menjadi perisai karena melihat kaisar Yue telah mengumpulkan energi untuk menghantam tubuhnya.


Kaisar Yue akhirnya mengarahkan energi itu ke arah Huo nan. Dengan sigap Huo nan menangkis serangan kuat dari kaisar Yue menggunakan perisai energi miliknya.


Benturan kedua kekuatan itu menghasilkan ledakan yang sangat kuat bahkan menyebabkan tanah di sekitar bergetar kuat. Angin kencang berhembus dari arah mereka membuat pepohonan bergoyang bahkan ada yang hingga tumbang. Debu-debu beterbangan hingga membuat jarak pandang berkurang bahkan orang tidak bisa melihat apa yang terjadi dengan Huo nan.


ha ha ha ha


Haa ha ha ha ha ha . " kaisar Yue tertawa kencang karena mengira Huo nan telah hancur akibat serangan kuat darinya.


Perlahan tawa itu menghilang dengan mata yang memandang tidak percaya karena saat debu dan asap menghilang, Huo nan masih berdiri tanpa terluka sedikitpun di tempatnya.


"Ti tidak mungkin, ba bagaimana bisa kau tidak mati menerima serangan kuat dariku?" tanya kaisar Yue tidak terima.


"Yang seperti itu kau sebut serangan kuat? Heh, jika kau ingin tahu seperti apa serangan kuat itu, maka lihatlah sekarang." ucap Huo nan mengumpulkan energi di telapak tangannya.


Seluruh energi di sekitarnya tampak tertarik oleh kumpulan energi di tangan Huo nan sehingga kumpulan energi itu tampak semakin kuat. Melihat itu kaisar Yue bergetar ketakutan.

__ADS_1


"Tidak, aku mohon jangan bu*uh aku." pinta kaisar Yue.


"Jangan bu*uh?" tanya Huo nan.


"Duar..... Akh...." Huo nan menyerang tubuh kaisar Yue dengan kumpulan energi itu hingga tubuhnya hancur tak bersisa.


"Jangan sebut aku kejam karena tidak memberikan maaf. Karena, jika itu dibalik menjadi aku yang kalah, kau pun pasti tidak akan melepaskan aku." ucap Huo nan lalu berjalan menuju kelompok prajurit yang berhasil dikumpulkan oleh ular api dan Doju.


"PARA PENDUDUK PERBATASAN, AKU TAHU KALIAN BANYAK MENERIMA KERUGIAN BEBERAPA WAKTU TERAKHIR AKIBAT TEROR DARI PARA PRAJURIT UTUSAN KAISAR KEJAM ITU." ucap Huo nan lantang.


Banyak penduduk yang mulai keluar dari persembunyian mereka mendengar ucapan Huo nan.


"AKU AKAN MEMBERIKAN KOMPENSASI BAGI MEREKA YANG MENGALAMI KERUGIAN TERUTAMA MATERI." ucap Huo nan lagi.


"BAGI KALIAN YANG MEMILIKI DENDAM, AKU MEMBERI IJIN UNTUK MEMBALASNYA PADA MEREKA YANG TELAH TEGA MEMB*NUH DAN MEMPER*OSA ANAK, SAUDARA DAN ORANG TUA KALIAN SERTA MERAMPAS HARTA KALIAN." ucap Huo nan lagi.


Para penduduk masih ragu untuk melakukan serangan pada para prajurit itu. Mereka sadar walau bagaimanapun para prajurit itu memiliki basis kultivasi yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan mereka.


"Kalian tidak perlu takut, mereka sekarang hanya sampah tanpa kultivasi. Itu setimpal untuk tindakan keji yang mereka lakukan pada orang yang lemah yang seharusnya mereka lindungi. " ucap Huo nan lagi membuat para penduduk maju dengan senjata seadanya untuk menghajar mereka yang sudah menyiksa mereka selama ini.


Huo nan tahu mengenai apa yang dilakukan oleh kaisar Yue dan para prajuritnya di desa perbatasan dari Cheng duan yang dia utus untuk memeriksa masalah kerajaan Xin.


Kaisar kejam itu kerap kali mengutus prajuritnya untuk menculik anak gadis di desa perbatasan untuk dijadikan pemuas nafsunya. Para prajurit yang mendapatkan perintah itu bukannya menolak malah melakukan lebih banyak tindakan keji dengan merampok, memper*osa wanita yang mereka temukan dan memb*nuh.


Para penduduk bersujud mengucapkan terima kasih kepada Huo nan dengan air mata berderai. Mereka tidak percaya bahwa hari ini akan tiba. Hari dimana dendam mereka dapat dibalas dan memperoleh kebebasan dari kepemimpinan kaisar tiran.


"Terima kasih yang mulia putra mahkota." ucap mereka berkali-kali.


"Bangunlah semua. Sekarang saatnya menyelesaikan tugas yang masih tersisa. Kita harus menghapuskan seluruh yang merupakan bagian dari kaisar kejam itu dan mendapatkan kembali hak kalian yang telah kerajaan itu renggut." ucap Huo nan.

__ADS_1


Huo nan menaiki kuda lalu bergerak dengan cepat memasuki kawasan kerajaan Xin. Dia hendak masuk ke dalam istana kerajaan Xin untuk menyingkirkan para bawahan yang tidak lebih baik dari kaisarnya yang telah musnah itu.


__ADS_2