
Ze membuka matanya dan sudah tidak mendapati suaminya di sampingnya.
"Apakah dia ada urusan penting? Tidak biasanya dia tidak menunggu dan menggangguku saat aku bangun." gumam Ze.
Ze baru akan pergi membersihkan dirinya dan suara ketukan pintu menghentikan langkahnya.
"Tok tok tok."
"Siapa yang mengetuk pintu?" gumam Ze dan berjalan mendekati pintu setelah mengambil jubahnya untuk menutupi tubuhnya yang hanya menggunakan pakaian tidur tipis.
Setelah Ze membuka pintu ternyata ada beberapa orang pelayan wanita yang telah menunggunya keluar.
"Ada apa?" tanya Ze.
"Anda harus ikut kami untuk dimandikan dan dirias yang mulia." jawab seorang wanita tua yang sepertinya pemimpin para pelayan itu.
"Mengapa aku harus ikut?" tanya Ze.
"Karena yang mulia tuan Jin hu tidak akan suka jika kami memasuki kediaman Phoenix." jawab wanita tua itu membuat Ze memutar bola matanya.
"Maksudnya adalah kenapa aku harus dirias dan atas perintah siapa?" tanya Ze.
"Ampun yang mulia, ini perintah langsung dari yang mulia tuan Jin hu." jawab wanita tua itu.
"Untuk apa?" tanya Ze.
"Yang mulia mengatakan bahwa itu rahasia yang akan menjadi kejutan." jawab wanita tua itu.
Akhirnya Ze pasrah saja mengikuti para pelayan yang membawanya ke kediaman tempat Mei yin.
"Mengapa aku harus berdandan berlebihan seperti ini?" tanya Ze melihat pakaian mewah juga riasan dirinya.
"Nanti juga anda akan tahu yang mulia." jawab wanita tua itu.
__ADS_1
Ceri emas yang juga sudah berpakaian dan berdandan cantik datang menjemput Ze. Ze mengernyit heran melihat bahkan ceri emas juga berdandan.
"Apakah ada hal istimewa yang akan terjadi?" tanya Ze.
"Sepertinya iya nyonya. Aku juga tidak tahu pasti karena aku hanya ditugaskan untuk menjemput anda." jawab ceri emas.
Ze berjalan menggunakan jubah berwarna emas bercampur merah. Pemandangan yang ada di sepanjang perjalanan menuju tempat Jin hu menunggunya membuat dirinya bingung dan takjub. Pasalnya setiap lorong dan jalan yang dia lewati telah dihias dengan sangat indah.
Ze tiba di depan istana dan terkejut melihat Jin hu duduk di kursi di atas panggung depan banyak orang dengan pakaian yang senada dengan dirinya. Ze semakin heran dan bertanya-tanya dalam hati apa yang terjadi karena ada banyak raja dan kaisar dari kerajaan lain termasuk kaisar Lian yang datang menjadi tamu.
Bahkan di deretan depan sudah ada seluruh keluarganya dan Huo nan juga datang hari ini sampai tersenyum melambai padanya.
Jin hu berdiri dan menyambut kedatangan Ze lalu membawanya ke kursi yang disediakan untuknya di atas panggung.
"Ada apa ini?" tanya Ze.
"Pengumuman pernikahan kita dan penobatan Ratu dan Raja istana ini." jawab Jin hu.
"Aku serius sayang." ucap Jin hu yang tahu maksud tatapan Ze.
"Mengapa mendadak dan tidak memberi tahu aku dulu?" tanya Ze.
"Ini kejutan dan agar semua orang tahu kau milikku dan aku milikmu sekarang sayang." jawab Jin hu.
"Bukankah kau tidak suka dengan gelar Raja?" tanya Ze.
"Awalnya aku memang sangat tidak suka. Tapi, semenjak ada dirimu di sisiku dan mendampingi aku, aku sadar gelar Raja dan Ratu sangat penting untuk kita agar orang lain diluar istana menghormati status pernikahan kita." jawab Jin hu sambil menggenggam tangan Ze.
Orang-orang di bawah panggung disuguhi pemandangan romantis membuat beberapa orang iri, kagum dan ada pula yang kesal.
