
Ze segera berdiri dan melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju ke atas panggung membuat senyum dari Raja Kai dan putri Rou ruan memudar. Senyum itu berganti menjadi wajah bingung.
"Untuk apa wanita biasa seperti dia menaiki panggung ayah? Jangan bilang kalau dia yang ingin mewakili kerajaan atas awan." tanya putri Rou ruan pada ayahnya dengan berbisik.
"Ayah juga tidak tahu. Kita lihat saja dulu apa yang ingin dia lakukan. Setelah itu kita baru pikirkan apa yang harus dilakukan." jawab Raja Kai.
"Ya ayah." Saut putri Rou ruan.
Ze melangkah dengan santai menuju atas panggung mengabaikan tatapan heran juga meremehkan dari hampir semua orang yang ada di tempat itu.
"Berhenti....!" seru orang yang dipanggil maha guru saat kaki Ze sudah hampir menginjak panggung.
Ze menghentikan langkahnya lalu menatap orang yang menghentikan langkahnya itu. Orang itu melangkah mendekati Ze.
"Mengapa kau naik ke atas panggung ini?" tanya maha guru dengan sedikit ketus.
"Apakah kau sudah pikun kakek tua?" tanya Ze balik.
Mendengar ucapan Ze banyak orang yang terkejut. Tidak ada yang berani berbicara dengan nada santai pada maha guru dan kali ini seorang wanita berbicara dengan nada santai bahkan mengatainya pikun dan menyebutnya kakek tua.
"KAU......"
"Bukankah siapa pun tahu tujuan orang naik ke atas panggung ini untuk apa. Mengapa kau masih perlu bertanya lagi?" sela Ze.
"Apakah artinya kau yang akan menjadi peserta dari kerajaan yang menjadi tamu kehormatan kali ini?" tanya maha guru dengan tatapan merendahkan kepada Ze.
"Apakah ada yang salah dengan itu?" tanya Ze balik dengan santai.
"Kau tidak memiliki aura seorang alkemis. Maka...."
"Aku bukan tidak memiliki tapi kau tidak pantas untuk melihat aura milikku." sela Ze.
"Kau hanya ingin mempermainkan kompetisi ini atau kau ingin mempermalukan diri dengan ikut menjadi peserta sedang dirimu tidak memiliki kemampuan?" tanya Raja Kai.
"Aku mampu atau tidak, layak atau tidak, itu belum kalian lihat bukan?" tanya Ze balik.
__ADS_1
"Mengapa kalian seolah tidak mengijinkan aku untuk mengikuti kompetisi ini?" tambah Ze.
"Karena aku tidak mengijinkan dirimu untuk mengikuti kompetisi ini." jawab maha guru.
"Hanya karena kau seorang yang memiliki kemampuan sedikit lebih baik dari yang lainnya kau sudah semena-mena membuat aturan tambahan dalam kompetisi. Apakah pantas gelar maha guru itu kau sandang?" ucap Ze sambil tersenyum mengejek.
"Aku...."
"Kalau begitu apakah kau yakin mampu membuat pil sesuai standar terendah kompetisi ini?" tanya putri Rou ruan menyela pembicaraan Ze dan maha guru.
"Mengapa tidak?" jawab Ze.
"Kami akan memberikan kesempatan kau untuk ikut serta dalam kompetisi ini. Tapi, jika kau terbukti tidak lebih dari sekedar omong kosong, kau dan kerajaan yang kau wakili harus mengikuti 2 hal yang akan Zhen putuskan. Bagaimana?" tantang Raja Kai.
"Hm tidak masalah." sanggup Ze.
"Lalu, bagaimana jika aku sanggup dan bahkan lebih dari itu?" tanya Ze.
"Maka kau bisa mengikuti kompetisi ini." jawab Raja Kai.
"Maka kami juga akan mengikuti 2 keinginanmu." Saut putri Rou ruan.
"Aku pegang ucapanmu." ucap Ze.
"Baiklah, kau aku ijinkan untuk mengikuti kompetisi ini. Jika kau gagal membuat pil sesuai standar terendah, maka aku akan menghukum dirimu." ucap maha guru.