"Khem khem khem." dehem Liu ku membuat Ze sadar mereka menjadi tontonan banyak orang.
"Jaga sikapmu Rajaku. Saat ini kita menjadi pusat perhatian semua orang." ucap Ze menarik tangannya dari genggaman Jin hu.
__ADS_1
"Selamat datang para Raja dan Kaisar terhormat beserta keluarga dan rombongan." ucap Tetua Sue yang bertugas menggantikan tugas mendiang Tetua Fu menjadi pemimpin para tetua.
Orang tua itu menyampaikan beberapa kata sambutan lalu membiarkan Jin hu mengumumkan tujuannya mengundang para tamu terhormat itu.
"Terima kasih kepada para Raja dan Kaisar beserta rombongan yang telah bersedia menerima undangan dari kerajaan kecil ini. Acara hari ini aku ingin mengumumkan dan merayakan dua hal penting. Yang pertama adalah aku beberapa bulan yang lalu telah melaksanakan pernikahan dengan wanita yang sangat aku sayangi." ucap Jin hu.
Para tamu mulai kasak kusuk mendengar pernyataan Jin hu. Mereka terkejut mendengar bahwa rumor tentang Jin hu memiliki istri ternyata benar dan itu mereka dengar langsung dari mulut Jin hu.
"Berarti wanita itu sungguh istrinya dan apa yang didengar putri Rou ruan adalah kebenarannya. Aku sungguh tidak menyangka bahwa pria yang terkenal anti dengan wanita itu sungguh telah menikah." gumam Raja Zhong.
"Apakah ini sungguhan, aku tidak bermimpi bukan? Mengapa pria impianku menikah dengan wanita lain." ucap seorang putri.
Ada banyak bisik-bisik juga gumaman lain mengenai pengumuman pertama Jin hu.
"Bagaimana bisa kau menikah tanpa persetujuan dari aku?" tanya Raja Lian dengan nada tinggi.
Wajahnya telah merah padam karena terlalu emosi mendengar pengumuman Jin hu. Dia masih berharap Ze akan menjadi putri mahkota di istananya namun semua itu sudah mustahil karena Jin hu dan Ze telah menikah.
"Atas dasar apa kami harus meminta persetujuan dari Kaisar Lian untuk melangsungkan Pernikahan?" tanya Jin hu dengan santai.
"Ada banyak alasan untuk itu. Pertama karena kau adalah putra dari kaisar Lian. Kedua keluarga Shi dan An masih bagian dari kekaisaran Doucheng yang tentunya membutuhkan ijin Kaisar untuk menikahkan anak gadisnya. Ketiga bukankah pernah ada pembahasan rencana perjodohan antara putri Ze dengan putra mahkota kerajaan Doucheng yang harus diselesaikan lebih dulu?" permaisuri Doucheng mewakili kaisar Lian menjawab karena ikut geram.
"Jika kalian lupa maka akan aku ingatkan. Pertama, kaisar Lian telah memutuskan hubungan ayah dan anak denganku bahkan menghapus gelar pangeran ketiga dari negeri Doucheng dariku." ucap Jin hu.
"Yang kedua, aku bukan bagian dari keluarga An lagi dan memang tidak memiliki darah keluarga An dalam diriku. Keluarga Shi juga telah angkat kaki dari negeri Doucheng jadi aku bebas dari aturan itu." Ze menambahkan.
"Ketiga, Kaisar Lian tidak pernah menemui kami para orang tua Ze mengenai rencana perjodohan itu. Jadi, tidak ada yang perlu diselesaikan tentang itu." Liu ku ikut menambahkan penjelasan.
"Siapa kau ikut berbicara di sini?" tanya Permaisuri Doucheng.
"Jaga bicaramu permaisuri, kau tidak kenal dengan grand master Ji hah?" ucap Kaisar Lian menatap tajam istrinya yang dengan bodoh membentak grand master Ji yang sangat terkenal itu.
Dia sendiri tidak tahu bahwa menentang dan mengusik Ze jauh lebih berbahaya untuk dirinya sendiri.
__ADS_1