"Jika aku mampu maka kau harus meminta maaf atas perlakuan tidak menyenangkan yang kau lakukan padaku saat ini hanya karena ketidakmampuan dirimu melihat pencapaian milikku." ucap Ze.
"Heh, baiklah." Saut maha guru.
Para penonton kagum juga merasa kasihan pada Ze. Kagum karena Ze Satu-satunya yang tidak sopan pada maha guru dan tidak langsung mendapat hukuman. Kasihan karena mereka menyangka Ze hanya omong kosong dan akan mendapatkan hukuman nantinya.
"Kalian tahu bukan standar pil yang bisa lolos adalah pil tingkat tinggi level atas kualitas sedang?" tanya tuan Lei sekedar memastikan bahwa Ze tahu.
"Ya, saya tahu." jawab Dair.
__ADS_1
Ze hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan tuan Lei itu.
"Waktu kalian setengah batang dupa. Sekarang silahkan dimulai." ucap tuan Lei.
Waktu yang dibutuhkan untuk membuat pil yang lebih tinggi tingkatannya untuk orang normal tentunya lebih banyak maka waktu yang diberikan adalah 1 jam berbeda dengan kompetisi alkemis sebelumnya yang Ze ikuti.
Dair mulai segera membuat pilnya sedangkan Ze hanya santai menyusun bahan obat yang akan dia buat. Bahkan setelah selesai Ze hanya berdiam diri saja membuat senyum Raja Kai dan putri Rou ruan mengembang.
"Aku rasa dia sudah tidak tahu harus melakukan apa makanya dia hanya terdiam saja." ucap putri Rou ruan.
"Kau benar Rou rou. Kita semakin dekat dengan tujuan kita karena dia." Saut Raja Kai.
"Ternyata memang hanya omong kosong saja. Kau harus ku buat menderita karena mempermalukan aku di depan semua orang. Tidak sopan dan sombong padahal hanya sampah tidak berguna." gumam maha guru dengan wajah menggelap karena marah pada Ze.
"Apakah Ratu dari istana atas awan itu seorang idiot? Dia menantang Maha guru sedangkan dirinya tidak memiliki kemampuan apa-apa?" tanya penonton A.
"Entahlah, mungkin karena terlalu dimanjakan oleh Raja dan keluarganya maka dia berani bersikap sok bisa. Dia tidak tahu bahwa maha guru bukan orang yang pantas dia usik." jawab temannya.
"Kau benar, istana atas awan sebentar lagi pasti akan menghadapi kesulitan gara-gara ulah Ratu mereka itu." ucap penonton c.
Ada banyak desas-desus yang menyebutkan kebodohan dan keangkuhan Ze karena Ze tidak melakukan apapun selama beberapa saat sedangkan lawannya telah fokus pada tungkunya sejak awal. Ze tidak perduli dengan ucapan mencibir dan menghina orang lain padanya.
Dia terlalu malas untuk menanggapi ucapan dari orang tentang dirinya. Dia masih santai hingga waktu setengah jam sudah berlalu dan Ze sudah mulai menyalakan api di bawah tungku obat miliknya. Semua orang kecuali Jin hu, Hui tu dan Zili mulai terkejut melihat Ze ternyata mampu menghidupkan api di bawah tungkunya dengan sangat mudah.
"Ternyata dia memang seorang alkemis." gumam Raja Kai.
"Apakah dia sungguh mampu untuk membuat pil sesuai standar ayah?" tanya putri Rou ruan.
"Ayah rasa tidak, dia pasti tidak akan bisa." jawab Raja Kai yakin.
Mereka semua kini fokus pada apa yang Ze lakukan. Ze mulai memasukkan bahan obat ke dalam tungku. Dia sangat fokus saat ini dan itu membuat Raja Kai dan putri Rou ruan tidak suka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon maaf karena up novel ini tidak tetap waktunya. Author memiliki kesibukan lain yang harus dilakukan juga di RL author hanya berusaha untuk bisa up disela kesibukan itu dan terima kasih atas pengertiannya serta dukungan dari pembaca.
__ADS_1